Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pelatihan Penulisan Buku dan Karya Ilmiah Berbasis TIK untuk Pengembangan Karir Guru Firman Firman; Bradley Setiyadi; Yanto Yanto; Hidayatul Arief; Fellicia Ayu Sekonda
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 5 (2022): JAMSI - September 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.451

Abstract

Salah satu upaya bagi guru dalam mengembangkan karir adalah dengan melakukan penulisan karya ilmiah dalam bentuk buku dan artikel ilmiah terpublikasi. Karya ilmiah menunjukkan bahwa guru benar-benar menguasai kompetensinya sehingga layak disebut guru profesional. Karya ilmiah berupa buku dan artikel adalah tulisan guru mengenai kajian pendidikan serta metode pembelajaran yang dilakukan. Kesulitan guru untuk menyusun karya tulis ilmiah dapat dimaklumi karena secara umum guru belum terlatih serta belum pernah menyusun karya tulis ilmiah. Untuk menanggulangi kendala yang dihadapi para guru di atas maka perlu diberikan pelatihan pembuatan karya ilmiah beruoa buku dan artikel dengan menggunakan aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Berdasarkan hal tersebut, maka pengabdian ini memberikan pelatihan penulisan buku dan karya ilmiah berbasis TIK untuk guru di SMA Negeri 8 Batang Hari. Hasil dari pelatihan ini adalah guru dapat memahami tata cara membuat karya tulis ilmiah berupa buku dan artikel untuk menunjang karir yang selanjutnya akan berdampak pada peningkatan SDM sekolah.
The Effect of Work Climate and Leader Traits on Teacher Job Satisfaction Jambi City State High School Firman Firman
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 1 No. 1 (2020): Journal of Accounting and Finance Management (March-April 2020)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.228 KB) | DOI: 10.38035/jafm.v1i1.7

Abstract

The purpose of this study is to examine the direct influence of the work climate and the characteristics of leaders on job satisfaction of teachers in Jambi City Public High School. This study uses a quantitative approach with the research subjects of SMA Negeri 1 Jambi City, SMA Negeri 3, SMAN Negeri 4, and SMA Negeri 5 Jambi City with a sample of 63 students. The instrument used for data collection in the form of a list of questions or questionnaire. Data collected from respondents were then processed using path analysis. Before carrying out statistical analysis, the data must meet the requirements of the analysis prerequisite tests that will be used. The tests were the normality test, linearity test, homogeneity test. The results showed that the work climate had a significant effect on job satisfaction in the amount of 12.2% with a significance level of 0.005. The nature of leadership has a significant effect on job satisfaction in the amount of 10.3% with a significance level of 0.009. If teacher job satisfaction reaches a percentage level of 100%, then 10.3% is contributed by the nature of leadership. Work climate and leadership characteristics have a significant effect on job satisfaction in the amount of 14.4% with a significance level of 0.009. If teacher job satisfaction reaches a percentage level of 100%, then 14.4% is contributed by the work climate and the nature of leadership.
PELATIHAN PUBLIC RELATION UNTUK MEMBANGUN CITRA POSITIF SEKOLAH Bradley Setiyadi; Ali Idrus; Firman Firman; Musyaiyadah Musyaiyadah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.232 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3284

Abstract

The existence of Public Relations in an educational institution is as a bridge or mediation between the school and the public so that each element in the school needs to design its relationship with various elements of society in order to achieve a harmonious and harmonious relationship. The relationship between schools and the public, through Public Relations activities, can be interpreted as a means of communication that provides information about schools to the community. Good communication can be felt not only by parents of students, but also the outside community so that it can influence the public to make it a favorite school. Implementing a good Public Relations strategy is one of the important elements to achieve this success. Taking into account the things above, the Public Relations Training for School Managers is very important to provide understanding and improve the skills of school managers, be it principals, vice principals, public relations departments and also teachers, in the field of Public Relations. so that it can help schools in building a positive image to the community. The end result of this service is that schools can design Public Relations activities so that they can be useful for policy makers in schools to build a positive image of the school and improve the quality of education.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU PONDOK PESANTREN ASH-SHIDDIIQI JAMBI TAHUN 2023 Firman Firman; Heri Usmanto; Hendra Hendra; Hidayatul Arif; Fellicia Ayu Sekonda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5849

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan informasi yang diperoleh dari para guru pendidikan kewarganegaraan di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqi Jambi, masalah yang dihadapi dapat diidentifikasikan sebagai berikut. Sesuai dengan permasalahan yang ada di analisi situasi diatas, makan dapat dismpulkan bahwa permasalahan yang mendasar adalah: (1) Kurangnya kreafitas para guru disekolah terutama dalam mengembangkan media pembelajaran yang interktif. (2) Kurangnya kemauan para guru untuk bersungguh-sungguh dalam membuat media pembelajaran, karena para guru hanyak menggunakan media tradisonal saja. (3) Guru-guru belum memhami secara keseluruhan dalam merumuskan dalam membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi articulate stroryline. tujuan agar dapat membantu para guru yang mendapatkan kesulitan dalam membuat dan merancang alat pembelajaran terutama dalam membuat media pembelajaran yang efektif dan menarik sehingga dapat membantu siswa dan siswi dalam kegiatan belajar mengajar. Metode kegiatan ini adalah melakukan persiapan, kemudian pelaksanaan, penyajian materi, penugasan praktik serta reflesi beserta evaluasi kegaiatan. Hasil dari kegiatan iniadalah guru mampu membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi articulate strorylinesetelah mengikuti rangkaian kegaiatan dalam pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdian selama dua kari kegiatan.
Pelatihan Penyimpanan dan Inventarisasi Sarana Prasarana Pendidikan Bradley Setiyadi; Firman Firman; Denny Denmar; Aprillitzavivayarti; Agus Lestari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6551

