Claim Missing Document
Check
Articles

Geospatial Modeling of the Nitrate Distribution as an Indicator of Aquatic Fertility in the Lagoon Waters of the Mangrove Information Center (PIM), Pekalongan Zainuri, Muhammad; Suryani, Oda Gracia Ariela; Ismanto, Aris; Handoyo, Gentur; Rifai, Azis; Rochaddi, Baskoro; Endrawati, Hadi; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Jihadi, Muhammad Shulhan; Hadibarata, Tony
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 3 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v27i3.24081

Abstract

In the lagoon area of the Mangrove Information Center (PIM), Pekalongan, annual flooding leads to inundation in some land areas, particularly pond areas, lagoons, and residential areas. The area of submergence due to tidal floods in 2020 reached 783.99 hectares. The construction of embankments to the south of the lagoon as protection against flooding has transformed the northern area into a lagoon. Our research, crucial for understanding and managing these environmental changes, aims to determine and analyze the content and distribution of nitrate in the Lagoon Area of Mangrove Information Center Waters, Pekalongan. This was achieved through a thorough process of in situ observations based on purposive sampling at six sampling sites on June 22, 2023. The nitrate distribution data was then interpolated with a 2D current hydrodynamic model, ensuring the most accurate representation of the data. The value of nitrate content in the Mangrove Information Center lagoon ranges between 0.0065-0.1072 mg/L. This distribution pattern, influenced by deposits of mangrove litter, the depth of the lagoon, and water circulation, reflects the accumulation of physical and chemical influences in the waters.
Konsentrasi dan Sebaran Klorofil-A di Muara Sungai Mrican, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Amalya, Afroh; Indrayanti, Elis; Handoyo, Gentur; Zainuri, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 1 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i1.25529

Abstract

Muara Sungai Mrican di Perairan Pekalongan dimanfaatkan untuk pemukiman, budidaya ikan, dan industri sehingga berpotensi menghasilkan limbah organik dan mempengaruhi konsentrasi klorofil-a sebagai indikator kesuburan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsentrasi dan sebaran klorofil-a serta menganalisis korelasinya dengan suhu, salinitas, pH, DO. Metode yang digunakan pada menelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengambilan sampel air dan data parameter kualitas perairan secara in situ di 28 titik lokasi pada 30 Mei 2024 pukul 07.00 – 12.00 WIB.. Korelasi klorofil-a dengan suhu, salinitas, pH, dan DO dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Berdasarkan hasil penelitian yang lakukan, konsentrasi klorofil-a menunjukkan kisaran antara 2.6329 – 30.5967 mg/L. Konsentrasi klorofil-a tersebut berkaitan erat dengan suplai nutrien, hasil degradasi limbah organik pada perairan Mrican. Konsentrasi klorofil-a menunjukkan nilai yang tinggi di wilayah muara dan menurun saat menjauh dari pantai. Klorofil-a memiliki korelasi positif dengan suhu,  serta berkorelasi negatif dengan salinitas, pH, dan DO, yaitu perairan dengan salinitas, pH, dan DO.
Hubungan Kandungan Fosfat dan Parameter Lingkungan di Muara Sungai Mrican, Pekalongan Pratiwi, Nadien; Handoyo, Gentur; Indrayanti, Elis
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 1 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i1.25527

