Claim Missing Document
Check
Articles

Kondisi Arus dan Gelombang Pada Berbagai Kondisi Morfologi Pantai di Perairan Pantai kendal Provinsi Jawa Tengah Gentur Handoyo; Agus A.D Suryoputro
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 1 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.222 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i1.511

Abstract

Kondisi oseanogreafi sangat berpengaruh terhadap proses akresi dan abrasi yang berlangsung di pantai. Apabila faktor dari daratan lebih dominan maka pantai akan mengalami akresi, sedangkan apabila faktor dari daratan tidak dapat meredam faktor oseanografi maka akan terjadi abrasi di pantai tersebut. Untuk mengetahui perkembangan akresi dan abrasi pantai, sangat diperlukan data kondisi arus dan gelombang di perairan sehingga diperlukan penilaian yang lebih mendalam mengenai karakteristik arus dan gelombang di perairan kendal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik arus dan gelombang di perairan Kendal serta untuk mengetahui pengaruh karakteristik arus dan gelombang terhadap kondisi pantai di perairan Kendal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, metode pengambilan data dilakukan dengan metode survey dan metode sampling yang digunakan adalah metode sampling puposive. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Pola arus di perairan Kendal dipengaruhi oleh Pasang Surut serta pola arus regional di Laut jawa yang bergerak sesuai dengan angin musim dari Timur ke Barat. Karakteristik gelombang pada lokasi penelitian memperlihatkan kondisi yang sama.Kata kunci : arus, gelombang, morfologi, Kendal.Oceanographic condition affect to acreation adn abration process on shore. Acretion happen if upland factor is dominant, while abration happen if uplland factor can not faint oceanographic process. To find out the expansion of acreation and abration, current and wave condition data are definitely neede so that’s way a deeply research about the characteristics of current and wave on Kendal waters is carry on. The objective of the research is to find out the characteristic of current and wave on Kendal waters, and the effect to the coastel condition. Descriptif methode was used in the research, data sampling by using survey method and sampling by using purposive method. The conclusion based on the research is : current pattern on territorial water Kendal influence by tides and regional current panttern on Java sea. Current panttern move according to mensoon from East to West.Keywords: current, wave, morphology, kendal
Konversi Tinggi Pasang Surut Di Perairan Cilacap Terhadap Energi Yang Dihasilkan Gentur Handoyo; Agus A.D Suryoputro; Ibnu Pratikyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 2 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.651 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i2.522

Abstract

Pasang surut merupakan parameter yang penting dalam memperoleh besaran energi pasang surut yang berdasarkan nilai muka air pasang tertinggi dan surut terendah. Perairan Kabupaten Cilacap, propinsi Jawa Tengah merupakan perairan yang terletak di Samudera Hindia yang diduga terdapat potensi energi pasang surut yang tinggi. Selain itu faktor lokal yang mempengaruhi adalah bentuk morfologi pantai yang berbentuk alamiah dan diperairan pantai seperti teluk dan selat sempit serta kedalaman perairan. Tipe pasang surut dan nilai muka air pasang tertinggi dan muka air surut terendah diperoleh menggunakan Metode Admiralty. Hasil yang didapt tipe pasang surut di perairan Kabupaten Cilacap Campuran Condong ke Harian Ganda dengan nilai formzahl 0,3. Sedangkan nilai muka air pasang tertinggi sebesar 2,3m dan surut terendah sebesar 0,05m. Hasil simulasi untuk luasan kolam tunggal 1,1 km2 diperoleh energi pasang surut sebesar 61.161 kWh selama kurun waktu satu tahun di perairan Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. Maka dapat disimpulkan, bahwa pemanfaatan perencanaan kedepannya untuk memperoleh energi pasang surut yang maksimal sebagai sumber energi alternatif.Kata kunci : Energi, Pasang Surut, Perairan CilacapTidal is an important parameter in obtaining tidal energy quantities are based on the face value of the highest high water level and the lowest low water level. Cilacap Regency waters, Central Java province is located in the waters of the Indian Ocean which is allegedly contained the high potential tidal energy. Tidal are caused by the influece of the force attraction of the moon and the sun. Besides that the local factors affecting is the shaped of morphology coastal which is natural-shaped and in coastal waters such as gulf, narrow strait and the waters depth. The type and tidal value of the highest high water level and the lowest low water level is obtained by using admiralty methods, the results obtained in the tidal type Cilacap Regency waters mixed tide prevailing semi diurnal is formhazl value 0,3. While the face value of the highest high water level is 2,3 m and the lowest low water level is 0,05 m. Simulation results for expressing a single pool of 1,1 km2 of tidal ebergy acquired 61.161 kWh for one year in the waters of Cilacap Regency, Central Java province. Thus it can be inferred that the utilization of energy obtained can be refference in the future construction planning in the future to obtain the maximum tidal energy as a source alternative energy.Keywords : Energy, Tidal, Waters of Cilacap 
Inventarisasi Bio-Ekologi Terumbu Karang Di Pulau Panjang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah Suryono Suryono; Munasik Munasik; Raden Ario; Gentur Handoyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 1 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.359 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i1.1363

