Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN TONGKOL (Euthynnus sp ) DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR Fadli Yunus; Mukti Zainuddin; St Aisjah Farhum
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 6 No. 11 (2019)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.17 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v6i11.6273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara hasil tangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus sp) dengan faktor oseanografi dan memetakan Zona Potensial Penangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus sp) di Perairan Selat Makassar. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data lapangan dan parameter oseanografi dari Juli hingga Oktober 2018, kemudian diolah dan dianalisis di Laboratorium Sistem Informasi Perikanan dan Geospasial Kelautan, UNHAS. Metode yang digunakan adalah metode survei untuk memperoleh data primer. Sedangkan data sekunder berupa data citra suhu permukaan laut (SST), Klorofil – a dan Salinitas. Analisis data menggunakan fungsi GAM untuk mengetahui parameter yang paling berpengaruh. Pembuatan peta zona potensial penangkapan ikan tongkol menggunakan Softwere Arcgis. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan adalah klorofil – a (0.21 – 0.24 mg/m3), suhu permukaan laut (28.5 – 29.5 0C) dan salinitas (32.6 – 33.0 ppt). Zona potensial penangkapan ikan tongkol secara spasial umumnya berada pada titik koordinat antara 3 0 23 ’ 28.37 ’’ LS sampai 5 0 33 ’ 19.33 ’’ LS dan antara 117 0 0 ’43.21 ’’ BT sampai 119 0 34 ’ 31.96 ’’ BT.Kata kunci : Tongkol, zona potensial penangkapan, Klorofil-a, SPL, salinitas, GAM
STUDI TENTANG KOMPOSISI JENIS HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE BERDASARKAN LOKASI PENANGKAPAN DI PERAIRAN TANAH BERU KECAMATAN BONTO BAHARI KABUPATEN BULUKUMBA Mirnawati Mirnawati; Alfa F.P Nelwan; Mukti Zainuddin
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 6 No. 11 (2019)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.498 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v6i11.6274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lokasi penangkapan ikan di perairan Tanah Beru kecamatan bonto bahari kabupaten bulukumba serta mendeskripsikan komposisi jenis hasil tangkapan purse seine berdasarkan lokasi penangkapan ikan. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi jenis ikan yang tertangkap berdasarkan daerah penangkapan khususnya diperairan Tanah Beru kecamatan bonto bahari kabupaten bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, data dikumpulkan dengan mengikuti operasi penangkapan ikan secara langsung selama 30 trip operasi penangkapan. Parameter yang diamati adalah deskripsi alat tangkap, alat bantu, metode pengoperasian, jenis ikan dan jumlah hasil tangkapan, dan komposisi jenis hasil tangkapan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa komposisi hasil tangkapan tertinggi berada pada interval jarak 1,07- 1,88 km dengan berat total mencapai 1527 kg. sedangkan terendah berada pada interval jarak 1,88 - 2,69 km dengan total hasil tangkapan sebanyak 60 kg. Kata kunci: Perairan Tanah Beru, Kabupaten Bulukumba, Komposisi jenis hasil tangkapan, Purse Seine
PENDUGAAN KELIMPAHAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) SECARA SPASIAL DAN TEMPORAL DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT DAN TEKNIK SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Muhammad Ikhsan Amir; Mukti Zainuddin; Najamuddin Najamuddin; Andi Rani Sahni Putri
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 5 No. 10 (2018)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2351.382 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v5i10.6376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan informasi zona potensial penangkapan ikan serta mengestimasi kelimpahan ikan Cakalang di perairan Selat Makassar berbasis data satelit dan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan terdiri dari data primer (titik koordinat penangkapan, suhu permukaan laut, klorofil-a, salinitas, dan jumlah hasil tangkapan) dan data sekunder (citra suhu permukaan laut, klorofil-a, kedalaman, kecepatan arus, dan salinitas). Prediksi kelimpahan ikan cakalang dihitung dengan persamaan multiple regresi kemudian dipetakan dengan teknik sistem informasi georafis. Hasil menunjukkan bahwa zona potensial penangkapan ikan cakalang di perairan selat Makassar pada bulan April – Juli 2018 secara umum berada pada perairan yang lebih dalam. Adapun prediksi kelimpahan ikan cakalang berdasarkan zona potensial penangkapan ikan pada bulan April diperoleh sebanyak 39,6430 ekor/km², pada bulan Mei sebanyak 24,0087 ekor/km², pada bulan Juni sebanyak 18,4314 ekor/km², dan pada bulan Juli sebanyak 8,5404 ekor/km². Kata Kunci: Ikan cakalang, Selat Makassar, kelimpahan, tangkapan
PEMETAAN POLA PERGERAKAN PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DENGAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT DAN PURSE SEINE DI SELAT MAKASSAR SELAMA JULI-OKTOBER 2018 Ahmad Rezha Oktari; Muhammad Ridwan; Mukti Zainuddin; Musbir Musbir
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 6 No. 12 (2019)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.84 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v6i12.7379

