Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS WASTE PADA PROSES PEMBONGKARAN PETI KEMAS DENGAN PENDEKATAN LEAN SERVICE DI PT PELINDO I CABANG LHOKSEUMAWE Munawwaroh Daulay; Amri Amri; Syukriah Syukriah
Industrial Engineering Journal Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v10i2.681

Abstract

PT Pelindo I Cabang Lhokseumawe merupakan pelabuhan yang menyediakan pelayanan dermaga dan fasilitas lain untuk bertambat, bongkar muat peti kemas, curah cair dan curah kering. Dalam prakteknya, terdapat beberapa jenis pemborosan pada proses pembongkaran peti kemas yang dapat menurunkan produktivitas perusahaan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah waktu proses pembongkaran peti kemas tidak sesuai dengan standar yang di tetapkan oleh perusahaan yaitu 20 container/jam sedangkan di lapangan hanya dapat membongkar 9 container/jam. Hal ini disebabkan oleh aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah yang berdampak pada waktu transportasi dan waktu menunggu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi waste yang terdapat pada aliran proses pembongkaran peti kemas dan mengusulkan perbaikan guna mengeliminasi waste. Metode yang digunakan adalah lean service dan Value Stream Mapping. Berdasarkan hasil perhitungan data diketahui bahwa jenis pemborosan yang paling berpengaruh adalah transportasi sebesar 45,60% dan waiting sebesar 29,47%. Oleh karena itu, usulan perbaikan adalah perlunya penjadwalan dan pengalokasian waktu bongkar muat, penyediaan crane dengan kondisi yang sesuai, pelatihan bagi operator dan pembuatan SOP slot penyusunan peti kemas. Hasil perhitungan usulan perbaikan setelah penerapan lean service menunjukkan jumlah container mengalami peningkatan dari 9 container/jam menjadi 12 container/jam, penurunan waktu lead time dari 413,03 detik menjadi 300,06 dan peningkatan Process Cycle Efficiency dari 34,04% menjadi 58,75%, hal ini bermakna bahwa adanya peningkatan produktivitas perusahaan setelah penerapan lean service.
Analisis Sistem Kerja Sortasi Biji Kopi Dengan Menggunakan Pendekatan Ergonomi Di CV. Kopi Tunah Kolak Jaya Amri A; Anwar A; Rizka Finusa
Industrial Engineering Journal Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v4i1.39

Abstract

Sistem kerja yang ergonomis merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan olehperusahaan, khususnya pada saat melakukan sortasi biji kopi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untukmenganalisis sistem kerja sortasi biji kopi dengan menggunakan pendekatan ergonomi. Langkah – langkahyang dilakukan adalah dengan pengambilan data postur kerja dan data antropometri tubuh pekerja. Data yangdiperlukan adalah data postur kerja, dan data antropometri yang diperlukan adalah data tinggi bahu duduk,tinggi siku duduk, tinggi popliteal, pantat popliteal, jangkauan tangan, lebar pinggul, lebar bahu, danrentangan tangan, data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tinggi nahu 62.82 cm, tinggi popliteal 42.72 cm,pantat popliteal 40.79 cm, lebar pinggul 37.58 cm, lebar bahu 45.85 cm, tinggi siku duduk 67.20 cm, jangkaunjauh 174.60 cm.
ANALISIS PENGEMBANGAN PRODUK PECI DENGAN PENDEKATAN REKAYASA NILAI DI UKM AL-ADIN SABEENA KECAMATAN BLANG MANGAT KOTA LHOKSEUMAWE Amri Amri; Sri Meutia; Mukhlisin Mukhlisin
Industrial Engineering Journal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v9i1.494

Abstract

Salah satu produk yang perlu mendapat perhatian adalah produk peci yang semakin hari penjualannya semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pengembangan produk peci dan menghemat biaya produksi serta menambah nilai jual yang nantinya dapat menjadi daya tarik konsumen untuk membelinya. Metode yang digunakan adalah Value Engineering dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode Value Engineering diterapkan pada perbaikan nilai, performansi dan biaya dari rancangan peci yang terdiri dari identitas produk, ukuran border,tambahan fungsi, warna sesuai dan menarik. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) diterapkan pada fase analisis untuk membantu mengetahui prioritas dari kriteria yang sesuai dengan keinginan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan desain alternatif dengan nilai performansi tertinggi adalah alternatif 1 (A-B-D-E), yaitu desain dengan material utama peci terbuat dari karton ubi dan kain beludru, warna yang digunakan bernuansa gelap, peci berbentuk persegi panjang, dan dengan hiasan semi bordir. Desain alternatif terpilih ini menghabiskan biaya sebesar 20,310,00 untuk satu unit peci.
ANALISIS KUALITAS LAYANAN DI BENGKEL SARI BUMI UTAMA LHOKSEMAWE Amri Amri; Sri Meutia; Trismira Wulan Sari
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i1.721