Abstract

The inventarization of coral bioecology is highly needed to identify the real condition of the observed coral, as a database in ecosystem management, as well as an attempt to rehabilitate critical coastal area. Coral condition valuation is conducted by counting the percentage of live coral coverage, by using the Line Intercept Transect method. This research shows that coral condition in Panjang Island falls into moderate category (with 29-49% of live coral coverage), which represent up to 57% from total observed area. Coral that falls under "bad" category (live coral coverage below 20%) is 29%, and only 7% of the observed area can be categorised as good (more than 50% coverage) and "very bad" (less than 5% of coverage). This condition is primarily caused by the decline of water ecology quality caused by sedimentation, west season wave activity, along with human activities like tourism, swimming, fishing, or shellfish gathering. These contributes many instances of coral-breaking caused by gleening.  Inventarisasi bio-ekogi terumbu karang sangatlah diperlukan guna mengetahui kondisi nyata terumbu karang yang dilakukan pemantauan, sebagai basis data dalam pengelolaan ekosistem serta upaya rehabilitasi kawasan kritis pesisi. Penilaian kondisi terumbu karang dilakukan dengan perhitungan persentase penutupan karang hidup menggunakan metode  LIT  (Line Intercept Transect). Hasil penelitian menunjukan bahwa Kondisi terumbu karang di Pulau Panjang termasuk dalam kategori sedang (dengan persen tutupan karang hidup 29 – 49 %)  mencapai 57 % dari keseluruhan area pengamatan. Selanjutnya kondisi terumbu karang dengan kategori buruk (persen tutupan karang hidup 20 %) mencapai 29 % dan hanya 7 % dalam kategori baik (50%) dan buruk sekali (persen tutupan karang hidup 5 %). Kondisi tutupan terumbu karang yang relative buruk diduga  diakibatkan oleh menurunnya kualitas ekologi perairan yang diakibatkan oleh  sedimentasi, aktivitas gelombang musim barat,serta aktivitas manusia seperti wisata, berenang, memancing ataupun pencari kerang turut serta memicu banyaknya pecahan karang akibat terinjak – injak (gleening).   
Pola Persebaran Limbah Air Panas PLTU Di Kolam Pelabuhan Tambak Lorok Semarang Petrus Subardjo; Raden Ario; Gentur Handoyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 1 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.698 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i1.600

Abstract

Tambak Lorok terletak di pantai utara Jawa Tengah telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam bidang industri. Industri-industri tersebut berpeluang untuk berpotensi mencemari perairan sekitarnya. Salah satu industri yang ada di wilayah Tambak Lorok adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Tambak Lorok yang membuang limbah panas ke perairan sekitarnya. Pembuangan limbah panas akan memberikan pengaruh terhadap kondisi lingkungan perairan terutama suhu perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran panas akibat limbah panas dari PLTU di Kolam Pelabuhan Tambak Lorok Semarang. Sampling dengan tujuan tertentu atau purposive samplng methods dilakukan untuk mencari data sesuai dengan tujuan penelitian. Pendekatan permasalahan dilakukan dengan penetapan sejumlah stasiun dengan pertimbangan yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil pada beberapa titik lokasi dengan pengumpulan data berupa suhu yang merupakan variabel kontrol. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program Surface Modelling System (SMS) sehingga menghasilkan peta sebaran panas. Hasil pemetaan sebaran menunjukkan bahwa pola sebaran panas di Kolam Pelabuhan Tambak Lorok Semarang menuju ke arah timur pada bulan Agustus 2012, kemudian ke arah barat laut di bulan September 2012, dan ke arah timur laut pada bulan Oktober 2012. Pola sebaran panas paling tinggi hanya terjadi pada daerah outlet dan semakin turun ketika menjauhi outlet karena pengaruh arus dan semakin bertambahnya kedalaman perairan.      
Pengaruh Penggunaan Kaporit Sebagai Desinfektan Terhadap Daya Aroma Pakan Pada Budidaya Udang Windu ( Penaeus monodon Fabricius) Suryono Suryono; Wibowo Edi; Ria Azizah; Raden Ario; Gentur Handoyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.138 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1740

