Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PENGARUH FAKTOR ARUS DAN GELOMBANG TERHADAP SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PELABUHAN KALIWUNGU KENDAL Siregar, Christine Ruth E.; Handoyo, Gentur; Rifai, Azis
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perairan Pelabuhan Kaliwungu Kendal merupakan perairan yang banyak dimanfaatkan sebagai tempat aktifitas masyarakat. Aktifitas tersebut dapat mempengaruhi proses sedimentasi. Hal ini dibuktikan dengan adanya penghalang gelombang (break water) dan pelabuhan di wilayah perairan. Sedimentasi dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi hidro-oseanografi seperti gelombang, arus dan pasang surut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis dan sebaran sedimen dasar yang dipengaruhi oleh faktor hidro-oseanografi. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pihak pengelola pelabuhan dalam mengembangkan wilayah perairan pelabuhan Kaliwungu Kendal. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 tahapan, tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 24-27 Mei 2013 di Perairan Pelabuhan Kaliwungu Kabupaten Kendal dan tahap kedua adalah analisis data sedimen dasar laut di laboratorium Geologi, Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Metode pengambilan sampel sedimen dasar adalah simple random sampling. Materi penelitian meliputi data primer berupa sedimen dasar laut, dan data sekunder meliputi data hidro-oseanografi seperti arus, gelombang,dan pasut. Berdasarkan hasil analisa data menunjukan jenis sedimen dasar di Perairan Pelabuhan Kaliwungu Kendal berupa sand, silt, dan silty sand. Bentuk pola sebaran sedimen mengikuti arah profil perairan. Arus dominan di perairan adalah arus pasut, dengan kecepatan arus rata-rata sebesar 0,0609 m/s dan arah arus menuju ke arah tenggara dan barat laut. Nilai tinggi gelombang signifikan yaitu 0,26 m dengan periode 4,1 detik, adanya pengaruh longshore current memiliki sudut datang gelombang pecah sebesar 13,297o terhadap garis pantai. Jenis pasut di daerah penelitian yaitu jenis campuran condong ke harian tunggal. Segala dinamika hidro-oseanografi mempengaruhi pola sebaran sedimen dasar di perairan.
PEMETAAN BATIMETRI UNTUK MENDUKUNG ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN Kusumawati, Elok Dyah; Handoyo, Gentur; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.225 KB)

Abstract

Banjarmasin merupakan ibukota dari Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu gerbang dalam perekonomian di Indonesia. Khususnya Sungai Barito sebagai tempat untuk proses ekspor berbagai macam sumber daya alam seperti batu bara dan kayu. Kondisi perairan Banjarmasin yang ramai, memerlukan data kedalaman perairan sebagai referensi alur pelayaran sepanjang Sungai Barito agar sesuai dengan keselamatan alur pelayaran. Data kedalaman di dapatkan melalui penelitian batimetri dan pasang surut. Analisis batimetri dan pasang surut merupakan parameter penting dalam pembuatan peta batimetri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi batimetri di Perairan Banjarmasin yang digunakan sebagai referensi pertimbangan alur pelayaran. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14-21 April 2015 di Perairan Banjarmasin. Kegiatan pemeruman dengan singlebeam echosounder dilaksanakan di dua lokasi yaitu Perairan Banjarmasin dan muara Sungai Barito serta dilakukan pengukuran pasang surut di Rumah Pandu, Tabanio. Materi yang dijadikan objek studi dalam penelitian ini meliputi batimetri dan pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak HYDROpro, Terramodel, dan AutoCAd. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara 0 - 21.03 m. Peta batimetri memperlihatkan jarak kontur yang rapat pada sisi pada daerah muara menuju Sungai Barito sedangkan pada daerah timur dan barat memiliki kedalaman dibawah 2 m. Kelerengan dasar laut menunjukkan bahwa morfologi perairan Banjarmasin termasuk dalam kategori datar dengan nilai 0,12% - 0,89%. Tipe pasang surut di perairan ini adalah condong harian tunggal dengan nilai Formzahl 2.304. Alur pelayaran untuk melewati gerbang masuk Sungai Barito disarankan sesuai dengan mengikuti rambu yang terdapat pada pelampung suar.
ANALISA KANDUNGAN PERAK PADA SEDIMEN DASAR DI MUARA SUNGAI SAMBAS KALIMANTAN BARAT Fhadlan, Reza; Saputro, Siddhi; Handoyo, Gentur; Muldiyatno, Farid
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.934 KB)

