Claim Missing Document
Check
Articles

Bay leaf essential oils inhibited microbial growth and exerted potential preservation effects on tofu Alwani Hamad; Asmiyenti Djaliasrin Djalil; Eka Yuliani Saputri; Nur Yulianingsih; Dwi Hartanti
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2020.003.02.2

Abstract

Cattle manure contains high organic matter, so that this material is commonly used as plant nutrients in a form of organic fertilizer. In order to get a better understanding on the use of cow manure, the objectives of this research are (1) to determine the influence of liquid waste and solid livestock as fertilizer on soil quality and (2) to study the effect of both liquid and solid fertilizer on coffee plant growth. In this research, Completely Randomized Design (CRD) was employed as a research design, while data analysis was conducted using ANOVA. The F statistical test was applied to measure whether all independent variables could influence the dependent variable by using 5% and 1% (Alpha) degrees. The results showed that one time application of livestock wastewater improved C-organic chemical properties, N, P, CEC, Ca and Mg while soil chemical properties of pH, K, Na decreased. Two times application of livestock liquid fertilizer treatment improved soil chemical properties pH, N total, Ca, Mg and saturation bases. As for solid waste, one time treatment increased chemical properties of pH, C organic, N total, Ca and saturation of the base. The two times treatment could improve soil chemical properties of pH, N. total, P, Ca, Mg, base number and base saturation. Liquid waste fertilizer also found to provide significant effect on plant height and coffee plants quality. Additionally, (3) solid waste (compost) was found to have a significant effect on plant height, plant height rate and number of buds.
PENINGKATAN JIWA WIRAUSAHA SISWA SMA MELALUI PELATIHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN NATA DE COCO Alwani Hamad; Regawa Bayu Pamungkas; Endar Puspawiningtyas
ABDIMAS UNWAHAS Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v2i1.1788

Abstract

Kegiatan peningkatan jiwa wirausaha siswa pada kegiatan ilmiah masih sangat terbatas khususnya bidang kimia dan biologi untuk siswa-siswa IPA di SMA. Dengan dukungan peralatan laboratorium yang memadai, seharusnya kegiatan ilmiah di sekolah mampu menjadi pendorong jiwa wirausaha siswa. Namun sampai saat ini laboratorium jarang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pelatihan berbasis teknologi tepat guna yang dapat diaplikasikan di rumah. Tujuan dari program pengabdian ini adalah pelatihan pembuatan nata de coco yang bermaksud meningkatkan kemampuan jiwa wirausaha siswa. Kegiatan dilakukan selama empat kali pertemuan dengan materi pelatihan pembuatan nata de coco dan membuat contoh budget penjualannya. Hasil kegiatan praktikum ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dengan program dan setiap siswa dapat berlatih membuat nata de coco dan merancang budget penjualannya. Di akhir pelatihan semua peserta dapat membuat nata de coco dengan tingkat keberhasilan sebanyak 76.65% dan semua peserta pelatihan dapat membuat budget perancangan anggaran dalam pelatihan. Setelah pelatihan ini siswa mampu melakukan pembuatan sendiri dan menjual produknya.Kata kunci: Jiwa Wirausaha, Nata de coco, Teknologi tepat guna
KEMAMPUAN DAYA EMULSIFIER CORN LECITHIN YANG DIHASILKAN DARI WATER DEGUMMING PROCESS MINYAK JAGUNG Alwani Hamad; Andi Ghina Septhea; Anwar Ma’ruf
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1654

Abstract

Lecithin adalah senyawa phospholipid yang mempunyai daerah polar dan non polar sehingga sangat efektif jika digunakan sebagai emulsifier. Vegetable lecithin yang ada di pasaran kebanyakan hanya berasal dari minyak kedelai, hal ini menunjukan bahwa perlunya mengkaji isolasi lecithin dari minyak nabati lain, seperti minyak jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya pengemulsi dari corn lecithin yang dihasilkan melalui proses water degumming minyak jagung. Metode isolasi yang digunakan adalah water degumming dengan mencampurkan sebanyak 250 ml minyak jagung dengan 15 ml aquades kemudian diaduk dan dipanaskan dengan suhu 70 - 85°C selama 2 - 2.5 jam. Gum mentah yang dihasilkan kemudian dikeringkan didalam oven dengan suhu 90°C selama 5 - 7 hari. Gum kering yang didapat kemudian dimurnikan menggunakan fraksinasi aseton (aseton deoily) dan fraksinasi alcohol (alcohol deoily). Selanjutnya corn lecithin diuji kemampuan emulsifiernya menggunakan parameter droplet microscopy dan indeks creamy.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa corn lecithin memiliki indeks creamy yang lebih rendah dibanding kontrol, yaitu 41 - 47% dan signifikan sama dengan kemampuan daya pengemulsi dari emulsifier komersial (Gelatin, Ryoto, Quick,dan CMC) (p<0.05). Gambar droplet emulsi microscopy menunjukkan hasil droplet yang lebih kecil, seragam dan tidak membentuk flock. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa isolasi lecithin menggunakan proses water degumming pada minyak jagung dapat digunakan sebagai emulsifier yang mempunyai daya pengemulsi seperti emulsifier komersial makanan. Kata kunci:daya pengemulsi, emulsifier, lecithin, minyak jagung, water degumming.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA KEMANGI (Ocimum basilicum L.) PADA TAHU DAN DAGING AYAM SEGAR Alwani Hamad; Sintia Jumitera; Endar Puspawiningtyas; Dwi Hartanti
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1734

