Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Perubahan Garis Pantai Tahun 2014-2019 di Pesisir Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta Putu Suryaniti Dewi; Heryoso Setiyono; Gentur Handoyo; Sugeng Widada; Agus Anugroho Dwi Suryoputro
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2520.841 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8492

Abstract

Perubahan garis pantai dapat terjadi secara lambat maupun cepat bergantung pada faktor alami maupun aktivitas manusia yang mempengaruhi. Sebelah selatan Pesisir Kabupaten Bantul berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan dipengaruhi oleh gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Kondisi pesisir dipengaruhi oleh gelombang angin memiliki potensi terjadinya perubahan garis pantai akibat abrasi maupun akresi. Tujuan dilakukan penelitian Studi Perubahan Garis Pantai Tahun 2014-2019 di Pesisir Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta adalah untuk mengetahui luas perubahan garis pantai tahun 2014, 2017 dan 2019 hasil interpretasi citra Satelit Landsat 8. Metode kuantitatif deskriptif digunakan dengan analisis perhitungan statistik Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Data penelitian yang digunakan antara lain kelerengan pantai lapangan pada tanggal 30 Januari 2020, data pasang surut yang diterbitkan oleh BIG, data angin dari laman ECMWF, data gelombang yang diterbitkan oleh BMKG Pusat dan digitasi garis pantai tahun 2014, 2017 dan 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2014-2017 luas abrasi lebih besar dengan luas 27,159 ha dibandingkan dengan luas akresi dengan luas 18,629 ha. Hasil penelitian untuk tahun 2017-2019 luas abrasi juga lebih besar dengan luas 21,903 ha dibandingkan dengan luas akresi seluas 14,835 ha.   Shoreline changes can occur slowly or quickly depends on natural and anthropogenic factors. South of the coast of Bantul Regency is bordered directly by the Indian Ocean and affected by waves generated by the wind. Coastal conditions that affected by wind waves have the potential for shoreline changes due to abrasion or accretion. The purpose of this Study of Shoreline Changes in 2014-2019 on The Coast of Bantul Regency, D.I. Yogyakarta is to determine the extent of shoreline changes in 2014, 2017 and 2019 as results of interpretation of Landsat 8 Satellite imagery. Descriptive quantitative methods were used with statistical analysis calculations for the Digital Shoreline Analysis System (DSAS). The research data used include coastal slope on 30 January 2020, tidal data published by BIG, wind data from the ECMWF website, wave data published by BMKG and shoreline digitization in 2014, 2017 and 2019. The results showed that in 2014-2017 the area of abrasion was greater by 27.159 ha compared with area of accretion by 18.629 ha. In 2017-2019 abrasion area is also greater with an area of 21,903 ha compared with an accretion area of 14,835 ha. 
Identifikasi dan Stratifikasi Massa Air di Laut Sulawesi Fareza Andre Pahlevi Panjaitan; Sri Yulina Wulandari; Gentur Handoyo; Gentio Harsono
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.434 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i3.12255

Abstract

Tujuan dari penelitian identifikasi dan stratifikasi massa air di Laut Sulawesi ini adalah untuk mengidentifikasi tipe massa air dan mengetahui stratifikasi massa airnya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data suhu dan salinitas hingga kedalaman 1500 m yang didapat dengan menggunakan alat Conductivity Temperature Depth (CTD). Data suhu dan salinitas digunakan untuk mendapatkan tipe massa air dari hasil diagram TS berdasarkan klasifikasi Wyrtki. Adapun untuk penentuan stratifikasi massa air menggunakan kriteria gradien suhu dengan kriteria untuk lapisan termoklin adalah ≥ 0.05°C/m. Data suhu dan salinitas divisualisasikan menggunakan software ODV 4.7.3. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa massa air di Laut Sulawesi lebih dipengaruhi oleh massa air dari Samudra Pasifik Utara. Tipe massa air yang ditemukan di laut Sulawesi adalah Western North Pasific Subtropical (WNPS), North Pasific Equatorial Water (NPEW), North Subtropical Lower Water (NSLW) dicirikan dengan salinitas maksimum, North Pacific Intermediate Water (NPIW) dicirikan dengan salinitas minimun, dan South Pacific Intermediate Water (SPIW). Strastifikasi massa air di Laut Sulawesi berdasarkan suhu menunjukkan adanya 3 lapisan massa air yang memiliki kedalaman berbeda – beda di tiap stasiun. Lapisan homogen atau tercampur berkisar pada kedalaman permukaan hingga 85 m, kemudian di bawahnya terdapat lapisan termoklin pada kisaran kedalaman 15 – 263 m, dan di bawah lapisan termoklin terdapat lapisan dalam pada kisaran kedalaman 177 - 1500 m.
Karakteristik Upwelling pada Periode Indian Ocean Dipole (IOD) Positif di Perairan Selatan Jawa Barat Dini Oktaviani; Gentur Handoyo; Muhammad Helmi; Kunarso Kunarso; Anindya Wirasatriya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.107 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i4.12081

