Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Kisah Raden Gatotkaca sebagai Ide Ornamentasi Cipta Kriya Keramik Guci Lampu Hias Makmun, Moh; Ponimin, Ponimin; Anggriani, Swastika Dhesti
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i112023p1585-1605

Abstract

Wayang bertema Gatotkaca memiliki nilai edukasi dan aspek estetik yang sangat menarik ketika di angkat sebagi ide penciptaan suatu karya seni, hal tersebut karena mengandung nilai-nilai edukatif tentang kepahlawanan serta dan nilai-nilai pendidikan moral. Tujuan dari penciptaan ini adalah dapat merumuskan konsep kreatif penciptaan karya kriya keramik guci lampu hias bertema kisah Raden Gatotkaca, dapat melakukan proses kreatif penciptaan karya kriya keramik guci lampu hias bertema kisah Raden Gatotkaca, dan dapat menghasilkan serta menganalisis hasil visualisasi penciptaan karya kriya keramik guci lampu hias kisah Raden Gatotkaca. Adapun metode penciptaan yang digunakan pada penelitian ini meliputi beberapa proses yaitu eksplorasi gagasan, menggali sumber ide, merumuskan konsep penciptaan, eksplorasi bentuk dan eksplorasi teknik, mewujudkan karya, menganalisis hasil karya guci lampu yang bertema kisah Raden Gatotkaca. Adapun hasil kreasi desain produk keramik ini meliputi 6 karya berjudul; Anugerah, Pengorbanan, Keberuntungan, Taktik, Balas Budi, dan Wasiat. Hasil proses kreasi ini telah memenuhi aspek interior seperti aspek fungsi, ergonomi, dan estetika. Kata Kunci: wayang; Raden Gatotkaca; kriya keramik; guci lampu. The Story of Raden Gatotkaca as Creation's Ornamentation Ideas Ceramic Urns Decorative Lights The Gatotkaca-themed puppet has educational values ​​and very interesting aesthetic aspects when it is adopted as the idea of ​​creating a work of art, this is because it contains educational values ​​about heroism and moral education values. The purpose of this creation is to be able to formulate a creative concept of creating ceramic craft works of decorative lamps with the theme of the story of Raden Gatotkaca, to be able to carry out the creative process of creating ceramic works of decorative lamps with the theme of the story of Raden Gatotkacha, and to be able to produce and analyze the results of visualization of the creation of ceramic works of lamp jars. Decorate the story of Raden Gatotkaca. The creation method used in this study includes several processes, namely exploration of ideas, exploring sources of ideas, formulating the concept of creation, exploration of forms and exploration of techniques, realizing works, analyzing the work of lamp jars with the theme of the story of Raden Gatotkaca. The creations of this ceramic product design include 6 works entitled; Grace, Sacrifice, Luck, Tactics, Rewards, and Wills. The results of this creation process have fulfilled the interior aspects such as aspects of function, ergonomics, and aesthetics. Keywords: puppet; Raden Gatotkaca; ceramic crafts; lamp jar
Penciptaan Produk Kriya Bambu Lukis sebagai Suvenir Khas Desa Wisata Sembalun Lombok Timur Arrazi, Muhammad Farisian; Hariyanto, Hariyanto; Anggriani, Swastika Dhesti
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i42024p323-339