Abstract

Tahu dan daging ayam segar memiliki nilai protein yang tinggi membuat kedua bahan pangan ini bersifat mudah rusak akibat pertumbuhan bakteri. Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan salah satu tanaman yang dilaporkan sebelumnya memiliki aktivitas penghambatan pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas antibakteri dari infusa kemangi terhadap makanan tahu dan daging ayam segar menggunakan metode turbidity serta mengidentifikasi kandungan golongan senyawa kimianya menggunakan metode screening fitokimia.  Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi infundasi dengan konsentrasi 5, 10, dan 20%.  Hasil pengujian aktivitas antibakteri pada sampel tahu, infusa kemangi 10 dan 20% dapat menghambat pertumbuhan bakteri selama 10 hari sedangkan pada konsentrasi 5% hanya 8 hari pada suhu kamar. Berbeda pada sampel ayam, infusa kemangi 5, 10 dan 20% berturut- turut dapat menghambat pertumbuhan bakteri selama 9, 12 dan 15 hari pada suhu 3- 7 oC. Hasil uji screening fitokimia menunjukkan bahwa dalam infusa kemangi positif terdeteksi saponin dan tanin Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa infusa kemangi dapat digunakan sebagai pengawet tahu dan daging ayam Kata- kata kunci:  aktifitas antibakteri, ayam, kemangi infusa, pengawet  tahu
THE MICROBIAL GROWTH INHIBITION PROFILE OF SELECTED INDONESIAN SPICES ESSENTIAL OILS ON TOFU DURING 8-DAY STORAGE Alwani Hamad; Asmiyenti Djalisrin Djali; Dianita Yulia Sukma Dewi; Eka Yuliani Saputri; Eli Nurlaeli; Intan Nur Fadlilah; Muliastri Mentari; Dwi Hartanti
Journal of Chemical Process and Material Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.213 KB) | DOI: 10.36499/jcpmt.v1i1.5759

Abstract

This study evaluated the profile of microbial growth inhibition on tofu treated by the essential oil of the selected spices. The microbial growth on the tofu was visually observed by the pour plate method, while their number was enumerated by the indirect optical density (OD) method. All the tested essential oils were visually reduced the microbial growth on tofu during storage. Each spices oil showed a different inhibition pattern, with bay leaf, galangal, and ginger oils exerting favorable effects for the most prolonged period. The day-bay-day comparison demonstrated that the best inhibition effect was on day-6 and -8, with bay leaf and galangal oils showing the most promising activity. The best profile of both essential oils might play a vital role in the tofu preservation process by natural products.
THE PHYSICAL STABILITY OF COCONUT MILK EMULSION Alwani Hamad
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 12, No 1 (2011): Techno Volume 12 No 1 April 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.457 KB) | DOI: 10.30595/techno.v12i1.26

Abstract

Coconut milk, a term for the aqueous extract from coconut solid meat, is often uses in Asian cuisines as well as other part of the world. Studies to investigate the stability of the coconut milk emulsion often report inconsistently. The information about the stability of the coconut milk emulsion literature is used to keeping quality of coconut milks extract in processing and preservation (particularly by canning, spray-drying and freezing) and new food uses coconut milk. Key word : Coconut milk, Stability emulsion, droplet size, coconut
PRODUKSI LECITHIN DARI MINYAK JAGUNG SEBAGAI EMULSIFIER MAKANAN Alwani Hamad; Andi Ghina Septhea; Anwar Ma’ruf
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 16, No 2 (2015): Techno Volume 16 No 2 Oktober 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v16i2.58