Abstract

Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan suatu pola variabilitas di Samudera Hindia dengan perubahan Suhu Permukaan Laut (SPL) yang lebih rendah daripada biasanya. Secara umum perubahan variabilitas suhu permukaan laut dan persebaran klorofil-a di laut sangat dipengaruhi oleh adanya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD). Adanya fenomena IOD ini berpengaruh pada terjadinya upwelling pada perairan selatan Jawa Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan hubungan Indian Ocean Dipole (IOD) dengan upwelling di perairan selatan Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif,  metode ilmiah yang dianalisis menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang empiris, rasional dan sistematis. Penelitian ini dilakukan menggunakan data satelit tahun 2008 sampai dengan 2017 . Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Suhu Permukaan Laut (SPL) dan klorofil-a hasil perekaman satelit Aqua MODIS, data Dipole Mode Index (DMI). Data dari satelit diolah menggunakan SeaDas kemudian menggunakan software ArcGIS. Setelah data didapatkan kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  variabilitas IOD mempengaruhi karakteristik upwelling yang terjadi di perairan selatan Jawa Barat. Ketika nilai DMI meningkat maka upwelling menguat yang ditunjukkan indikator SPL menurun dan klorofil-a meningkat. Sebaliknya ketika DMI menurun maka upwelling akan menurun yang ditunjukkan indikator SPL meningkat dan klorofil-a menurun. Upwelling dengan katagori lemah sudah mulai terjadi bulan Mei. Upwelling medium terjadi bulan Juni-Juli dan upwelling kuat umunya terjadi pada bulan Agustus-September.Bulan Oktober-November umumnya upwelling melemah lagi. 
Analisis Peramalan dan Periode Ulang Gelombang di Perairan Bagian Timur Pulau Lirang, Maluku Barat Daya Purwanto Purwanto; Riki Tristanto; Gentur Handoyo; Mukti Trenggono; Agus Anugroho Dwi Suryoputro
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.564 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i1.7481

