Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kecemasan Pada Atlet Cabang Olahraga Bela Diri (Nomor Tarung) Ajeng Dian Purnamasari; Ayu Rizky Febriani; Kusnandar Kusnandar
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 2 No 1 (2020): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.453 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2020.2.1.3082

Abstract

Gangguan kecemasan menjadi salah satu gangguan yang sering muncul pada perjalanan performa atlet mecapai prestasi. kecemasan ini merupakan gangguan yang terjadi selalu dengan latar belakang atau pemicu. Untuk dapat menghindari kecemasan ini dapat mempelajari berbagai pemicu dari terjadinya kecemasan ini secara spesifik berdasarkan pada setiap cabang olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai kemungkinan pemicu kecemasan pada atlet bela diri (nomor tarung) di Kabupaten Banyumas baik atlet laki-laki maupun atlet perempuan. penelitian ini bersubjekkan atlet bela diri yang berdomisili di Kabupaten Banyumas sebanyak 163 atlet bela diri dari cabang olahraga Pencak Silat, Taekwondo dan Karate, dengan pengalaman bertanding minimal pada kejuaraan tingkat daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan naturalistik dalam proses pengambilan data. Data diperoleh dengan penyebaran kuisioner serta melakukan pengecekan pernyataan dengan wawancara mendalam. Penganalisisan data dilakukan dengan menghitung presentase dari seluruh data yang saling mendukung dan mereduksi data yang tidak memberikan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah informasi tentang penyebab paling dominan munculnya kecemasan yang biasanya terjadi pada atlet bela diri pada atlet Banyumas dari masing-masing kecabangan tersebut. Simpulan yang didapat dari penelitian ini kecemasan paling dominan adalah 1) Terdapat 9 pemicu kecemasan pada atlet laki-laki cabang olahraga beladiri nomor tarung, dengan pemicu paling dominan adalah pikiran tentang ingin segera bertanding dan Beban pikiran tentang strategi mengalahkan. 2) Terdapat 8 pemicu kecemasan pada atlet perempuan cabang olahraga beladiri nomor tarung, dan yang paling dominan adalah ketakutan akan kekalahan. 3) Pada atlet laki-laki pemicu kecemasan yang paling mendominasii adalah bentuk agresifitas dan pada perempuan lebih memunculkan sisi perasaan sensitif.
Maternal anxiety to visit the integrated health center and infant food intake with wasting Shofura Hanum Firdausa; Izka Sofiyya Wahyurin; Pramesthi Widya Hapsari; Hiya Alfi Rahmah; Ajeng Dian Purnamasari
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 10 ISSUE 2, 2022
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2022.10(2).79-86

