Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Hubungan Pola Makan dan Penyakit Diare dengan Kejadian Underweight pada Balita di Desa Pulau Burung Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Burung Sri Rahayu; Nur Afrinis; Syafriani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.96

Abstract

Underweight terjadi dikarenakan adanya masalah pola makan seperti kesalahan cara pemberian makanan pada balita dan didukung dengan adanya penyakit diare yang dialami balita. Tujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan penyakit diare dengan kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pulau Burung. Penelitian bersifat kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 Mei – 10 Juni 2024. Populasi ibu yang memiliki balita umur 24-60 bulan yang berjumlah 116 orang dengan sampel 116 oang diambil menggunakan teknik total sampling alat ukur yang digunakan timbangan BB, microtise, kuesioner, dan FFQ. Analisa data menggunakan bivariat dan univariat dengan uji chi squre. Hasil penelitian terdapat 61 balita (52,6%) dengan pola makan buruk, sebanyak 75 balita (64,7%) yang tidak mengalami diare, dan sebanyak 75 balita (64,7%) yang tidak mengalami kejadian underweight. Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian underweight pada balita (p-value 0,001), dan terdapat hubungan yang bermakna antara penyakit diare dengan kejadian underweight pada balita (p-value 0,000). Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang pola makan pada balita dan penyakit diare sehingga dapat mencegah terjadinya kejadian underweight pada balita.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Perilaku Picky Eating dengan Kejadian Stunting pada Balita Studi Wilayah Kerja Puskesmas Purnama Kota Dumai Muthia Trisdeaty; Nur Afrinis; Fitri Apriyanti
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.126

Abstract

Balita adalah masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, di mana stunting menjadi salah satu masalah utama yang sering terjadi. Stunting ditandai dengan tinggi badan yang kurang akibat kekurangan gizi, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu dan perilaku makan, seperti picky eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Purnama, Kota Dumai. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 151 sampel yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan kejadian stunting, serta hubungan antara perilaku picky eating dengan kejadian stunting (p-value < 0,05). Kesimpulannya, baik pengetahuan ibu maupun perilaku picky eating berpengaruh terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan balita.
Fish Cake Odeng Formulation from Catfish (Clarias batrachus) Surimi with Addition of Rice Anchovy (Stolephorus commersonnii) Flour as a Snack for Adolescents Nursalastrie Nursalastrie; Nur Afrinis; Widawati Widawati
Journal of Nutrition Science Vol 6, No 2 (2025): November, 2025
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jns.v6i2.13595

Abstract

Adolescents are vulnerable to nutritional problems such as calcium deficiency, which may impair bone growth and height. This study aimed to evaluate the characteristics of fish cake odeng made from catfish (Clarias batrachus) surimi with the addition of rice anchovy (Stolephorus commersonnii) flour in terms of nutritional content and organoleptic properties. A Completely Randomized Design (CRD) with one control (F0: 0%) and two treatments (F1: 9% and F2: 18%) was applied. Analyses included organoleptic tests, proximate composition, and calcium content. The results showed that F1 was the most preferred formulation according to panelists. The best formulation (F1) contained 20.2% moisture, 1.2% ash, 12.2 g protein, 8.7 g fat, 20.4 g carbohydrates, and 23.4 mg/100 g calcium, equivalent to 1.9% of the Recommended Dietary Allowance (RDA) for adolescents. Although the calcium content was low, the protein level met the criteria as a protein source, and the product provided 10% of daily energy needs (215 kcal) in 3–4 pieces. In conclusion, the fish cake odeng developed in this study met the criteria for a protein-source snack and contributed to energy intake, but did not qualify as a calcium source. Further studies are recommended to improve processing methods and formulations to enhance its calcium content.
Hubungan Konflik Peran Ganda dengan Stres Kerja Perawat Novia Darva Utari; Nur Afrinis; Alini Alini
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.212

Abstract

Perawat yang sering mengalami tekanan dan tuntutan pekerjaan yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya stres kerja, hal ini diperkuat dengan adanya konflik peran ganda yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental, serta menurunkan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hubungan konflik peran ganda dengan stres kerja perawat di ruang rawat inap Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perawat di ruang rawat inap Aulia Hospital yang sudah bekeluarga berjumlah 52 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki konflik peran ganda yang tinggi sebanyak 30 orang (57,7%) dan sebagian besar responden memiliki stres kerja yang sedang yaitu sebanyak 27 orang (51,9%). Hasil analisa bivariate dengan uji chi-square (X²) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konflik peran ganda dengan stres kerja perawat dengan p value 0,016. Diharapkan pada perawat yang sadar akan keadaannya dan mengetahui berbagai tugasnya sehingga diharapkan dapat mengelola dan mengurangi stres kerja, antara lain dengan mengatur waktu, tenaga dan perannya.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Kepatuhan Dalam Menerapkan  Five Moments For Hand Hygiene di Ruang Poliklinik Aulia Hospital Uswatun Hasanah; Nur Afrinis; Alini Alini
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.235

