Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF GUAVA LEAVES IN THE LONG TIME HEALING OF PERINEAL WOUNDS OF POSTPARTUM MOTHERS AT MIDWIFES INDEPENDENT PRACTICE IN BENGKULU CITY Sri Yanniarti; Rosmala Aprelia; Epti Yorita; Rialike Burhan
Proceeding B-ICON Vol. 2 No. 1 (2023): Proceeding of The 3rd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v2i1.169

Abstract

Based on data from the World Health Organization, the direct causes of death in other countries are the same, namely bleeding (28%), eclampsia (24%) and postpartum infection (1%). There are infections with a proportion (20-30%) of cases of infection caused by infection of the birth canal or perineal rupture. Cases of laceration or rupture of the perineum in maternity women worldwide occur in 2.7 million people. Based on the results of a survey conducted at one of the Independent Practices of Midwives in Bengkulu City, data on the number of mothers giving birth from January-July 2021 was 58 people and the incidence of perineal injuries with episiotomy was 38 mothers (65%). The average perineal wound healing time is 7-10 days. The design used in this study was a quasi-experimental. The sampling technique in this study was accidental sampling. The total number of samples was 15 respondents in the guava leaf group and 15 respondents in the comparison group. Statistical analysis used is the Mann Whitney test. The results of this study were the average length of perineal wound healing with guava leaves was 5.47 days, while for binahong leaves it was 5.63 days. There is an effect of guava leaves on the duration of perineal wound healing with a p value of 0.003 which means that guava leaves are effective on the duration of perineal wound healing in postpartum mothers. The most dominant influence of other variables on perineal wound healing is nutritional intake.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP) DI SMAN 03 KOTA BENGKULU BURHAN, RIALIKE; SURIYANTI, MELSYAH; YULYANA, NISPI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6333

Abstract

Pendahuluan: Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) sebagai upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga pada saat perkawinan mencapai usia minimal 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Batasan usia ini dianggap sudah siap baik dipandang di sisi kesehatan maupun perkembangan emosional untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Metode: Jenis penelitian ini adalah dengan metode cross sectional. Populasi pada penelitian adalah siswa di SMAN 03 Kota Bengkulu kelas XI berjumlah 389 orang pengambilan sampel berjumlah 86 orang, menggunakan teknik proportionate Stratified Random sampling. Analisis data dalam penelitian menggunakan uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Hasil uji chi square menunjukkan nilai OR 3,333 artinya responden yang memiliki pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan kurang baik lebih berisiko 3 kali lipat dari pada responden yang memiiki pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan yang baik dan nilai P Value 0,019 (<0,05) artinya ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di SMAN 03 Kota Bengkulu 2023. Kesimpulan: Berdasarkan hasil peneitian yang telah dilakukan di SMA N 03 Kota Bengkulu, dapat disimpulan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di SMAN 03 Kota Bengkulu.
IMPLEMENTASI AROMA TERAPI LEMON PADA EMISIS GRAVIDARUM YORITA, EPTI; EKANUGRAHENI, DIAH; AFELA, INTAN; BURHAN, RIALIKE; SAVITRI, WEWET
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6340

Abstract

Mual muntah adalah gejala yang sering dialami pada wanita hamil akibat faktor hormonal, genetik, infeksi dan psikologi. Ini merupakan kondisi ringan, dapat sembuh dengan sendirinya, dapat dikontrol dengan tindakan konservatif serta tidak menimbulkan gejala sisa yang merugikan pada janin, namun mual muntah yang kepanjangan berdampak buruk terhadap ibu dan janin. Oleh karena diperlukan terapi non farmakologi yang mudah, murah dan tidak menimbulkan efek samping seperti aromaterapi lemon. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan dengan menerapkan aroma terapi lemon pada ibu hamil dengan emisis gravidarum. Desain penelitian studi kasus, Subjek penelitian Ibu hamil normal trimester I primigravida, usia kehamilan 7-8 minggu yang mengalami mual muntah >3-4 kali sehari. Tempat penelitian di PMB “F” Kota Bengkulu, dengan waktu pengambilan data pada bulan Mei 2023. Pengumpulan data menggunakan data primer menggunakan instrument format pengkajian metode Varney dan catatan perkembangan menggunakan metode SOAP. Bahan penelitian berupa minyak aromaterapi lemon pure essential oil yang dibeli di toko online dan telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diberikan 2x1 hari selama 7 hari. Skala mual muntah pada ibu hamil diobservasi menggunakan 24 hours pregnancy unique quantification of emesis (PUQE -24). Hasil penelitian mendapatkan bahwa terjadi penurunan skor mual muntah dari skor 7 menjadi 3 setelah pemberian aroma terapi lemon. Ini berarti aroma terapi leon dapat mengurang mual munta pada ibu hamil. Disarankan kepada bidan atau pemberi pelayanan Kesehatan tingkat pertama agar memberikan aroma terapi lemon untuk menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil.
Faktor - Faktor yang bErhubungan dengan Kesediaan Ibu Hamil Mengikuti Vakisn Covid -19 Di Wilayah Puskesmas Perawatan sidodadi dan puskesmas Sekayun Tahun 2022 Dyah Sari Maharany; Eka Nugraheni, Diah; Burhan, Rialike
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 2 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v2i2.271

