Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMANFAATAN GOOGLE MAPS DAN KONTEN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN VISIBILITAS UMKM KULINER DI NAGARI MANINJAU Yuliana Yuliana; Miftahul Jannah; Putri Dwi Haryafitri; Kamila Raufa; Fitri Wulandari; Lusiana Defrianita; Aulia Rahmat
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.54087

Abstract

Artikel ini membahas pemanfaatan platform Google Maps dan konten digital untuk meningkatkan visibilitas (keadaan yang dapat dilihat dan diamati) UMKM kuliner di Nagari Maninjau. Penelitian menggunakan pendekatan partisipatif, melibatkan pelaku UMKM secara langsung dalam proses pendampingan. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, sedangkan data sekunder berasal dari dokumentasi pendukung. Hasil menunjukkan bahwa pencantuman lokasi usaha pada Google Maps menjadi strategi yang paling mudah diakses dan disambut positif oleh pelaku usaha. Sebanyak 27 UMKM berhasil dicantumkan di Google Maps, sedangkan katalog produk dan video promosi dibuat untuk 10 UMKM. Inisiatif ini terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pemasaran dan memperkenalkan produk lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Analisis Fenomena Bunuh Diri di Sumatera Barat dalam Perspektif Islam: (Studi Kasus Tahun 2024-2025) Rido Putra putra; Miftahul Jannah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena bunuh diri di Sumatera Barat pada tahun 2024–2025, mengkaji perilaku bunuh diri dalam perspektif Islam, serta mendeskripsikan respons pemerintah dan masyarakat dalam upaya meminimalisir kasus bunuh diri di Sumatera Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kasus bunuh diri di Sumatera Barat yang tidak sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yaitu "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Tercatat sebanyak 18 kasus pada tahun 2024 dan 23 kasus pada tahun 2025 dengan rentang usia korban 15 hingga 75 tahun dari berbagai latar belakang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitik. Sumber data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berita-berita kasus bunuh diri dari berbagai media massa di Sumatera Barat, kajian pustaka dari literatur Islam, dan dokumentasi kegiatan penyuluhan. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, fenomena bunuh diri di Sumatera Barat dipicu oleh masalah ekonomi dan jeratan utang, depresi akibat penyakit berkepanjangan, tekanan psikologis dan bullying di kalangan remaja, masalah asmara, serta pengangguran. Kedua, Islam secara tegas mengharamkan bunuh diri melalui tiga dimensi: akidah (nyawa adalah amanah Allah), akhlak (kewajiban bersabar dan tidak berputus asa), dan hukum (ancaman siksaan di akhirat dalam Q.S. An-Nisa: 29–30). Ketiga, respons pemerintah dan masyarakat masih bersifat reaktif. Pemerintah pusat telah menetapkan kerangka hukum melalui PP No. 28 Tahun 2024, namun implementasinya di daerah masih terbatas. Berbagai pihak seperti LKAAM, Komunitas MAGISTRA INDONESIA turut aktif dalam upaya pencegahan berbasis nilai Islam dan adat Minangkabau
Potensi Geowisata Terpadu Berbasis Komunitas (Community-Based Tourism) Pada Pemandian Air Panas Jorong Gurah, Nagari Batu Bajanjang, Kabupaten Solok Rahmat Ksatria Afrul; Muhammad Azka Nashan; Hafizhah Hidayati; Oxa Fathona Suri; Nurul Barorah Gusri; Miftahul Jannah; Muhammad Farhan
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Hot Spring Bath of Jorong Gurah, located in Nagari Batu Bajanjang, Solok Regency, West Sumatra, is a geothermal-based natural resource with great potential to be developed as an integrated community-based geotourism (Community-Based Tourism/CBT) destination. This study aims to identify and analyze the geotourism potential of the Jorong Gurah Hot Spring, examine the involvement of local communities—including the participation of KKN students from Universitas Negeri Padang—in tourism development efforts, and formulate sustainable development strategies. The research method used is descriptive qualitative research with field observation approaches, in-depth interviews with local residents, and documentation analysis. The results indicate that this location has significant geotourism potential, including natural Hot spring sources with beneficial mineral content, beautiful mountain landscapes, and the distinctive local wisdom of farming communities. As a concrete contribution, UNP KKN students installed directional signboards containing information about the bathing location, the division of male and female zones, and information that the facility is free and open to the public. The formulated CBT program includes cultural ecotourism development, agrotourism Based on local agriculture, and community economic empowerment through the tourism sector.
Analisis Feminist Standpoint Theory: Perempuan Sebagai Objek Dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Nisrina Alifah Yuliandra; M. Tsaqif Al Hakim; Miftahul Jannah; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani; Syifa Chairunnisa Viandra
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” merepresentasikan kebudayaan Minangkabau yang matrilineal dan bagaimana film tersebut terkait dengan teori feminisme. menganalisis permasalahan gender terutama tokoh perempuan yang ada di dalam film dan dengan memahami kasus tenggelamnya kapal van der wijck dengan mengkaitkan teori feminist standpoint theory agar peneliti dapat menganalisis dan memahami bagaimana perempuan dipersentasikan dalam film tersebut dan bagaimana melihat konflik yang terjadi dalam masyarakat adat minangkabau di dalam film serta bagaimana kasus tersebut terkait dengan paham patriarki yang dianut oleh pemerintah. Pentingnya penelitian ini karena membantu memahami bagaimana film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” merepresentasikan Kebudayaan Minangkabau yang matrilineal dan bagaimana itu terkait dengan teori feminisme. Hasil penelitian ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perempuan dalam masyarakat dan bagaimana mereka dapat berkontribusi setara dengan laki-laki. Film juga menceritakan hal yang dialami oleh perempuan, serta sosok perempuan yang lemah dan tak berdaya, sedangkan laki-laki dipresentasikan sebagai sosok yang kuat dan mampu bertahan dengan segala keterpurukannya.
Peran Pemerintahan Di Kantor Wali Nagari Pinaga Aua Kuniang, Kabupaten Pasaman Barat Raudhatul Natasya Annur; Ismi Rahmadhani; Piza Angelia Putri; Miftahul Jannah; Rizki Syafril
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v4i2.4003

Abstract

Village governance still faces several challenges, including suboptimal public service delivery, difficulties in participatory policy formulation and implementation, and demands for transparent and accountable village financial management, particularly in villages that strongly adhere to Minangkabau customary values such as Nagari Pinaga Aua Kuniang, Pasaman Barat Regency. This study aims to describe and analyze the role of the village government at the Wali Nagari Office of Pinaga Aua Kuniang in the implementation of public services, policy formulation and implementation, village financial management, management of government apparatus, as well as the role of community institutions and the influence of customary values on village governance. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews with village officials and community institutions, and documentation study. Data were analyzed qualitatively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the village government has performed its governmental functions relatively effectively, as reflected in administrative and social public services, participatory policy-making through village deliberation forums, and transparent and accountable financial management. Community institutions such as Bamus, LPM, PKK, Karang Taruna, and the Nagari Customary Council play an active role in supporting and supervising governance processes. Furthermore, Minangkabau customary values, particularly the principle of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, serve as an important moral foundation in decision-making and problem-solving at the village level.