Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Indeks Keragaman Hasil Tangkapan pada Rumpon Berbasis Sumberdaya Lokal di Perairan Kuala Daya Kabupaten Aceh Jaya Melisa Rahayu; Muhammad Rizal; Hafinuddin Hafinuddin; Samsul Bahri; Ikhsanul Khairi; Afdhal Fuadi; Mursyidin Zakaria; Muhammad Ali Sarong
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 7 No 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2023.Vol.7.No.2.303

Abstract

FADs is an instrument that function as a place to gathered fish, so that make it easier for fisherman to find fish. This study aims to determine the diversity index, dominance and weight and length of the catch on local resources. The result of this study are expected to provide information on the types of fish caught using hand line the research was conducted from August to December 2022 in the waters of Kuala Daya, Aceh Jaya Regency. Data collected in the form of data on the number of fish (tail), weight (gr), length (cm). The data collection method used was experimental fishing for 4 trips at two observation stations. During the study the number of catches obtained was 14 fish consisting of 1 phylum (chordata), 1 class (actonopterygii), 1 order, 4 families and 7 species, while the fish species are malabar trevally (Carangoides malabaricus), yellowtail scad (Atule mate), yellowstripe scad (Selaroides leptolepis), orange spotted grouper (Ephinephelus coioides), moontail bullseye (Priachantus hamrur), malabar blood snapper (Lutjanus malabaricus), narrow barred Spanish mackerels (Scomberomorus commerson). The result showed that the diversity index values on FADs 1 and FADs 2 were 1.33 and 1.21 which were included in the relatively medium criteria. The dominance index values on both FADs are 2 and 2 which are included in the relatively high criteria, and the weight of fish caught on both FADs is 2.72 kilogram and 1.91 kilogram and the average length of fish caught on both FADs ranges from 14,4 cm – 40,25 cm and 20,9 – 40,5 cm.  
Hirilisasi Produk Olahan Perikanan Oleh Istri Nelayan Di Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak Muhammad Rizal; Syahrul Ramadhan; Syahrul Muharram; Derila Erima; Sukra Afiat; Deri Anggraini; Akbar Diansyah; Iyan AI Misbah
Marine Kreatif Vol 7, No 2 (2023): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v7i2.8597

Abstract

Pulau Banyak merupakan salah satu pulau yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil, dikenal dengan keindahan pantai dan lautnya yang mempesona serta memiliki potensi sumber daya yang melimpah, khususnya di sektor perikanan. Potensi ini tentu dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan atau ekonomi masyarakatnya dimasa kini dan dimasa-masa yang akan datang. Metode pengabdian dilakukan melalui pelatihan model transfer ilmu dan teknologi pengolahan hasil perikanan dengan menggunakan bahan baku lokal yaitu ikan selar dan ikan tongkol. Hasil wawancara dengan peserta pada kegiatan pelatihan diketahui bahwa peserta sangat puas dengan produk yang mereka hasilkan, hal ini diperlihatkan pada saat stik dan abon diolah. Peserta sangat antuasias memerhatikan tahapan dalam pengolahan stik dan abon ikan yang sedang dipraktekan. Peserta juga menyatakan bahwa rasa terhadap produk yang telah dibuat enak dan sesuai dengan selera yang mereka inginkan. Peserta juga mengaku bahwa mereka sudah mampu membuat stik dan abon ikan sesuai dengan materi yang telah mereka dapatkan. Kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa peserta pelatihan mempunyai antusiasme dalam mengikuti pelatihan dan merasa puas dengan produk yang dilatihkan. Keterampilan peserta dalam membuat produk olahan ikan bertambah, akan tetapi masih diperlukan pendampingan lebih lanjut agar keterampilan yang sudah dimiliki dapat dijadikan produk tambahan untuk yang sudah menjalani usaha.
Density of mollusc biota Genus Nerita in the littoral zone, Simeulue Tengah District, Simeulue Regency, Aceh Province Rudi Hermi; Asri Mursawal; Heriansyah Heriansyah; Muhammad Arif Nasution; Munandar Munandar; Sri Wahyuni; Muhammad Rizal; Ikhsanul Khairi; Akbardiansyah Akbardiansyah
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 2: November 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i2.2006

