Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Reproduksi Menggunakan Media Booklet terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Usia Subur Wulan Novika Ambarsari; Atira Atira; Assyani Nursafitri
Health Idea Vol 1, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1302

Abstract

Sexually Transmitted Infections (STIs) are one of the public health problems in West Java in 2017, namely 1,877 cases. The incidence of STIs in women of childbearing age based on laboratory results from the Cimahi City Health Service is 462 people who contracted STIs in 2022. The causes of this incident include the low level of knowledge possessed by women of childbearing age. One method that is thought to be able to increase reproductive health knowledge about sexual infections in women of childbearing age is providing reproductive health education using Booklet Media. The aim of this research is to determine the effect of reproductive health education using booklet media on the level of knowledge about sexually transmitted infections in women of childbearing age. The research method uses pre-experimental designs with a one group pretest posttest design. The research sample was 60 respondents with a total sampling technique. Test knowledge data analysis using Marginal Homogeneity. The research results show that there is an influence of reproductive health education using booklet media on the level of knowledge about sexually transmitted infections in women of childbearing age with a value of p = 0.000 < α = 0.05, so Ho is rejected and H1 is accepted. Suggestion: Health education using booklet media can be applied in order to increase public knowledge so that people can avoid sexually transmitted infections, especially women of childbearing age so that they are free from STIs.
Efektivitas Pemberian Sari Kacang Hijau Dalam Pelayanan Home Care Postpartum Terhadap Kualitas Asi (Air Susu Ibu) Kistina Sinaga; Wulan Novika Ambarsari; Karwati Karwati
Health Idea Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3102

Abstract

ABSTRACT The impact  when breast milk  not given to infant is nutrient deficiencies. The Diseases caused by poor nutrition include stunting (23%), pneumonia (20%), and diarrhea (15%). Various initiatives, including exclusive breastfeeding from 0-6 months, have been implemented to reduce Infant Mortality Rate (IMR). According to DINKES West Java Province reported 349,968 infant  aged 0–6 months out of 754,438 infant aged 0–6 months (46.4%) who were given exclusive breast milk. This coverage is still far below the national target of 80%. Prevention of malnutrition, stunting and diarrhea in toddlers is one of the benefits of exclusive breastfeeding. The aim of this study is to find out that there is an effect of giving green bean juice in Postpartum Home Care services on the quality of breast milk. This study method uses a Quasi-Experimental study plan (Quasy-Experimental). The sample used was 14 respondents. One group pre-test-post-test study design. The pre-test results show that the average quality of breast milk is 2.57 (Mean). The post-test results showed that the average quality of breast milk was 4.2. Data analysis using the Dependent simple T-Test statistical test, obtained a p-value of 0.004 < α = (0.05). The Simple T-Test (Paired Samples Test) obtained a p-value (0.004) α (0.05). The conclusion of this study there is an influence of giving green bean juice on the quality of breast milk the target area at Leuwigajah Public Health Center.Keywords: green bean juice; homecare; breast milk ABSTRAK  Dampak yang timbul ketika tidak diberikannya ASI pada bayi yaitu kekurangan nutrisi dan gizi. Penyakit yang disebabkan oleh gizi buruk antara lain stunting (23%), pneumonia (20%), dan diare (15%). Berbagai inisiatif, pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan, telah dilaksanakan untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). DINKES Provinsi Jawa Barat melaporkan 349.968 bayi usia 0–6 bulan dari 754.438 bayi usia 0–6 bulan (46,4%) diberikan ASI eksklusif. Cakupan ini masih jauh di bawah target nasional sebesar 80%. Pencegahan gizi buruk, stunting, dan diare pada balita merupakan salah satu manfaat pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari pemberian sari kacang hijau dalam pelayanan Home Care Postpartum Terhadap Kualitas ASI (Air Susu Ibu). Metode Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (Quasy-Experimental). Sampel yang digunakan adalah sebanyak 14 responden. Desain penelitian one group pre-test-post-test Design. Hasil pre-test menunjukkan  rata-rata kualitas ASI nya yaitu 2.57 (Mean) . Hasil post-test menunjukkan  rata-rata kualitas ASI nya yaitu 4.2. Analisa Data menggunakan uji statistic Dependent  simple T-Test, diperoleh nilai p-value 0,004 < α = (0,05). Simple T-Test (Paired samples Test) diperoleh nilai p (0,004) α (0,05). Kesimpulannya terdapat pengaruh dari Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Kualitas ASI (Air Susu Ibu) Di Wilayah Binaan Rw 09 Puskesmas Leuwigajah.Kata kunci: sari kacang hijau; homecare; air susu ibu (asi)
Penyuluhan Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Tema “Edukasi Kebersihan Menstruasi” Di MTs Daarel-Ihsan Riska Diana Afriliani; Dedeh Sri Rahayu; Damai Yanti; Wulan Novika Ambarsari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2249