Abstract

Kejadian infeksi Covid -19 pada wanita hamil dapat terjadi pada semua trimester kehamilan baik pada trimester pertama, kedua, maupun ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor – Faktor yang mempengaruhi Kesediaan ibu Hamil dalam mengikuti vaksin covid 19. Desain penelitian Cross Sectional,. Populasi dalam penelitian seluruh ibu hamil di wilayah puskesmas perawatan sidodadi dan puskesmas sekayun tahun 2022 yang berjumlah 106 orang.Sampel sebanyak 106 responden.Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data secara univariat,bivariatat (chi squere) dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara Pendidikan (p=0,000), Pengetahuan (p=0,000), Pelayanan Kesehatan (p=0,005 ) dan Dukungan Keluarga (p=0,000 ). Faktor dominan yang mempengaruhi kesediaan ibu hamil mengikuti vaksin Covid-19 yaitu dukungan keluarga dengan nilai Exp B = 16,061. Diharapkan tenaga Kesehatan dapat merangkul keluarga untuk meyakinkan ibu hamil melakukan Vaksin Covid-19.
THE EFFECT OF GIVING PURPLE SWEET LEAVES ON ADEQUATE BREAST MILK PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS IN PMB, BENGKULU CITY: PENGARUH PEMBERIAN DAUN UBI JALAR UNGU TERHADAP KECUKUPAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI PMB KOTA BENGKULU UchiKarlina; Yanniarti, Sri; Burhan, Rialike
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 2 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v2i2.274

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan paling cocok bagi bayi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Menurut pusat data dan Informasi kementrian kesehatan 2017, pemberian ASI ekslusif di indonesia hanya 35%. Angka tersebut masih jauh dibawah rekomendasi WHO (Badan Kesehatan Dunia) sebesar 50% Rendahnya cakupan ASI eksklusif di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ibu merasa air susunya tidak cukup dan tidak keluar pada hari-hari pertama kelahiran bayi Upaya yang dilakukan untuk memperlancar pengeluaran ASI dapat dilakukan  dengan cara makan makanan yang bergizi seperti Daun katuk dan daun ubi  jalar  ungu. Penelitian ini menggunakan metode rancangan penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian two grup only post test Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post partum hari kedua yang menyusui di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dikumpulkan dari data sekunder yang didapatkan melalui catatan yang diperoleh di BPM Wilayah Kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu , sedangkan data primer yang didapatkan dari catatan hasil observasi. Rata-rata produksi ASI setelah pemberian intervensi pada kelompok daun ubi jalar ungu dengan nilai mean 3,82 dan standar deviasi 0,393. Sedangakn pada kelompok daun katuk dengan mean  3,29 dan standar deviasi 0,686. Ada perbedaan konsumsi daun ubi jalar ungu dan daun katuk  terhadap kecukupan produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas jembatan kecil kota Bengkulu.
Factors Affecting Exclusive Breastfeeding in the Working Area of the Sawah Lebar Health Center, Bengkulu City Welly Ayunda Dwi Pratiwi; Epti Yorita,; Desi Widiyanti; Rina Rina; Rialike Burhan
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 1 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i1.19229

