Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KINERJA SIMPANG KARANGLO PASCA PEMBANGUNAN UNDERPASS KARANGLO TOL MALANG – PANDAAN Aliffasha Wianda Putranto; Dwi Ratnaningsih; Muhamad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan underpass Karanglo bertujuan untuk mengurai kemacetan pada simpang Karanglo akibat penambahan lengan Tol Malang - Pandaan. Namun demikian, pada pertemuan jalan tersebut, pada Simpang Karanglo justru terjadi kemacetan dan antrian kendaraan yang panjang. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka diperlukan untuk menganalisa kinerja simpang pada kondisi eksisting, alternatif perbaikan, dan biaya operasional kendaraan pada Simpang Karanglo. Data yang digunakan pada analisis ini yaitu data primer dan sekunder. Data primer didapat dari pengukuran geometrik jalan dan pengukuran fase serta siklus sinyal, sedangkan data sekunder didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang dan forecasting data LHR serta hambatan samping. Untuk pengolahan data menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997. Biaya operasional kendaraan menggunakan pedoman dari Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga Tahun 2005. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan kinerja simpang kondisi eksisting diperoleh tundaan (D) = 220,12 dan tingkat pelayanan simpang (LOS) = E. Dari hasil analisa tersebut maka perlu dilakukan alternatif perbaikan simpang yaitu dengan mendesain fase sinyal, sehingga diperoleh tundaan (D) = 21,99 dan tingkat pelayanan simpang (LOS) = C. Biaya operasional kendaraan pada kondisi sebelum ada underpass untuk kendaraan ringan sebesar Rp 6.143/km. Biaya operasional kendaraan pada kondisi setelah ada underpass untuk kendaraan ringan sebesar Rp 4.979/km.
ANALISIS TEBAL PERKERASAN KAKU JALAN TOL SERANG – PANIMBANG DENGAN METODE BINA MARGA 2003 DAN AASHTO 1993 PADA STA. 0+000 – 7+700 Muhammad Ilham Ismi; Burhamtoro; Muhamad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Tol Serang – Panimbang merupakan sarana pendukung program Pemerintah untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang menjadi salah satu prioritas utama Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dan untuk mengembangkan potensi kewilayahan oleh Pemerintah Daerah setempat. Jalan Tol Serang – Panimbang akan tersambung dengan Jalan Tol Jakarta – Merak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tebal perkerasan kaku pada jalan tol tersebut dengan menggunakan metode Bina Marga 2003 dan AASHTO 1993. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perencanaan perkerasan kaku menggunakan jenis perkerasan beton semen bersambung tanpa tulangan. Hasil analisis perhitungan perkerasan beton tersebut didapatkan tebal pelat beton sebesar 240 mm atau 24 cm untuk metode Bina Marga 2003, sedangkan untuk metode AASHTO 1993 didapatkan tebal pelat beton sebesar 12,5 inci atau 31,75 cm, dengan lapis pondasi bawah pada masing-masing metode sebesar 100 mm atau 10 cm.
EVALUASI KERUSAKAN PERKERASAN JALAN METODE SDI (STUDI KASUS RUAS JALAN BOGO KIDUL – JALAN BOROLOR, KABUPATEN KEDIRI) Falah Barid; Muhamad Fajar Subkhan; Marjono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Bogo Kidul – Jalan Borolor, Kabupaten Kediri, Jawa Timur sepanjang 11,105 KM adalah jalan yang memiliki status jalan sebagai jalan kabupaten, dan memiliki klasifikasi jalan sebagai jalan kolektor primer. Jalan tersebut merupakan jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Jombang, sehingga jalan tersebut tergolong padat dan melebihi beban maksimal yang menyebabkan kerusakan pada ruas jalan tersebut. Berdasarkan hal tersebut yang mendasari pentingnya untuk dilakukannya evaluasi kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode SDI untuk menentukan pemeliharaan jalan. Hasil survei kerusakan di ruas Jalan Bogo Kidul – ruas Jalan Borolor Kabupaten Kediri adalah ruas jalan dengan kondisi baik sepanjang 7,505 km, ruas jalan dengan kondisi sedang sepanjang 1,6 km, ruas jalan dengan kondisi rusak ringan sepanjang 0,4 km, ruas jalan dengan kondisi rusak berat sepanjang 1,6 km. Nilai rata-rata kerusakan jalan sebesar 56 (rusak sedang). Berdasarkan hasil penilaian kondisi jalan yang ada, maka direncanakan penanganan jalan dengan kondisi baik dan sedang dilakukan penanganan berupa perawatan rutin sepanjang 9,105 km, sedangkan jalan dengan kondisi rusak ringan dan rusak berat dilakukan penanganan berupa peningkatan jalan (overlay) sepanjang 2 km.