Abstract

Desa Sembalun merupakan salah satu destinasi wisata di Pulau Lombok yang terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Desa ini terkenal dengan potensi pertanian serta keindahan alamnya yang memukau, dengan hamparan petak sawah yang dikelilingi perbukitan megah, sehingga mengundang banyak wisatawan lokal dan mancanegara. Keindahan alam ini menjadi daya tarik utama yang menarik banyak pengunjung ke desa ini. Oleh karena itu, warga Desa Sembalun tengah berupaya mengembangkan potensi pariwisata yang ada sebagai sarana peningkatan perekonomi­an mereka. Meski demikian, Desa Sembalun belum memiliki suvenir yang inovatif, hanya menyediakan gantungan kunci dan kaos sablon biasa. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan inovasi baru dalam desain produk suvenir di Desa Sembalun dengan mengangkat potensi bambu yang melimpah sebagai bahan dasar. Suvenir ini akan dihiasi dengan lukisan naturalis yang menggambarkan berbagai objek wisata di Desa Sembalun, memberikan identitas unik dan menarik bagi setiap suvenir. Penciptaan suvenir dilakukan dengan metode penciptaan seni kriya oleh SP Gustami yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan evaluasi. Hasil dari proses ini adalah berbagai produk suvenir, seperti gelas bambu, tempat alat tulis bambu, tempat alat makan bambu, tempat tisu bambu, notebook bambu, dan jam bambu. Dengan adanya suvenir bambu lukis ini, diharapkan Desa Sembalun tidak hanya mampu meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperluas jangkauan promosi desa melalui produk yang berkualitas dan berdaya tarik tinggi, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal dan memperkaya pengalaman wisatawan.
KOMPARASI INTERIOR RUMAH TRADISIONAL NUSANTARA: RUMAH JOGLO YOGYAKARTA INDONESIA DAN RUMAH MELAKA MALAYSIA Anggriani, Swastika Dhesti; -, Ponimin; Sidyawati, Lisa; Ujang, Norsidah
PANGGUNG Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.1024

Abstract

This study aims to determine the differences and similarities between traditional houses in Nusantara with research samples taken from 2 countries namely Joglo traditional hoise in Yogyakarta Indonesia and Melaka traditional house in Melaka Malaysia. The research method used is qualitative by means of descriptive research that takes the type of comparative activities of traditional house in Nusantara. Data obtained from direct observation to the location (Yogyakarta and Malaysia), interviews with informants, and taking documents data in the form of photos, layout drawings, and images. The results showed similarities and differences between the Joglo traditional house in Yogyakarta, Indonesia and the Melaka tarditional house in Malaysia. Judging from the aspect of the building, the Joglo house was built directly above ground level while the Melaka house was built with a stage system. The different types of buildings, plus the different users and spatial activities, lead to differences in interior layout. However, both Joglo traditional house and Melaka traditional house were built in 1 building mass. Both houses also still use wood material in some parts of the house. In addition, the house is also supported by poles that use wood material.Keyword: Comparation, Interior, Traditional House, Joglo, MelakaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan diantara rumah tradisional Nusantara dengan sampel penelitian yang diambil dari 2 negara yaitu rumah tradisional Joglo Yogyakarta Indonesia dan rumah tradisional Melaka Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara penelitian deskripsi yang mengambil jenis kegiatan komparasi rumah tinggal tradisional Nusantara. Data diperoleh dari observasi langsung ke lokasi (Yogyakarta dan Malaysia), wawancara kepada narasumber, serta mengambil data dalam bentuk dokumen berupa foto, gambar layout, dan gambar tampak. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan antara rumah Joglo Yogyakarta, Indonesia dan rumah Melaka Malaysia. Ditinjau dari aspek bangunan, rumah Joglo dibangun langsung di atas permukaan tanah sedangkan rumah Melaka dibangun dengan sistem panggung. Perbedaan jenis bangunan ini, ditambah perbedaan pengguna dan aktivitas ruangnya, menyebabkan adanya perbedaan tata ruang interior di dalamnya. Akan tetapi, Baik rumah Joglo dan Rumah Melaka dibangun dalam 1 massa bangunan. Kedua rumah tersebut juga masih menggunakan material kayu di beberapa bagian rumah. Selain itu, rumah juga disangga oleh tiang yang menggunakan material kayu.Keyword: Komparasi, Interior, Rumah Tradisional, Joglo, Melaka
Utilization Of Geolocation-Based Authentication on Online Exams Wibisono, Muhammad Nurwiseso; Anggriani, Swastika Dhesti
Letters in Information Technology Education (LITE) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um010v7i12024p40-43

Abstract

In the industrial era 4.0, technology is utilised as much as possible to advance the welfare of life. One use of technology commonly used in education is online-based exams. In addition to saving paper, online-based exams can reduce operational costs in carrying out exams. Currently, many online-based exam models are used for various types of exams. Starting with the computer-based Test, CAT-based CPNS test, etc., researchers developed a method by utilising geolocation to run an online-based examination system. In this study, the author wants to utilise geolocation as one of the requirements for accessing needed resources; in this case, the online-based quiz system was adopted. Using geolocation in the online-based quiz system is expected to provide security for the examination system so that examiners can assess their students as best they can
IDENTIFIKASI DESAIN INTERIOR KAFE BERGAYA RETRO RUMAH AKASHA DI JALAN HASSANUDIN NO. 35F KLOJEN MALANG Mandasari, Shendy; Sumarwahyudi, Sumarwahyudi; Anggriani, Swastika Dhesti
JADECS (Journal of Art, Design, Art Education & Cultural Studies) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um037v8i12023p43-55