Abstract

Daerah Kabupaten Sambas sejak jaman penjajahan dikenal sebagai daerah penghasil emas dan perak (Van Leeuwen, 1994). Perak di daratan Kabupaten Sambas yang telah dieksploitasi sejak abad ke-18 berasal dari emas primer pada jalur lipatan Sekadau di sebelah timur daerah kajian dan sebagian besar dari singkapan batuan malihan Formasi Seminis. Sebaliknya, endapan emas aluvial telah diketahui sejak abad ke-19. Untuk mengetahui sejauh mana konsentrasi Ag (Perak) yang terakumulasi pada sedimen Muara Sungai Sambas Kalimantan Barat maka dilakukan penelitian ini. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui ukuran butir sedimen dasar di Sungai Sambas, Kalimantan Barat dan mengetahui kandungan Ag (perak) di Sungai Sambas, Kalimantan Barat. Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa sampel sedimen dengan materi pendukung berupa parameter fisika meliputi arus laut, pasang surut, dan kedalaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analitik. Pengambilan data lapangan dilakukan di Muara Sungai Sambas Kalimantan Barat pada tanggal 4 Desember 2016. Analisa sampel sedimen untuk kandungan perak dilakukan di laboratorium Kimia Analitik, Universitas Gajah Mada. Analisa ukuran butir sedimen dilakukan di laboratorium geologi Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kosentrasi Ag tertingi pada sedimen terletak di Utara Muara Sungai Sambas dengan nilai 0,106 ppm, dan konsentrasinya berkurang ketika menjauhi Muara Sungai Sambas. Berdasarkan hasil analisa ukuran butir, jenis sedimen pada Muara Sungai Sambas didominasi oleh jenis lanau pasiran dan lanau.
Analisis Prakiraan Luasan Daerah ¬Upwelling di Perairan Selatan Jawa Timur Hingga Selatan Lombok Kaitannya Dengan Hasil Perikanan Tangkap Raditya, Fabian Doko; Ismunarti, Dwi Haryo; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.063 KB)

Abstract

Abstrak                                                                        Salah satu komoditas utama perekonomian Indonesia adalah perikanan hasil tangkap ikan pelagis. Proses penangkapan ikan pelagis tidak lepas dari pendugaan daerah upwelling. Pendugaan daerah upwelling dapat diketahui melalui salah satu indikator upwelling berupa suhu permukaan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi luasan daerah upwelling melalui indikator upwelling berupa suhu permukaan laut (SPL) di perairan selatan Jawa Timur hingga Pulau Lombok serta untuk mengetahui hubungan luasan upwelling terhadap hasil tangkap ikan pelagis berdasarkan data hasil tangkapan. Penelitian dilakukan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu tahap pengumpulan data di lapangan (data primer) sebagai verifikasi citra, tahap pengumpulan data citra Aqua MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) level.3 bulanan dan data tangkapan ikan (data sekunder) serta tahap pengolahan citra untuk memperoleh luasan upwelling. Prakiraan luasan upwelling diperoleh dari luasan spasial dari piksel-piksel yang memenuhi anomali <-3oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luasan upwelling pada tahun 2007 hingga 2011 memiliki pola yang cenderung sama, yakni upwelling kondisi luasan upwelling meningkat ditemui pada musim timur tepatnya pada bulan Juni hingga Oktober di sepanjang perairan pantai Selatan Jawa Timur dengan kondisi paling luas terdapat pada bulan Agustus dan September diikuti dengan penurunan rata-rata suhu permukaan laut (SPL). Luasan upwelling yang diindikasikan oleh suhu permukaan laut tidak mempengaruhi hasil tangkapan secara langsung atau dapat dikatakan bahwa ada jeda waktu sekitar 1 hingga 2 bulan antara terbentuknya upwelling dengan puncak hasil tangkapan ikan.
PEMETAAN BATIMETRI DAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PANTAI LUNCI, KABUPATEN SUKAMARA, KALIMANTAN TENGAH Doloksaribu, Wisman Fabrisse; Ismanto, Aris; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.527 KB)