Abstract

Pulau Lirang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia terletak di Kabupaten Maluku Barat Daya. Terbatasnya data gelombang menjadi salah satu tantangan dalam melakukan perencanaan, pembangunan dan evaluasi di pesisir dan laut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peramalan dan periode ulang gelombang. Penelitian dilakukan pada 15–19 April 2016 di Perairan Bagian Timur Pulau Lirang menggunakan ADCP Nortex AS Aquadopp Profiler 2000m kedalaman 11,47 meter. Peramalan gelombang diperoleh dari data angin ECMWF dan Ogimet selama 10 tahun (2006–2015). Periode ulang gelombang diperoleh berdasarkan tinggi gelombang signifikan (Hs) melalui peramalan gelombang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei prediktif dan kuantitatif dengan metode peramalan gelombang Sverdrup Munk Bretschneider (SMB) dan Darbyshire. Tinggi gelombang mencapai 2,672 m (Data ECMWF Metode SMB); 0,251–0,792 m (Data ECMWF Metode Darbyshire); 0,013–2,533 m (Data Ogimet Metode SMB) dan 0,251–6,209 m (Data Ogimet Metode Darbyshire). Tinggi gelombang dari Data ECMWF dengan Metode Darbyshire (MRE maksimum 29,744 %) lebih sesuai digunakan yaitu tinggi gelombang 0,251-0,79 m dengan periode gelombang 3,663 - 4,717 detik. Periode ulang gelombang dengan metode Weibull memiliki standar deviasi lebih kecil dan tingkat kepercayaan 84,7 %. Periode ulang gelombang dengan metode Weibull lebih sesuai digunakan di Perairan Bagian Timur Pulau Lirang, tinggi gelombang signifikan dengan periode ulang (Hsr) selama 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun masing – masing adalah 0,3878 m; 0,4029 m; 0,4166 m; 0,4369 m; 0,4537 m dan 0,4715 m.          Lirang Island is one of the outer island of Indonesia is located in Southwest Maluku. Lack of wave data into one of the challenges in planning, development and evaluation in the coastal areas and the sea. The purpose of this study was to analyze the forecasting and return wave period. The study was conducted on 15-19th April 2016 in the east water of Lirang Island using ADCP Nortex AS Aquadopp Profiler 2000m, depth 11,47 meters. Forecasting wave wind data obtained from ECMWF and Ogimet for 10 years (2006-2015). Retun wave period is obtained based on the significant wave height (Hs) through wave forecasting. The method of study are predictive survey and quantitative with forecasting method are Sverdrup Munk Bretschneider (SMB) and Darbyshire. High waves reaching 2,672 m (ECMWF Data, SMB method); 0,251-0.792 m (ECMWF Data, Darbyshire method); 0,013 to 2,533 m (Ogimet Data, SMB Method) and 0,251-6,209 m (Ogimet Data, Darbyshire Method). High wave from ECMWF data with Darbyshire method (MRE maximum 29,744%) are more appropriate, it is high waves 0,251-0,79 m with wave period 3,663-4,717 second. Return wave period with Weibull method has a smaller standard deviation and the confidence level 84,7%. Return wave period with Weibull method is more appropriate to use in the east water of Lirang Island, significant wave height with return period (HSR) for 2, 5, 10, 25, 50 and 100 years are 0,3878 m; 0,4029 m; 0,4166 m; 0,4369 m; 0,4537 m and 0,4715 m.
Analisa Sebaran Suhu Permukaan Laut Berdasarkan Citra Landsat-8 TIRS di Sekitar Outfall PLTU Tarahan Lampung Selatan Muhammad Bani Putra Utama; Gentur Handoyo; Heryoso Setiyono; Dwi Haryo Ismunarti; Agus Anugroho Dwi Suryoputro
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.691 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i1.7493

Abstract

PLTU Tarahan Lampung Selatan menggunakan air laut sebagai air pendingin dalam kegiatan operasionalnya. Kegiatan tersebut menghasilkan limbah air panas yang berhubungan  langsung  dengan  perairan,  sehingga dapat  mengakibatkan berubahnya suhu permukaan laut di perairan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran horizontal limbah air panas di perairan laut sekitar outfall PLTU Tarahan Lampung Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Citra Landsat 8 TIRS,  suhu  permukaan  laut  lapangan  dan  arus  permukaan  laut lapangan, peta bathimetri yang diterbitkan oleh Pushidrosal, pasang surut yang diterbitkan oleh BIG yang diunduh pada laman http://ina-sealevelmonitoring.big.go.id dan peta RBI yang diterbitkan oleh BIG. Pengambilan data lapangan sebanyak 15 titik untuk mengetahui akurasi data citra dengan pengukuran lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kenaikan suhu permukaan laut oleh limbah air panas PLTU Tarahan Lampung Selatan sebesar 4oC dari suhu rata-rata laut di daerah outfall. Pola persebaran suhu permukaan laut membentuk setengah busur dengan luasan sebesar 39 hektar. Suhu tertinggi sebesar 33,5oC yang berada di dekat outfall dan terendah sebesar  29,4oC dan bergerak menuju arah  tenggara dari outfall.  The Steam Electricity Power Plant Tarahan South Lampung uses sea water for cooling water in its operational activities. The activity produces hot water waste that is directly related to the waters, so that it can lead to increased sea surface temperatures in the waters. Data used in this study include Landsat 8 TIRS imagery, field sea surface temperature and field sea surface currents, bathymetry maps published by Pushidrosal, tides data published by BIG which downloaded on the page http://ina- sealevelmonitoring.big.go.id and maps of the RBI from BIG. Field data capture as much as 15 points to know the accuracy of image data with measurement field. The results obtained from the research showed a rise in sea surface temperature of 4oC than the average temperature of the sea around the outfall. The distribution pattern of sea surface temperature forms a half arc with an area of 39 hectares. The highest temperature was 33.5oC which is near the outfall and the lowest was 29.4oC which is at the farthest point. The pattern of sea surface temperature difstribution was moving towards the Southeast  from the outfall.  
Analisis Dinamika Permukaan Laut di Laut Jawa dengan Recurrent Neural Network Periode 1993 sampai 2019 Zamna Mujadida; Heryoso Setiyono; Gentur Handoyo; Hariyadi Hariyadi; Jarot Marwoto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.523 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i1.10661