Abstract

Bengkel Sari Bumi Utama Lhokseumawe merupakan bengkel cabang Honda yang menyediakan jasa pelayanan service dan jual beli spareparts sepeda motor. Sebagai perusahaan yang bergerak di pelayanan jasa, sangat mengutamakan kualitas layanan untuk mendapatkan loyalitas dari konsumen, hal tersebut dapat tercapai apabila keinginan konsumen sudah terpenuhi yaitu dengan melihat Voice Of Customer (VOC) melalui survei langsung kepada konsumen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan 20 atribut pelayanan yang dikelompokkan kedalam 5 dimensi pelayanan jasa dan dibagikan kepada 79 sampel yang telah ditentukan. Untuk melihat pelayanan jasa sudah baik atau belum, dapat dilihat menggunakan Service Quality (Servqual) yaitu dengan melihat analisa gap (kesenjangan), dalam mengklasifikasikan tiap atribut pelayanan dapat menggunakan Model Kano, dan meningkatkan kualitas layanan digunakan Quality Function Deployment (QFD).  Hasil analisa rata-rata gap (kesenjangan) didapatkan -0,75696, artinya setiap atribut pelayanan perlu dilakukan pengembangan kualitas layanan. Dari analisa Model Kano didapatkan 3 atribut masuk ke klasifikasi M, dan 17 atribut masuk kategori O, kemudian hasil dari penyusunan House Of Quality (HOQ) level 1 sampai level 3 didapatkan 12 atribut prosedur kualitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Bengkel Sari Bumi Utama Lhokseumawe.
RANCANGAN KEMASAN CAMILAN AKAR KELAPA PADA UD. ANGSA DUA DENGAN MENGUNAKAN METODE VALUE ENGINEERING Amri Amri; Fatimah Fatimah; Khairul Inda
Industrial Engineering Journal Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v10i2.677

Abstract

Camilan akar kelapa merupakan makanan ringan yang diproduksi oleh UD. Angsa Dua sejak tahun 1995. Produk camilan ini perlu mendapat perhatian terutama berhubungan dengan kemasannya, dikarenakan selama ini kemasan yang digunakan kurang menarik, sehingga berpengaruh terhadap nilai jual.  Penelitian ini bertujuan merancang kemasan camilan akar kelapa untuk meningkatkan daya tarik konsumen yang nantinya akan berdampak kepada pertambahan nilai jual.  Metode yang digunakan dalam rancangan kemasan adalah value engineering dan analytical hierarchy process (AHP). Metode value engineering diterapkan pada perbaikan nilai, performansi dan biaya dari desain kemasan dengan kriteria: merek dagang, ukuran berat bersih, identitas produk, menarik, kesesuaian warna, tipografi dan ukuran huruf. Metode analytical hierarchy process (AHP) diterapkan pada fase analisis untuk membantu mengetahui prioritas dari kriteria yang sesuai dengan keinginan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan desain alternatif dengan nilai performansi tertinggi adalah alternatif 1 (A-B-D-F), yaitu desain dengan material kemasan terbuat dari aluminium foil standing pouch, menggunakan stiker cromo, warna yang digunakan bernuansa terang dan menggunakan huruf yang sesuai. Desain alternatif yang terpilih ini memiliki nilai (value) sebesar 0,1568. Nilai ini diperoleh dari performansi sebesar 41,7 dan biaya untuk ukuran ¼ kg Rp.3.100 per kemasan, biaya untuk ukuran ½ kg Rp.3.600 per kemasan dan biaya untuk ukuran 1 kg Rp.400 perkemasan.
PERENCANAAN DISTRIBUSI TEH BOTOL SOSRO DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP) DAN SAVING MATRIX UNTUK EFISIENSI BIAYA DISTRIBUSI DI PT. SINAR SOSRO Amri Amri; Fatimah Fatimah; Arif Agung Permana
Industrial Engineering Journal Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v9i2.555

