Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKITAR SEKOLAH DALAM MENGGUNAKAN DAN MENGKREASIKAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN Bradley Setiyadi; Firman Firman; Denny Denmar; Aprillitzavivayarti Aprillitzavivayarti; Agus Lestari
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media dan sumber belajar yang dibuat dan dikreasikan oleh guru dan siswa dapat memberikan manfaat yang besar bagi ketercapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Mengkreasikan barang-barang atau bahan-bahan yang ada di lingkungan sekolah dapat meningkatkan kreativitas siswa serta membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Media pembelajaran dan sumber belajar merupakan penunjang proses belajar yang selalu berlangsung dalam suatu lingkungan pendidikan yang mencangkup lingkungan fisik, sosial, intelektual dan nilai-nilai. Lingkungan di sekitar peserta didik, baik yang ada di dalam maupun yang ada di luar sekolah, dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, dimana dengan pemanfaatan lingkungan tersebut, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar konkret karena dapat mengamati objek secara langsung sehingga proses pembelajaran menjadi optimal.
NATURAL SCHOOL MANAGEMENT: A NEW CONCEPT OF EDUCATION Firman Firman
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 1 No. 5 (2020): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (June
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dijemss.v1i5.332

Abstract

Natural school is one of the new concepts in the world of education. A natural school is basically an alternative form of education that uses the universe as a place of learning, teaching material, and as an object of learning. According to some experts, it is believed that this concept is an effective approach for the realization of activities related to active learning. The aims of this research are to investigate how the management of natural schools works, specifically in planning, organizing, actuating, and controlling. This study used a qualitative method with a case study approach. The data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation. The data were then analyzed, described, and interpreted comprehensively. The data revealed that character education and religion are emphasized to the students in the teaching and learning process.
The influence of entrepreneurial literacy and intention through motivation on the students entrepreneurial readiness in university Saukani Saukani; Muazza Muazza; Firman Firman; Yesi Elfisa
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 3 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020255499

Abstract

Entrepreneurship is very important in advancing the economy. The ratio of the number of entrepreneurs in Indonesia is still 3.47 percent. When compared with neighbouring countries, such as Singapore at 8.76 percent, Malaysia at 4.74 percent, and Thailand at 4.26 percent. For this reason, it is necessary to increase the readiness of the younger generation, especially students, in entrepreneurship. The aim of the research is to examine the influence of literacy and intention through motivation on the entrepreneurial readiness of Merangin University students. This research uses a quantitative approach with a correlational survey method to test the influence between variables. A total of 285 students were sampled. This research data was tested using Structural Equation Modelling (SEM). The research results show that: 1) literacy, intention, motivation influence students' entrepreneurial readiness; 2) literacy, intention influences students' entrepreneurial motivation; 3) motivation cannot mediate the relationship between literacy and students' entrepreneurial readiness; 4) motivation can mediate the relationship between intentions and students' entrepreneurial readiness. This research encourages changes in higher education policies. The findings of this research are that knowledge and skills and entrepreneurial spirit can strengthen entrepreneurial readiness and the need for implementing entrepreneurial practices for students.
Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Menanggulangi Kasus Penyalahgunaan Narkotika Menurut Undang Undang No.35 Tahun 2009 (Studi Kasus BNN Kabupaten Batanghari) Muhammad Alfansyuri; Firman Firman; Heri Usmanto
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5527

Abstract

Pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika masih kurang optimal hal ini tidak terlepas dari kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batanghari karena maraknya penyalahgunaan narkoba, khususnya di Kabupaten Batanghari yang meningkat dari tahun ke tahun, dari hasil data yang diperoleh dari kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batanghari. dengan adanya Badan Narkotika Nasional seharusnya kasus penyalahgunaan narkotika dapat diselesaikan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Peran BNN Kabupaten Batanghari dalam upaya menanggulangi kasus penyalahgunaan narkotika menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 2009. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dilakukan Badan Narkotika Nasional belum secara optimal, hal ini didasarkan pada belum sepenuhnya keterlibatan masyarakat dalam sosialisasi, sarana dan prasarana kurang memadai, kurangnya personil dan anggaran dalam menjalankan program, dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam memberantas narkotika.