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya promotif yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai kebersihan menstruasi kepada remaja putri. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah MTs Daar El-Ihsan dengan sasaran sebanyak 50 siswa dan siswi. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa belum pernah dilaksanakan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan menstruasi, serta belum tersedia media edukasi yang dapat digunakan sebagai sumber informasi. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan menstruasi. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, koordinasi dengan pihak sekolah, penyuluhan interaktif menggunakan media PowerPoint dan leaflet, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui observasi partisipasi dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mengikuti penyuluhan dengan antusias, aktif berdiskusi, serta mampu menjawab pertanyaan evaluasi mengenai kebersihan menstruasi. Luaran kegiatan berupa media edukasi, laporan pengabdian, dan artikel ilmiah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta kesehatan reproduksi remaja di lingkungan sekolah.
PENGARUH HEALTH PROMOTION MODEL TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SADARI Wulan Novika Ambarsari; Sri Maryati; Hartanti Hartanti; Yutita Yutita
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/6kysph49

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita. DI Indonesia tercatat 68.858 kasus (16,6%) dengan lebih dari 22 ribu kematian. Berdasarkan data dinas kesehatan kota Cimahi tahun 2023, terdapat dua wanita yang dicurigai kanker payudara, dengan prevalensi tertinggi di wilayah kerja puskesmas Cibeureum. Rendahnya pengetahuan dan sikap wanita terhadap deteksi dini menjadi hambatanan dalam upaya promotif dan preventif. Oleh karena itu Health Promotion Model dipilih sebagai pendekatan edukatif untuk meningkatkan kesadaran wanita terhadap pentingnya SADARI. Tujuan: Mengetahui pengaruh Health Promotion Model tentang deteksi dini kanker payudara terhadap pengetahuan dan sikap SADARI pada wanita di wilayah kerja Puskesmas Cibeureum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 79 wanita diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis data dilakukan dengan uji Marginal Homogeneity untuk pengetahuan dan uji McNemar untuk sikap, dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 untuk kedua variabel, yang menandakan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap. Kesimpulan: Health Promotion Model terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap positif wanita terhadap deteksi dini kanker payudara dengan metode SADARI.
Pre–Post Changes in Anemia Knowledge and Attitudes Following HPM-Informed E-Booklet Education Among Adolescent Girls Wulan Novika Ambarsari; Ayu Apriyani; Rudi Karmi; Rahayu Savitri
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i2.519

Abstract

Anemia is a reduction in hemoglobin concentration below an age-, sex-, and physiological-status-specific threshold and may result from nutritional deficiencies, blood loss, inflammation, inherited disorders, or other causes. Menstruating adolescent girls are a priority population for prevention and educational interventions. This study aimed to assess immediate pre-post changes in knowledge and attitudes toward anemia following an e-booklet educational intervention informed by Pender's Health Promotion Model (HPM). A quantitative one-group pretest-posttest study was conducted among 77 adolescent girls at SMK Pasundan 3 Cimahi. Participants were selected from a population of 327 students using proportionate stratified random sampling. Recruitment and consent/assent were followed by a pretest assessment, standardized e-booklet education, and an immediate posttest. Knowledge was categorized as good, fair, or poor, while attitudes were categorized as positive or negative. Data were analyzed using the Marginal Homogeneity and McNemar tests. The proportion of participants with good knowledge increased from 16.9% to 79.2% (absolute change: +62.3 percentage points), while poor knowledge decreased from 58.4% to 2.6% (p < 0.001). Positive attitudes increased from 54.5% to 76.6% (absolute change: +22.1 percentage points; p = 0.005). Knowledge and attitude categories were more favorable immediately after the e-booklet intervention. Because the study lacked a comparison group and assessed outcomes only immediately after the intervention, controlled studies with validated continuous measures and longer follow-up are needed to establish the effectiveness and sustainability of the observed changes.
Mrs BODY, MIND, FUTURE: KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI INVESTASI HIDUP PENCEGAHAN HIV/AIDS REMAJA Wulan Novika Ambarsari; Afrieani Deasy; Ijun Rijwan Susanto; Keiko Pasaribu; Kania Permata Anggina; Anzas Junjun Bardiana; Riska Ayu Pratiwi; Rifa Awalani Agustin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.2044