Abstract

AbstrakPerairan Pantai Lunci merupakan wilayah pesisir bagian tenggara dari Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah yang dimanfaatkan sebagai akses transportasi dan kawasan perekonomian penting bagi masyarakatnya. Dengan potensi perekonomian wilayah yang besar di Perairan Pantai Lunci, pemerintah berencana untuk melakukan pembangunan infrastruktur pantai, sehingga dapat menunjang kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, untuk mendukung kegiatan perekonomian dan transportasi masyarakat pada masa kini dan rencana pembangunan di masa mendatang diperlukan penelitian mengenai batimetri, pasang surut dan sedimen dasar perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai komponen pasang surut dan tipe pasang surutnya, kondisi batimetri serta jenis sedimen dasar perairan yang nantinya akan disajikan dalam bentuk peta batimetri dan jenis sedimen dasar Perairan Pantai Lunci. Pengambilan data pasang surut selama 29 hari, data batimetri dan sampel sedimen dasar selama 14 hari.Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif, yang merupakan metode ilmiah karena data penelitian berupa angka dan analisis menggunakan statistik atau model. Metode pengambilan sampel dengan mengambil beberapa sampel untuk menggambarkan karakteristik wilayah yang diwakili secara representatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai elevasi air di Perairan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, yaitu: muka air rata-rata (MSL) 81 cm dengan interval pasang surut 152.5 cm, muka surutan (Z0) 25.42 cm, muka air tinggi tertinggi (HHWL) 190 cm dan muka air rendah terendah (LLWL) -35 cm, dan memiliki pasang surut dengan tipe campuran condong ke harian tunggal. Kedalaman Perairan Pantai Lunci termasuk landai yaitu dengan kedalaman 0 – 11.9 m. Sedangkan jenis sedimen dasar Perairan Pantai Lunci terdiri dari lanaulempungan, lanaupasiran, pasirlanauandanpasir.
STUDI RUN-UP GELOMBANG PADA OFFSHORE BREAKWATER DI PANTAI SLAMARAN PEKALONGAN Ariani, Finna Widya; Zainuri, Muhammad; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permeable–rubble mound offshore breakwater dibangun di Pantai Slamaran Pekalongan sebagai upaya melindungi pantai dari pengaruh gelombang dan erosi. Gelombang yang menjalar ke arah pantai akan menghantam bangunan kemudian naik (run-up) ke permukaan bangunan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tinggi run-up dalam kaitan dengan efektivitas pemecah gelombang lepas pantai. Penelitian dilaksanakan tanggal 28 Mei – 11 Juni 2012 di Pantai Slamaran Pekalongan. Data yang digunakan terbagi atas data primer (data gelombang dan pasang surut) dan data sekunder (data angin, batimetri, layout pemecah gelombang). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dan metode penentuan titik pengukuran menggunakan metode purposive sampling method. Analisis data angin menggunakan metode SMB; pasang surut menggunakan metode Admiralty; run-up dan overtopping menggunakan pendekatan Saville (1955, 1956); wave transmission menggunakan pendekatan Van de Meer (1996). Tinggi run-up gelombang pada cross section 2-7 secara berurutan 1,099 meter, 1,099 meter, 1,099 meter, 1,106 meter, 1,106 meter, dan 1,106 meter. Pemecah gelombang lepas pantai di Pantai Slamaran di kategorikan low-crested/overtopped breakwater dengan kemungkinan overtopping sebesar 5,88% dan kecepatan rata-rata overtopping 0,051 m3/ms-1. Tinggi gelombang rata-rata akibat wave transmission sebesar 0,30 meter. Hasil tersebut menunjukkan bahwa offshore breakwater di Pantai Slamaran kurang efektif karena menyebabkan overtopping. Namun, overtopping yang terjadi masih dalam batas yang diijinkan.
Karakteristik dan Peramalan Pasang Surut di Pulau Kelapa Dua, Kabupaten Kepulauan Seribu Yudhantoko, Mahendrajit; Handoyo, Gentur; Zainuri, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.633 KB)