Abstract

Breast milk is the best food for babies because it can build antibodies from an early age. Exclusively breastfeeding babies with additional food from birth to 6 months of age can prevent infectious diseases such as otiris media, diarrhea and acute respiratory infections. In Indonesia, the achievement of exclusive breastfeeding is still low due to various factors related to socio-demographics. Low access to relevant information about exclusive breastfeeding is also the cause of mothers' low knowledge about the benefits of exclusively breastfeeding their babies. Apart from that, adequate support from family and health workers also influences exclusive breastfeeding. This research aims to determine the relationship between socio-economics, family support and support from health workers on exclusive breastfeeding for babies 0-6 months in the Sawah Lebar Community Health Center area, Bengkulu City. Cross sectional research design with a sample of 98 babies aged 6-12 months selected using proportional random sampling technique. Data were analyzed univariately using a frequency distribution table, bivariately using chi square and multi variately using logistic regression. The results of the study found that there was a relationship between economic status and exclusive breastfeeding, p=0.00, there was a relationship between family support and exclusive breastfeeding, p=0.00, and there was a relationship between support from health workers and exclusive breastfeeding, p=0.00. Multivariate test results found that economic status was the most dominant factor influencing exclusive breastfeeding with a value of p=0.00. It is recommended for health workers to provide exclusive breastfeeding education in structured groups, the intervention given must take into account working mothers from middle to upper economic groups and involve family members.Keywords: Exclusive breastfeeding, economy, family, officers
Education program for adolescent girl anemia to improve adherence to iron supplementation in remote areas Sri Yanniarti; Epti Yorita; Rialike Burhan; Erika Yulita Ichwan; Tengku Sri Wahyuni
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 7 No. 10 (2024): Volume 7 Number 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v7i10.502

Abstract

Background: One factor influencing the health behavior of teenagers is their level of knowledge. Utilizing applications or digital media in health education can deliver information in a more engaging and easily understandable way for teenagers. This approach helps enhance their understanding of health issues like anemia. Digital interactions enable teenagers to access more detailed knowledge and follow information more effectively. Purpose: To increase the attitudes and behavior of teenagers towards the regular consumption of iron tablets and the prevention of anemia. Method: A quasi-experimental design with a post-test-only control group approach was conducted in the Enggano Island area, North Bengkulu Regency, from January to October 2023. The research examined the relationship between compliance with iron tablet consumption (independent variable) and outcomes such as menstruation duration, age of menarche, and nutritional status (dependent variables). Using purposive sampling, 70 participants were selected and divided into two groups: 35 in the treatment group and 35 in the control group, based on specific inclusion and exclusion criteria. Data analysis included univariate tests to assess the frequency distribution of participant characteristics, followed by bivariate analysis using Wilcoxon, Paired T-Test, Mann-Whitney, Independent Sample T-Test, and MANCOVA. Results: The MANCOVA test results demonstrated that the Chatting Mira education intervention significantly influenced adolescents' knowledge, behavior, compliance with consuming iron supplement tablets, and Hb levels. This was supported by a p-value of 0.000, which was below the α threshold of 0.05, indicating statistical significance at a 95% confidence level. Conclusion: The Chatting Mira education intervention effectively influences teenagers' attitudes and behaviors toward iron tablet consumption and anemia prevention. By utilizing peer-led education and structured activities, this program raises awareness, fosters healthy habits, and encourages adherence to iron supplementation, ultimately reducing the risk of anemia in adolescents.
Peningkatan Pengetahuan Keluarga tentang Anemia dan Status Gizi pada Remaja melalui Aplikasi Artemia untuk Pencegahan Stunting Dewi, Ratna; Eliana, Eliana; Widiyanti, Desi; Yulyana, Nispi; Burhan, Rialike; Jumiyati, Jumiyati
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17538

Abstract

Pencegahan stunting dilakukan sejak masa remaja dengan mempersiapkan status gizi sehat. Remaja putri yang sehat, akan menjadi calon ibu yang sehat, dan siap secara fisik dan mental untuk hamil dan memiliki anak. Persentase remaja pernah dan sedang hamil tergolong tinggi. Jika ibu hamil yang berusia remaja mengalami anemia, perlu mendapat perhatian dan persiapan status kesehatan pada remaja untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan status gizi yang kurang. Upaya untuk mengatasi hal ini dengan skrining status gizi, pemeriksaan rutin kadar hemoglobin, memberikan tablet tambah darah dan edukasi gizi kepada remaja putri. Agar keberlanjutan program dapat terlaksana, maka perlu keterlibatan multi pihak, sehingga diperlukan kegiatan Pemberdayaan Kader Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Keluarga (Ibu) Tentang Anemia Dan Status Gizi Pada Remaja Puteri Melalui Aplikasi Artemia Sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Stunting. Metode pengabdian masyarakat melalui pembinaan wilayah dengan kegiatan meliputi identifikasi potensi mitra, keterlibatan stakeholder, tahap persiapan, implementasi, dan evaluasi serta tindak lanjut di Desa Sidoluhur dan Cahaya Negeri. Hasil kegiatan ini menghasilkan kader yang berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang mempunyai remaja puteri yang didukung dari semua pihak yakni Camat Kecamatan Sukaraja, Kepala Puskesmas, Kepala desa, Bidan koordinator, Bidan Desa. Hasil akhir diperoleh adanya peningkatkan pengetahuan kader dan ibu tentang anemia dan status gizi bagi remaja puteri untuk pencegahan stunting, serta terbentukny kelompok ibu peduli gizi remaja di Desa Sidoluhur dan Cahaya Negeri. Diharapkan kader melakukan pendampingan kepada keluarga atau ibu yang mempunyai remaja puteri untuk mencegah terjadinya anemia saat remaja dan meningkatkan status gizi sebagai persiapan untuk pencegahan stunting pada masa kehamilan.
Snakes and ladders media can help prevent risky sexual behaviour in teenagers Putii, Mezy Aullia; Yorita, Epti; Yuniarti, Yuniarti; Efriani, Rolita; Burhan, Rialike
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(2).199-212