Abstract

Kabupaten Simeulue adalah salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Aceh. Kabupaten ini merupakan Kabupaten Kepulauan dengan kriteria pantai pasir dan berbatu. Kecamatan Simeulue Tengah terletak pada bagian tengah Pulau yang pada bagian selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Penilitian Biota Moluska Genus Nerita dilakukan di Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue dilakukan untuk mengetahui Spesies apa saja yang terdapat diokasi penelitian dan untuk mengetahui ukurannya. Pengambilan sampel ditetapkan 5 titik pengamatan selama 7 hari pada bulan Desember tahun 2022. Teknik pengumpulan sampel secara Purposive Sampling dan dilaksanakan pada malam hari. Data dianalisis secara deksriptif dengan cara mengidentifikasi morfologi, untuk analisis ukuran Nerita menggunakan software Image J. Hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk gambar dan tabulasi. Dari hasil penelitian ditemukan 5 spesies Genus Nerita dengan ukuran yang berbedah-bedah. Panjang cangkang spesies yang ditemukan adalah 2,09 cm sampai dengan 3,21 cm, dengan lebar cangkang antara 1,74 cm sampai 2,05 cm. Sedangkan panjang operculum berkisar antara 0,97 cm sampai 1,28 cm.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LHOK ACEH JAYA DALAM MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN MELALUI INOVASI RUMPON ATRAKTOR IJUK Muhammad Rizal; Hafinuddin Hafinuddin; Ikhsanul Khairi; Afdhal Fuadi; Samsul Bahri; Iyan Al Misbah; Abdul Karim
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1395-1401

Abstract

Rumpon dikabupaten aceh jaya, terdapat berbagai permasalahan adat terutamanya dengan sering hilangnya rumpon, pengambilan hasil rumpon tanpa sepengetahuan pemiliknya jika diletakkan di laut, untuk mengatasi permasalah yang ada penulis mencoba untuk melakukan pengapdian tentang perancangan rumpon dan juga disertakan qanun atau hukum adat yang dikontrol penuh oleh panglima laot setempat, sehingga memudahkan panglima laot untuk kedepannya dalam pengelolaan rumpon.Tujuan dari pengapdian ini antara lain menerapkan inovasi rumpon ataktor ijuk untuk meingkatkan hasil tangkapan nelayan beserta dengan penegakan qanun atau hokum adat dalam pengelolaan rumpon. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan dan edukasi nelayan dalam penerapan pembuatan rumpon untuk masyarakat nelayan Desa Gle Jong Kabupaten Aceh jaya atau Lhok Kuala Daya antara lain dilakukan Focus Discusi Group (FGD), Pelatihan pembuatan, Pendampingan. Kegiatan program yang dilakukan dengan bermitra nelayan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari DKP, panglima laot kabupaten, panglima loat lhok dan para nelayan disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh. Hal yang urgen didiskusikan adalah mencari alternatif yang paling efektif dalam inovasi rumpon berbasis pengelolaa adat secara sustainable.Pengabdian yang telah dilaksanakan dapat menambah ketrampilan teknis untuk nelayan dalam pembuatan rumpon atraktor ijuk dan juga mengukuhkan qanun/hukum adat terhadap pengelolan rumpon sehingga peran dari Panglima Laot semakin berperan. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat nelayan tidak terjadi lagi permasalahan terhadap pengelolaan dan mendapatkan ilmu inovasi rumpon untuk dapat diimplimentasikan oleh masyarakat nelayan dengan meningkatkan hasil tangkapannya
Gemarikan and Fishery Product Diversification Training as Effort of Reduce Stunting Prevalence Hasti Detriani; Ikhsanul Khairi; Muhammad Rizal; Zuriat Zuriat; Hamidi Hamidi; Syarifah Zuraidah; Fazril Syahputra; Rudi Hermi; Nabila Ukhty; Anhar Rozi; Muhammad Faisi Ikhwali
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ebjpm.v2i2.8870

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in two-year-old babies due to chronic malnutrition. A short height characterizes babies experiencing stunting compared to other babies their age. One of the districts in Aceh Province with high stunting cases is Simuelue, with a prevalence reaching 35.7% in 2017. Various factors influence stunting, including nutrition and food quality. This service activity aims to increase public knowledge about the diversification of processed fish products and increase interest in eating fish, contributing to reducing stunting. The activity was carried out in two stages. The first is a campaign to enjoy eating fish using the socialization method. The campaign begins with socializing material about the benefits of eating fish, and introducing the types of fish. This activity ended with distributing processed fish meat products, namely nuggets. The second stage is the diversification of processing products using the workshop method. The workshop begins with explaining the steps for making a product, and then participants are divided into groups and make the product with their group. At each stage of the activity, a pre-test and post-test are given. The post-test results showed that understanding of product diversification and popularity increased after this activity.
Pelagic Fish Caught Around Rumpon Ijuk Using Fishing Gear in Aceh Singkil Regency Khusnul Khatimah; Said Radius; Firma Warni; Hafinuddin Hafinuddin; Muhammad Rizal; Samsul Bahri; Afdhal Fuadi; Ihsanul Khairi
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 7, No 1 (2023): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v7i1.7795