Abstract

Sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan, yaitu sebagai penunjang proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan yang terkait dengan upaya untuk mengatur dan menjaga sarana prasarana yang ada agar dapat berkontribusi secara optimal dalam menunjang jalannya proses pendidikan. Semakin memadai sarana prasarana pendidikan yang dimiliki oleh sekolah, maka akan semakin memudahkan guru dalam menjalankan tugasnya, dimana pembelajaran menjadi lebih variatif, menarik dan bermakna. Ruang lingkup pengelolaan sarana prasarana pendidikan dimulai dari perencanaan hingga penghapusan, yang bertujuan agar sarana prasarana yang ada di sekolah dapat lebih terjaga dan digunakan semaksimal mungkin. Dengan demikian, pelatihan pengelolaan sarana prasarana pendidikan ini sangat penting untuk dilakukan, agar seluruh elemen yang ada di sekolah memiliki tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap sarana prasarana yang ada. Pelatihan ini meliputi dua ruang lingkup pengelolaan sarana prasarana yaitu penyimpanan dan inventarisasi. Sasaran pelatihan ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bagian sarana prasarana serta guru-guru sebagai pengguna langsung sarana prasarana. Hasil akhir dari pengabdian ini adalah sekolah dapat merancang kegiatan pengelolaan sarana prasarana pendidikan, terutama dalam lingkup penyimpanan dan inventarisasi, sehingga sarana prasarana pendidikan yang dimiliki oleh sekolah dapat digunakan dengan sebaik-baiknya
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU PONDOK PESANTREN ASH-SHIDDIIQI JAMBI TAHUN 2023 Firman Firman; Heri Usmanto; Hendra Hendra; Hidayatul Arif; Fellicia Ayu Sekonda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5849

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan informasi yang diperoleh dari para guru pendidikan kewarganegaraan di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqi Jambi, masalah yang dihadapi dapat diidentifikasikan sebagai berikut. Sesuai dengan permasalahan yang ada di analisi situasi diatas, makan dapat dismpulkan bahwa permasalahan yang mendasar adalah: (1) Kurangnya kreafitas para guru disekolah terutama dalam mengembangkan media pembelajaran yang interktif. (2) Kurangnya kemauan para guru untuk bersungguh-sungguh dalam membuat media pembelajaran, karena para guru hanyak menggunakan media tradisonal saja. (3) Guru-guru belum memhami secara keseluruhan dalam merumuskan dalam membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi articulate stroryline. tujuan agar dapat membantu para guru yang mendapatkan kesulitan dalam membuat dan merancang alat pembelajaran terutama dalam membuat media pembelajaran yang efektif dan menarik sehingga dapat membantu siswa dan siswi dalam kegiatan belajar mengajar. Metode kegiatan ini adalah melakukan persiapan, kemudian pelaksanaan, penyajian materi, penugasan praktik serta reflesi beserta evaluasi kegaiatan. Hasil dari kegiatan iniadalah guru mampu membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi articulate strorylinesetelah mengikuti rangkaian kegaiatan dalam pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdian selama dua kari kegiatan.
Pelatihan Penyimpanan dan Inventarisasi Sarana Prasarana Pendidikan Bradley Setiyadi; Firman Firman; Denny Denmar; Aprillitzavivayarti; Agus Lestari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6551

Abstract

Sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan, yaitu sebagai penunjang proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan yang terkait dengan upaya untuk mengatur dan menjaga sarana prasarana yang ada agar dapat berkontribusi secara optimal dalam menunjang jalannya proses pendidikan. Semakin memadai sarana prasarana pendidikan yang dimiliki oleh sekolah, maka akan semakin memudahkan guru dalam menjalankan tugasnya, dimana pembelajaran menjadi lebih variatif, menarik dan bermakna. Ruang lingkup pengelolaan sarana prasarana pendidikan dimulai dari perencanaan hingga penghapusan, yang bertujuan agar sarana prasarana yang ada di sekolah dapat lebih terjaga dan digunakan semaksimal mungkin. Dengan demikian, pelatihan pengelolaan sarana prasarana pendidikan ini sangat penting untuk dilakukan, agar seluruh elemen yang ada di sekolah memiliki tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap sarana prasarana yang ada. Pelatihan ini meliputi dua ruang lingkup pengelolaan sarana prasarana yaitu penyimpanan dan inventarisasi. Sasaran pelatihan ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bagian sarana prasarana serta guru-guru sebagai pengguna langsung sarana prasarana. Hasil akhir dari pengabdian ini adalah sekolah dapat merancang kegiatan pengelolaan sarana prasarana pendidikan, terutama dalam lingkup penyimpanan dan inventarisasi, sehingga sarana prasarana pendidikan yang dimiliki oleh sekolah dapat digunakan dengan sebaik-baiknya
Implications of falsification theory and the constructivism paradigm in the development of science education and learning Megawati; Yasir Riady; Firman; Yundi Fitrah; Ade Kusmana
ETUDE: Journal of Educational Research Vol. 4 No. 1 (2023): November-December
Publisher : Mitra Palupi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56724/etude.v4i1.257