Abstract

Adolescence is a period of transition marked by rapid physical, psychological, and social changes, requiring adolescents to have a proper understanding of reproductive health. In Indonesia, reproductive health literacy among adolescents is still low, increasing the risk of unwanted pregnancies, sexually transmitted infections, and anxiety related to bodily changes. The pre-test results at Handayani 1 Pameungpeuk High School showed that most students were in the low knowledge category. Therefore, a seminar entitled “Body, Mind, Future: Reproductive Health as an Investment in Life” was held to increase students' understanding and awareness. This study used a one-group pretest-posttest design with 90 respondents. The analysis was conducted using frequency distribution and percentages. The results showed a significant increase in knowledge, marked by an increase in the “Very Good” category from 5 to 24 students and a decrease in the low category. This seminar proved to be effective and is recommended to be implemented continuously in schools.    
Penerapan Health Promotion Model Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan dan Sikap Menstrual Hygiene Remaja Putri di SMA Negeri 4 Cimahi Vira Nursanti; Wulan Novika Ambasari; Ida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.989

Abstract

Menstrual hygiene merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja putri. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang kurang tepat mengenai menstrual hygiene dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan reproduksi. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja adalah melalui penerapan Health Promotion Model (HPM) dengan media video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Health Promotion Model dengan media video terhadap pengetahuan dan sikap menstrual hygiene remaja putri di SMA Negeri 4 Cimahi. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 176 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap menstrual hygiene. Analisis data menggunakan uji Marginal Homogeneity untuk pengetahuan dan uji McNemar untuk sikap. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah intervensi dengan nilai p = 0,000 serta peningkatan sikap positif dengan nilai p = 0,001. Penerapan Health Promotion Model dengan media video terbukti berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap menstrual hygiene remaja putri. Media video dapat menjadi salah satu alternatif edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja putri.
Cemara (Cegah Anemia Remaja): Membangun Generasi Remaja Sehat, Aktif dan Bebas Anemia Pada Siswa SMK Dharma Bakti Indonesia Wulan Novika Ambarsari; Afrieani Deasy; Rudi Karmi; Ayu Apriyani; Putri Nabila; Riani Ayu Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 04 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i04.2511

Abstract

Adolescence is a critical period of rapid growth that requires adequate nutritional intake, particularly iron. Nevertheless, anemia remains a common nutritional problem among adolescents and can negatively affect concentration, academic achievement, productivity, and future reproductive health. Limited knowledge about its causes, consequences, and prevention contributes to its high prevalence. The community service program “CEMARA (Preventing Adolescent Anemia): Building Healthy, Active, and Anemia-Free Adolescents” aimed to improve students’ knowledge of anemia prevention. Using a one-group pretest-posttest design, the program involved 61 students from SMK Dharma Bakti Indonesia across various grades and study programs. Data were analyzed descriptively and with the Marginal Homogeneity test. Good knowledge increased from 14.8% to 77.0%, while poor knowledge decreased from 52.5% to 8.2%. The difference was statistically significant (p<0.05), indicating that e-booklet-based health education effectively improved adolescents’ knowledge and should be implemented continuously in schools nationwide.
Pendidikan Kesehatan Dengan Tema “Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Pencegahan Risiko Reproduksi” Wulan Novika Ambarsari; Adita Irmawanti; Briefman Tampubolon; Rahayu Savitri; Budi Riayanto; Novi fitri Andias; Fika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i9.2373

Abstract

HIV/AIDS tetap menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan karena dampaknya yang luas terhadap aspek medis, psikososial, dan kualitas hidup individu. Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) memiliki kerentanan ganda, tidak hanya terhadap risiko oportunistik, tetapi juga terhadap berbagai gangguan kesehatan reproduksi yang kompleks. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi menjadi salah satu intervensi penting dalam meningkatkan pengetahuan ODHA mengenai kesehatan reproduksinya, serta mencegah terjadinya risiko komplikasi dan penularan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ODHA mengenai kesehatan reproduksi yang aman, pencegahan infeksi menular seksual, penggunaan kontrasepsi yang tepat, serta upaya pencegahan penularan HIV kepada pasangan maupun anak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif melalui penyuluhan, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), dan pemberian leaflet. Program ini melibatkan partisipasi aktif peserta sehingga materi dapat dipahami secara optimal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, perilaku seksual yang aman, serta kepatuhan terhadap pengobatan antiretroviral. Pendidikan kesehatan reproduksi terbukti menjadi salah satu strategi efektif dalam mendukung kualitas hidup ODHA serta menurunkan risiko penularan HIV.