EVALUASI KONDISI DAN PENANGANAN KERUSAKAN JALAN KOLEKTOR DI KECAMATAN SAMPANG Moch Thariq Alfarizi; Muhamad Fajar Subkhan; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 4 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan kolektor di Kecamatan Sampang mengalami kerusakan jalan di beberapa ruas jalannya, khususnya di ruas Jl. Imam bonjol – Jl. Raya panggung, jenis kerusakan jalan yang ditemukan kebanyakan diakibatkan oleh limpahan air dan pengaruh cuaca di daerah tersebut. Tujuan dari skripsi ini yaitu melakukan analisa kondisi kerusakan jalan, menentukan jenis penanganan, membuat metode pelaksanaan penanganan dan menghitung biaya penanganan.data yang dibutuhkan yaitu data lalu – lintas harian rata rata (LHR), data pengamatan dan pengukuran kerusakan jalan , data inventerisasi jalan, data CBR, data curah hujan, data tebal perkerasan dan HSP 2020. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi adalah berdasarkan Metode Bina Marga tahun 1990.hasil penelitian yang diperoleh dari penilaian kondisi kerusakan jalan pada ruas Jl. Imam bonjol – Jl. Raya panggung adalah pemeliharaan rutin, sedangkan metode penaganan dan pelaksanaan kerusakan jalan untuk pemeliharaan rutin, menggunakan metode perbaikan standart, dan perhitungan biaya untuk penanganan kerusakannya, menggunakan analisa harga satuan pekerjaan 2020 Kab.Sampang dan diperoleh total rencana anggaran biaya (RAB) total sebesar Rp. 538,977,580.00,-
ANALISA KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA JALAN RAYA JERU – JALAN RAYA TUMPANG KABUPATEN MALANG Robith Fuady; Burhamtoro; Muhamad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 4 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Raya Jeru – Jalan Raya Tumpang yang terletak di Kabupaten Malang mempunyai panjang 3 km. Kerusakan lubang dan retak karena beban lalu lintas ditemukan mulai dari STA 0+000 hingga STA 3+000. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan jalan, menentukan bentuk penanganan, dan mengetahui nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB) perbaikan jalan yang dibutuhkan. Data primer yang diperlukan adalah hasil survei kondisi jalan, data CBR lapangan dan volume lalu lintas yang dilakukan pada bulan April 2021. Sedangkan untuk data sekunder yang dibutuhkan adalah geometrik jalan, lalu lintas harian rata-rata tahun 2017, 2018, 2019 dan Harga Satuan Pekerjaan (HSP) Kabupaten Malang dari Bina Marga. Referensi yang digunakan adalah sistem penilaian kondisi perkerasan menurut Bina Marga tahun 2011 dengan perhitungan Surface Distress Index (SDI) dan International Roughness Index (IRI) serta pedoman perencanaan tebal perkerasan lentur Pt T-01-2002-B. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: jenis kerusakan berupa Alur sebesar 0%, Retak 91,50%, Tambalan 0%, Lubang 2,20%, Ambles 0%, Pelepasan Butir 4,20%, Deformasi Plastis 2,10%, dan Bekas Roda 0%. Ditinjau dari kondisi jalan keseluruhan didapatkan kondisi jalan 43% baik, 37% sedang, 20% ringan, dan 0% rusak berat. Jenis penanganan yaitu berupa Overlay dengan tebal 8 cm untuk umur rencana 10 tahun, dengan RAB yang dibutuhkan sebesar Rp. 3.523.000.000 (Tiga Milyar Lima Ratus Dua Puluh Tiga Juta Rupiah).