Abstract

Background: Science learning holds paramount significance in the advancement of science and technology. Two pivotal theories, falsification theory and the constructivism paradigm, profoundly influence the landscape of science education. Purpose: The purpose of this study is to explore the impact of falsification theory and the constructivism paradigm on the development of science learning. Falsification theory, pioneered by Karl Popper, underscores the necessity of rigorous testing and validation of scientific hypotheses, forming the bedrock for the evolution of scientific knowledge. Conversely, the constructivism paradigm accentuates the active role individuals play in constructing knowledge, emphasizing a student-centered approach that involves collaborative learning, and problem-solving. Design and methods: In this study, we delve into the implications of falsification theory and the constructivism paradigm in shaping science education. Falsification theory advocates for empirical proof and stringent testing of scientific hypotheses, while the constructivism paradigm promotes active student involvement in building their comprehension of scientific concepts. The study investigates how the integration of these two approaches can foster robust science learning environments, encouraging critical thinking, exploration, and profound understanding. Results: The synthesis of falsification theory and the constructivism paradigm in science learning holds promise for cultivating a rich educational experience. By finding a delicate balance between rigorous empirical testing and providing opportunities for active student engagement, educators can create a profound and meaningful learning journey for students. This integrated approach not only instills an appreciation for the scientific method but also nurtures a deep understanding of science concepts, ultimately shaping students into critical thinkers with a genuine enthusiasm for scientific exploration.
Analisis Literasi Digital Siswa Kelas VIII E Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP Negeri 16 Kota Jambi Fanny Puspasari Sianipar; Firman Firman; Alif Aditya Candra
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman literasi digital siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP Negeri 16 Kota Jambi, untuk mengetahui tantangan atau hambatan yang dihadapi siswa Kelas VIII E di SMP Negeri 16 Kota Jambi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 16 Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian data deskriptif kualitatif. Informan diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian disarankan agar pemahaman literasi digital siswa kelas VIII E di SMP Negeri 16 Kota Jambi pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan perlu ditingkatkan melalui pembiasaan menggunakan media teknologi digital dalam pembelajaran. Juga disarankan untuk melakukan pemberian pelatihan kepada Guru mengenai penggunaan media teknologi digital serta dilakukannya evaluasi. Penelitian ini dapat disimpulkan (1) Kemampuan literasi digital siswa kelas VIII E dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan belum dapat dikatakan baik. Hal ini dikarenakan masih ada siswa yang belum terbiasa dengan penggunaan media teknologi dan tidak melakukan evaluasi atau pengecekan ulang terhadap informasi yang diperoleh. (2) Keterbatasan akses dan sarana, kurangnya keterampilan teknologi dasar, kesulitan dalam evaluasi informasi yang menjadi hambatan siswa menyebabkan kurangnya kemampuan literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Nilai Karakter Religius Dalam Tradisi Mandi Safar di Desa Air Hitam Laut Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Risnawati Risnawati; Firman Firman; Alif Aditya Candra
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3344

Abstract

Karakter religius secara umum diartikan sebagai sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Dalam pengertian ini jelas bawasannya karakter religius merupakan pokok pangkal terwujudnya kehidupan yang damai. Mandi safar air hitam laut adalah sebuah tradisi/budaya yang di lakukan oleh masyarakat desa air hitam laut yang sudah ada sejak tahun 1865 yang umumnya di lakukan oleh masyarakat dari Sulawesi Selatan, mandi safar adalah mandi yang di lakukan pada hari rabu terakhir bulan safar, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa nilai karakter religius yang terkandung di dalam tradisi mandi safar serta mengetahui bagaimana tahapan prosesi tradisi mandi safar di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.Penelitian ini dilakukan di Desa Air Hitam Laut, Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 01 April 2024-01 Juli 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif etnografi dan di deskripsikan Data penelitian diperoleh dengan cara wawancara dengan tokoh adat, kepala desa dan masyarakat, obseravasi dan dokumentasi. Kemudian direduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, data yang dihasilkan nantinya berbentuk penjabaran berupa kata-kata. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa nilai karakter religius yang dimiliki dalam tradisi mandi safar yaitu cinta damai (kebersamaan, keharmonisan dan kerja sama), toleransi (tidak memandang suku, ras dan agama), persahabatan (ukhuwah wathaniyah (persaudaraan antar bangsa) dan ukhuwah basyariah (persaudaraan sesama manusia), dan teguh pendirian (tradisi mandi safar Air Hitam Laut masih dilestarikan hingga saat sekarang ini).