Abstract

AbstractRumpon is one of the environmentally friendly fishing gear that functions to collect fish and can be used as a fishing ground. This research was carried out in the waters of Aceh Singkil in December 2022 and January 2023. The identification results were 6 species from 4 families of pelagic fish caught around rumpon in Aceh Singkil Waters, namely Elagatis bipinulata, Carangoides ignobilis, Scombrioides tala, Euthynus affinis, Selar crumenophthalmus, and Sardinella lemuru. The diversity index of Balai Island is low with a value of 0.90 and around Baguk Island the diversity index is high with a value of 0.93. The uniformity of pelagic fish around Balai Island is relatively low with a value of 0.30 and around Baguk Island the uniformity index is high with a value of 0.85. While the Pelagic fish dominance index around Balai Island is relatively high with a value of 0.68 and around Baguk Island the dominance index is also low with a value of 0.43.Keywords: Aceh Singkil, ikan pelagis, rumpon
STRUKTUR UKURAN, HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN IKAN LAYAK TANGKAP PADA RUMPON PORTABLE DI PERAIRAN ACEH BARAT MEULABOH Muhammad Rizal; Jaliadi Jaliadi
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 1, No 1 (2017): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/.v1i1.693

Abstract

Fishing has contributed to an increase in the fishing economy is reasonably sufficient especially in the region of Meulaboh. The intensity of the high current arrests tend to ignore resource sustainability of fish. The increasing activity of catching fish can experience a decrease in fish stocks at rumpon, however this will negatively impact populations and patterns of growth in terms of length and weight of the fish. This research aims to analyze the frequency of long length-weight relationships, and the fish that was caught on the rumpon portable in West Aceh waters. The data collected in the form of the data length (fork length) were measured using a meter roll with a maximum length of 5 metres. Fish obtained from catches in experimental fishing for 30 trip using a capture tool output rod and assistive tools rumpon portable. The collected data is analyzed the frequency of long, long relationship of weight and length of fish caught prediction. The catch as much as 472 tail, the dominant fish caught during research on the measure of 17.5 cm. length of the tuna was first caught on the size 24.9 cm 15.5 cm kites, fish, yellow tail fish 14.7 cm and yellow 14.6 cm trevally fish. Length weight relationship mackerel krei y= 0, 0089x3,1293 R² = 0.9995, flying fish, y= 0 0068x3,1414 R² = 0.9987 yellow tail fish, y = 0, 0178x2,8971 R² = 0.9935 and trevally fish yellow y = 0, 0256x2,7779 R² = 0.9854.
MODEL PENGELOLAAN OPTIMAL PANGKALAN PENDARATAN IKAN MEULABOH ACEH BARAT BERBASIS INTERPRETATIVE STRUCTURAL MODELING (ISM) Muhammad Rizal; Ernaini Lubis; Retno Muninggar
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 3, No 1 (2019): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/.v3i1.1713

Abstract

Penelitian dilakukan pada September hingga November 2017 tempat pendaratan ikan (PPI) Meulaboh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan elemen kunci dari pengelolaan PPI yang optimal di Barsela Aceh. Penelitian ini adalah studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pemodelan struktural interpretatif. Menurut analisis pemodelan struktural interpretatif, konsep model manajemen optimal PPI Barsela Aceh harus menekankan pada beberapa elemen kunci. Unsur-unsurnya adalah pengelolaan PPI, panglima laot (sektor publik yang terkena dampak), ketersediaan SDI (kebutuhan untuk implementasi program), rendahnya kualitas sumber daya manusia (hambatan utama program), peningkatan kinerja panglima laot dan DKP (tujuan utama dari program), aturan manajemen eksplisit, efisiensi terkait pekerjaan (indikator keberhasilan program), koordinasi dengan instansi terkait (kegiatan yang diperlukan untuk pelaksanaan program), departemen kelautan dan perikanan kabupaten (agen yang terlibat)
Productivity of trap catches in different fishing ground at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya Rizal, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Fuadi, Afdhal; Khairi, Ikhsanul; Rahayu, Rosi; Al-misbah, Iyan
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 4 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.4.50266

Abstract

Trap fishing gear offers several advantages, including high selectivity, the ability to keep fish alive, and support for sustainable fisheries. The productivity of catches around coral reefs and fish aggregating devices (FADs) is important to study in order to evaluate fish diversity in deeper waters across biological, genetic, species, and ecological levels. Such assessments are crucial for environmental conservation and for management based on diversity and dominance indices. This study aimed to determine the productivity, diversity, and dominant species composition of trap catches in two fishing grounds (FGs): coral reef areas and FAD zones at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya. The research employed an experimental fishing method, conducting five fishing operations in each zone. The overall diversity index of trap catches in Lhok Kuala Daya was 1.26, indicating a moderate level of diversity. The diversity index for catches around coral reefs was 1.15, while around FADs it was 1.58. The overall dominance index value of trap catches was 2.74, with dominance values of 0.74 in coral reef areas and 2.00 in FAD zones. These results indicate a low level of species dominance and a moderately diverse fish community in both fishing zones.Keywords:ProductivityTrapcatchFishing groundKuala daya