Abstract

PT. Sinar Sosro Deli Serdang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan minuman. PT. Sinar Sosro memproduksi 25 jenis produk minuman antara lain Teh Botol Sosro, Fruit Tea dan S-Tee dalam berbagai varian rasa dan kemasan. Penentuan pengiriman ke Distribusi Center (DC) umumnya dilakukan berdasarkan pada taksiran pengalaman ataupun permintaan langsung oleh DC tanpa memperhatikan jumlah stock dan ketersediaan sumber daya yang lain seperti transportasi dan biaya. Dalam menyelesaikan permasalahan perusahaan maka dilakukan penelitian untuk memperkirakan permintaan Distribusi Center, distribusi produk dengan menggunakan metode Distribution Requirement Planning (DRP), dan saving matrix. Ketiga metode ini digunakan dengan tujuan untuk pemghematan biaya distribusi dalam proses pengiriman menuju Distribution Center. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah sebesar Rp.18.239.683,20 sedangkan dengan menggunakan metode DRP biaya yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 14.319.564. Penerapan metode ini dapat menghasilkan efisiensi biaya sebesar 31,79%. Adapun jarak awal yang ditempuh oleh perusahaan adalah 214,2 km, sedangkan rute usulan dengan menggunakan metode saving matrix 146,1 km. Penerapan rute usulan ini dapat menghasilkan efisiensi jarak sebesar 31,79%.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perolehan Persentasi Rendemen Crude Palm Oil (CPO) dengan Menggunakan Metode Analysis Of Variance Diana Khairani Sofyan; Amri Amri; Slamet Widodo
Industrial Engineering Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v3i1.30

Abstract

PT Perkebunan Nusantara I Cot Girek adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunandan sekaligus sebagai proses produksi, pengolahan tandan buah segar menjadi Crude Palm Oil dan inti sawit(palm kernel oil). Pengolahan tandan buah segar ini sangat memerlukan perlakuan yang baik untukmendapatkan standar rendemen yang baik pula. Proses perebusan ini berfungsi sebagai untuk menghentikanperkembangan asam lemak bebas (ALB), memudahkan pelepasan buah dari tandan pada waktu perontokan,melunakan buah dan mengurangi kadar air dalam buah. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perolehanrendemen dilakukan dengan menggunakan metode Analisis Of Variance (ANOVA). Pada metode ini, percobaandilakukan dengan mengkombinasikan perlakuan-perlakuan dengan level yang berbeda-beda pada saat prosesperebusan (sterilizer) sehingga akan memberikan hasil persentase rendemen yang berbeda-beda pula. Dariperhitungan yang dilakukan terlihat Faktor A (waktu perebusan) tidak memiliki pengaruh yang signifikanterhadap perolehan rendemen Crude Palm Oil, hal ini dapat dilihat dariF )40:1(05,0 = Fhitung = 2,34 Ftabel = 4,08,dengan demikian makaH o diterima dan H i ditolak, faktor B (Tekanan Uap Back Pressure Vessel) memilikipengaruh yangsignifikan terlihat dariF )40:1(05,0 = Fhitung = 21,54 Ftabel = 4,08, dengan demikian maka H o ditolakdanHi diterima, Sedangkan untuk faktor C (Puncak Rebusan) memiliki pengaruh yang signifikan, ini terlihatdariF )40:1(05,0 = Fhitung = 6,97 Ftabel = 4,08, dengan demikian maka H o ditolak dan Hi diterima.
ANALISIS KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN TERHADAP LAYANAN COUNTER AZIZ PONSEL KRUENG GEUKUEH MENGGUNAKAN METODE CUSTOMER SATIFICATIO INDEX DAN IMPORTANT PERFORMANCE ANALYSIS Amri Amri; Sri Meutia; Aklima Ulva
Industrial Engineering Journal Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v10i2.707