ANALISA PERPANJANGAN LANDASAN PACU PADA BANDAR UDARA ABDULRACHMAN SALEH MALANG (STA 2+250 – STA 3+000) Aditya Luqmana Hutama; Muhamad Fajar Subkhan; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 4 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Abdulrachman Saleh merupakan Bandar Udara Komersil di Kabupaten Malang yang memiliki peranan penting dalam menunjang sektor bisnis di Malang. Seiring dengan bertambahnya jumlah penumpang disetiap tahunnya yang berakibat dengan semakin besarnya kapasitas pesawat untuk menampung jumlah penumpang yang ada. Hal ini berakibat dengan kebutuhan perpanjangan landasan pacu untuk memenuhi kebutuhan pesawat besar untuk mendarat dan terbang. Dalam pelaksanaan pembangunan, metode yang digunakan untuk menentukan tebal perkerasan landasan pacu adalah metode CBR (California Bearing Ratio) yang dibandingkan dengan metode FAA (Federal Aviation Administration). Tujuan penelitian ini untuk membandingkan hasil perencanaan menggunakan CBR dan FAA dalam pembangunan perpanjangan landasan pacu Abdulrachman Saleh sepanjang 750 m. Batasan penelitian ini didasarkan pada tebal perkerasan, biaya, dan waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan. Analisa perbandingan dilaksanakan dengan memperhitungkan beban pesawat rencana Boeing 737-900ER, membandingkan tebal perkerasan yang telah ditentukan oleh metode CBR dan FAA diikuti dengan perhitungan Bill of Quantity, Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Rencana Anggaran Pelaksanaan, dan penjadwalan waktu kerja. Hasil analisa pada pembangunan perpanjangan landasan pacu yang sama berdasarkan metode CBR ditemukan bahwa tebal perkerasan 94 cm membutuhkan biaya sebesar Rp. 58.884.759.000,00 dan waktu pelaksanaan selama214 hari. Sedangkan dengan menggunakan metode FAA didapat tebal perkerasan sebesar 84 cm dengan biaya sebesar Rp. 56.342.624.000,00 Dan waktu pelaksanaan selama 208 hari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode FAA Lebih efisien 10.64% dalam tebal perkerasan, 4.32% dalam biaya pelaksanaan, dan 2.81% dalam waktu pelaksanaan.
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL DI JALAN AHMAD YANI – JALAN RAYA BUDURAN, SIDOARJO Muhammad, Faizal; Muhamad Fajar Subkhan; Marjono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang bersinyal pada kondisi eksisting dengan menerapkan beberapa alternatif penyelesaian dan menghitung biaya akibat tundaan. Data yang dibutuhkan antara lain data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari pengukuran geometrik jalan, survei arus lalu lintas, hambatan samping dan panjang antrian pada tanggal 25, 27 dan 29 Mei 2021. Data sekunder didapat dari Dinas Perhubungan Sidoarjo berupa rekaman CCTV, rata – rata kecepatan, data jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo, PDRB dan UMR Kabupaten Sidoarjo. Pengolahan data kinerja simpang bersinyal pada penelitian ini menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Dari hasil analisis kinerja simpang bersinyal eksisting didapat nilai DJ lebih dari 0,85; Tundaan simpang rata-rata T = 522,70 det/skr dan Tingkat pelayanan = F. Alternatif solusi pada simpang bersinyal dilakukan dengan pengalihan semua jenis kendaraan bermotor dari lengan Timur dan beberapa jenis kendaraan bermotor dari Utara, Selatan dan Barat. Dari perhitungan alternatif tersebut didapatkan hasil DJ < 0,85; Tundaan simpang rata-rata T = 58,82 det/skr dan Tingkat pelayanan = E. Dari hasil perhitungan BOK akibat tundaan waktu pada simpang didapat selisih yang cukup besar antara eksisting dan adanya alternatif sebesar Rp 8.709.193,00 /jam. Biaya akibat tundaan eksisting dengan alternatif didapatkan selisih total kerugian per hari sebesar Rp 90.359.243,15 (PDRB) dan Rp 49.256.191,29 (UMR) dengan penggunaan alternatif 4 menghasilkan biaya akibat tundaan lebih murah ketimbang kondisi eksisting simpang bersinyal ini.
PERENCANAAN PENANGANAN KERUSAKAN JALAN PADA RUAS JALAN JARAKAN-PACITAN DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN 1987 DAN BINA MARGA 2017 Lispitasari, Debyta Rizki; Dwi Ratnaningsih; Muhamad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jalan merupakan salah satu masalah bagi hubungan antar kabupaten atau wilayah. Pada ruas Jalan Jarakan – Pacitan STA 181+830 – STA 190+830 sudah mengalami kerusakan jalan seperti rusak berlubang, rusak retak rambut dan kerusakan alur terjadi pada segmen – segmen tertentu. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan ruas Jalan Jarakan – Pacitan STA 1+000 – STA 9+000 mengacu pada Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Kota No.018/T/BNKT/1990. Dalam penelitian ini data yang dibutuhkan ada 2 data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yang dibutuhkan adalah data teknis kerusakan jalan dan inventarisasi jalan. Data sekunder yang dibutuhkan adalah data lalu lintas. Hasil perhitungan diperoleh tingkat kerusakan pada ruas Jalan Jarakan – Pacitan STA STA 181+830 – STA 190+830, sebesar 26,26%. Jenis penangan yang sesuai dengan kerusakan tersebut adalah memasukkan jalan tersebut dalam program peningkatan jalan.
