Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Phenomenon of Fear of Missing Out (FoMO) in West Sumatra PTKIN Students Desmita Desmita; Eliwatis Eliwatis; Romi Maimori; Suci Shawmy Febrita
Ta'dib Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v26i2.8689

Abstract

The digital era that makes it easier for humans to do activities and communicate makes every day use smartphones. Students use the internet as a way to find information, besides that it also provides an opportunity for each student to see other people's activities which are considered more valuable than their own experiences, causing anxiety and fear for themselves when not involved in social media called FoMO (Fear of Missing Out). This study aims to determine the condition of FoMO in students living in Ma'had Al-Jami'ah PTKIN West Sumatra, using a mix method by combining quantitative and qualitative methods to understand research problems The sampling technique in this study was total sampling with a total sample of 80 people living in Ma'had. The measuring instrument used in this study is the scale of the adaptation of the FoMO scala by Przybyski, et al (2013). The results of this study indicate that in general they are in the high category, which means that students are less able to control feelings of anxiety, fear, worry about losing precious moments without their involvement in the media.
Training for the Creation of Interactive Learning Videos Lecturers and Students of Islamic Education UIN Mahmud Yunus Batusangkar David Azis; Rudi Pranata; Refika Mastanora; Romi Maimori; Muhammad Adri; Riswanto riswanto
Jurnal Masyarakat Religius dan Berwawasan Vol 2, No 2 (2023): Masyarakat Religius dan Berwawasan
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/mrw.v2i2.11140

Abstract

The issues faced by Lecturers and Students of Islamic Education (PAI) at UIN Mahmud Yunus Batusangkar include the suboptimal understanding in preparing teaching materials during field learning practices in schools. Considering the importance of interactive learning media to assist the learning process in schools, there is a need for training in creating interactive video-based learning media through training activities. This training is conducted with the aim of enhancing the knowledge and skills competence of Lecturers and Students of PAI at UIN Mahmud Yunus Batusangkar as prospective teachers who require skills in creating interactive digital-based learning media. This community service activity is carried out using the Participatory Action Research (PAR) method through training activities involving Lecturers and Students. The implementation consists of three stages: (1) pre-activity, (2) activity implementation, and (3) evaluation of the implementation. The results of this activity indicate an improvement in the competence of lecturers and students of Islamic education at UIN Mahmud Yunus Batusangkar in utilizing technology to support the learning process, particularly in creating creative, innovative, and interactive learning videos.
Profesionalitas Guru Dalam MengimplementasikanPembelajaran PAI Berbasis Kurikulum Merdeka Eliwatis Eliwatis; Asa Syarosy; Romi Maimori; Silvia Susrizal; Demina Demina; Adam Mudinillah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.722

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap banyak aspek kehidupan, termasuk sistem pendidikan. Kurikulum 13 menekankan pembelajaran aktif yang melibatkan interaksi langsung dan kolaborasi didalam kelas. Pengalaman belajar seperti itu sulit diwujudkan. Untuk itu, Kemendikbud meluncurkan kurikulum baru yakninya kurikurulum merdeka yang berstandar diferensiasi siswa. Konsep dari kurikulum baru ini adalah student center yang juga menuntut adanya profesionalitas guru dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dan perkembangan guru PAI secara professional dalam menerapkan kurikulum merdeka dalamperencanaan, pelaksanaan, dan evalusi di SMP kec. Limakaum, Tanah Datar. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Koleksi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan adalah langkahlangkah yang digunakan untukmemastikan bahwa data sesuai dengan masalah yang diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian guru PAI di Kec. Limakaum sudah menggunakan standar perencanaanyakninya modul ajar yang sesuai, sebagian lagi belum begitu sesuai dengan perumusan tujuan pembelajaran dalam tahap pelaksanaaan, gaya mengajar berdiferensiasi belum secaramerata guru PAI di kec. Limakaum terapkan. Begitupun pada tahap evaluasi yang belum menerapkan segala jenis penilaian sesuai stadar kurikulum merdeka. Secara dominan, guru PAI kec. Limakaum masih menggunakan salah satu jenis evaluasi bahkan belum sama sekali menggunakan evaluasi berstandar kurikulum merdeka yang masih berpatok pada perspektif menilai cara terdahulu. Serta mengetahui apa pengaruh profesionalitas guru dalam menerapkan pembelajaran PAI berbasisi kurikulum merdeka. Dalam menggunakan Kurikulum Merdeka, guru dalam lingkungan pendidikan harus lebih dinamis dan relevan. Pendidik harus memiliki kompetensi yang memadai, yakninya profesionalitas