Abstract

Kenaikan muka air laut yang terjadi setiap tahun dapat disebabkan oleh perubahan iklim yang tidak stabil. Perubahan iklim tersebut disebabkan oleh meningkatnya suhu bumi yang merupakan dampak dari peningkatan gas rumah kaca. Kenaikan muka air laut dapat menyebabkan terganggunya aktivitas manusia terutama di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan permukaan laut di Laut Jawa dan memprediksi data masa depan menggunakan pendekatan machine learning dengan arsitektur jaringan Recurrent Neural Network (RNN). Data utama yang digunakan adalah data sea level anomaly di Laut Jawa dari tahun 1993 sampai 2019 yang diterbitkan Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) didukung peta RBI Indonesia dan peta arus permukaan di Laut Jawa. Hasil analisis menunjukkan terjadinya peningkatan nilai muka air laut sejak tahun 1993 sekitar 37,545 mm/tahun. Tren kenaikan tercepat muka air laut di Laut Jawa mencapai nilai 72,313 mm pada tahun 2015-2016 sedangkan tren paling lambat terjadi pada tahun 2002-2005 sekitar 16,7 mm. Perubahan tren muka air laut yang ekstrim terjadi pada tahun 1996-1998 dan pada tahun 2010-2016 dikarenakan terjadinya fenomena El Nino dan La Nina. Evaluasi model dari RNN didapatkan nilai MSE sebesar 0,0000343, nilai RMSE 0,0058564, nilai R2 0,993, dan nilai MAE 0,0045024. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan nilai error yang sangat kecil sehingga dapat disimpulkan bahwa model RNN sangat akurat untuk memprediksi dinamika permukaan laut.
Analisis Dampak Perubahan Cuaca Terhadap Kualitas dan Produksi Garam di Kabupaten Rembang Ashilah, Azizah Anis; Wirasatriya, Anindya; Handoyo, Gentur
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i2.14006

Abstract

Garam merupakan komponen penting bagi manusia yang dimanfaatkan baik sebagai kebutuhan pokok maupun bahan baku industri. Indonesia, yang memiliki sumber daya lautan yang luas, ironisnya masih melakukan impor garam karena kebutuhan garam di Indonesia yang mencapai 61,5% berbanding terbalik dengan persentase produksi garam yang hanya sebanyak 31%. Indonesia yang memiliki iklim Tropis umumnya menggunakan metode Solar Evaporation untuk memproduksi garam dengan memanfaatkan panas matahari. Namun, kualitas garam yang dihasilkan di provinsi Jawa Tengah masih sedikit yang mencapai mutu KW-1. Penelitian ini menganalisis faktor klimatologi yang mempengaruhi produktivitas produksi garam di Kabupaten Rembang, daerah penghasil garam terbesar kedua di Jawa Tengah, dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder dan mengolahnya dengan berbagai software pendukung, yaitu Microsoft word, Ocean Data View 4, dan ArcGis 10.3. Hasil penelitian menunjukkan kondisi ideal produksi garam besar dipengaruhi oleh beberapa variabel dengan nilai korelasi radiasi matahari r=0,782, salinitas r=0,697, dan kelembapan relatif r=-0,673. Waktu produksi garam tertinggi ini terjadi di bulan Oktober yang mengalami fase peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produksi garam di Kabupaten Rembang sangat dipengaruhi oleh faktor hidrologi, khususnya curah hujan. Kata kunci: Produksi Garam, Curah hujan, Iklim, Kabupaten Rembang Abstract Salt is an essential component for humans used both as a basic need and industrial raw material. Indonesia, which has vast ocean resources, ironically still imports salt because the need for salt in Indonesia reaches 61.5%, in contrast to the percentage of salt production, which is only 31%. As a tropical climate country, Indonesia generally uses the Solar Evaporation method to produce salt by utilizing solar heat. However, the quality of salt produced in the province of Central Java is still low, which reaches the KW-1 quality. This study analyzes climatological factors that affect the productivity of salt production in Rembang Regency, the second-largest salt-producing area in Central Java, using quantitative methods. The research collected secondary data and processed it with supporting software such as Microsoft word, Ocean Data View 4, and ArcGis 10.3. The results showed that the ideal conditions for large salt production were influenced by several variables with the correlation value of solar radiation r=0.782, salinity r=0.697, and relative humidity r=-0.673. The highest salt production time occurs in October, experiencing a transitional phase from the dry to the rainy season. From this research, it can be concluded that hydrological factors, especially rainfall, strongly influence salt production in Rembang Regency. Keywords: Salt Production, Rainfall, Climate, Rembang Regency
Pengaruh Influks Sedimen dari Sungai Terhadap Distribusi Ukuran Butir Sedimen Dasar di Perairan Slamaran, Pekalongan, Jawa Tengah Maramis, Michelle; Widada, Sugeng; Handoyo, Gentur
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i2.14007

