Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman Spesies Ordo Odonata Di Kawasan T Garden Little Bali Untuk Pembuatan Buku Monograf Afrah, Wasihatul; Sularno, Sularno; Warsodirejo, Pandu Prabowo
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11994

Abstract

Capung Berperan sebagai serangga predator organisme lain khususnya serangga hama, baik dalam bentuk nimfa maupun dewasa. Capung juga dapat dijadikan sebagai indikator pencemaran lingkungan (bioindikator) capung memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan habitat.Capung hanya hidup di habitat yang spesifik, khsusnnya pada habitat air bersih dari residu yang berbahaya sehingga keberadaannya dijadikan sebagai indicator bagi lingkungan yang bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah spesies dari ordo Odonata yang ada dikawasan T Garden Little Bali.Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku Monograf yang berisikan tentang spesies ordo Odonata di Kawasan T Garden Little Bali. Penelitian ini merupakan penelitian ekploratif. Pengumpulan data dimuali dari bulan April hingga juli 2024 di Kawasan T Garden Little Bali. Pengambilan sampel menggunakan deksriftif eksploratif. Titik pengambilan sampel menggunakan 2 titik lokasi yaitu lapangan/Semak dan perairan sawah. Capung ditangkap menggunakan insecta net. Data yang diperoleh dianalisis keanekaragamannya dengan indeks keanekaragaman Shannon-wiener.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman spesies adalah H’1,33 tergolong sedang. Spesies yang ditemukan berjumlah 5 spesies dari famili Lubilullidae yakni : Pantala flavecens, Crocothemis servilia, Orthetrum sabina, Neorothemis fluctuans, Orthetrum testaceum. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah spesies Pantala flavencens dengan jumlah 27 individu
Edukasi tentang Deteksi Dini, Pengobatan, dan Pencegahan Kejadian Taeniasis oleh Taenia asiatica di Desa Negeri Dolok, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun Lubis, Ichwan Alamsyah; Bestari, Ramadhan; Zein, Umar; Warsodirejo, Pandu Prabowo
Wahana Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/wahana.v2i2.438

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap sosial budaya masyarakat sebagai langkah awal eliminasi penyakit taeniasis yang menjangkiti masyarakat lokal di Desa Negeri Dolok, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun. Permasalahan awal dilakukan kegiatan ini adalah karena adanya kebiasaan masyarakat mengonsumsi hidangan tradisional dari olahan daging dan jeroan hati babi yang diduga mengandung sistiserkus dari T. asiatica kemudian diolah menjadi hidangan tradisional pada perayaan adat atau keagamaan yang diolah tanpa proses memasak ataupun metode pengolahan makanan dengan cara lainnya, karena resepnya telah diwariskan secara turun temurun sejak jaman dahulu. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan berupa edukasi kesehatan tentang deteksi dini, pengobatan, dan pencegahan kejadian taeniasis oleh Taenia asiatica kepada masyarakat dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan sangat bermanfaat karena masyarakat sasaran yang hadir terlihat sangat kooperatif dan antusias dengan banyak bertanya seputar materi yang disampaikan, serta cukup memiliki pemahaman terhadap materi yang diberikan. Walau demikian, masih dijumpai penolakan dan kurangnya komunikasi oleh sebagian besar masyarakat terkait kondisi taeniasis yang menjangkiti mereka, serta belum dijumpai peningkatan pengetahuan dan perubahan pola pikir masyarakat yang berarti terkait pengolahan bahan makanan yang memadai serta tindakan higienis lain yang perlu dilakukan dalam kegiatan proses pengolahan hidangan tradisional mereka melalui satu kali kegiatan edukasi yang telah dilakukan. Diharapkan kegiatan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan kepada seluruh masyarakat setiap tahun yang dapat berguna untuk memperoleh data kejadian serta penyebaran kejadian taeniasis di wilayah lain dalam Kabupaten Simalungun dalam upaya eradikasi penyakit taeniasis.
Karakteristik Biologi dan Ekologi Chelonia mydas Di Pulau Berhala Kab. Serdang Bedagai Pane, Cut Indah Anggraini; Fefiani, Yusri; Manurung, Nurhasnah; Sularno, Sularno; Azwar, Edi; Warsodirejo, Pandu Prabowo; Lubis, Retnita Ernayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biologi dan ekologi Chelonia mydas di Pulau Berhala untuk pembuatan media pembelajaran bio marine yang berupa video pembelajaran. Sampel penelitian ini adalah famili Chelonidae ditemukan di Pulau Berhala.Penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung. Pengambilan data dilakukan dengan Metode Deskriptif Eksploratif. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Pulau Berhala menunjukkan bahwa data dari spesies famili Chelonidae yang ditemukan hanya spesies Chelonia mydas. Indentifikasi dari spesies Chelonia mydas yang ditemukan dengan cara mengamati karakteristik biologi dan ekologi dan mendeskripsikan secara akurat. Pembuatan media pembelajaran Bio Marine yang berupa Video Pembelajaran merupakan bagian integral dari proses pembelajaran. Dengan penggunan Video Pembelajaran sangat berperan aktif dalam pembelajaran secara media
Penanaman Mangrove Sejati Dan Pembuatan Pegar Bambu Pemecah Ombak Untuk Pencegahan Abrasi Kawasan Pantai Desa Pematang Kuala Serdang Bedagai Sumatera Utara Budi, Rahmad Setia; Warsodirejo, Pandu Prabowo; Sularno, Sularno; Azwar, Edi; Paramuji, Muji; Lubis, Retnita Ernayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.7485

