Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Paradigma Pedagogi Reflektif yang Dikombinasikan Dengan Flipped Classroom dalam Kelas Aljabar Linear Gabariela Purnama Ningsi; Emilianus Jehadus; Silfanus Jelatu; Valeria Suryani Kurnila; Lana Sugiarti; Apolonia Hendrice Ramda
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.826 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v6i3.6371

Abstract

Abstrak. Pendekaatan paradigma pedagogi reflektif adalah suatu prosedur pembelajaran yang di dalamnya terdapat interaksi antara mahasiswa dengan materi yang dipelajarinya yang damping oleh dosen sebagai fasilitator. Perancangan proses pembelajaran dilakukan sedemikian rupa sehingga mahasiswa menjadi pusat proses belajar dan dituntut untuk menemukan diri dalam kesadarannya untuk menggali pengetahuan serta nilai dengan penuh tanggungjawab. Penelitian ini, bertujuan untuk mendeskripsikan bahwa Paradigma Pedagodi Reflektif (PPR) yang dikombinasikan dengan Flipped Clasroom sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran, khususnya di tengah masa pandemic. Subjek penelitian untuk masing-masing kelas kontrol dan eksperimen berjumlah 19 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes tertulis dengan soal uraian berjumlah 5 nomor. Soal terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi mahasiswa yang diajarkan dengan menerapkan PPR yang dikombinasikan dengan Flipped Clasroom dengan mahasiswa yang diajarkan dengan metode konvensional. Sehingga berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan PPR yang dikombinasikan dengan Flipped Clasroom terhadap prestasi belajar mahasiswa. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan agar para pengajar dapat menerapkan paradigma pedagogi reflektif yang dikombinasikan dengan flippedclassroom dalam kegiatan pembelajaran.Kata Kunci: Flipped Clasroom, Model Pembelajaran, Pedagodi Reflektif.
Model Pembelajaran Generatif dalam Setting Team Accelerated Instruction (TAI) Ditinjau dari Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Gabariela Purnama Ningsi; Kristianus Viktor Pantaleon; Fulgensius Efrem Men; Bedilius Gunur; Ricardus Jundu; Ifatun Izzah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2594

Abstract

Peningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa dalam memecahkan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran generatif dalam setting TAI dalam kegiatan pembelajaran dengan siswa yang menerapkan metode pembelajaran langsung. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Peneliti mengambil secara acak 2 kelas yang setara untuk dijadikan sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Langke Rembong yang berjumlah 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran generatif dalam setting TAI lebih baik jika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran langsung. Hasil ini diperoleh berdasarkan hasil analisis data dalam uji hipotesis dengan menggunakan uji t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances dengan berbantuan Ms. Excel, dimana telah ditemukan bahwa nilai peluang (P(T<=t)) yang diperoleh baik untuk one-tail maupun two-tail kurang dari nilai α yaitu . Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang dalam pembelajarannya menerapkan pembelajaran generatif dalam setting TAI lebih tinggi/lebih baik jika dibandingkan dengan kelas yang menerapkan metode pembelajaran langsung. Selain itu, model pembelajaran ini juga dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan menyenangkan.
WORKSHOP PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MGMP MATEMATIKA SMP KABUPATEN MANGGARAI Meryani Lakapu; Gabariela Purnama Ningsi; Dominikus Arif Budi Prasetyo; Maximus Tamur; Aloysius Joakim Fernandez; Bryan Marthinus Waruru
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.1693

Abstract

Kesulitan dalam mengajarkan konsep matematika merupakan salah satu masalah mendasar bagi guru. Kegiatan workshop pengembangan perangkat berbasis etnomatematika ini bertujuan untuk membekali para guru agar menghadirkan budaya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Kegiatan ini terlaksana secara daring melalui zoom dan kegiatan synchronous dan asynchronous menggunakan Learning Manajemen System. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas pada akhir pertemuan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah 80% guru termotivasi untuk menghadirkan budaya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas sehingga dapat menambah wawasan siswa tentang materi matematika yang diajarkan dan objek budaya yang digunakan dalam mengajar.
PKM PEMANFAATAN BAMBU SEBAGAI TEMPAT SAMPAH GUNA MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT AKAN PENTINGNYA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN TANGGE Emilianus Jehadus; Lana Sugiarti; Gabariela Purnama Ningsi; Lisna Naldi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 03 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan serta kesadaran tentang hidup sehat dan lingkungan bersih sangat penting bagi masyarakat. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan  Tangge  masih belum maksimal. Hal ini diamati dari sampah yang berserakan di lingkungan serta tidak tersedianya tempat sampah  di tempat umum misalnya di kantor kecamatan, kantor desa dan tempat ibadah. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya serta memperkenalkan kepada masyarakat cara membuat tempat sampah dari bambu. Dipilih bahan dari bambu karena bambu mudah didapatkan di lingkungan sekitar desa dan masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga minggu dari tanggal 14 Juli sampai 20 Agustus 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Tangge, kabupaten Manggarai Barat, NTT. Metode kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan berupa observasi, survey lingkungan dan material alam serta praktik pembuatan tempat sampah dengan memanfaatkan bahan yang ada di alam yaitu bambu. Hasil kegiatan adalah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan serta membantu meningkatkan keterampilan warga dalam membuat tempat sampah  dengan memanfaatkan  bambu.
WORKSHOP PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MGMP MATEMATIKA SMP KABUPATEN MANGGARAI Meryani Lakapu; Gabariela Purnama Ningsi; Dominikus Arif Budi Prasetyo; Maximus Tamur; Aloysius Joakim Fernandez; Bryan Marthinus Waruru
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.1693