Abstract

Perairan Slamaran di Kota Pekalongan, Jawa Tengah merupakan area multi fungsi seperti alur layar, perikanan tangkap, dan wisata bahari. Untuk mendukung keberlangsungan zona pemanfaatan wilayah perairan tersebut, maka kondisi fisik perairan dan pantai perlu diketahui dengan baik. Salah satu kondisi fisik tersebut adalah sedimen dasar perairan. Keberadaan Sungai Banger dan Sungai Loji yang bermuara ke Perairan Slamaran dan membawa material sedimen diduga berpengaruh terhadap sebaran sedimen di perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui influks sedimen dari kedua sungai kaitannya dengan pola distribusi ukuran butir sedimen dasar di Perairan Slamaran. Analisis ukuran butir dilakukan dengan metode granulometri untuk mendapatkan data statistik distribusi ukuran butir yaitu mean, sortasi, skewness, dan kurtosis. Influks sedimen dari sungai ditentukan berdasarkan debit dan kandungan sedimen dalam air sungai. Arus laut diperoleh dari peramalan arus pasut menggunakan perangkat lunak MIKE21. Hasil penelitian menunjukan bahwa sedimen di sungai didominansi oleh lanau pasiran, sedangkan di muara didominansi oleh pasir lanauan. Sementara pada pantai aontara Sungai Loji dan Sungai Banger didominansi oleh pasir. Selanjutnya ke arah laut lepas sedimen lanau semakin banyak. Secara umum sedimen tersebut mempunyai nilai mean berkisar antara 0,045 – 1,735, dengan sortasi very well, kondisi skewness adalah very coarse skewness hingga very fine skewness, dan kurtosis pada sedimen bervariasi dari mesokurtic, leptokurtic, dan very leptokurtic. Debit suspensi pada 4 titik pengukuran berkisar dari 0.008 – 0.079 kg/s. Kecepatan arus pasut pada perairan ini memiliki besar kecepatan 0.002 sampai 0.012 m/s. Pola arus yang digunakan sesuai dengan waktu penelitian adalah arus yang bergerak dari surut menuju pasang sesuai waktu sampling. Arus dengan kecepatan yang besar diduga dapat membawa material sedimen lebih banyak dengan butiran yang lebih kasar. Kata kunci: Sedimen, Statistik Butiran, Debit Suspensi, Arus Pasang Surut, Perairan Slamaran Abstract Slamaran waters in Pekalongan City, Central Java is a multi-functional area such as cruise line, capture fisheries, and beach tourism. To support the sustainability of the zone of the waters, the physical conditions of the waters and beaches need to be well known. One of these physical conditions is the seabed sediment of the waters.. The existence of the Banger River and Loji River which empties into the Slamaran Waters and carries sedimentary materials that affect the sediment in these waters. This study aims to determine the sediment influx from the two rivers related to the grain size distribution of sediments in the Slamaran waters. The grain size analysis by using the granulometric method to obtain statistical data on the grain size distribution namely mean, sorting, skewness, and kurtosis. Sediment influx from the river is determined based on the discharge and the content in the sediment in the river water. Ocean currents are obtained from tidal current forecasting using MIKE21 software. The results showed that the seabed sediment in the river is dominated by sandy silt, while in the estuary it is dominated by silty sand. Meanwhile, on the coast between the Loji River and the Banger River, sand is dominated. Furthermore, towards the open sea, the silt sediment is increasing. In general, the sediment has a mean value ranging from 0.045 - 1.735, with very well sorting, skewness value are very coarse skewness to very fine skewness, and the kurtosis in sediments varies from mesokurtic, leptokurtic, and very leptokurtic. The suspension discharge at 4 measurement points ranged from 0.008 – 0.079 kg/s. The speed of tidal currents in these waters has a speed of 0.002 to 0.012 m/s. The current pattern used according to the time of the study is the current that moves from low tide to high tide according to the sampling time. Currents with high speeds are thought to be able to carry more sedimentary material with coarser grains. Keywords: Sediment, Statistical Granular, Suspension Discharge, Tidal Current, Slamaran Waters
Elevasi Muka Air di Pantai Gesing, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Wahid, Arbi; Ismunarti, Dwi Haryo; Handoyo, Gentur
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i2.16591