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan memetakan pola pergerakan ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) pada bulan Juli – Oktober 2018   dengan fishing base di Kabupaten Pinrang di Selat Makassar. Data yang digunakan yaitu data primer yang dikumpulkan dengan mengikuti operasi penangkapan purse seine dan dikombinasikan dengan data sekunder yaitu citra satelit suhu permukaan laut dan klorofil-a yang diperoleh dari satelit Aqua modis sesuai dengan waktu penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dimana data sampling dianalisis dengan menggunakan analisis statistic General Additive Model (GAM) yang menganalisis hasil tangkapan dan beberapa parameter oseanografi. Dari hasil tersebut kemudian dilakukan analisis dengan tehnik spasial analisis pada sistem informasi geografis (SIG) menggunakan perangkat lunak ArcGis 10.2 sehingga didapatkan pola pergerakan ikan cakalang di Perairan Selat Makassar. Hasil penelitian menunjukkan pola pergerakan ikan cakalang pada bulan Juli sampai Oktober secara signifikan dipengaruhi oleh konsentrasi Klorofil-a. Pola pergerakan ikan cakalang di Perairan Selat Makassar yaitu pada bulan Juli – Agustus 2018 berada di Perairan Pare pare – Barru, Sulawesi selatan dan bulan September gerombolan ikan bergerak ke arah barat lepas pantai. Selanjutnya pada bulan Oktober konsentrasi ikan cenderung bergerak terus ke arah barat mendekati perairan pantai Kotabaru, Kalimantan Selatan. Diduga kuat pola pergerakan ikan cakalang terkait dengan pola distribusi makanan ikan / nutrient yang diindikasikan oleh kondisi klorofil-a.
Estimating total allowable catch and mapping potential fishing zones for tuna in the Flores Sea: A remote sensing-geographic information system perspective Mukti Zainuddin; M. Banda Selamat; Muhammad Ridwan; Sarip Hidayat; Achmar Mallawa
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 15 No 2 (2015): June 2015
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v15i2.67

Abstract

Flores Sea is one of the most potential tuna fishing grounds in Indonesia. However, the information about potential stock, distribution and abundance of tuna in that area is little known. The objectives of this study were to estimate the Total Allowable Catch (TAC) and to map the potential pelagic fishing zones for tuna dominated by yellowfin tuna in the Flores Sea. Firstly, the Maximum Sustainable Yield (MSY) was estimated using Surplus Production Model and then the TAC was calculated using the 80% of the MSY. The six years’ time series data (2008-2013) of catch and fishing effort data were used for this study. Secondly, satellite images of sea surface temperature (SPL) and chlorophyll-a together with catch data were used to map out the potential predicted area based on the level of probability of their preferred oceanographic ranges for the period of October-December 2013. Results indicated that the exploitation rate for tuna was approximately 55% of the TAC (44 % of MSY level) on average during the last 6 years. The Potential predicted fishing zones for tuna well formed in December, and mostly occurred in the surrounding waters of the Selayar main island and from the areas of south western Jampea, Kayuadi, and Tarupa Islands to the north eastern area of the Flores Sea. These results were consistent with the empirical data. As a result, to exploit tuna resources optimally at the TAC level, this study recommended that the fishermen utilize the potential fishing zones defined by the preferred area of both SST and chlorophyll-a. These findings suggested that the potential fishing zone maps constructed from satellite images provided important information to locate spatially and temporally potential tuna fishing zones in the Flores Sea. Abstrak Laut Flores merupakan salah satu daerah potensial penangkapan tuna di Indonesia, namun informasi potensi, distribusi dan kelimpahannya belum banyak diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi potensi sumber daya ikan tuna yang dinyatakan dalam jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) dan memetakan zona potensi penangkapan ikan (ZPPI) tuna tersebut (didominasi oleh ikan tuna madidihang) di Perairan Laut Flores. Analisis dikembangkan dalam dua tahap, pertama mengestimasi hasil tangkapan maksimum lestari (MSY) dan JTB menggunakan enam tahun data time series produksi dan upaya penangkapan (2008-2013), dan kedua, data satelit suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a digunakan untuk memetakan ZPPI tuna berdasarkan tingkat probabilitas kesesuaian faktor oseanografi terha-dap kelimpahan ikan tuna pada periode musim puncak Oktober-Desember 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan sumber daya ikan tuna di Laut Flores adalah 55% dari JTB atau 44% dari MSY berdasarkan pro-duksi rata-rata enam tahun terakhir. Formasi ZPPI tuna paling produktif ditemukan pada bulan Desember di sekitar per-airan Selayar dan dari perairan barat daya Pulau Jampea, Kayuadi, Tarupa hingga ke timur laut Laut Flores. Hasil pre-diksi ZPPI ini konsisten dengan data lapangan. Untuk mengeksploitasi potensi tuna secara optimal di Laut Flores pada level JTB, nelayan diharapkan beroperasi pada ruang dan waktu yang tepat di ZPPI tersebut. Penelitian ini menyajikan informasi spasial dan temporal tentang lokasi ZPPI tuna yang divisualisasi dari data satelit untuk mendeteksi keberada-an dan kelimpahan ikan tuna pada musim puncak di Laut Flores.
Analisis hubungan karakteristik oseanografi dan hasil tangkapan yellowfin tuna (Thunnus albacares) di perairan Laut Banda Umar Tangke; Achmar Mallawa; Mukti Zainuddin
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.1-14