Abstract

Background: In Indonesia, on average, adolescent boys and girls have their first sexual experience when they are 15 and 19 years old, which triggers risky sexual behaviors resulting in sexually transmitted diseases (STDs), HIV/AIDS, unwanted pregnancies, abortions, and even death. Therefore, educational media is needed to increase positive behavior in adolescents. Objectives: This study aims to determine the influence of snake and ladder game media on adolescent sexual behavior. Methods:The research design was a quasi-experimental pretest and posttest group with a control group. The treatment group is teenagers who are given education with snake and ladder game media while the control group is teenagers who are given education through monopoly games. A total of 100 samples were selected using the prolpoltiolnatel stratifield random sampling technique. The data were analyzed by wilcoxon and mann whitney tests. Results: As a result, there was an influence of education with snake and ladder game media on the average knowledge score of p=0.000), attitude p=0.000), behavior p=0.000). The results of the statistical test also showed that there was an influence of monopoly game media on the average knowledge score p=0.00, attitude=0.00, behavior p=0.00. The snake and ladder game media is more effective in increasing knowledge p=0.00, attitude p=0.002 compared to monopoly game media. Conclusions: the snakes and ladders game media is more effective in increasing adolescents' knowledge about risky sexual behaviour than the monopoly game media. Health care providers must take advantage of snake and ladder educational media to increase knowledge, attitudes and prevent risky sexual behavior.
Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan oleh Perempuan Terinfeksi HIV/AIDS Burhan, Rialike
Kesmas Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan terinfeksi human immunodeficiency virus dan acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) mempunyai permasalahan yang kompleks sehubungan dengan penyakit dan statusnya, sehingga mereka mempunyai kebutuhan yang khusus. Kebutuhan perawatan, dukungan dan pengobatan tersebut dapat diperoleh dengan mengakses pelayanan kesehatan yang tersedia untuk dapat mengoptimalkan kesehatan mereka sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan, sikap, stigma, faktor pemungkin yang meliputi jarak ke pelayanan kesehatan dan faktor penguat berupa dukungan sosial dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada perempuan terinfeksi HIV/AIDS. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan potong lintang. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Dukungan Sebaya Female Plus Kota Bandung pada bulan Juni sampai Juli 2012. Sampel penelitian berjumlah 40 orang perempuan terinfeksi HIV/AIDS. Data di analisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik yaitu usia, pendidikan, status perkawinan, status pekerjaan, faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, stigma), faktor penguat (dukungan sosial), dan faktor pemungkin yaitu jarak ke pelayanan kesehatan tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Pengetahuan merupakan faktor penentu dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan berpeluang 60,1 kali untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan. Women living with HIV/AIDS have a complex problems who connection with the disease and her status, because they have special needs, for care, support and treatment can be obtained by accessing the health services available to optimize their health so as to improve the quality of life. The purpose of this study was to analyze the correlation between three factors, predisposing factors (knowledge, attitudes, stigma), enabling factors (distance to health services), and reinforcing factors (social support) with health service utilization.This type of research was analytic with cross-sectional research approach. The research was implemented in Female Plus Peer Support Group Bandung from June until July 2012. The sample in this study were 40 women living with HIV/AIDS. Data analysis using univariate, bivariate, and multivariate. The results obtained that there were significant relationship is age, education, marital status, work, predisposing factors (knowledge, attitude, stigma), reinforcing factor (social support), and enabling factors (distance to health services were not correlated with health service utilization). Knowledge was the determinant factor to health service utilization in 60,1 times the chance to utilize health services.