Abstract

Perairan pulau Kelapa Dua merupakan perairan yang tergolong sempit sehingga sangat dipengaruhi oleh pasang surut. Pengaruh pasang surut tersebut akan menyebabkan perairan di Pulau Kelapa Dua mempunyai dinamika yang terkait dengan intensitas pengaruh dari pasang surut maupun faktor hidro oseanografi yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasang surut dan melakukan peramalan terhadap pasang surut di Pulau Kelapa Dua Kepulauan Seribu serta mengetahui faktor-faktor lain yang dapat dipengaruhi pasang surut..Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2015 dan Februari 2016 di perairan Pulau Kelapa Dua. Materi yang digunakan meliputi data primer berupa data pengamatan lapangan pasang surut, suhu, salinitas, dan perairan. Materi sekunder berupa pola arus dan gelombang. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuantitatif. Terdapat 3 stasiun pengambilan pasang surut dan 16 stasiun kualitas perairan yang diharapkan dapat mewakili kondisi perairan Pulau Kelapa Dua. Model matematik yang digunakan adalah model SMS 10.0 untuk pola arus dan ArcGIS untuk sebaran suhu, salinitas, dan kecerahan.Hasil penelitian menunjukkan Pulau Kelapa Dua memiliki nilai elevasi muka air laut (MSL) sebesar 62 cm, muka air laut rendah terendah (LLWL) sebesar 18 cm, dan muka air laut tinggi tertinggi sebesar 98 cm. Pulau Kelapa Dua memiliki tipe pasang surut tunggal, kisaran suhu 28-31 ± 0, 89oC, kisaran salinitas 30-34 ± 1, 08o/oo, dan kisaran kecerahan sebesar0,4–3,1 ± 0,4m. Data gelombang menunjukkan gelombang maksimal(Hmax) 1, 17 meter dan tinggi gelombang minimum (Hmin) 0.97 meter, sedangkan periode gelombang maksimal 5,69 detik dan periode gelombang minimum 5,19 detik. Pola arus saat kondisi pasang mengarah ke daratan dan saat surut pergi menuju lautan. Dari hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa Pasang surut dapat mempengaruhi distribusi salinitas, suhu, dan kecerahan serta parameter oseanografi yang lain seperti arus dan gelombang.
ANALISIS PERAMALAN PASANG SURUT DENGAN METODE ADMIRALTY DAN AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) DI PERAIRAN PANTAI WIDURI KABUPATEN PEMALANG Wicaksono, Pulung Puji; Handoyo, Gentur; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.108 KB)

Abstract

Pantai Widuri merupakan salah satu pantai wisata yang berada di Kabupaten Pemalang. Pengembangan wisata Pantai Widuri terhambat kurangnya informasi data hidrooseanografi, yaitu pasang surut. Perhitungan pasang surut dapat dilakukan secara analisa harmonik dengan metode Admiralty dan analisa statistik dengan metode ARIMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut dan meramalkan serta membandingkan nilai MSL di Perairan Pantai Widuri pada tahun 2016 sampai 2018 dengan pendekatan analisa harmonik dan pendekatan statistik. Pengukuran di lapangan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus-4 September 2015 di dermaga Pantai Widuri dengan menggunakan palem pasut selama 15 hari dengan interval setiap jam. Data lapangan yang telah diteliti kemudian diolah dengan menggunakan metode Admiralty 15 piantan sehingga diperoleh 9 komponen pasang surut yang kemudian dilanjutkan dengan peramalan pasang surut (Rampas). Inputan ARIMA menggunakan data MSL bulanan pada Januari 2010 sampai September 2015 dari Badan Informasi Geospasial. Pengolahan ARIMA menggunakan software Minitab 16. Langkah peramalan dengan ARIMA adalah (1) melakukan proses identifikasi model dengan proses differencing, (2) melakukan estimasi parameter, (3) melakukan diagnostik dengan melihat apakah residual bersifat acak dan normal, (4) melakukan peramalan. Hasil metode Admiralty diperoleh nilai Formzahl sebesar 0,61 dengan nilai HHWL= 130 cm, MSL= 90 cm dan LLWL= 50 cm, yang berarti Perairan Pantai Widuri memiliki tipe pasang surut campuran condong harian ganda. Peramalan nilaiMSL dengan metode Admiralty berkisar 49,99 cm-60,58 cm dengan MRE sebesar 26,70%. Peramalan nilai MSL metode ARIMA diperoleh nilai berkisar 76,24 cm-83,45 cm dan nilai MRE sebesar 4,84%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peramalan MSL jangka pendek dengan menggunakan metode ARIMA lebih akurat bila dibandingkan dengan metode Admiralty.
KAJIAN POTENSI ENERGI PASANG SURUT DI PERAIRAN KABUPATEN CILACAP PROPINSI JAWA TENGAH Maulani, Edwin; Handoyo, Gentur; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.557 KB)

