Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENYULUHAN POLA KONSUMSI SEHARI-HARI DAN PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN LOKAL BERBASIS ALPUKAT Parhusip, Adolf; Anugrahati, Nuri Arum; Handayani, Ratna; Matita, Intan C.; Christian, William; Setiawan, Michelle Caroline
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2734

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan salah satu wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada Tahun Akademik 2024/2025, kegiatan PkM dilaksanakan pada semester ganjil dan genap dengan mitra komunitas yang berbeda. Kegiatan pada semester ganjil dilaksanakan di Komunitas KWT Mountain, Tangerang Selatan pada 28 November 2024 dengan tujuan memberikan penyuluhan tentang pola konsumsi makanan sehari-hari yang sehat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dengan metode presentasi dan tanya jawab interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) merasa kegiatan menarik dan bermanfaat. Pada semester genap, kegiatan PkM dilaksanakan di STT-SAPPI Ciranjang, Kabupaten Cianjur pada 24–25 April 2025 dengan tujuan meningkatkan keterampilan diversifikasi produk pangan lokal berbasis alpukat melalui pelatihan pembuatan kue kukus tinggi serat. Kegiatan diikuti oleh 44 peserta calon pendeta dengan metode presentasi, demonstrasi, pembagian brosur, dan diskusi interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan 100% peserta menganggap kegiatan bermanfaat dan 88% sangat puas terhadap pelaksanaannya. Secara umum, kegiatan PkM-CSR ini berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat serta keterampilan pengolahan pangan lokal yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan mitra.
Pelatihan Pembuatan Abon Lele bagi Komunitas Urban Farm Center (UFC) Gucang Farm, Tangerang Handayani, Ratna; Halim, Yuniwaty; Pokatong, W. Donald Raymond; Gunawan, Evellyn; Novelaz, Natanael Gracio; Satia Adi, Georgina Martha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7331

Abstract

Urban Farm Center (UFC) Gucang Farm Kampung Pinang, Tigaraksa, Tangerang, Banten merupakan komunitas petani ikan lele yang membudidayakan ikan lele untuk konsumsi dan dalam bentuk benih. Jumlah produksi ikan lele yang dihasilkan dalam kolam dengan sistem bioflok cukup besar yaitu sebanyak 1 kuintal setiap minggu. Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh komunitas ini adalah produksi ikan lele yang dihasilkan cukup besar namun masih terbatas pemanfaatannya, yaitu biasanya hanya dijual dalam bentuk ikan lele segar tanpa diolah dan dalam bentuk pangan olahan ikan lele dalam bentuk dimsum. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari  tim dari Program Studi Teknologi Pangan UPH dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan potensi dan pengetahuan komunitas UFC Gucang Farm dalam hal diversifikasi produk pangan olahan ikan lele.  Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah metode partisipatif aktif (PALS/ Participatory Action Learning System). Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan yang diikuti oleh 34 orang peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta memberikan respon positif yang ditandai dengan partisipasi aktif para peserta selama kegiatan dan adanya keinginan dari para peserta untuk mengembangkan usaha pembuatan abon ikan lele berdasarkan hasil pelatihan yang didapatkan. Diharapkan bahwa terdapat keberlanjutan dari kegiatan PkM ini, yaitu minimal terdapat peserta yang nantinya akan membuat produk olahan abon ikan lele dalam kemasan yang mempunyai masa simpan lebih panjang dibandingkan ikan lele segar serta dapat meningkatkan kemampuan ekonomi dari para anggota komunitas yang telah mengikuti kegiatan ini.
Karakteristik Teh Herbal Daun Jambu Biji dengan Penambahan Minyak Atsiri Kayu Putih (Eucalyptus globulus) dan Sari Lemon (Citrus limon) Amanda, Gilda Tasya; Halim, Yuniwaty; Handayani, Ratna
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.10