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pada era pandemi, kekhawatiran dan kecemasan yang ditakutkan yaitu anak dan dirinya terpapar COVID-19. Ibu yang tidak menimbang balitanya ke Posyandu dapat menyebabkan tidak terpantaunya pertumbuhan dan perkembangan balita serta asupan makan balita. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kecemasan ibu untuk datang ke posyandu dan asupan makan balita dengan kejadian wasting di era pandemi pada wilayah kerja Puskesmas Purwokerto SelatanMetode: Penelitian menggunakan metode studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kelurahan Teluk, Purwokerto Selatan pada bulan Juni-Juli 2021 dengan mengikutsertakan 64 ibu yang memiliki balita berusia 6-59 bulan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kecemasan yang dilakukan di rumah responden dan melalui telepon, kejadian wasting dilihat dari nilai z-score BB/TB balita dan recall 2x24 jam untuk melihat asupan makan balita. Analisis hasil menggunakan uji Fisher’s exact.Hasil: Sebanyak 70,3% balita berusia 6-35 bulan dan sebanyak 56,3% merupakan anak pertama. Hasil analisis menunjukkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kejadian wasting (p value = 0,125) serta antara asupan makan dengan kejadian wasting (p value = 0,406).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kecemasan ibu untuk datang ke posyandu dan asupan makan balita dengan kejadian wasting pada wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan.KATA KUNCI: asupan; kecemasan; posyandu; wasting ABSTRACT Background: During the pandemic, the concern and anxiety felt by the mother is the fear of the child and herself exposed to COVID-19. Mothers who do not weigh their toddlers to Integrated Health center can cause unmonitored growth and development also feeding intake of toddlers. The purpose of the study was to find out the relationship between maternal anxiety to come to Integrated Health center and infant feeding intake with wasting incident in the pandemic era in South Purwokerto Health Center working area.Methods: Observational study using a cross sectional approach was done in Teluk Village, South Purwokerto in June-July 2021. Sixty-four mothers who had toddlers aged 6-59 months were included in the study. Data collection was conducted in respondents' homes and over telephones due to the implementation of lockdown. Anthropometrics measurements were done to measure toddlers wasting status. To assess energy adequacy, a 2x24-hour recall was done. Using Fisher’s exact testResults: According to the result, 70.3% of toddlers aged 6-35 months and 56.3% received the first birth order. There was no significant association between anxiety and wasting incidence (p value = 0.125). There was no significant association between feeding intake and wasting incidence (p value = 0.406)Conclusions: There was no significant association between maternal anxiety to come to the Integrated Health center and toddler feeding intake with the wasting incident in the South Purwokerto Health Center working area. KEYWORDS: anxiety; intake; Integrated Health Center; wasting
Pemberdayaan Musisi Muda Purwokerto dalam Produksi Musik Edukatif Bidang Gizi dan Olahraga Yovita Puri Subardjo; Ajeng Dian Purnamasari; Gumintang Ratna Ramadhan
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i3.10521

Abstract

Background: Mitra pengabdi adalah Axel Fost Music Labs. (Group) yang merupakan sekelompok musisi di Purwokerto yang memiliki berbagai prestasi dan karya seni musik. Namun, kelompok ini tidak memiliki sarana produksi karya musik secara mandiri dan perlindungan terkait hak cipta yang mengakibatkan terhalangnya proses produksi musik. Tujuan dari pengabdian ini mendorong kelompok musisi ini agar mampu produktif musik edukatif terkait gizi dan olahraga dengan kemudahan yang didapat dari sarana prasarana yang dirancang sehingga mudah terakses dan ekonomis tanpa perlu menyewa studio di luar sehingga waktu untuk memproses karya lebih panjang dan maksimal. Metode: Tim pengabdi melaksanakan pengabdian masyarakat dengan melengkapi peralatan home studio recording dan memberikan serangkaian penyuluhan untuk mengoptimalkan produksi karya termasuk pengurusan Hak Kekayaan Intelektual. Peningkatan pengetahuan mitra diketahui dengan peningkatan skor pre-test dan post-test. Hasil: Penyuluhan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan skor pengetahuan 70,67 (skor pre-test) menjadi 92,59 (skor post-test). Home Studio Recording dapat dimanfaatkan mitra untuk memproduksi karya musik untuk edukasi dan penunjang penampilan musik. Pengabdi bersama mitra telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual bidang Komposisi Musik. Axel Fost Music Labs. (Group) mendapatkan manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat dari segi sarana prasarana, peningkatan pengetahuan dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual.
Pengembangan Media Pembelajaran Smart Card Perwasitan Bola Basket Tantie Rafni Permatasari; Ayu Rizky Febriani; Ajeng Dian Purnamasari; Indra Jati Kusuma; Rifqi Festiawan
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 2 No 1 (2020): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.316 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2020.2.1.2691