ANALISA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MENUJU ZERO ACCIDENT PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG STUDENT CENTER POLITEKNIK NEGERI MALANG TAHAP I Nugroho, Kemal Adi; Muhamad Fajar Subkhan; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek Pembangunan Gedung Student Center Politeknik Negeri Malang Tahap I merupakan proyek berskala besar dan mempunyai potensi resiko kecelakaan besar yang perlu pengawasan K3 yang baik. Oleh karena itu, pada saat pelaksnaan konstruksi diwajibkan untuk menerapkan sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang mana hal ini merupakan bagian dari perencanaan dan pengendalian proyek. Proyek Pembangunan Gedung Student Center Politeknik Negeri Malang Tahap I (struktur) ini memiliki 4 lantai dengan luas sebesar ± 12.694 m2. Skripsi ini bertujuan untuk dapat menganalisa, identifikasi dan menghitung penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang di tuang kan dalam matrik Risk Assesment setiap scope pekerjaan selama masa konstruksi dan menghitung besar biaya yang timbul jika terjadi kecelakaan kerja. Data yang dibutuhkan adalah data gambar DED struktur, WBS (work breakdown structure),dan Metode Pelaksanaan setiap pekerjaan. Hasil dari data tersebut dapat teridentifikasi potensi kemungkinan timbul kecelakaan setiap item pekerjaan. Kemudian dapat di hitung potensi Biaya Besar Jaminan Kecelakaan Kerja jika terjadi kecelakaan sebagai biaya yang harus di dipertimbangkan saat selama konstruksi berjalan. Dari penetlitian ini diperoleh bahwa penerapan K3 sangat berpengaruh terhadap biaya konstruksi karena potensi resiko terjadinya kecelakaan. Jumlah penerapan K3 sebesar 0,22% dari total biaya konstruksi yaitu senilai Rp. 74.084.600,- . Sedangkan apabila K3 tidak diterapkan membutuhkan tambahan biaya untuk penanganan kecelakaan kerja sebesar 0,86% dari biaya konstruksi yaitu senilai Rp. 292.970.750,-. Dan sebesar 1,11% dari biaya konstruksi senilai Rp. 375.570.750 apabila pekerja mengalai kematian akibat kecelakaan kerja.
ANALISIS KAPASITAS DAN TINGKAT KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG JALAN NASIONAL III KABUPATEN BANYUWANGI Zulfa, Yulianita; Muhamad Fajar Subkhan; Achendri M. Kurniawan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan pada simpang Jalan Nasional III Kabupaten Banyuwangi terdapat banyak pertokoan atau pasar dan pusat perbelanjaan, sehingga memiliki lalu lintas yang kompleks dan tingkat pertumbuhan lalu lintas yang pesat. Hal ini juga dipengaruhi dengan adanya lahan parkir untuk pasar atau pertokoan di sekitar simpang jalan angkutan umum dan kendaraan lainnya yang berhenti di bahu jalan. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari geometrik simpang, volume kendaraan yang dilakukan pada jam puncak dan data sinyal, sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyuwangi. Dari hasil analisa kinerja simpang eksisting diperoleh nilai bagian lengan utara DS = 0,89; barat DS = 0,58 dan timur DS = 0,99 (DS > 0,75 menurut MKJI 1997) memiliki nilai tundaan (D) = 52,25 det/smp masuk dalam kategori E, sedangkan setelah penanganan alternatif yaitu pada alternatif 3 (mengatur belok kiri menjadi LTOR (Belok Kiri Langsung), pegaturan arus lalu lintas dan menambah waktu siklus) diperoleh nilai pada bagian lengan utara DS = 0,74; barat DS = 0,26 dan timur DS = 0,65 memiliki nilai tundaan simpang (D) = 24,72 det/smp masuk dalam kategori C. Perhitungan tersebut didapat selisih yang cukup besar antara eksisting dan alternatif 3 dengan golongan I yaitu sebesar Rp 115.386,21/jam; golongan IIA Rp 10.218,87/jam; dan golongan IIIA Rp 19.620,01/jam dengan penggunaan alternatif 3 menghasilkan akibat tundaan lebih murah ketimbang eksisting simpang bersinyal ini.