Abstract

Tiger prawn ( Penaeus monodon Fabricius)  is one of very ideal species  of crustacean  to be cultivated. This is  due to  its growth is very quickly, highly survival rate, easy to live in compartement, and  its also very acceptable  by local and international market. In order to  increase production of cultivation, therefore caporit was applicated as disinfectant in cultivation  in order  to reduce  virus and bactery which  couse of  diseases. However to date, the impact of the use of kaporit has  not yet been known on  food attractant  degradation. The aim of  this research was  to know effect of the use of  caporit on food attractant  by the prawn. Research was conducted  in  Marine Station Teluk Awur, Jepara. Faculty of Fishery and Marine Science Diponegoro University.  The method of this research was ekperimental Laboratory  by using complete randomly  design  ( RAL) with four treatments and three replication , concentration kaporit 0 ppm  as control ( K1)  2 ppm ( K2), 4 ppm ( K3) and 6 ppm ( K4)., respectively. Data obtained was tested by F test ( Anova)The Results showed that food attractant  of  control treatment (K1)  is 53,68, K2 ( 2 ppm) is 285,25, K3 ( 4 ppm) is]364,59 and K4 ( 6 ppm) is]373,37 seconds. The  Results of statistical analysis confirmed  that the use of kaporit have an effect on food attractant   ( P < 0.05). However , continued test by BNT shows  that only  control gave  significant  different to the treatment, but  within threatment was not  give significant different . Udang windu (Penaeus monodon Fabricius) merupakan salah satu spesies crstacea yang ideal untuk dibudidayakan. Hal ini dikarenakan pertumbuhannya yang cepat, derajad kelulus hidupannya yang tinggi, tahan hidup dalam  tempat pemeliharaan, serta sangat digemari oleh konsumen dalam dan luar negeri. Guna peningkatan produksi dalam budidaya maka  digunakan kaporit sebagai disinfektan pada media air budidaya guna pengendalian bakteri dan virus sebagai penyebab munculnya penyakit. Namun sampai saat ini belum diketahui  dampak penggunaan kaporit terhadap penurunan daya aroma pakan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui pengaruh penggunaan kaporit terhadap daya tarik udang pada pakan yang diberikan. Penelitian dilaksanakan di Marine Station Teluk Awur,  Jepara. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Metode yang dipergunakan  dalam penelitian ini adalah metode ekperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diujikan yaitu empat perlakuan  terdiri dari konsentrasi kaporit 0 ppm (K1) sebagaai perlakukan kontrol, dan  2 ppm (K2), 4 ppm (K3) serta  6 ppm (K4) sebagai perlakukan utama. Data yang diperoleh selanjutnya  dilakukan uji F  (Anova). Hasil penelitian menunjukan bahwa  daya Tarik udang terhadap pakan yang diberikan  pada perlakukan kontrol (0 ppm)  (K1)  adalah 53,68, detik, K2 ( 2 ppm) adalah  285,25 detik , K3  (4 ppm) adalah  364,59 detik  dan K4 (6 ppm) adalah  373,37 detik. Hasil analisis ragam menunjukan  bahwa penggunaan kaporit  berpengaruh terhadap daya aroma pakan (P < 0.05). Uji lanjut BNT menunjukan  bahwa perlakukan  Kontrol  berbeda sangat nyata (P< 0.001) terhadap perlakuan yang dicobakan, tetapi  antar perlakukan tidak menunjukan perbedaan  nyata satu terhadap yang lain. 
Genangan Banjir Rob Di Kecamatan Semarang Utara Gentur Handoyo; Agus A.D. Suryoputro; Petrus Subardjo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 1 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1703.378 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i1.601

