Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN APLIKASI MOBILE JKN BPJS KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) Syamsul Bahri; Amri Amri; Atikah Azmi Siregar
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i2.837

Abstract

BPJS Kesehatan merupakan salah satu pelaksana badan hukum publik yang dibangun untuk menjalankan program jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia [1]. Maka BPJS Kesehatan dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Sebagai badan hukum publik, pelayanan harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan kepuasan peserta. BPJS Kesehatan memiliki banyak jenis layanan, yaitu layanan tatap muka dan non-tatap muka [2]. Salah satu layanan non-tatap muka yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan adalah aplikasi mobile JKN. Aplikasi mobile JKN merupakan sebuah inovasi yang dibuat oleh BPJS Kesehatan untuk mempermudah peserta dalam mendapatkan pelayanan administrasi yaitu bisa diakses kapan saja dan dimana saja [3]. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan melalui aplikasi mobile JKN. Penelitian ini menggunakan metode servqual untuk mengetahui tingkat persepsi, tingkat harapan dan gap. Ada 15 atribut kuesioner, yang terdiri 5 dimensi servqual yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty. Hasil penelitian menggunakan metode servqual per atribut didapat bahwa ada 4 atribut yang memiliki negatif yaitu nomor 15: customer service mobile JKN segera meminta maaf bila terjadi kesalahan, nomor 10: kecepatan aplikasi dalam merespon permintaan peserta, nomor 14: respon customer service terhadap kebutuhan dan keluhan peserta dan nomor 8: mobile JKN mampu menjawab permintaan informasi atau penyampaian keluhan. Jika dari segi dimensi terdapat 2 dimensi yang perlu BPJS Kesehatan fokuskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan aplikasi untuk meningkatkan kepuasan peserta yaitu responsiveness dan emphaty.
Khitanan Massal Bagi Anak-Anak Kurang Mampu Di Mesjid Babul Huda Lhokseumawe Diana Khairani Sofyan; Muhammad Zakaria; Amri Amri; Fatimah Fatimah; Trisna Trisna; Taufiq Taufiq
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.939

Abstract

Khitan merupakan prosedur bedah tertua, dimana Agama, budaya, medis, dan kesehatan masyarakat sudah menyatakan bahwa khitan menjadi alasan penting bagi kesehatan. Khitan dilakukan untuk alasan agama dan mengurangi risiko infeksi penyakit kelamin. Khitan merupakan salah suatu kewajiban bagi umat yang beragama islam yaitu umat muslim,  Dinyatakan sebagai kewajiban karena telah dicontohkan dalam sunnah Rasul. Rasulullah SAW melakukan khitan pada saat berusia 7 hari, hal ini terdapat dalam Siroh Nabawiyah. Namun, di masyarakat sosialisasi khitan di Indonesia lebih banyak dilaksanakan ketika anak berusia 5 tahun atau lebih. Beberapa masyarakat tidak mampu untuk memperoleh penanganan dokter dalam hal pelaksanaan khitan. Sebagian masyarakat tidak mampu untuk melengkapi prosedur pelaksaan khitan, mulai dari biaya jasa dokter hingga biaya perawatan masa penyembuhan pasca khitan. atas dasar hal tersebut maka dilakukan pengabdian masyarakat yaitu Khitanan Massal bagi anak-anak kurang mampu. Metode kegiatan ini adalah dilakukan mulai dari pendataan anak-anak kurang mampu, pengarahan pelaksanaan khitan dan pelaksanaan khitan dan terakhir pembagian sembako bagi seluruh peserta. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan berjalan lancar, peserta tepat sasaran yaitu anak dari keluarga kurang mampu dan tinggi nya antusias masyarakat untuk mendukung dan membantu  berjalannya program kegiatan ini
Implikasi Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Amrizal J. Prang
Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13, No. 1, (April, 2011)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Pasca amandemen UUD 1945 selama empat kali (1999-2002), konstitusi Indonesia mengalami perubahan secara prinsipil. Salah satunya kekuasan judicial (kehakiman) sebelumnya dijalankan sepenuhnya oleh Mahkamah Agung (MA). Namun, saat ini sebagian kekuasaan kehakiman dilaksanakan oleh lembaga baru, Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai pengawal konstitusi (the guardian of constitution). Berdasarkan norma Pasal 24C ayat (1) UUD 1945, perubahan ketiga, 2001 joncto UU No.24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi, joncto Pasal 29 ayat (1) dan (2) UU No.48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, maka secara eksplisit lembaga negara yang bewenang untuk menguji konstitusionalitas tidaknya suatu undang-undang adalah MK. Proses dan sifat dari kewenangan MK dalam menguji undang-undang terhadap UUD 1945 dilakukan sejak dari mengadili pada tingkat pertama hingga tingkat teakhir yang putusannya bersifat final dan mengikat (final and binding). Artinya, tidak ada upaya hukum lainnya terhadap putusan tersebut.  Pascaputusan MK yang menyatakan suatu undang-undang tidak berlaku mengikat karena kontradiksi dengan UUD, maka dengan sendirinya putusan tersebut juga sekaligus menciptakan suatu keadaan hukum yang baru. Namun, sebagai syarat untuk diketahui oleh umum, sebagaimana Pasal 57 ayat (3) UU No.24 Tahun 2003 disebutkan: Putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan permohonan wajib dimuat dalam Berita Negara dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak putusan diucapkan. The Legal Implications Constitutional Court Decision
Pemberdayaan Pembangkit Listrik Mikro Tenaga Surya dan Sosialisasi Resiko Pencurian Arus PLN di Desa Blang Pulo Saifuddin Muhammad Jalil; Diana Khairani Sofyan; A Amri; Subhan A Gani; Syukriah
Kawanad : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): October
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/kjpkm.v1i2.66