Abstract

Lecithin adalah fosfolipid yang mempunyai sifat amphifilik yang mempunyai daerah polar dan non-polar sehingga sangat efektif sebagai emulsifier makanan. Akan tetapi komersial lecithin berasal dari isolasi organ hewan seperti babi yang jelas haram. Lecithin yang berasal dari minyak nabati yang komersial hanya berasal dari minyak kedelai. Oleh karena itu, produksi lecithin dari minyak nabati lain dapat menjadi solusi akan ketersediaan lecithin nabati yang halal seperti minyak jagung.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi vegetable lecithin dari minyak jagung melalui proses water degumming. Sebanyak 250 ml minyak jagung dicampurkan dengan 15 ml aquades diaduk dan dipanaskan dengan suhu 70 - 85°C selama 2 - 2.5 jam. Gum mentah yang dihasilkan kemudian dikeringkan didalam oven dengan suhu 90.5°C selama 5 - 7 hari. Gum kering yang didapat kemudian dimurnikan untuk meningkatkan kandungan phosphatidyl choline (PC) menggunakan 2 metode modifikasi yaitu: fraksinasi aseton dan fraksinasi alcohol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetable lecithin dapat diproduksi dari minyak jagung menggunakan proses water degumming pada kondisi proses 6% v/v water, suhu 90 oC, dan mixing time selama 2 jam menghasilkan rendemen maksimal 5% dengan kadar PC sebanyak 13%. Hasil pemurnian setelahnya ternyata tidak meningkatkan kadar PC (8 - 10%) akan tetapi masih lebih tinggi lecithin komersial (4%). Kata kunci: Lecithin, Minyak Jagung, Proses Degumming, Posphotidyl Choline
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH TEPUNG TAPIOKA SEBAGAI SUBMERGE CULTURE DALAM FERMENTASI ASAM SITRAT Alwani Hamad; Septian Chandra Sasmita
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 11, No 2 (2010): Techno Volume 11 No 2 Oktober 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.663 KB) | DOI: 10.30595/techno.v11i2.22

Abstract

Tapioca starch waste usually had a problem after long time and then cause bad smelly and make pollution to the river. In this study, it can be use as sub-merge in citric acid fermentation used Aspergilus niger. the process was observed at pH variable from 2 - 5. Duration of the incubation time was also observed on day 5 to 9. Three important stages in the fermentation process was the preparation of media and media-making starter cultures. The citric acid produced from tapioca waste had yield 30.23% and the incubation time for 9 days with the acquisition reaches 43.51%. Then compared with the acquisition of citric acid from cassava was getting results that the acquisition of cassava citrate still had good result. It because the carbohydrate content of cassava was higher than on tapioca waste. Key word : Asam sitrat, limbah tapioka, fermentasi, sub-merge
PENGARUH PENAMBAHAN SUMBER KARBON TERHADAP KONDISI FISIK NATA DE COCO Alwani Hamad; Nur Afifah Andriyani; Haryo Wibisono; Heru Sutopo
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 12, No 2 (2011): Techno Volume 12 No 2 Oktober 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.369 KB) | DOI: 10.30595/techno.v12i2.34

Abstract

Abstract Nata de coco is one of the functional food made from coconut milk which is processed through fermentation by using acetic acid bacteria, Acetobacter xylinum. It convert glucose into cellulose in coconut wate medium. Undigested cellulose consumed in the body that it will benefit to the human digestive system. The formation of nata requires a source of C, H, N, and minerals. Coconut water have already contains most of the nutrients it needs, but still needs to be enriched with other nutrient sources added. As a source of sugar can be added sucrose, glucose, fructose, starchs and flour maezena. This study aims to determine the physical properties of nata with different carbon sources. The addition of fructose would produce nata de coco with the most optimum yield at 0.755 g nata / ml coconut water with 8.41 mm thickness, 3.92 g wet weight and dry weight of 0.47 grams. However, nata produced has a less chewy texture with 87.56% moisture content. Key-word: Nata de coco, source of carbon, coconut water, Acetobacter xylinum
PENGARUH UMUR STARTER Acetobacter xylinum TERHADAP PRODUKSI NATA DE COCO Alwani Hamad; Nur Afifah Handayani; Endar Puspawiningtyas
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 15, No 1 (2014): Techno Volume 15 No 1 April 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.256 KB) | DOI: 10.30595/techno.v15i1.72