Abstract

Kota Semarang yang memiliki wilayah Pesisir di bagian utara adalah daerah yang terkena dampak kenaikan muka laut. Dampak utama yang diakibatkan oleh kenaikan permukaan air laut adalah terjadinya banjir pasang. Kecamatan Semarang Utara merupakan salah satu tempat di Kota Semarang yang sering dilanda banjir rob. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi genangan rob di Kecamatan Semarang Utara. Metode yang digunakan adalah metode admiralty, sedangkan peramalan pasang surut menggunakan software Mike 21. Model genangan rob dibuat berdasarkan nilai HHWL tahunan yang dikoreksi dengan MSL tahunan. Berdasarkan hasil model genangan rob, luas genangan banjir rob di Kecamatan Semarang Utara yang terjadi pada tahun 2014 mencapai 823.545 ha atau 70,991% dari luas wilayah Kecamatan Semarang Utara.  
Korelasi Klorofil-a dengan Nutrien dan Kualitas Perairan di Pulau Seruni Karimunjawa Indonesia Rikha Widiaratih; Agus Anugroho Dwi Suryoputra; Gentur Handoyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 25, No 2 (2022): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v25i2.14170

Abstract

Seruni Island is one of the islands located in the easternmost and is an uninhabited island in Karimunjawa, Jepara Regency, Central Java. Seruni Island has a tourist attraction, namely a stretch of white sand, coral reefs, and which is currently used by local people for seaweed cultivation. There are still many tourism opportunities and marine utilization that have not been utilized optimally. Knowing the availability of chlorophyll-a and its correlation with nutrients (ammonia, nitrate, and phosphate) and water quality on Seruni Island can provide an initial overview of the fertility conditions of the waters on Seruni Island so that other marine utilization opportunities can be wide opened. In situ data are collected such as seawater samples, which are then analyzed in the laboratory, as well as water quality parameters including salinity, pH, DO, temperature and brightness. Although Seruni Island is an uninhabited island, however, it is possible that there will be runoff from the surrounding inhabited islands, which will increase the concentration of chlorophyll-a. The results showed that chlorophyll-a had a high and negative correlation with nutrients, namely ammonia (r=-0.985), and water quality, namely temperature and brightness (r=-0.895 and r=-0.734).  Pulau Seruni merupakan salah satu pulau yang lokasinya terletak paling timur dan merupakan pulau tidak berpenghuni di Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Pulau Seruni memiliki daya tarik wisata yaitu hamparan pasir putih, terumbu karang, dan yang saat ini dimanfaatkan masyarakat setempat untuk budidaya rumput laut. Masih banyak peluang wisata dan pemanfaatan bahari yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan mengetahui ketersediaan klorofil-a dan korelasinya terhadap nutrien (ammonia, nitrat dan fosfat) dan kualitas perairan di Pulau Seruni dapat memberikan gambaran awal terkait kondisi kesuburan perairan yang ada di Pulau Seruni, sehingga dapat terbuka peluang pemanfaatan bahari lainnya. Data in situ yang diambil berupa sampel air laut, yang selanjutnya dianalisis di laboratorium, serta parameter kualitas perairan meliputi salinitas, pH, DO, suhu dan kecerahan. Walaupun Pulau Seruni merupakan pulau yang tidak berpenghuni, namun demikian tidak menutup kemungkinan terdapat limpasan massa air yang berasal dari pulau sekitarnya yang berpenghuni yang berdampak pada meningkatnya konsentrasi klorofil-a. Hasil penelitian menunjukkan klorofil-a memiliki korelasi yang tinggi dan bernilai negatif dengan nutrient, yaitu ammonia (r=-0,985), dan kualitas perairan yaitu suhu dan kecerahan (r=-0,895 dan r=-0,734). Kata kunci : klorofil-a, nutrient, kualitas perairan, Korelasi, P.Seruni
Perbedaan Kedalaman dan Ketebalan Lapisan Termoklin pada Variabilitas ENSO, IOD dan Monsun di Perairan Selatan Jawa Firman Ramadhan; Kunarso Kunarso; Anindya Wirasatriya; Lilik Maslukah; Gentur Handoyo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.164 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i2.11392