Abstract

Abstrak Pasang surut merupakan parameter yang penting dalam memperoleh besaran energi pasang surut yang berdasarkan nilai muka air pasang tertinggi dan surut terendah. Perairan Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah merupakan perairan yang terletak di Samudera Hindia yang diduga terdapat potensi energi pasang surut yang tinggi. Pasang surut ini disebabkan karena adanya pengaruh gaya tarik bulan dan matahari. Selain itu faktor lokal yang mempengaruhi adalah bentuk morfologi pantai yang berbentuk alamiah dan diperairan pantai seperti teluk dan selat sempit serta kedalaman perairan. Tipe pasang surut dan nilai muka air pasang tertinggi dan muka air surut terendah di peroleh menggunakan Metode Admiralty, hasil yang didapat tipe pasang surut di perairan Kabupaten Cilacap Campuran Condong ke Harian Ganda dengan nilai formzahl 0,3. Sedangkan nilai muka air pasang tertinggi sebesar 2,3 m dan surut terendah sebesar 0,05 m. Hasil simulasi untuk luasan kolam tunggal 1,1 km2 diperoleh energi pasang surut sebesar 61.161 kWh selama kurun waktu satu tahun di Perairan Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. Maka dapat disimpulkan, bahwa pemanfaatan energi yang diketahui dapat dijadikan acuan dalam pembangunan perencanaan kedepannya untuk memperoleh energi pasang surut yang maksimal sebagai sumber energi alternatif.
ANALISA LAJU SEDIMENTASI DITELUK KRUENG RAYA DAN SEKITARNYAKABUPATEN ACEH BESAR Rahmat, Fadhlan Basiluddin; Saputro, Siddhi; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.049 KB)