Abstract

Kafe Rumah Akasha merupakan salah satu kafe di kota Malang mengangkat tema retro. Gaya yang Populer pada tahun 1980-an. Penataan desain interior ruangan serta aksesoris yang berkaitan dengan tema menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi desain interior yang sesuai dengan fungsi dan kebutuhan, serta mengetahui visualisasi interior bergaya retro Rumah Akasha di jalan Hassanudin No.35F Klojen Malang. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang mana peneliti menjelaskan fenomena yang diteliti, dan disajikan dalam bentuk narasi mengenai penataan interior ruangan dan aksesoris yang menonjolkan gaya retro pada kafe Rumah Akasha. Hasil penelitian ini ditemukan ada beberapa elemen pembentuk ruang, furniture, serta aksesoris yang bertema retro, yang terlihat pada meja, kursi dan aksesoris pada lampu, lukisan mobil tua, televisi. Dan ada beberapa bagian furniture dan aksesoris yang tidak termasuk kedalam gaya retro.
KREATIVITAS MERANCANG LOGO BATIK MELAYU “ASIMILASI INDOLAYSIA” MELALUI PENGGABUNGAN BUDAYA DUA NEGARA Pujiyanto, Pujiyanto; Hidajat, Robby; Aini, Nurul; Anggriani, Swastika Dhesti; Shaari, Nazlina
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 6 No. 02 (2020): August 2020
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v6i02.3634

Abstract

AbstrakKlaim-mengklaim batik pernah terjadi antara Indonesia dengan Malaysia. Hal ini menyebabkan hubungan kedua negara kurang harmonis. Berdasarkan pengalaman ini, penulis Universitas Negeri Malang dan Universitas Putera Malaysia melakukan penelitian dan penciptaan motif batik serumpun Malayu yang dapat dimiliki bersama dan dapat dikembangkan bersama. Motif batik yang diciptakan tersebut hingga saat ini belum memiliki logo merek sebagai identitas diri. Maka dari itu perlu diciptakan logo merek yang didekatkan dengan budaya di kedua negara serumpun Melayu. Nilai-nilai budaya Melayu dan keIslaman sangat mendominasi pada logo tersebut secara visual maupun verbal. Sebelum menciptakan logo diperlukan penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskripstif kualitatif yang datanya diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumen, dan kepustakaan. Agar data valid lebih bermakna maka dilakukan proses triangulasi kemudian dianalisis yang hasilnya sebagai dasar untuk mendesain logo dengan menggunakan teori kreativitas dari Bryan Lawson bahwa dalam proses mendesain dapat dilakukan melalui first insight, preparation, incubation, illumination, dan verification. Melalui tahapan proses kreatif inilah tercipta logo merek batik “Asimilasi Indolaysia” sebagai hasil penggabungan artefak budaya Indonesia dengan Malaysia. Terciptanya logo ini diharapkan dapat peningkatan keharmonisan dua negara yang saling menghormati, memiliki, serta mengembangkan hasil budaya serumpun Melayu. Kata kunci: artefak Melayu, asimilasi budaya, deformasi bentuk, logo merek AbstractThe claim of batik has occurred between Indonesia and Malaysia. It causes the relations between the two countries to be less harmonious. Based on this experience, authors of Universitas Negeri Malang and Universitas Putera Malaysia conducted research and created a Malay cognate batik pattern that can be shared and developed together. The batik pattern created so far does not have a brand logo as their identity. Therefore, it is necessary to create a brand logo that is closer to the culture in the two countries of Malay cognate. Malay cultural values and Islamic values dominate the logo visually and verbally. Before creating a logo, field research needed by using a qualitative descriptive method, in which data obtained through observation, interviews, documents, and literature. To gain more meaningful valid data a triangulation process is analyzed. The results of which used as the basis for designing a logo using Bryan Lawson's theory of creativity that the process of designing can be done through first insight, preparation, incubation, illumination, and verification. Through the stages of this creative process, the batik brand logo "Asimilasi Indolaysia" was created as a result of the merging of Indonesian cultural artifacts with Malaysia. The creation of this logo expected to increase harmony between the two countries that respect each other, possess, and develop the Malay cognate's cultural output. Keywords: brand logo, cultural assimilation, deformation of forms, malay artifacts
KOMPARASI INTERIOR RUMAH TRADISIONAL NUSANTARA: RUMAH JOGLO YOGYAKARTA INDONESIA DAN RUMAH MELAKA MALAYSIA Swastika Dhesti Anggriani; Ponimin -; Lisa Sidyawati; Norsidah Ujang
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.1024