Abstract

Kesulitan dalam mengajarkan konsep matematika merupakan salah satu masalah mendasar bagi guru. Kegiatan workshop pengembangan perangkat berbasis etnomatematika ini bertujuan untuk membekali para guru agar menghadirkan budaya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Kegiatan ini terlaksana secara daring melalui zoom dan kegiatan synchronous dan asynchronous menggunakan Learning Manajemen System. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas pada akhir pertemuan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah 80% guru termotivasi untuk menghadirkan budaya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas sehingga dapat menambah wawasan siswa tentang materi matematika yang diajarkan dan objek budaya yang digunakan dalam mengajar.
Pemodelan Sistem Antrian Pasien Rawat Jalan Menggunakan Petri Net dan Aljabar Max-Plus: Studi Kasus RSU di Yogyakarta Osniman Paulina Maure; Gabariela Purnama Ningsi; Florianus Aloysius Nay
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v1i2.101

Abstract

Sistem antrian sering ditemukan pada suatu pelayanan fasilitas publik diantaranya sistem pelayanan suatu RSU di Yogyakarta. Antrian ini disebabkan karena jumlah pasien yang membutuhkan pelayanan lebih banyak dari pada petugas dan fasilitas layanan yang tersedia di rumah sakit tersebut. Tujuan penelitian ini adalah memodelkan sistem antrian pada suatu RSU di Yogyakarta dengan menggunakan aljabar max-plus. Sistem antrian yang dianalisis pada penelitian ini dikhususkan pada sistem antrian pelayanan pasien rawat jalan yang menggunakan BPJS. Metode penelitian pada penelitian ini adalah studi literatur dan teknik pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Observasi dilakukan pada saat kedatangan pasien di rumah sakit sampai pasien pulang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Petri net dapat digunakan untuk menggambarkan diagram alur sistem antrian pada suatu RSU di Yogyakarta, sedangkan aljabar max-plus dapat digunakan untuk memodelkan sistem antrian pelayanan pasien rawat jalan berdasarkan diagram alur yang telah diperoleh penulis. Pemodelan ini menghasilkan matriks dari suatu keadaan tertentu.
PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDI KOTANDORA KABUPATEN MANGGARAI TIMUR, NTT Men, Fulgensius Efrem; Ningsi, Gabariela Purnama; Jehadus, Emilianus; Sugiarti, Lana
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.53907

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka dalam satuan pendidikan masih merupakan tantangan bagi beberapa sekolah. Meskipun ada sekolah yang sudah menerapkan kurikulum merdeka dalam tahapan mandiri berubah, namun tidak menutup kemungkinan bahwa sekolah masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka ini dengan baik. Selain itu, masih ada guru-guru yang kurang termotivasi untuk menerapkan kurikulum merdeka dalam pembelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, maka tim pengandian melaksanakan kegiatan pelatihan implementasi kurikulum merdeka di SDI Kotandora. SDI ini merupakan salah satu sekolah yang mengalami tantangan ini. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Kegiatan pelatihan dilakukan mulai dari pukul 08.00-16.00 WITA selama 2 hari yaitu pada tanggal 19-20 Februari 2024 dan diikuti oleh 19 peserta yang merupakan guru-guru SDI Kotandora. Dalam kegiatan ini, guru-guru telah menyusun KOSP yang sudah dapat digunakan, beberapa draf modul ajar dan modul P5 yang perlu untuk disempurnakan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan guru-guru peserta pelatihan tentang implementasi Kurikulum Merdeka serta peningkatan skills peserta dalam menyusun perangkat ajar Kurikulum Merdeka.
Student response to teacher performance: A review based on teacher's mathematics anxiety level Pantaleon, Kristianus Viktor; Payong, Marselus Ruben; Ramda, Apolonia Hendrice; Ningsi, Gabariela Purnama
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1645

