Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Pola Makan dan Penyakit Diare dengan Kejadian Underweight pada Balita di Desa Pulau Burung Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Burung Sri Rahayu; Nur Afrinis; Syafriani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.96

Abstract

Underweight terjadi dikarenakan adanya masalah pola makan seperti kesalahan cara pemberian makanan pada balita dan didukung dengan adanya penyakit diare yang dialami balita. Tujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan penyakit diare dengan kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pulau Burung. Penelitian bersifat kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 Mei – 10 Juni 2024. Populasi ibu yang memiliki balita umur 24-60 bulan yang berjumlah 116 orang dengan sampel 116 oang diambil menggunakan teknik total sampling alat ukur yang digunakan timbangan BB, microtise, kuesioner, dan FFQ. Analisa data menggunakan bivariat dan univariat dengan uji chi squre. Hasil penelitian terdapat 61 balita (52,6%) dengan pola makan buruk, sebanyak 75 balita (64,7%) yang tidak mengalami diare, dan sebanyak 75 balita (64,7%) yang tidak mengalami kejadian underweight. Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian underweight pada balita (p-value 0,001), dan terdapat hubungan yang bermakna antara penyakit diare dengan kejadian underweight pada balita (p-value 0,000). Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang pola makan pada balita dan penyakit diare sehingga dapat mencegah terjadinya kejadian underweight pada balita.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Perilaku Picky Eating dengan Kejadian Stunting pada Balita Studi Wilayah Kerja Puskesmas Purnama Kota Dumai Muthia Trisdeaty; Nur Afrinis; Fitri Apriyanti
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.126

Abstract

Balita adalah masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, di mana stunting menjadi salah satu masalah utama yang sering terjadi. Stunting ditandai dengan tinggi badan yang kurang akibat kekurangan gizi, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu dan perilaku makan, seperti picky eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Purnama, Kota Dumai. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 151 sampel yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan kejadian stunting, serta hubungan antara perilaku picky eating dengan kejadian stunting (p-value < 0,05). Kesimpulannya, baik pengetahuan ibu maupun perilaku picky eating berpengaruh terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan balita.
Fish Cake Odeng Formulation from Catfish (Clarias batrachus) Surimi with Addition of Rice Anchovy (Stolephorus commersonnii) Flour as a Snack for Adolescents Nursalastrie Nursalastrie; Nur Afrinis; Widawati Widawati
Journal of Nutrition Science Vol 6, No 2 (2025): November, 2025
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jns.v6i2.13595

Abstract

Adolescents are vulnerable to nutritional problems such as calcium deficiency, which may impair bone growth and height. This study aimed to evaluate the characteristics of fish cake odeng made from catfish (Clarias batrachus) surimi with the addition of rice anchovy (Stolephorus commersonnii) flour in terms of nutritional content and organoleptic properties. A Completely Randomized Design (CRD) with one control (F0: 0%) and two treatments (F1: 9% and F2: 18%) was applied. Analyses included organoleptic tests, proximate composition, and calcium content. The results showed that F1 was the most preferred formulation according to panelists. The best formulation (F1) contained 20.2% moisture, 1.2% ash, 12.2 g protein, 8.7 g fat, 20.4 g carbohydrates, and 23.4 mg/100 g calcium, equivalent to 1.9% of the Recommended Dietary Allowance (RDA) for adolescents. Although the calcium content was low, the protein level met the criteria as a protein source, and the product provided 10% of daily energy needs (215 kcal) in 3–4 pieces. In conclusion, the fish cake odeng developed in this study met the criteria for a protein-source snack and contributed to energy intake, but did not qualify as a calcium source. Further studies are recommended to improve processing methods and formulations to enhance its calcium content.