Abstract

Perairan Selatan Jawa dipengaruhi oleh beberapa fenomena, yaitu sistem monsun, El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD), fenomena tersebut mempengaruhi nilai temperatur. Termoklin adalah lapisan yang memiliki gradien temperatur vertikal yang signifikan di kedalaman tertentu, sehingga erat kaitannya dengan nilai temperatur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kedalaman dan ketebalan lapisan termoklin di wilayah pesisir dan laut lepas pada variabilitas ENSO, IOD dan monsun di perairan Selatan Jawa. Penelitian ini menggunakan data temperatur vertikal harian dari argo float (2016 – 2019) untuk mengetahui distribusi temperatur vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batas atas dan batas bawah termoklin terdalam di pesisir terjadi saat IOD(-), yaitu tahun 2016 sebesar 60,17 m, 154,58 m dan tahun 2017 sebesar 62,08 m, 154,17 m, sedangkan saat IOD(+) batas atas dan batas bawah termoklin lebih dangkal, yaitu tahun 2018 sebesar 42,92 m, 136,71 m dan tahun 2019 sebesar 39,25 m, 129,63 m. Hasil untuk laut lepas menunjukkan batas atas dan batas bawah termoklin terdangkal di laut lepas terjadi saat IOD(-), yaitu tahun 2016 sebesar 58,92m, 156,25m dan tahun 2017 sebesar 60m, 152,92m, sedangkan saat IOD (+) batas atas dan batas bawah bertambah dalam, yaitu tahun 2018 sebesar 67,08m, 175,42m dan tahun 2019 sebesar 59m, 172,92m. Hal ini karena IOD(-) di tahun 2016 memiliki nilai indeks DMI sebesar -1 dan di tahun 2019 terjadi IOD(+) dengan nilai indek DMI sebesar 2. Kejadian IOD(-) membuat slope muka air laut di Samudera Hindia bagian Timur khususnya yang lebih dekat dengan pantai menjadi lebih tinggi, sehingga tingginya slope muka air laut membuat batas atas dan batas bawah lapisan termoklin menjadi lebih dalam di pesisir Selatan Jawa Kondisi yang berbeda terjadi di laut lepas dimana slope muka air laut yang lebih rendah daripada di Pesisir menjadikan termoklin lebih dangkal dan ketebalannya lebih tipis., begitu juga sebaliknya pada saat fenomena IOD (+).
Variabilitas Arus Permukaan Di Perairan Samudra Hindia Selatan Jawa Yeyen Novita Sari; Anindya Wirasatriya; Kunarso Kunarso; Baskoro Rochaddi; Gentur Handoyo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.497 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i1.6785

Abstract

Arus laut merupakan sirkulasi dari pergerakkan massa air laut secara horizontal maupun vertikal dari satu lokasi ke lokasi yang lain untuk mencapai kesetimbangan dan terjadi secara kontinue. Letak geografis Selatan Jawa berada pada sistem angin munson yang menyebabkan kondisi oseanografi perairan dipengaruhi oleh sistem munson, serta dipengaruhi oleh anomali variabilitas iklim. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui variasi musiman arus permukaan dan mekanisme pembentukan arus permukaan di Perairan Samudra Hindia Selatan Jawa. Penelitian ini menggunakan data model reanalisis arus permukaan Marine Copernicus tahun 2015. Data kemudian dianalisis dengan data pendukung Sea Level Anomaly dan angin Cross-Calibrated Multi Platform (CCMP) tahun 2015 yang diolah menggunakan Software IDL (Interactive Data Language) sehingga menghasilkan peta pola arus permukaan, peta Sea Level Anomaly, dan peta pola angin. Hasil penelitian ini menunjukkan variasi musiman arus permukaan musim barat dominan bergerak dari barat laut ke tenggara dengan kecepatan arus kuat ditepi samudra. Musim timur arus dominan bergerak menuju arah barat daya dan kecepatan arus kuat berada ditengah samudra, dan musim peralihan I dan peralihan II pola arus bergerak menuju barat daya dan kecepatan arus kuat berada ditengah samudra. Mekanisme pembentukan arus permukaan ditepi samudra dipengaruhi oleh gradien magnitudo SLA dengan nilai korelasi 0,523 dan ditengah samudra dipengaruhi oleh angin dengan nilai 0,636.
Pola Arus Perairan Kemujan, Karimunjawa Pada Musim Peralihan II Dengan Menggunakan Model Delft3D Rahmat Yolansyah Putra; Elis Indrayanti; Dwi Haryo Ismunarti; Gentur Handoyo; Aris Ismanto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.865 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i3.12141