Abstract

Kegiatan Hibah Insentif Pengabdian Masyarakat dalam rangka kegiatan peningkatan di bidang kesejahteraan masyarakat penduduknya yang didominasi oleh masyarakat nelayan kali ini mengambil lokasi di Dusun 5 Desa Pematang Kuala Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara. Berlokasi di Pantai Timur Pulau Sumatera memiliki rentang yang cukup panjang dan luas terutama pada wilayah Serdang Bedagai yang merupakan wilayah pantai terpanjang dan terluas.  Pada kesempatan ini, kami melakukan kegiatan penanaman mangrove dan pembuatan pegar bamboo  pada daerah pantai di desa Pematang Kuala, dimana pantai ini berbatasan dengan desa Bogak Besar dan Bagan Kuala. Hasil kegiatan  di desa Pematang Kuala adalah tercapainya penanaman 1000 batang bambu pilihan untuk pembuatan pegar pemecah ombak penyebab abrasi yang telah mengancam pesisir pantai dusun 5 hutan mangrove seluas kurang lebih 40 hektar. Kendala yang dihadapi adalah dimana kondisi fisik jalan menuju pantai ini buruk, padahal di pantai ini memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan menjadi ekowisata. Pada daerah pinggir pantai telah ditanam sekitar 20.000 tanaman mangrove dengan luas area sekitar 54 km sejak tahun 2014 oleh masyarakat setempat Jenis Mangrove yang terdapat di daerah ini adalah jenis Rhizopora Sp dan Avicennia. Warga pun antusias dan respect terhadap kegiatan ini demi terselamatkan nya pantai dusun 5. Kegiatan dibagi dua yaitu penanaman mangrove dan pembuatan pegar bamboo. Penanaman mangrove telah berhasil dengan menanam sebanyak 1500 batang bibit mangrove yang terbagi 2 spesies yaitu 750 spesies Rhizopora dan 750 spesies Avicennia. Dan Pembuatan Pegar Bambu dimana bambu yang digunakan adalah Spesies bambu kuning berkulit tebal dan beruas cukup panjang.
Penguatan Branding, Digital Marketing, dan Sistem Keuangan pada UMKM Kadai Anugrah Oleh-Oleh Khas Minang Gau, Andi Lolo; Ramadhan, Rizki; Prabowo, Pandu; Kurniawan, Dedi
Sinergi Abdimas Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Sinergi Abdimas Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/siabdi.v4i2.19275

Abstract

Kadai Anugrah is a micro, small, and medium enterprise (MSME) located in Tanah Datar, West Sumatra, that produces various Minangkabau specialty foods such as dendeng balado, kue kering, and keripik as ready-to-eat culinary souvenirs. The business already owns a Business Identification Number (NIB) and halal certification for dry food products, but still faces challenges in marketing expansion, financial recording, and optimization of digital platforms. This community service program aims to strengthen business planning, branding, digital marketing, and simple financial management systems for Kadai Anugrah. The methods used include consultation and mentoring, training on business proposal preparation and SWOT analysis, development and optimization of Instagram and marketplace accounts, improvement of product packaging and brand storytelling, as well as preparation of simple financial report templates and digital cash flow recording. The mentoring results show that Kadai Anugrah has clarified its vision and mission, compiled an initial business proposal, updated and optimized its Instagram profile, created marketplace accounts (Tokopedia and Shopee), improved packaging with bilingual labels and clear serving and storage instructions, and started using a simple digital cash transaction application and Excel-based cash flow templates. In addition, there was an increase in sales performance in the September–early December 2025 period with total revenue reaching IDR 21,650,000, supported by offline sales, PO via WhatsApp and Instagram, and participation in MSME bazaars. The program concludes that integrated mentoring in business planning, branding, digital marketing, and financial management can enhance the readiness of Kadai Anugrah to scale up and expand its market as a typical Minangkabau culinary.