Abstract

Smart Card merupakan media pembelajaran yang efektif untuk digunakan dalam ranah pembelajaran. Smart Card sendiri dapat meningkatkan rasa keingin tahuan mahasiswa dengan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Produk Smart Card ini akan membantu mahasiswa untuk mengerti dan memahami terkati dengan perwasitan bola basket. Metode menggunakan jenis Penelitian Research and Development (R&D), yang dilakukan dengan 10 langkah diantaranya: 1. Potensi dan masalah, 2. Pengumpulan data, 3. Desain produk, 4. Validasi desain, 5. Revisi desain, 6. Uji coba produk, 7. Revisi produk, 8. Uji coba pemakaian, 9. Revisi produk, dan 10. Produksi masal. Penelitian ini diuji cobakan pada mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman. Instrumen yang digunakan oleh peneliti adalah kuesioner pernyataan dengan menggunakan skala likert. Kemudian skor yang diperoleh diolah dan dikonversikan ke dalam kriteria penilaian produk. Hasil Penelitian menunjukan Smart Card Perwasitan Bola Basket sebagai media pembelajaran bola basket memperoleh nilai tingkat kelayakan sebesar 82,61% atau dikategorikan sangat layak, dari pada itu dapat disimpulkan bahwa Smart Card Perwasitan Bola Basket dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk mahasiswa Pendidikan Jasmani UNSOED. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Smart Card Perwasitan Bola Basket dapat diterapkan menjadi media belajar mahasiswa Pendidikan Jasmani UNSOED.
Kecemasan Pada Atlet Cabang Olahraga Bela Diri (Nomor Tarung) Ajeng Dian Purnamasari; Ayu Rizky Febriani; Kusnandar Kusnandar
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 2 No 1 (2020): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.453 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2020.2.1.3082

Abstract

Gangguan kecemasan menjadi salah satu gangguan yang sering muncul pada perjalanan performa atlet mecapai prestasi. kecemasan ini merupakan gangguan yang terjadi selalu dengan latar belakang atau pemicu. Untuk dapat menghindari kecemasan ini dapat mempelajari berbagai pemicu dari terjadinya kecemasan ini secara spesifik berdasarkan pada setiap cabang olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai kemungkinan pemicu kecemasan pada atlet bela diri (nomor tarung) di Kabupaten Banyumas baik atlet laki-laki maupun atlet perempuan. penelitian ini bersubjekkan atlet bela diri yang berdomisili di Kabupaten Banyumas sebanyak 163 atlet bela diri dari cabang olahraga Pencak Silat, Taekwondo dan Karate, dengan pengalaman bertanding minimal pada kejuaraan tingkat daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan naturalistik dalam proses pengambilan data. Data diperoleh dengan penyebaran kuisioner serta melakukan pengecekan pernyataan dengan wawancara mendalam. Penganalisisan data dilakukan dengan menghitung presentase dari seluruh data yang saling mendukung dan mereduksi data yang tidak memberikan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah informasi tentang penyebab paling dominan munculnya kecemasan yang biasanya terjadi pada atlet bela diri pada atlet Banyumas dari masing-masing kecabangan tersebut. Simpulan yang didapat dari penelitian ini kecemasan paling dominan adalah 1) Terdapat 9 pemicu kecemasan pada atlet laki-laki cabang olahraga beladiri nomor tarung, dengan pemicu paling dominan adalah pikiran tentang ingin segera bertanding dan Beban pikiran tentang strategi mengalahkan. 2) Terdapat 8 pemicu kecemasan pada atlet perempuan cabang olahraga beladiri nomor tarung, dan yang paling dominan adalah ketakutan akan kekalahan. 3) Pada atlet laki-laki pemicu kecemasan yang paling mendominasii adalah bentuk agresifitas dan pada perempuan lebih memunculkan sisi perasaan sensitif.
Literatur Review: Hubungan Emosi dan Motivasi Terhadap Prestasi Olahraga Beladiri Arina Nailul Wafiiroh; Ajeng Dian Purnamasari; Dyah Woro Dwi Lestari
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 3 No 2 (2022): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.262 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2022.3.2.5556