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan hubungan teoretis antara kecemasan matematika guru dan respon siswa terhadap kinerja guru dalam proses pembelajaran. Penelitian mix-method ini melibatkan dua orang calon guru matematika, yaitu HA dan LA. HA mempunyai tingkat kecemasan matematika tinggi, sedangkan LA mempunyai tingkat kecemasan matematika rendah. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan 64 orang siswa yang ditugaskan untuk menilai kinerja HA dan LA. Instrumen yang digunakan adalah angket, tes, penugasan, pengamatan, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji chi-square. Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa 97% siswa memberikan respon positif terhadap kinerja LA, dan hanya 76% siswa yang memberikan respon positif terhadap kinerja HA. Selain itu, hasil analisis memperlihatkan bahwa nilai = 45,86 > nilai kritis =3,84, yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan respon siswa terhadap kinerja kedua orang guru. Berdasarkan hasil analisis ini disimpulkan bahwa siswa memberikan respon yang lebih baik terhadap guru dengan tingkat kecemasan matematika lebih rendah.
Realistic Mathematics Education (RME) Kombinasi Flipped Classroom Ditinjau dari Kemampuan Pemecahan Masalah dan Representasi Matematis Ningsi, Gabariela Purnama; Nendi, Fransiskus; Sugiarti, Lana; Jeramat, Eufrasia; Gahung, Antonius
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2024): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v6i1.3293

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis merupakan dua kemampuan matematis yang wajib dimiliki oleh siswa agar siswa tersebut dapat dengan mudah mengambil keputusan, merumuskan konsep, dan mengembangkan ide yang dimilikinya untuk memecahkan masalah matematika. Namun, tidak semua siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis yang memadai. Untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis matematis siswa, dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa dalam memecahkan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan Realistic Mathematics Education (RME) yang dikombinasikan dengan Flipped Classroom dalam kegiatan pembelajaran terhadap kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Peneliti mengambil secara acak 2 kelas yang setara untuk dijadikan sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Subyek penelitian adalah kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis siswa kelas X SMK Santo Aloysius Ruteng yang berjumlah 59 orang. Pengambilan data dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis  siswa yang menerapkan RME yang dikombinasikan dengan flipped classroom lebih baik jika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran langsung. Hasil ini diperoleh berdasarkan hasil analisis data dalam uji hipotesis dengan menggunakan uji t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances dengan α=0,05 berbantuan Ms. Excel, dimana telah ditemukan bahwa nilai peluang (P(T<=t)) yang diperoleh baik untuk one-tail maupun two-tail kurang dari nilai α yaitu 0,000<0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan RME yang dikombinasikan dengan flipped classroom dalam kegiatan pembelajaran terhadap kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis siswa. Selain itu, penerapan pendekatan dan strategi pembelajaran ini juga dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan menyenangkan.
TRANSFORMASI ASESMEN DI SMA: MEMPERKUAT LITERASI SAINS DAN LINGKUNGAN UNTUK SISWA KELAS X Jeramat, Eufrasia; Ningsi, Gabariela Purnama; Raga, Polikarpus; Kurnila, Valeria Suryani
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v11i1.19696

Abstract

school students related to increasing awareness and concern for science and the environment in Ecosystem Materials. This type of research is research and development with a 4-D development model. Research subjects consisted of 40 class X students and validators consisted of 3 lecturers and 1 teacher. The research instruments used were validation sheets. Research data types are qualitative and quantitative data. The research shows that the scientific literacy-based assessment instrument is very valid logically with a percentage of 95.52% and the environmental literacy-based instrument with a percentage of 90.64% is very valid. Empirically, with a range of 0.35-0.75 for multiple choice questions, a range of 0.42-0.80 for essays. The results of the practicality assessment by teachers for instruments based on scientific literacy were 95.16% and environmental literacy was 96%. Meanwhile, instruments based on scientific literacy by students are 95.5% and environmental literacy is 94.25%. High reliability results with a range of 0.75% for multiple choice questions and description questions with very high reliability with a range of 0.88% Based on the research results, it can be concluded that the assessment instruments based on scientific literacy and environmental literacy on Ecosystem X material can be said to be suitable for use in the learning process. Suggestions that can be made are that teachers can develop assessment instruments in other materials to be able to optimize learning and develop innovative assessments that can increase students' understanding, motivate them to take action, and lead to a more caring attitude towards science and the environment. The implication of this research is the importance of a holistic, student-centered assessment approach in educating a generation that has high awareness and concern for science and environmental issues.