Abstract

Kepatuhan perawat dalam menerapkan  five moments for hand hygiene merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh terhadap kesehatan perawat dan lingkungan sekitar dalam hal mencegah terjadinya  infeksi nosokomial. Kepatuhan perawat dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap perawat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap perawat  dengan kepatuhan dalam menerapkan five moments for hand hygiene. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di Poliklinik Aulia Hospital yang berjumlah 43 orang dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 Januari-08 Februari 2026. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan cuci tangan dengan nilai r hitung lebih besar (>0,643) dari pada r tabel (0,632). Kuesioner sikap dengan nilai r hitung lebih besar (>0,643) dari pada r tabel (0,632. Kemudian kuesioner kepatuhan cuci tangan pada perawat sudah dilakukan uji validitas dengan face validity dan dinyatakan valid. Nilai cronbach alpha yang diperoleh sebesar 0,957 yang mana instrument ini dinyatakan reliable. Analisa data menggunakan uji chi-square. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 29 responden (67,4%), 24 responden (55,8%) memiliki sikap positif, dan 23 responden (53,5%) tidak patuh dalam menerapkan five moment for hand hygiene. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam menerapkan five moments for hand hygiene (p-value 0,189) dan ada hubungan yang signifikan antara sikap perawat  dengan kepatuhan dalam menerapkan Five moments for hand hygiene (p value 0,000). Diharapkan petugas kesehatan di Aulia Hospital dapat meningkatkan kepatuhan akan pentingnya melakukan five moments for hand hygiene yang telah ditetapkan.
Hubungan antara Kebiasaan Makan dan Tingkat Stres dengan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota Tahun 2025 Nur Afrinis; Any Tri Hendarini
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.211

Abstract

Gizi lebih pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, baik fisik maupun psikologis. Kondisi ini kerap dipicu oleh kebiasaan makan yang kurang baik dan tingkat stress yang dialami oleh remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebiasaan makan dan tingkat stress dengan kejadian gizi lebih pada siswa SMA Negeri 1 Bangkinang Kota tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan tanggal Juni 2025, sampel berjumlah 132 siswa kelas X dan XI yang dipilih melalui stratified random sampling dari total populasi 439 siswa. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) untuk menentukan kejadian gizi lebih, variabel kebiasaan makan (SQ-FFQ), dan tingkat stres (Perceived Stress Scale/PSS-10).  Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 36% responden mengalami gizi lebih, 35,3% memiliki kebiasaan makan yang tidak baik, 66% mengalami stress tingkat sedang. Terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan makan dan tingkat stress dengan status gizi lebih (p=0,000). Disarankan pada siswa/i untuk mulai memperbaiki kebiasaan makan yang kurang baik dan mengelola stress dengan baik agar terhindar dari gizi lebih.
Assistance for Black Garlic UMKM Actors Pondok Berkah Medan in Analyzing Antioxidant Content Widawati Widawati; Nur Afrinis; Laura Arapani; Any Trihendarini
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Global Sustainability Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/jcse.v1i2.40

Abstract

Pondok Berkah Medan, a partner in this community service activity, is an MSME actor producing black garlic with sales reaching more than 100 monthly units. This community service aim is to improve the understanding of MSME actors publishing product claims, namely antioxidant content on product packaging and advertisements following laws and regulations. The method used in this community service activity is active participation in discussions with MSME actors. Community service activities consist of: 1) Identification of MSME’s actor needs, 2) Analysis of antioxidants (flavonoids and antioxidant activity), 3) Education and practice of including product claims on product packaging and advertisements, and 4) Evaluation. The results of this community service show that MSME actors can understand how to include product claims on black garlic product packaging and advertisements following laws and regulations. MSME actor has black garlic products with product claims of antioxidant content. This activity is expected to help MSME actor claim their product correctly.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI (FE) DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 1 BANGKINANG Natasya Dewinta Oktafiani; Nur Afrinis; Eka Roshifita Rizqi; Any Tri Hendarini
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Vol.1 No.2 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore dapat disebabkan oleh perubahan hormon, kondisi psikologis seperti stres, serta faktor gizi, terutama asupan zat besi dan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan zat besi (Fe) dan status gizi dengan kejadian dismenore pada remaja putri SMKN 1 Bangkinang. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2025 melibatkan 174 responden dengan mengggunakan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan formulir data demografi, formulir Food Recall 2 × 24 jam, kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) dan Antropometri status gizi. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat 78,2% responden mengalami dismenore, 78,7% responden dengan asupan zat besi kurang dan 87,9% responden dengan status gizi normal. Hasil uji Chi Square terdapat hubungan antara asupan zat besi dengan kejadian dismenore (p value = 0,047) dan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenore (p value = 0,783). Kesimpulan terdapat hubungan antara asupan zat besi dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMKN 1 Bangkinang Tahun 2025. Diperlukan adanya edukasi secara berkelanjutan tentang pentingnya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi (Fe) untuk mengurangi kejadian dismenore pada remaja putri.