Abstract

Nata de coco adalah salah satu makanan olahan dari air kelapa sebagai salah satu makanan diet karena kandungan serat yang melimpah yang dalam proses fermentasinya memanfaatkan bakteri Acetobacter xylinum. Dalam pembuatan nata de coco selama ini, starter yang ditambahkan belum ada standar kualitas yang pasti berapa jumlah bakteri hidup. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh umur penyimpanan starter terhadap jumlah bakteri Acetobacter xylinum dan nata de coco hasil fermentasinya. Pembuatan starter dibuat dalam 100 ml air kelapa ditambahkan nutrisi (gula 3,5 gr; urea 0,6 gr; cuka 4 ml; starter 12 ml). Jumlah bakteri dalam starter (umur penyimpanan: 0, 1, 4, 7, 10, 13, 16, 19, 25, 30, 40, 60 hari) dihitung menggunakan metode turbidity (kekeruhan) dengan menggunakan alat UV-Vis Spectrophotometers. Kemudian starter tersebut ditambahkan ke dalam medium fermentasi dalam air kelapa 500 ml ditambahkan nutrisi (gula 17,5 gr; urea 0,6 gr; cuka 4 ml; starter 60 ml). Nata de coco yang dihasilkan dianalisa kualitas fisiknya, yaitu yield, tebal lapisan nata, dan moisture content. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan jumlah bakteri dalam starter selama umur penyimpanan 0-19 hari sebanyak 1,37 x 109 sampai 2,02 x 109 sel/ml. Setelah 19 hari, jumlah bakteri dalam starter cenderung konstan. Setelah umur penyimpanan 40 hari, jumlah bakteri dalam starter mengalami penurunan 9%. Dengan penambahan starter umur 7-13 hari menghasilkan nata de coco dengan kualitas fisik paling baik, yang ditunjukkan dengan yield 89%, tebal 9 mm, dan moisture content >95%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa waktu penyimpanan starter mempengaruhi kualitas fisik nata de coco. Kata kunci: Nata de coco, Acetobacter xylinum, starter, jumlah bakteri, fermentasi
Co-Authors Abdul Haris Mulyadi Afifah, Dini Nur Afwa Hayuningtyas Afwa Hayuningtyas Amiratus Sholekhah Andi Ghina Septhea Andi Ghina Septhea Andi Ghina Septhea, Andi Ghina Anwar Ma&#039;ruf Anwar Ma’ruf Anwar Ma’ruf Ardi Wiranata Arianingsih, Elfa Asmiyenti D. Djalil Asmiyenti Djaliasrin Djalil Asmiyenti Djalisrin Djali Bekti Wulan Sari Bekti Wulan Sari Bekti Wulan Sari Betty Ika Hidayah Charisma, Shintia Lintang Dea Y. Pradani Denia Awanda Putri Denia Awanda Putri Desiana Pradiyanti Dianita Yulia Sukma Dewi Dodi Siraj Muamar Zain Dwi Hartanti Dwi Hartanti Dwi Hartanti Dwi Hartanti Dwi Hartanti Dwi Hartanti Dwi Hartanti Dwi Hartanti Dwi Nugraheni Eka Yuliani Saputri Eka Yuliani Saputri Eli Nurlaeli Eli Nurlaeli Eli Nurlaeli, Eli Endar Pusapawiningtyas Endar Puspawiningtyas Endar Puspawiningtyas Endar Puspawiningtyas Endar Puspawiningtyas Endar Puspawiningtyas, Endar Fadlilah, Intan Nur Fitri Atyani, Fitri Fitriyani Fitriyani Ganda Kurniawan Ganda Kurniawan, Ganda Giswantara Giswantara Haq, M Tsabit Sofatul Haryanto, Totok Haryo Wibisono Haryo Wibisono Hasanah, Yeti Rusmiati Heru Sutopo Heru Sutopo Heru Sutopo Hidayah Anisa Fitri Hierro Azi Priawan Hierro Azi Priawan Intan Nur Fadlilah Istifah Istifah, Istifah Jeri Rinawati Kristiono Kristiono M. Gigih Panji Mahardika, M. Gigih Panji Ma'ruf, Anwar Magribi, Imam Maulana Mauliana, Dinda Mubshair Naveed Mubshair Naveed Mubshair Naveed Muliastri Mentari Naveed, Mubshair Neni Damajanti, Neni Noni Indriani Nur Afifah Andriyani Nur Afifah Andriyani Nur Afifah Handayani Nur Afifah Handayani, Nur Afifah Nur Annisa Septiyaningrum Nur Yulianingsih Nurul Fadhilah Deni Saputri Nurul Fadhilah Deni Saputri, Nurul Fadhilah Deni Pinyapat Jitphongsaikul Pinyapat Jitphongsaikul Pinyapat Jitphongsaikul Pradani, Dea Yulinestria Puspitasari, Adinda Putri, Regita Nanda Regawa Bayu Pamungkas Rinawati, Jeri Rizky Destya Sary Santika, Dita Santosa, Arif Prashadi Septian Chandra Sasmita Shintia Lintang Charisma Shintia Lintang Charisma Sintia Jumitera Suparman Suparman Syah Putri, Tina Syarifah, Arini Tina Syah Putri Tri Nur Chasanah Vishal Chherti Wahyu Utaminingrum Wardani, Tri Kusuma Wicaksana, Firman Widya Agustina Widya Agustina Widya Ayu Dianata Wiwin Anggraeni Yulianingsih, Nur Yulianti , Henti