Abstract

This study aims to determine the differences and similarities between traditional houses in Nusantara with research samples taken from 2 countries namely Joglo traditional hoise in Yogyakarta Indonesia and Melaka traditional house in Melaka Malaysia. The research method used is qualitative by means of descriptive research that takes the type of comparative activities of traditional house in Nusantara. Data obtained from direct observation to the location (Yogyakarta and Malaysia), interviews with informants, and taking documents data in the form of photos, layout drawings, and images. The results showed similarities and differences between the Joglo traditional house in Yogyakarta, Indonesia and the Melaka tarditional house in Malaysia. Judging from the aspect of the building, the Joglo house was built directly above ground level while the Melaka house was built with a stage system. The different types of buildings, plus the different users and spatial activities, lead to differences in interior layout. However, both Joglo traditional house and Melaka traditional house were built in 1 building mass. Both houses also still use wood material in some parts of the house. In addition, the house is also supported by poles that use wood material. Keyword: Comparation, Interior, Traditional House, Joglo, Melaka  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan diantara rumah tradisional Nusantara dengan sampel penelitian yang diambil dari 2 negara yaitu rumah tradisional Joglo Yogyakarta Indonesia dan rumah tradisional Melaka Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara penelitian deskripsi yang mengambil jenis kegiatan komparasi rumah tinggal tradisional Nusantara. Data diperoleh dari observasi langsung ke lokasi (Yogyakarta dan Malaysia), wawancara kepada narasumber, serta mengambil data dalam bentuk dokumen berupa foto, gambar layout, dan gambar tampak. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan antara rumah Joglo Yogyakarta, Indonesia dan rumah Melaka Malaysia. Ditinjau dari aspek bangunan, rumah Joglo dibangun langsung di atas permukaan tanah sedangkan rumah Melaka dibangun dengan sistem panggung. Perbedaan jenis bangunan ini, ditambah perbedaan pengguna dan aktivitas ruangnya, menyebabkan adanya perbedaan tata ruang interior di dalamnya. Akan tetapi, Baik rumah Joglo dan Rumah Melaka dibangun dalam 1 massa bangunan. Kedua rumah tersebut juga masih menggunakan material kayu di beberapa bagian rumah. Selain itu, rumah juga disangga oleh tiang yang menggunakan material kayu. Keyword: Komparasi, Interior, Rumah Tradisional, Joglo, Melaka
PEMAHAMAN DAN PRAKTIK KEWIRAUSAHAAN DI KAMPUNG MANTERAMAN MELALUI DIVERSIFIKASI MOTIF DAN PENDAMPINGAN PRODUKSI BATIK Ratnawati, Ike; Dhesti Anggriani, Swastika; Rahman Prasetyo, Abdul; Aruna, Alby; Putri Surya, Eka; Marcelliantika, Adinda
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3682-3695