Abstract

Olahraga merupakan aktivitas intensif untuk membina dan memunculkan potensi atlet sehingga memperoleh prestasi salah satunya olahraga bela diri. Pencapaian prestasi harus memperhatikan empat faktor penting salah satunya yaitu faktor psikologis khususnya emosi dan motivasi. Faktor psikologis tersebut masih kurang diperhatikan oleh atlet dan pelatih. Adanya judul artikel dan jurnal mengenai hubungan emosi dan motivasi terhadap prestasi olahraga beladiri mendorong peneliti untuk melakukan study literatur review. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara emosi terhadap prestasi olahraga beladiri, dan motivasi terhadap prestasi olahraga beladiri. Penelitian ini menggunakan metode Studi Literatur. Teknik pengumpulan data literatur menggunakan metode PICOT (Population, Intervention and Comparation, Outcome, Time) menggunakan serch engine google scholar dan portal garuda. Kata kuci yang digunakan adalah emosi, motivasi, prestasi olahraga beladiri. Cara menyeleksi data dalam penelitian ini menggunakan metode PRISMA, ditulis pada diagram flow Literatur Review. Analisis data menggunakan pendekatan tematik. Berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi memperoleh 7 jurnal dengan 4 jurnal membahas tentang emosi dan 3 jurnal membahas tentang hubungan motivasi terhadap prestasi. Aspek psikologi emosi memiliki hubungan terhadap prestasi olahraga beladiri sebesar 77,8%, 42,6% dan 78,6%. Aspek psikologi motivasi memiliki hubungan terhadap prestasi olahraga beladiri sebesar 42,5%, 90,2% dan 15%. Emosi memiliki hubungan yang lebih besar dibandingan motivasi terhadap prestasi olahraga beladiri. Terdapat hubungan antara emosi dan motivasi terhadap prestasi olahraga biladiri. Emosi memiliki hubngan yang lebih besar dibandingkan dengan motivasi terhadap prestasi olahraga bela diri
Identifikasi Body Composition (Healthy Fitness Zone) dan Resiko Cedera pada Pemain Bola Basket SMA Arfin Deri Listiandi; Didik Rilastiyo Budi; Rohman Hidayat; Ayu Rizky Febriani; Ajeng Dian Purnamasari; Fuad Noor Heza; Rafdlal Saeful Bakhri
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 3 No 2 (2022): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.471 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2022.3.2.5701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Body Composition yang terdiri dari Body Mass Index dan Body Fat Percentage menggunakan norma Healthy Fitness Zone dari fitnessgram dengan resiko cedera pada pemain bola basket SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional, sampel penelitian yaitu Siswa SMAN 4 dan SMAN 5 Purwokerto yang mengikuti ekstrakurikuler yang dipilih menggunakan purposive sampling sejumlah 20 Putra dan 10 Putri. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pengukuran body composition menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dan tes Functional Movement Screening (FMS) untuk resiko cedera. Hasil penelitian menunjukan pengukuran Body Mass Index siswa yang mengikut ekstrakurikuler bola basket berada pada kriteria Healthy Fitness Zone sebesar 77%. Body Fat Percentage siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket sebagian besar berada dalam kriteria Healthy Fitness Zone sebanyak 23 siswa (77%) dan nilai korelasi ganda (R) = 0,674 dan sig. = 0,000 < 0,05 maka hubungan signifikan, atau dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan Body Mass Index dan Body Fat Percentage dengan Functional Movement Screening. Hasil uji regresi menunjukan nilai R square = 0,454 dapat diartikan besarnya hubungan Body Mass Index dan Body Fat Percentage dengan Functional Movement Screening sebesar 45,4% sedangkan sisanya 64,6% dipegaruhi oleh faktor lain.
Status Aktivitas FIsik dan Aktivitas Pengalihan Jenuh Mahasiswa di Banyumas selama masa Covid-19 Ajeng Dian Purnamasari; Izka Sofiyya Wahyurin; Hiya Alfi Rahmah
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 3 No 2 (2022): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.022 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2022.3.2.5726

