Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Dengan Masalah Keperawatan Neusea Dengan Penerapan Perasan Jeruk Nipis Air Hangat Dan Madu Di Puskesmas Gedong Tataan Desmarita Desmarita; Surmiasih Surmiasih; Riska Hediya Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting during pregnancy are common complaints, particularly in the first trimester, and can lead to nutritional imbalance as well as a decreased quality of life. Natural substances such as lime, honey, and warm water are known to contain bioactive compounds that can reduce nausea symptoms through mechanisms including increased gastric motility, soothing the gastrointestinal mucosa, and stabilizing gastric pH. This study aims to describe nursing care for pregnant women with nausea through the application of a complementary therapy using warm lime juice and honey. The study employed a case study design involving two pregnant women experiencing nausea and vomiting at Gedong Tataan Health Center. The nursing process included assessment, nursing diagnosis formulation (nausea, disturbed sleep pattern, and discomfort), planning, implementation, and evaluation. The intervention consisted of consuming a mixture of 30 ml lime juice, 1 tablespoon of honey, and 250 ml of warm water for three consecutive days before breakfast. The evaluation results indicated a reduction in the frequency of nausea, decreased sensation of wanting to vomit, improved appetite, and better sleep quality. Both patients showed positive responses, and no side effects were observed. It is recommended that pregnant women may use warm lime juice and honey as an alternative therapy to alleviate nausea during pregnancy.
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Penerapan Pemberian Obat Menggunakan Prinsip 8 (Delapan) Benar Di Ruang Rawat Inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Nasasi Nindya Saputri; Laura Okta Diny; Rizki Yeni Wulandari; Surmiasih Surmiasih; Rice Hernanda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan pemberian obat (medication error) masih menjadi masalah utama dalam keselamatan pasien. Data World Health Organization (WHO) dan Joint Commission International (JCI) menunjukkan bahwa kesalahan pengobatan masih sering terjadi secara global. Di Indonesia, medication error menempati urutan pertama insiden keselamatan pasien sebesar 24,8% dengan total 7.400 kasus, di mana 2,3% berakibat fatal. Kesalahan yang paling sering terjadi meliputi salah dosis (40,9%), salah obat (16%), dan salah rute (9,5%). Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan prinsip 8 benar pemberian obat, yang sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat dengan penerapan prinsip 8 benar pemberian obat di ruang rawat inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 71 perawat yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan (16 item) dan kuesioner penerapan prinsip 8 benar (20 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 43 responden (60,6%) dan penerapan prinsip 8 benar dalam kategori baik sebanyak 34 responden (47,9%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,001 (<0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dengan penerapan prinsip 8 benar pemberian obat. Disimpulkan bahwa pengetahuan perawat berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip 8 benar. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pelatihan berkelanjutan, supervisi klinis, dan integrasi prinsip 8 benar dalam standar operasional prosedur guna meningkatkan keselamatan pasien.