Abstract

Penelitian dimulai dari bulan Januari - Mei 2011 bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor oseanogrfi dan hasil tangkapan yellowfin tuna  di perairan laut Banda.  Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda untuk melihat pengaruh parameter oseanografi secara bersama-sama dan secara individual terhadap hasil tangkapan  yellowfin tuna. Hasil analisis regresi berganda diketahui bahwa dari lima parameter oseanografi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan yellowfin tuna ini dapat dilihat pada hasil Uji F  dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.01, dan Fhitung lebih besar dari Ftabel (8.23 > 2.44), Hasil uji t menunjukan bahwa secara individual terdapat tiga dari lima faktor Oseanografi yang berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan yellowfin tuna, diantaranya suhu permukaan laut (SPL), kedalaman dan kecepatan arus.
APPLICATION OF SATELLITE MICROWAVE REMOTE SENSING DATA TO SIMULATE MIGRATION PATTERN OF ALBACORE TUNA Mukti Zainuddin; Katsuya Saitoh; Sei-Ichi Saitoh
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 8, (2011)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.741 KB) | DOI: 10.30536/j.ijreses.2011.v8.a1741

Abstract

To simulate migration pattern of albacore tuna in the western North Pacific Ocean during the winter period, a kinesis model driven by high accuracy of sea surface temperature (SST) maps was used. The SST data were derived from the Tropical Rainfall Measuring Mission/TRMM Microwave Imager (TRMM/TMI). Simulations showed that albacore tuna aggregated in areas of thermal preference indicated by contour line of 20°C SST. Results are compared with empirical observation maps of albacore tuna fishing locations determined from longline fishing operation during the same time periods. Albacore tuna distributions along thermal fronts generating from Simulations were fairly consistent with fishing data especially during November-January, although seasonal variations in surface temperature ranges occupied suggest that additional oceanographic factors are involved particularly during February-March. Simulations and empirical data had similar temperature distributions at approximately 18-21°C and one-sample Kolmogorov-Smirnov test reinforced the result performance. These results suggest that kinesis model driven by satellite microwave remote sensing is one of effective mechanisms for describing migration pattern of tuna in the open ocean environment. Keywords: Kinesis model, Microwave remote sensing, SST, Albacore tuna, Migration pattern
PEMETAAN ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN CAKALANG PERIODE APRIL-JUNI DI TELUK BONE DENGAN TEKNOLOGI REMOTE SENSING Mukti Zainuddin; Alfa Nelwan; St Aisjah Farhum; Najamuddin Najamuddin; M.A. Ibnu Hajar; M. Kurnia; Sudirman Sudirman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 19, No 3 (2013): (September 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.757 KB) | DOI: 10.15578/jppi.19.3.2013.167-173