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah aktivitas fisik akibat kegiatan sehari-hari yang tidak banyak berpindah untuk keluar rumah terutama pada mahasiswa, yang terdampak kebijakan belajar dari rumah dengan metode daring yang memperbanyak waktu hanya berada didepan komputer. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana kondisi status aktivitas fisik pada mahasiswa diwilayah Banyumas pada masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 1 (satu) tahun di Indonesia (pengumpulan seluruh data sampai April 2021). Dengan metode deskriptif kuantitatif, mengukur aktivitas fisik mahasiswa melalui recall kegiatan yang menggunakan International Physical Activities Questioneir (IPAQ), kemudian menghitung jumlah waktu aktivitas dalam pengukuran Metabolism Equivalent Test (MET). Jumlah responden sebanyak 329 yang terdiri dari mahasiswa di Kabupaten Banyumas. Hasil yang didapatkan adalah data estimasi waktu pelaksanaan suatu aktivitas harian selama 1 minggu yaitu 140 responden dalam katagori tidak aktif, 111 responden dalam katagori aktivitas sedang dan 78 responden tetap dalam tingkat aktivitas tinggi, dan 66,75% aktivitas responden untuk mengurangi kejenuhan adalah aktivitas yang mendukung perilaku sedentari. Simpulan, sebagai temuan pada responden berupa angka aktifitas fisik rendah yang mendekati angka setengah responden, dan terdapat kemungkinan peningkatan individu beresiko penyakit akibat kekurangan gerak selama masa pandemi Covid-19. Kegiatan pengalihan jenuh yang dilakukan responden mendukung penurunan aktifitas fisik
My fluid diary sebagai alternatif pencatatan asupan cairan harian: studi crossover pada remaja putri Hiya Alfi Rahmah; Izka Sofiyya Wahyurin; Ajeng Dian Purnamasari; Farah Paramita
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.66931

Abstract

My fluid diary as an alternative tool for daily recording fluid intake: cross over study among adolescent girlsBackground: Water plays a vital role in the human body. The respondents found the fluid intake record using paper-based excessively burdensome, so a smartphone-based application was developed as a drink intake recording tool.Objective: Assessing the validity of My Fluid Diary as a fluid intake recording tool using 7-day records as a reference method.Methods:  A crossover study was conducted involving 38 female students of SMKN 1 Banyumas. Total water intake was recorded for seven days for each method (smartphone-based and paper-based), with 14 days washout period between the two methods. To determine the difference in water intake between the two methods, the Wilcoxon Signed Rank Test was used; Bland-Altman plots and linear regression tests were used to determine the agreement between the two methods; and the Spearman test was used to determine the relationship between water intake and hydration status.Results: Water intake was significantly higher with smartphone application-based recording than with paper-based recording (1008.3 (421.3 – 2363) and 763.2 (435 – 1875.5); p 0.0001), with agreement limit of 1, 11 – 3.00 and ß -value (0.296) p-value 0.05 in the regression test, indicating no fixed bias. The findings of recording water intake and hydration status were significantly correlated with the two methods (p-value<0,05). The Spearman correlation value shows a negative number in both ways with sufficient correlation strength (0.03 – 0.05).Conclusion:  My Fluid Diary smartphone application could be used as an alternate tool for recording fluid intake based on the agreement and hydration status that has been studied. Further research is expected to involve more respondents.
Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Hasil Gerak Pencak Silat Seni Tunggal Maharani Fatima Gandasari; Ghana Firsta Yosika; Witri Suwanto; Edi Purnomo; Rahmat Putra Perdana; Ajeng Dian Purnamasari
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 4 No 2 (2023): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.paju.2023.4.2.7923

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak penggunaan media audio visual terhadap penguasaan gerak pencak silat seni tunggal. Peneliti memilih menggunakan desain two group pretest-posttest design yang merupakan jenis penelitian eksperimen kuasi. Peneliti memilih atlet muda pada padepokan PSHT Landak yang dianggap memiliki kemampuan dalam melakukan gerak seni tunggal. dengan teknik pengambilan sempelnya yaitu total sampling yang berjumlah 30 orang. Pada penelitian ini menggunakan instrument tes yaitu pre test dan post test dan diakhiri dengan menggunakan from penilaian juri pencak silat kategori tunggal. Analisi data yang dipilih peneliti yaitu dengan uji t-test. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu adanya dampak media audio visual terhadap hasil gerak pencak silat seni tunggal. Media audio visual dapat digunakan sebagai acuan/bahan materi diluar jam latihan, oleh karena itu disarankan kepada pelatih dan atlet pemula agar dapat penggunakan media audio visual sebagai bentuk variasi dan jam tambahan latihan