Abstract

At this time, electricity has become a primary need for the community, the existence of the State Electricity Company (PLN) is very supportive of all community activities. The high use of electricity can cause negative effects for users, where the higher the use of electricity, the greater the costs incurred. This is what triggers the emergence of things that are not wanted in society. One of them is the emergence of a desire to steal electric current. In general, people do not know what the risks are due to stealing the electric current. In addition, there are other ways to reduce excessive use of electricity, one of which is by assembling a solar micro-power plant, of which not many people know about the use of assembling the power plant. Based on this, service is carried out with the aim of providing explanations and adding knowledge to the community in the safe use of electrical energy; provide explanations and increase knowledge for the public about the risk of theft of electrical energy; increase community participation in using and protecting the environment by using alternative energy; foster a strong bond between the Blang Pulo gampong which is the closest village to the Malikussaleh University Bukit Indah campus and the Malikussaleh University academic community, especially the electric energy-saving extension team. The counseling activity on the risk of theft of PLN flows in the village of Blang Pulo is carried out in the following activity methods: Program introduction, assembly and delivery of various forms of energy, especially solar energy; The submission of a frugal living attitude according to Islamic law is accompanied by showing several verses of the Koran and hadith and conveying the risks due to stealing electric current. The expected results of this service are through the micro-solar electricity empowerment program and energy-saving counseling, It is hoped that the awareness, sensitivity and participation of lecturers and the community of Blang Pulo will grow and develop in the safe and efficient use of electrical energy so that there is an adequate supply of electricity and there will be no longer rotating blackouts caused by the limited supply of electricity from the PLN, and explain the consequences if electrical energy is stolen for personal or group use in order to be able to use electrical energy for free.
ANALISIS TINGKAT KELELAHAN PEKERJA BERDASARKAN BEBAN KERJA PADA STASIUN PEREBUSAN DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV BAH JAMBI Amri; Meutia, Sri
Jurnal Industri Samudra Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v3i2.6527

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu produk perkebunan yang memiliki nilai tinggi dan industrinya termasuk padat karya Proses produksi di Pabrik kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara IV Bah Jambi dimulai dengan mengolah bahan baku sampai menjadi produk, yang bahan bakunya adalah (TBS) Tanda Buah Segar kelapa sawit Salah satu stasiun yang banyak membutuhkan tenaga kerja manusia adalah stasiun perebusan, dimana pada stasiun perebusan ini masih menggunaan pekerjaan secara manual. Pekerjaan yang dilakukan pada aktivitas perebusan membutuhkan tenaga (fisik) dan konsentrasi tinggi serta bersifat bergerak dan berpindah-pindah. Jenis pekerjaan ini dapat menimbulkan stress pada sekelompok otot rangka dan menyebabkan terjadinya kelelahan otot. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan yaitu para pekerja sering mengalami kelelahan yang disebabkan oleh bahan material yang berat dan peralatan kerja kurang mendukung pada aktivitas perebusan. Berdasarkan permasalahan diatas maka diperlukan adanya analisis untuk mengetahui tingkat kelelahan dan bagian tubuh yang sering mengalami keluhan pada saat bekerja menggunakan metode Nordic Body Map yaitu pengukuran subyektif untuk mengukur rasa sakit otot para pekerja. Berdasarkan hasil pengukuran tingkat kelelahan kerja menggunakan metode Nordic Body Map didapatkan pada pekerja 1 yaitu sarni mengalami keluhan sakit pinggang dan sakit pada betis kiri dengan tingkat kelelahan 55,08%, Pekerja 2 yaitu Pospan Batubara mengalami keluhan sakit pinggang dan sakit pada kedua betis dengan tingkat kelelahan 59,53%, Pekerja 3 yaitu M. Sinaga mengalami keluhan sakit pada kedua bahu, sakit pinggang dan sakit pada kedua betis dengan tingkat kelelahan 61,77%, pekerja 4 yaitu Samsul mengalami keluhan sakit pada punggung dan betis kiri dengan tingkat kelelahan (52,42%).