Abstract

Satelit penginderaan jauh dapat memberikan informasi sistematis tentang kondisi oseanografi. Penelitian ini bertujuan memetakan zona potensial penangkapan ikan (ZPPI) cakalang di Teluk Bone selama April-Juni 2012 menggunakan citra suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a yang dikombinasikan dengan data penangkapan pole and line.  ZPPI dipetakan menggunakan teknik sistem informasi geografis yang dikonstruksi dari hasil analisis fungsi distribusi kumulatif empiris dan generalized additive model (GAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama bulan April-Juni di Teluk Bone, ZPPI cenderung berada pada area 120.5-121.5° BT dan 3.5-5° LS. Lokasi dengan nilai Catch per unit effort (CPUE) yang tinggi tersebut diindikasikan dengan kondisi SPL dan konsentrasi klorofil-a masing-masing antara 28.75-31.5° C dan antara 0.10 dan 0.2 mg m-3.  Kombinasi nilai preferensi faktor oseanografis tersebut diduga kuat merefleksikan kondisi kelimpahan makanan yang cukup tinggi dimana zona tersebut pada gilirannya menjadi daerah tempat berkumpulnya gerombolan ikan cakalang dan menjadi zona target bagi penangkapan pole and line di Teluk Bone. Satellite remote sensing provides systematically important information on oceanographic conditions. Sea surface temperature (SST) and sea surface chlorophyll-a concentration (Chl-a) derived from Aqua/ Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) data together with skipjack catch data during April-June 2012 were used to map potential fishing zones for skipjack tuna in the Bone Bay.  Geographic information system was then employed to map out of the potential fishing zones generated by non-linear model (Generalized Additive Model/GAM) and the empirical cumulative distribution function (ECDF) analyses.  Results indicated that the highest catch per unit efforts (CPUE) mostly occurred in areas of 120.5-121.5° E dan 3.5-5° S. These areas were significantly associated with SST and chlorophyll-a concentration ranged from 28.75- 31.5°C and 0.10 - 0.20 mg m-3, respectively.  The locations of occurrence of the preferred oceanographic factors suggested the area where feeding opportunity for skipjack schools enhanced and then provided potential fishing grounds for pole and line fishery in Bone Bay.
PREDIKSI DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DI TELUK BONE: SEBUAH PERSPEKTIF PENDEKATAN SATELIT REMOTE SENSING DAN SIG Mukti Zainuddin; Aisyah Farhum
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.807 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.2.2010.115-123