Abstract

Counter Aziz Ponsel   salah satu pusat service Hp terbesar yang berada di   Krueng Geukueh,   memenuhi kebutuhan dalam  bidang pembelian barang maupun jasa khusus untuk Handphone. Memberikan pelayanan sehingga terpenuhi keinginan dari konsemen merupakan tujuan pelayanan yang ingin diberikan oleh Counter Aziz ponsel sehingga terbentuknya loyalitas. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis tentang kepentingan atau harapan dari kosumen  menggunakan metode Customer Satification Index (CSI)   didapatkan hasil sebesar 17,46% artinya bahwa secara keseluruhan konsumen belum merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Dengan  analisis lanjutan menggunakan  metode Important Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui atribut mana yang harus diperbaiki dan dipertahakan. Dari 22 atribut pertanyaan yang diberikan kepada konsumen , terdapat 11 atribut yang membutuhkan perbaikan. Urutan atribut prioritas perbaikan yaitu; tersedia beragam merek Handphone (X1), kebersihan dan kerapian berpakaian petugas (X3), kenyamanan ruang tunggu Counter (X5), fasilitas tempat parkir di Counter Handphone (X6), tersedia kartu yang lengkap (X8), penyelesaian service Hp yang tepat waktu (X10),   petugas memberikan informasi dan penjelasan dengan jelas (X11), kecepatan dan ketanggapan petugas dalam pelayanan proses administrasi (X12), petugas merespon permintaan konsumen secara cepat dan tepat (X14),  kerapian yang dimiliki petugas dalam menanggani keinginan konsumen (X19), melayani pengaduan apapun dengan ramah dan sopan(X20). Untuk tingkat   loyalitas belum terbentuk, karena nilai yang diperoleh tidak membentuk membentuk segitiga terbalik akan tetapi membentuk segitiga tak beraturan,  dengan nilai Commited Buyer 70%, Liking the Brand12.5 %, Satisfied Buyer77.5 %, Habitualbuyer47.5 % dan Switcher Buyer 7.5 %. Hasil uji rank spearman antara hubungan kepuasan dan loyalitas sebesar 0.24 yang berada pada daerah 0.2 ≤|rs |0.4 yang berarti kedua variabel dikategorikan berkorelasi lemah.
Pembuatan Glukosa Cair dari Pati Singkong (Manihot esculenta C) secara Hidrolisis menggunakan Katalis Asam Klorida Masrullita Masrullita; Rozanna Dewi; Amri Aji; Meriatna Meriatna; Syarifah Yulisa
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i2.2678

Abstract

ABSTRAKSingkong (Manihot esculenta Cranz) yang dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu merupakan umbi atau akar pohon yang rata-rata berdiameter 5-10 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong. Singkong merupakan hasil produk pertanian yang potensinya tinggi sebagai sumber karbohidrat untuk bahan pangan dan industri. Pati singkong dapat dibuat gula cair dengan metode hidrolisis asam menggunakan asam klorida. Produk yang dihasilkan akan dianalisa kadar gula pereduksi menggunakan larutan benedict, analisa kadar air, analisa kadar abu dan analisa yield. Dengan menetapkan ukuran bahan baku yaitu 50 mesh serta konsentrasi katalis 0,40 N dengan volume 150ml dan memvariasikan suhu yaitu 90 oC, 100 oC dan 110 oC serta waktu hidrolisa yaitu 75 menit, 85 menit dan 95 menit. Hasil terbaik pada penelitian ini diperoleh pada suhu 110 oC dan waktu 95 menit dengan kadar glukosa sebesar 50%, kadar air 7%, kadar abu 0,985 dan yield 75,13%.Kata kunci: singkong, hidrolisis asam, katalis, gula cair
Perbuatan Melawan Hukum Oleh Penguasa (Onrechtmatige Overheids Daad) Amrizal J. Prang
Jurnal Transformasi Administrasi Vol 3 No 2 (2013)
Publisher : Puslatbang KHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.034 KB)

Abstract

Unlawful acts by authorities (onrechtmatige overheids daad) and Unlawful acts (onrechtmatige daad) governed by the same legal basis, namely Article 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek), but has connotations and different settings. For tort claim made to the general court (civil). Meanwhile, the unlawful act by the authorities, sued the state administrative court, if the actions of individual governments, concrete, and final such, dismissal of civil servants, as stipulated in Act Number 5/1986 joncto Act Number 9/2004, joncto Act Number 51/2009. Meanwhile, general and abstract, like, Regent issued a decree in the implementation of a regional regulatory requirements. Furthermore, the general nature and concrete, such as the Regent issued a decree stating that Dengue Fever infected area and individual and abstract, such as permission to establish a factory paint with a variety of terms or conditions, it was possible to be sued to court general.