Abstract

Upaya mempercepat pemahaman dan praktik kewirausahaan di Kampung Manteraman, Desa Pagelaran, dilakukan melalui diversifikasi motif dan pendampingan produksi batik. Peningkatan kualitas dan daya saing produk batik lokal menjadi fokus utama. Pendekatan yang diterapkan mencakup pelatihan intensif dan bimbingan teknis untuk memperkenalkan motif-motif baru yang inovatif serta sesuai dengan tren pasar. Di samping itu, pendampingan dalam aspek produksi dan manajemen usaha diberikan guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setempat dalam kewirausahaan, serta kualitas produk batik yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui program ini, diharapkan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat dan keberlanjutan usaha batik di Kampung Manteraman. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi komunitas, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong keberlanjutan ekonomi berbasis budaya lokal. Keberhasilan program ini diukur melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan warga, serta kualitas dan daya saing produk batik yang dihasilkan.
ANALISIS VISUAL DESAIN COVER BUKU SERI TEMPO EDISI “CHAIRIL ANWAR” TAHUN 2022 Gumilang, Mochammad Galih; Sumarwahyudi, Sumarwahyudi; Anggriani, Swastika Dhesti
Jurnal Kajian Seni Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Kajian Seni Vol 11 No 1 November 2024
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jksks.97241

Abstract

Cover merupakan halaman paling depan yang berfungsi untuk memuat identitas, melindungi, dan menyampaikan isi buku melalui visualnya karena menjadi media pertama yang dilihat oleh pembaca. Dengan demikian, aspek visual dalam desain cover buku perlu diperhatikan agar dapat memenuhi fungsi-fungsi tersebut. Buku seri Tempo edisi Chairil Anwar tahun 2022 merupakan bentuk kolaborasi antara pihak penerbit dengan ilustrator digital Bambang Nurdiansyah yang karya ilustrasinya digunakan dalam desain cover, sehingga tampilan visual cover buku ini menarik karena membawa ciri khas dari ilustratornya. Ciri khas ilustrasi Bambang Nurdiansyah yaitu memadukan unsur figuratif dengan objek lain seperti flora dan benda dengan pewarnaan digital yang menyerupai teknik aquarel secara manual. Perubahan ilustrasi pada desain cover cetakan ini menampilkan seluruh ciri khas ilustrator dibandingkan cetakan pertamanya yang hanya menampilkan wajah tokoh Chairil Anwar dengan pewarnaan yang monokromatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis visual dalam desain cover buku seri Tempo edisi Chairil Anwar tahun 2022 berdasarkan aspek ilustrasi, warna, tipografi, dan layout. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode analisis visual. Data visual cover buku kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam desain cover buku tersebut terdapat kategori objek representasional, berupa figur, benda, dan flora dengan teknik digital bergaya aquarel; penggunaan dan perpaduan warna yang harmonis; penggunaan kelompok huruf Gothic sans serif pada elemen teks yang jelas dan mudah dibaca; serta penerapan prinsip-prinsip layout yang membentuk kesatuan dari keseluruhan aspek visual dalam desain cover buku.
Pemanfaatan Limbah Batang Tembakau sebagai Alternatif Penghasil Warna Coklat di Rumah Produksi Batik Tulis Anggraini, Septa Rarasati; Ratnawati, Ike; Anggriani, Swastika Dhesti
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p312-325

Abstract

Pemanfaatan limbah tanaman sebagai pewarna alami pada Rumah Produksi Batik Tulis Labako UD Bintang Timur merupakan inovasi pertama dalam bidang pewarnaan batik. Penggunaan limbah batang tembakau sebagai pewarna alami bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sisa produksi pabrik rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan proses pengolahan limbah batang tembakau yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alternatif berwarna coklat pada kain batik serta mengevaluasi hasil pewarnaan kain melalui proses ekstraksi limbah batang tembakau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses memperoleh zat pewarna alami dari limbah batang tembakau dilakukan menggunakan metode ekstraksi panas. Tahapan pertama adalah mordan awal pada kain dengan menggunakan TRO, dilanjutkan dengan proses pencantingan kain, ekstraksi limbah batang tembakau (meliputi persiapan limbah, pencacahan, perendaman dengan larutan cuka, penjemuran, perebusan untuk menghasilkan pewarna, dan penyaringan), proses pewarnaan dengan perendaman kain selama satu hari, proses fiksasi menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan kapur, serta tahap terakhir yaitu pelorodan. Warna yang dihasilkan dengan fiksator tawas adalah coklat cerah atau krem (Milk Glass), fiksator tunjung menghasilkan coklat tua (Bayberry Wax), sedangkan fiksator kapur menghasilkan coklat muda (Steamboat Geyser).