Abstract

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan sasaran utama bagi sebagian besar kegiatan penangkapan di Teluk Bone. Distribusi dan kelimpahan ikan ini sangat dipengaruhi oleh variasi kondisi oseanografis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi daerah potensial penangkapan ikan cakalang berdasarkan pada data penangkapan dan data citra satelit AQUA/MODIS suhu permukaan laut dan klorofil-a pada periode bulan April sampai Juli 2009. Dengan menggunakan metode non linear regresi berganda dan teknik sistem informasi geografis, hasil penelitian menunjukan bahwa kedua faktor oseanografi tersebut secara signifikan mempengaruhi pola spasial dan temporal distribusi dan kelimpahan ikan cakalang di daerah studi. Daerah potensial penangkapan ikan cakalang diindikasikan dengan suhu permukaan laut 29,5-31,5ºC dan densitas klorofil-a 0,15-0,35 mg m-3. Model prediksi menunjukan bahwa tingkat produktivitas daerah potensial penangkapan ikan cakalang tertinggi terjadi pada bulan April dan cenderung menurun sampai bulan Juli. Pergerakan daerah potensial penangkapan ikan dari bulan April (pada umumnya berada diperairan Bone dan Palopo-Luwu), Mei (terkonsentrasi di perairan Palopo-Luwu) sampai Juni-Juli (perairan Palopo-Luwu dan Kolaka) menunjukan pola clockwise. Dinamika daerah potensial penangkapan ikan cakalang ini diduga terkait dengan perkembangan fenomena upwelling dan front yang cenderung mengkonsentrasikan ikan pada tempat dan waktu tertentu. Studi ini menyarankan bahwa aplikasi penggunaan data citra satelit dan teknik SIG dapat membantu menemukan habitat ikan cakalang dan juga bermanfaat bagi nelayan dalam menentukan lokasi dan jadwal operasi penangkapan bagi alat tangkap pole and line dan set net di Teluk Bone. Skipjack tuna are the main species targetting by commercial pole and line fishery in Bone Bay. Their distribution and abundance are strongly influenced by dynamics of oceanographic conditions. The objective was to predict potential fishing grounds for the fish using catch dand sea surface temperature and chlorophyll-a derived from satellite remote sensing data during April until July 2009. The data analyzed using non linear multiple regression and geographic information system techniques were used to map distribution patterns of the Potential Fishing Ground (PFG). Results indicated that the highest CPUEs skipjack associated with the PFG were found in water of SST from 29.5-31.5ºC and chlorophyll-a concentration from 0.15-0.35 mg m-3. The prediction model showed that the productivity rate of skipjack PFG were highest in April and tended to decrease through July. Distribution pattern of the PFG in Bone Bay from April (mostly occurred in Bone coastal waters and Palopo-Luwu), in May (mostly concentrated in coastal waters of Palopo-Luwu), to June-July (Palopo-Luwu and Kolaka coastal waters) showed a clockwise pattern. Distribution pattern of skipjack PFG may correspond to dynamics of oceanographic features such as fronts and upwelling which are most likely responsible for concentrating skipjack schools in the PFG. This study suggests that the application of satellite images and GIS provides a powerful tools in predicting tuna habitat.
Pola migrasi ikan Pelagis Besar di Wilayah Pengelolaan Perikanan 713 Safruddin Safruddin; Baso Aswar; Rachmat Hidayat; Saiful Saiful; Yashinta Kumala Dewi; Moh. Tauhid Umar; St. Aisjah Farhum; Mukti Zainuddin; Achmar Mallawa
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan informasi tentang pola migrasi ikan pelagis besar berdasarkan pola hubungan antara fluktuasi hasil tangkapan ikan dan dinamika kondisi oseanografi secara spatial dan temporal yang ditemukan selama penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model kombinasi fishing performance-oceanographi preferencesdan dipetakan dengan menggunakan teknik SIGdari bulan Januari sampai dengan bulan Desember. Zona potensial penangkapan ikan pelagis besar di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713 yang paling produktif terbentuk pada bulan Maret sampai dengan Mei dengan puncaknya terjadi pada bulan Mei, dimana zona potensial tersebut terlihat bahwa sepanjang Teluk Bone, Laut Flores dan Selat Makassar berkembang sangat pesat. Sedangkan bulan lainnya (Oktober sampai dengan Desember) ditemukaan bahwa ikan pelagis besar bergerak masuk ke perairan Teluk Bone dari arah Selatan, sebaliknya pada bulan Juni dan September, ikan pelagis besar membentuk formasi yang besar di bagian Selatan Teluk Bone menuju ke Laut Flores dan Selat Makassar. Informasi ini sangat dibutuhkan nelayan dan stakeholders untuk pengaturan kalender penangkapan ikan dalam rangka optimalisasi pemanfaatan potensi ikan pelagis besar yang sudah dipetakan di wilayah WPP 713.Kata kunci: ikan pelagis besar, pola migrasi, WPP 717.
Co-Authors . Safruddin . Sudirman 1 Achmar Mallawa, 1 1 Safruddin, 1 2 Faisal Amir, 2 3 Chair Rani, 3 Abudarda, Andi Risda Fitrianti Achmar Mallawa Achmar Mallawa Adi Adi Jufri, Adi Adi Jufri Adi Jufri, Adi Ahmad Rezha Oktari Aisjah Farhum Aisyah Farhum Aldri Frinaldi Alfa F.P Nelwan Alfa FP. Nelwan Alfa Nelwan Alfa Nelwan Amir Hamzah Muhiddin Andi Assir Marimba Andi Marimba Andi Rani Sahni Putri Andi Rani Sahni Putri Anggerini Anggreini, Anggerini Angraeni Angraeni Angraeni Anshar Anshar Amran, Anshar Asuhadi, Sunarwan Baso Aswar Chair Rani Dian Sutono Fadhil Moh Fauzan Fadli Yunus Faisal Amir Joeharnani Tresnati John Ch Karuwal John Ch Karuwal, John Ch Katsuya Saitoh Kumala Dewi, Yashinta M Anshar Amran M Anshar Amran, M Anshar M Hajar M. Banda Selamat M. Banda Selamat M. Banda Selamat, M. Banda M. Kurnia M.A. Ibnu Hajar Mahfud Palo Mirnawati Mirnawati Moh. Tauhid Umar Muh. Banda Selamat Muh. Kurnia Muhammad Banda Selamat Muhammad Ikhsan Amir Muhammad Kurnia Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Musbir Musbir Musbir Musbir Mustasim, Mustasim Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Novia elvianti Nur Indah Rezkyanti Nur Indah Rezkyanti, Nur Indah Nur Nur Indah Rezkyanti, Nur Nurwijayanti Rachmat Hidayat RACHMAT HIDAYAT Saffruddin Safruddin, Saffruddin Safruddin . Safruddin Safruddin Safruddin Safruddin Sahni Putri, Andi Rani Saiful Saiful Sarip Hidayat Sarip Hidayat Sarip Hidayat Sarip Hidayat, Sarip Sei-Ichi Saitoh Sembiring, Rinawati St. Aisjah Farhum St. Aisjah Farhum St. Aisjah Farhum, St. Aisjah Sudarmintha Sudarmintha Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sulyana Erma Desianty Supardi Muhammad Susy Herwaty Syafruddin Umar Tangke, Umar Veithzal Rivai Zainal Yashinta Kumala Dewi Zabhika Dinda Istnaeni