Abstract

Pantai Gesing terletak di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Secara faktual saat ini Pantai Gesing telah dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan tambat labuh perahu/kapal perikanan atau oleh lebih kurang 100 perahu nelayan setiap harinya namun fasilitas berupa pelabuhan belum tersedia. Ketersediaan data pasang surut yang akurat dan kontinu di perairan Pantai Gesing Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan tipe pasang surut serta elevasi muka air rencana menggunakan metode admiralty dan least square. Hasil perhitungan menggunakan metode admiralty (least square) untuk nilai HHWL sebesar 1,61 (2,305) meter; MHWL sebesar 1,22 (1,695) meter; MSL sebesar 0,81 (0,81) meter; MLWL sebesar 0,4 (-0.035) meter LLWL sebesar 0 (-0,645) meter; secara berturut-turut, sementara nilai tunggang pasang surut sebesar 1,423 (2,95) meter. Berdasarkan nilai bilangan Formzahl kedua metode memiliki nilai berbeda, namun masih dalam satu tipe yang sama, yaitu mempunyai type pasang surut campuran condong ke harian ganda.AbstractGesing Beach is located in Girikarto Village, Panggang District, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta. Factually, Gesing Beach has been used as a place to anchor fishing boats or by approximately 100 fishing boats every day, but facilities in the form of a harbor are not yet available. The availability of accurate and continuous tidal data in Gesing Beach, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta is still minimal. This study aimed to determine the characteristics and types of tides and elevation of the plan water level using admiralty and least square methods. The results of calculations using the admiralty method (least square) for the value of HHWL of 1.61 (2.305) meters; MHWL of 1.22 (1.695) meters; MSL of 0.81 (0.81) meters; MLWL of 0.4 (-0.035) meters LLWL of 0 (-0.645) meters; respectively, while the value of tidal ridge of 1.423 (2.95) meters. Based on the value of the Formzahl number, both methods have different values but are still of the same type, which has a mixed prevailing semi-diurnal. 
Identification of Rossby Atmosphere-Tropical Cyclone in Eastern Indonesian Waters Suhendar, Maldiva Hafiza Anjarika; Yulihastin, Erma; Syalsabilla, Alya Fitri; Azzahra, Syifa Alifia; Handoyo, Gentur; Ridwan, Agus Wawan; Dawami, Maulana Dwi Nur
Jurnal ILMU DASAR Vol 25 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jid.v25i2.43674