Abstract

Pulau Kemujan adalah salah satu dari 27 gugusan pulau pada Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara yang ditetapkan sebagai zona pemanfaatan pengelolaan masyarakat sebagai kawasan budidaya. Arus adalah gerakan massa air umum yang terjadi di seluruh lautan, pola dari arus laut akan sangat mempengaruhi pola distribusi unsur hara , padatan tersuspensi dan parameter fisika dan kimia. Pemahaman mengenai pola arus penting bagi suatu perairan sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus Perairan Kemujan, Karimunjawa pada musim peralihan II dengan menggunakan model Delft3D. Modul  hydrodynamic flow digunakan untuk memodelkan arah dan kecepatan arus laut, selanjutnya hasil dari model diverifikasi dengan data hasil pengukuran lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergerakan arus Perairan Kemujan, Karimunjawa pada musim peralihan II cenderung  memiliki pola arus yang bergerak ke dua arah (bi-directional) dengan arah arus dominan yakni pada saat pasang mengarah ke timur dan pada saat surut mengarah ke barat. Kecepatan maksimum rata-rata pada kondisi pasang purnama (spring tide) pada bulan September memiliki nilai 0.0505 m/s, bulan Oktober 0.0526 m/s dan bulan November 0.0564 m/s, dimana memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kondisi pasang perbani (neap tide) yakni pada bulan September memiliki nilai 0.0475 m/s, bulan Oktober 0.0498 m/s dan bulan November 0.0523 m/s. Arus yang terdapat pada perairan pulau Kemujan cenderung didominasi oleh arus pasang surut.
Co-Authors Adhi, Mohamad Zaki Satrio Aditya Dendy Pratama Agus A.D Suryoputro Agus A.D. Suryo Putro Agus A.D. Suryoputro Alamsyah, M. Zanugera Alfi Satriadi Alfi Satriadi Alfiqri, Muhammad Zidan Amalya, Afroh Andita Agung Anindya Wirasatriya Ari Widyawati Aris Ismanto Ashilah, Azizah Anis Azis Rifai Azzahra, Syifa Alifia Baskoro Rochaddi Benni Leo Simanjuntak Bima Andriantama Christine Ruth E. Siregar Dawami, Maulana Dwi Nur Denny Nugroho Sugianto Dian Lestari Anggraini Dini Oktaviani Donny Arifyanto Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Kushartono Edwin Maulani Effendi, Rizki Elis Indrayanti Elok Dyah Kusumawati, Elok Dyah Fabian Doko Raditya Fareza Andre Pahlevi Panjaitan Ferri Septia Purwadi, Ferri Septia Fhadlan, Reza Finna Widya Ariani Firman Ramadhan Galih Tristianto Gemilang, Aulia Surya Gentio Harsono Guntara, Otto H J, Medika Catur Hadi Endrawati Haidar, Althaf Zhafran Hanifa Zuhaira Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Heriyoso Setiyono Hermawan Puji Wijaksono Hermin Pancasakti Kusumaningrum Heryoso Setiyono Heryoso Setyono Ibnu Pratikno Ibnu Pratikyo Ichwan Dwi Saputra Indra Budi Prasetyawan Jannisa Raska Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jihadi, Muhammad Shulhan Karlina Putri Diani Kirana Candrasari Kunarso Kunarso Lilik Maslukah Lintang Fauzia Ichsari Mahendrajit Yudhantoko, Mahendrajit Mahesha, Pratama Danang Maramis, Michelle Maris, Muhamad Ribhi Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhamad Azhar Fathurahman Muhammad Bani Putra Utama Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Irfan Muhammad Musa Muhammad Sulaiman Muhammad Yusuf Muhammad Zainuri Mukhtar, Shofa Ahsani Mukti Trenggono Muldiyatno, Farid Muslim Muslim Muslim Muslim Nugroho Agus D Octavianna, Pramesthi Dwi Petrus Subardjo Pratiwi, Nadien Pratiwy, Essy Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putri, Nia Oktaviani Annisa Putu Suryaniti Dewi Raden Ario Rahmat Yolansyah Putra Rahmat, Fadhlan Basiluddin Ria Azizah Ria Azizah Ridwan, Agus Wawan Rifki Kurnia Rachman Rikha Widiaratih Riki Tristanto Rina Oktaviani Dzikrurianti Rizky Aditya Setiono, Heryoso Shidqirrohman, Naufal Siddhi Saputro Sri Yulina Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Suhendar, Maldiva Hafiza Anjarika Suryani, Oda Gracia Ariela Suryono Suryono Sutarno Eko Arvianto, Sutarno Eko Syafiq Muhammad Aziz Syalsabilla, Alya Fitri Tony Hadibarata, Tony Tulus Aldrian Siregar Vemilarisa Kusumadewi Wahid, Arbi Wardani, Adella Eka Warsito Atmodjo Wibowo Edi Wicaksono, Pulung Puji Widiaratih, Rikha Wisman Fabrisse Doloksaribu Wulansari Rahmawti Yeyen Novita Sari Yulihastin, Erma Yusuf Jati Wijaya Zamna Mujadida