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi karena efek positifnya terhadap kesehatan. Kekurangan dari teh herbal daun jambu biji adalah rasanya yang sepat dan pahit. Diketahui bahwa proses fermentasi seperti pada pembuatan teh hitam dapat mengurangi rasa sepat dan pahit, serta menghasilkan aroma dan warna yang unik. Dalam penelitian ini, teh herbal daun jambu biji dibuat dengan penambahan sari lemon dan minyak atsiri Eucalyptus globulus untuk meningkatkan aktivitas antioksidan dan penerimaan secara organoleptik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu dan waktu penyeduhan terbaik dan menentukan pengaruh penambahan sari lemon dan minyak atsiri Eucalyptus globulus terhadap karakteristik teh herbal daun jambu biji. Teh herbal diseduh pada suhu 70, 80, 90°C selama 5, 10, dan 15 menit. Hasil menunjukkan penyeduhan pada suhu 90°C dengan waktu 10 menit menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik. Setelah itu, teh herbal daun jambu biji ditambahkan sari lemon dan minyak atsiri Eucalyptus globulus. Jika dibandingkan dengan kontrol, penambahan konsentrasi sari lemon 3% dan minyak atsiri Eucalyptus globulus 0,15% menghasilkan aktivitas antioksidan lebih rendah, yaitu IC50 sebesar 11233,67 ± 191,76 ppm dan tergolong dalam aktivitas antioksidan sangat lemah. Namun, penambahan sari lemon dan minyak atsiri Eucalyptus globulus meningkatkan kecerahan (brightness) teh, kesukaan terhadap warna dan menurunkan rasa sepat. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan minuman fungsional dari daun jambu biji, namun penelitian lanjutan mengenai kestabilan senyawa aktifnya selama penyimpanan masih diperlukan.
Karakteristik Fermentasi Kitin dari Kulit Udang Windu (Penaeus monodon) dengan Kapang Trichoderma virens : [Characteristics of Chitin Fermentation from Black Tiger Shrimp (Penaeus monodon) using Trichoderma virens] Handayani, Ratna; Gerardo Kevin Liguna
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 9 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i2.10371

Abstract

Black tiger shrimp (Penaeus monodon) is the most widely used shrimp in fisheries industries of Indonesia for export. This activity contribut to increase the amount of shrimp shell waste. Shrimp shell contains chitin at 15-20%. Chitin can be hydrolyzed using chitinase to produce N-acetylglucosamine. This research was conducted to determine profile of chitin fermentation yield from black tiger shrimp shell (Penaeus monodon) using Trichoderma virens. Chitin was made by demineralization and deproteination black tiger shrimp shell waste.  The production of fermentation yield was using solid substrate fermentation. Duration of fermentation process was 8 days, incubation temperature was 30 oC and pH 4. Based on the results of fourier transform infrared (FT-IR) spectrophotometer and liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS) analysis, it can be seen that crude N-acetylglucosamine oligosaccharides can be produced as the result of chitin fermentation besides N-acetylglucosamine. It can be determined from the presence of C-O-C groups and the molecular weight (10949,6230) which is a derivative molecule of GlcNAc-2-Man-3-GlcNAc-Fuc-GlcNAc and can be classified as N-gylcans. Bahasa Indonesia Abstract: Udang windu (Penaeus monodon) merupakan jenis udang yang paling banyak diekspor oleh negara Indonesia. Kegiatan ini berkontribusi dalam peningkatan jumlah limbah kulit udang. Di dalam kulit udang, terkandung 15-20% kitin. Kitin dapat dihidrolisis menggunakan enzim kitinase untuk menghasilkan N-asetilglukosamin. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil hasil fermentasi kitin dari kulit udang windu (Penaeus monodon) dengan kapang Trichoderma virens. Kitin dibuat dengan proses demineralisasi dan deproteinasi limbah kulit udang windu. Proses produksi hasil fermentasi kitin menggunakan proses fermentasi substrat padat. Proses fermentasi dilakukan selama 8 hari dengan suhu inkubasi 30 oC, and pH 4. Berdasarkan hasil analisis fourier transform infrared (FT-IR) spectrophotometer dan liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS) dapat diketahui bahwa selain dihasilkan N-asetilglukosamin dapat dihasilkan crude oligo N-asetilglukosamin merupakan hasil fermentasi kitin. Hal tersebut dapat diketahui dari adanya gugus C-O-C dan berat molekul (1094,6230) yang merupakan molekul turunan GlcNAc-2-Man-3-GlcNAc-Fuc-GlcNAc dan dapat digolongkan sebagai N-glikan.