Abstract

Recent research has revealed that tropical cyclones can develop over eastern Indonesian waters influenced by marine heatwaves and Rossby waves in the atmosphere. However, there is no study documenting tropical cyclones that occur in conjunction with atmospheric Rossby waves (Rossby Atmospheric-Tropical Cyclones) and their association with increased sea surface temperatures in eastern Indonesian waters. This study aims to document the influence of Rossby waves in the atmosphere on the formation of tropical cyclones around the Indonesian region using 5 case studies in 2017-2022, namely: December 2017, January 2020, December 2020, December 2021, and April 2022. This study uses wind data, sea surface temperature, specific humidity, and temperature (2m) obtained from the European Re-Analysis (ERA5) with a temporal and spatial resolution of one hour and 0.25°×0.25°. The identification of Rossby waves is based on the Rossby index issued by the North Carolina Institute for Climate Studies (NCICS). In this study, the Rossby Atmosphere-Tropical Cyclone is grouped into three phases, namely: early phase, mature phase, and late phase, using composite and statistical methods to calculate anomalies. The results showed that in the early phase, the existence of Rossby waves was shown by two twin vortices over eastern Indonesia, which was supported by high specific humidity, warming sea surface temperature (>+0.4°C), and higher surface temperature (>+0.3°C) over Timor. In the mature phase, the twin vortices over eastern waters transformed into a tropical cyclone over the Philippines. In the final phase, specific humidity decreases, sea surface temperature cools (<-0.3°C), and surface temperature decreases (<-0.3°C). The results also prove the crucial role of Timor waters in forming Rossby waves that can grow into tropical cyclones around Indonesia.
Co-Authors Adhi, Mohamad Zaki Satrio Aditya Dendy Pratama Agus A.D Suryoputro Agus A.D. Suryo Putro Agus A.D. Suryoputro Alamsyah, M. Zanugera Alfi Satriadi Alfi Satriadi Alfiqri, Muhammad Zidan Amalya, Afroh Andita Agung Anindya Wirasatriya Ari Widyawati Aris Ismanto Ashilah, Azizah Anis Azis Rifai Azzahra, Syifa Alifia Baskoro Rochaddi Benni Leo Simanjuntak Bima Andriantama Christine Ruth E. Siregar Dawami, Maulana Dwi Nur Denny Nugroho Sugianto Dian Lestari Anggraini Dini Oktaviani Donny Arifyanto Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Kushartono Edwin Maulani Effendi, Rizki Elis Indrayanti Elok Dyah Kusumawati, Elok Dyah Fabian Doko Raditya Fareza Andre Pahlevi Panjaitan Ferri Septia Purwadi, Ferri Septia Fhadlan, Reza Finna Widya Ariani Firman Ramadhan Galih Tristianto Gemilang, Aulia Surya Gentio Harsono Guntara, Otto H J, Medika Catur Hadi Endrawati Haidar, Althaf Zhafran Hanifa Zuhaira Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Heriyoso Setiyono Hermawan Puji Wijaksono Hermin Pancasakti Kusumaningrum Heryoso Setiyono Heryoso Setyono Ibnu Pratikno Ibnu Pratikyo Ichwan Dwi Saputra Indra Budi Prasetyawan Jannisa Raska Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jihadi, Muhammad Shulhan Karlina Putri Diani Kirana Candrasari Kunarso Kunarso Lilik Maslukah Lintang Fauzia Ichsari Mahendrajit Yudhantoko, Mahendrajit Mahesha, Pratama Danang Maramis, Michelle Maris, Muhamad Ribhi Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhamad Azhar Fathurahman Muhammad Bani Putra Utama Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Irfan Muhammad Musa Muhammad Sulaiman Muhammad Yusuf Muhammad Zainuri Mukhtar, Shofa Ahsani Mukti Trenggono Muldiyatno, Farid Muslim Muslim Muslim Muslim Nugroho Agus D Octavianna, Pramesthi Dwi Petrus Subardjo Pratiwi, Nadien Pratiwy, Essy Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putri, Nia Oktaviani Annisa Putu Suryaniti Dewi Raden Ario Rahmat Yolansyah Putra Rahmat, Fadhlan Basiluddin Ria Azizah Ria Azizah Ridwan, Agus Wawan Rifki Kurnia Rachman Rikha Widiaratih Riki Tristanto Rina Oktaviani Dzikrurianti Rizky Aditya Setiono, Heryoso Shidqirrohman, Naufal Siddhi Saputro Sri Yulina Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Suhendar, Maldiva Hafiza Anjarika Suryani, Oda Gracia Ariela Suryono Suryono Sutarno Eko Arvianto, Sutarno Eko Syafiq Muhammad Aziz Syalsabilla, Alya Fitri Tony Hadibarata, Tony Tulus Aldrian Siregar Vemilarisa Kusumadewi Wahid, Arbi Wardani, Adella Eka Warsito Atmodjo Wibowo Edi Wicaksono, Pulung Puji Widiaratih, Rikha Wisman Fabrisse Doloksaribu Wulansari Rahmawti Yeyen Novita Sari Yulihastin, Erma Yusuf Jati Wijaya Zamna Mujadida