Abstract

Sedimentasi selalu menjadi permasalahan di Pelabuhan Malahayati.  Sedimentasi yang terjadi  di  sekitar pelabuhan akan berdampak pada alur pelayaran menjadi dangkal. Data laju sedimentasi sangat penting untuk memberikan informasi terkait seberapa besar pengaruh kecepatan sedimentasi yang terendap terhadap pendangkalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai laju sedimentasi dan pendangkalan pada lokasi kajian. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 September – 4 Oktober 2016 di Perairan Pelabuhan Malahayati, Kabupaten Aceh Besar. Data yang digunakan adalah arus lapangan, data pasang surut, data batimetri skala 1:25.000 tahun 2016 dan peta batimetri skala 1:25.000 tahun 2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai laju sedimentasi tertinggi berada di stasiun 3 yaitu di muara sungai dengan nilai laju sedimentasi adalah 55,7113 g/cm2/hari sedangkan nilai laju sedimentasi terkecil pada stasiun 1 yang berada di sisi kanan pelabuhan dengan nilai sebesar 4,2887 g/cm2/hari. Nilai debit sedimen tertinggi terdapat pada stasiun 3 yaitu dengan nilai 68,033 cm3/hari dan nilai debit sediemen terkecil terdapat pada stasiun 1 dengan nilai 4,187 cm3/hari. Jenis sedimen yang berada di perairan Pelabuhan Malahayati yaitu pasir (sand), dan lanau (silt). Faktor oseanografi yang mempengaruhi laju sedimentasi yaitu pasang surut harian ganda, dan arus laut dengan kecepatan maksimum sebesar 0,22 m/det, kecepatan minimum sebesar 0,018 m/det, dan kecepatan rata-rata sebesar 0,041 m/det. Dari analisa profil melintang didapatkan nilai pendangkalan paling besar. Selisih perbedaan kedalaman pada kontur batimetri tahun 2010 dan 2016 berkisar antara 1,22 meter hingga 21,69 meter yang mengindikasikan adanya pendangkalan yang diakibatkan oleh sedimentasi di Pelabuhan Malahayati.
Co-Authors Adhi, Mohamad Zaki Satrio Aditya Dendy Pratama Agus A.D Suryoputro Agus A.D. Suryo Putro Agus A.D. Suryoputro Alamsyah, M. Zanugera Alfi Satriadi Alfi Satriadi Alfiqri, Muhammad Zidan Amalya, Afroh Andita Agung Anindya Wirasatriya Ari Widyawati Aris Ismanto Ashilah, Azizah Anis Azis Rifai Azzahra, Syifa Alifia Baskoro Rochaddi Benni Leo Simanjuntak Bima Andriantama Christine Ruth E. Siregar Dawami, Maulana Dwi Nur Denny Nugroho Sugianto Dian Lestari Anggraini Dini Oktaviani Donny Arifyanto Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Kushartono Edwin Maulani Effendi, Rizki Elis Indrayanti Elok Dyah Kusumawati, Elok Dyah Fabian Doko Raditya Fareza Andre Pahlevi Panjaitan Ferri Septia Purwadi, Ferri Septia Fhadlan, Reza Finna Widya Ariani Firman Ramadhan Galih Tristianto Gemilang, Aulia Surya Gentio Harsono Guntara, Otto H J, Medika Catur Hadi Endrawati Haidar, Althaf Zhafran Hanifa Zuhaira Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Heriyoso Setiyono Hermawan Puji Wijaksono Hermin Pancasakti Kusumaningrum Heryoso Setiyono Heryoso Setyono Ibnu Pratikno Ibnu Pratikyo Ichwan Dwi Saputra Indra Budi Prasetyawan Jannisa Raska Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jihadi, Muhammad Shulhan Karlina Putri Diani Kirana Candrasari Kunarso Kunarso Lilik Maslukah Lintang Fauzia Ichsari Mahendrajit Yudhantoko, Mahendrajit Mahesha, Pratama Danang Maramis, Michelle Maris, Muhamad Ribhi Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhamad Azhar Fathurahman Muhammad Bani Putra Utama Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Irfan Muhammad Musa Muhammad Sulaiman Muhammad Yusuf Muhammad Zainuri Mukhtar, Shofa Ahsani Mukti Trenggono Muldiyatno, Farid Muslim Muslim Muslim Muslim Nugroho Agus D Octavianna, Pramesthi Dwi Petrus Subardjo Pratiwi, Nadien Pratiwy, Essy Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putri, Nia Oktaviani Annisa Putu Suryaniti Dewi Raden Ario Rahmat Yolansyah Putra Rahmat, Fadhlan Basiluddin Ria Azizah Ria Azizah Ridwan, Agus Wawan Rifki Kurnia Rachman Rikha Widiaratih Riki Tristanto Rina Oktaviani Dzikrurianti Rizky Aditya Setiono, Heryoso Shidqirrohman, Naufal Siddhi Saputro Sri Yulina Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Suhendar, Maldiva Hafiza Anjarika Suryani, Oda Gracia Ariela Suryono Suryono Sutarno Eko Arvianto, Sutarno Eko Syafiq Muhammad Aziz Syalsabilla, Alya Fitri Tony Hadibarata, Tony Tulus Aldrian Siregar Vemilarisa Kusumadewi Wahid, Arbi Wardani, Adella Eka Warsito Atmodjo Wibowo Edi Wicaksono, Pulung Puji Widiaratih, Rikha Wisman Fabrisse Doloksaribu Wulansari Rahmawti Yeyen Novita Sari Yulihastin, Erma Yusuf Jati Wijaya Zamna Mujadida