Abstract

Muara sungai merupakan perairan yang kompleks dimana terjadi pertemuan antara air sungai dan air laut. Masukan air sungai ke laut membawa sumber zat hara yang dapat meningkatkan produktivitas perairan. Muara Sungai Mrican, Pekalongan menjadi salah satu tempat mengalirnya limbah yang berasal dari berbagai kegiatan manusia dan industri yang diduga mengandung unsur fosfat. Fosfat adalah salah satu unsur hara yang berperan penting dalam ekosistem perairan, namun konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan eutrofikasi dan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kandungan fosfat dan parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH dan DO) di Muara Sungai Mrican, Pekalongan. Pengambilan sampel  dilaksanakan pada 30 Mei 2024 di 28 titik yang mewakili daerah sungai, muara dan sekitar pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan fosfat di Muara Sungai Mrican. Pekalongan berkisar antara 0,002 – 0,817 µmol/L; yang membentuk pola konvergen di beberapa titik stasiun, dengan nilai yang cenderung tinggi pada daerah muara, dan menurun pada perairan pantai menuju laut. Korelasi fosfat menunjukkan hubungan positif dengan suhu (r = 0,433) yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan fosfat, semakin tinggi pula suhu air, namun berhubungan sebaliknya dengan salinitas (r = -0,819); pH (r = -0,715); dan DO (r = -0,022).
Studi Sebaran Klorofil-a dan Material Padatan Tersuspensi (MPT) di Muara Sungai Loji, Pekalongan Wardani, Adella Eka; Wulandari, Sri Yulina; Rochaddi, Baskoro; Zainuri, Muhammad; Handoyo, Gentur
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.55200

Abstract

Muara Sungai Loji, Pekalongan merupakan salah satu lokasi hasil berkumpulnya limbah bahan organik akibat pembuangan kegiatan manusia dan berdampak terhadap parameter perairan yaitu klorofil dan MPT. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan serta sebaran klorofil-a dan MPT dari hasil pengukuran data lapangan pada musim timur, serta menganalisis hubungan antara klorofil-a dan MPT. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2022 dengan pengambilan sampel klorofil-a dan MPT secara pada 11 titik lokasi penelitian. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif, dimana hasil pengukuran in-situ di-overlay pada citra dari satelit Sentinel-2 yang di download bersamaan dengan perioda sampling, dengan interpolasi menggunakan spline with barrier. Hasil penelitian menunjukkan, konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,00494 - 0,003788 mg/L sedangkan, nilai konsentrasi MPT diantara 57,73 – 70,27 mg/L. Sebaran klorofil-a dan MPT menunjukkan pola bergerak dari arah tenggara menuju ke barat laut, sebagai akibat dari masukan limbah bahan organik dari wilayah muara serta arus dan angin pada periode musim timur. Klorofil-a dan MPT di muara Sungai Loji, Pekalongan memiliki hubungan yang positif sedang dengan nilai koefisien korelasi (r) kedua variabel sebesar 0,29767 dan berdasarkan koefisien determinasinya klorofil-a mempengaruhi konsentrasi material padatan tersuspensi sebesar 8,86%. 
Pengaruh Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Tongkol (Euthynus affinis) di Kabupaten Trenggalek Adhi, Mohamad Zaki Satrio; Yusuf, Muh.; Handoyo, Gentur
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i3.16843

Abstract

Ikan Tongkol (Euthynus affinis) merupakan salah satu jenis ikan pelagis yang banyak di tangkap di perairan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Hasil tangkapan ikan tongkol dipengaruhi oleh beberapa parameter oseanografi termasuk klorofil-a dan suhu permukaan laut (SPL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran klorofil-a dan SPL serta mengetahui pengaruh klorofil-a dan SPL terhadap hasil tangkapan ikan tongkol di perairan Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini memakai metode kuantitatif serta menggunakan citra dari penginderaan jauh dalam mengolah data klorofil-a, SPL, dan angin. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa rata-rata SPL di perairan Kabupaten Trenggalek dari tahun 2018 hingga tahun 2020 pada musim timur adalah 24,82 – 26,66°C dan musim barat adalah 29,12 – 29,95°C, kemudian konsentrasi klorofil-a pada musim timur adalah 1,10 – 2,27 mg/l dan musim barat adalah 0,36 – 0,69 mg/l. Musim penangkapan ikan tongkol mencapai hasil yang maksimum pada musim timur, Berdasarkan analisis regresi linier berganda didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) pada musim timur sebesar 0,367 dan musim barat sebesar 0,765. Nilai ini menunjukkan bahwa klorofil-a dan SPL mempunyai pengaruh yang bersifat positif terhadap hasil tangkapan ikan tongkol di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2018-2020, yakni sebesar 36,7% pada musim timur dan 76,5% pada musim barat.
Studi Pola Arus di Kawasan Muara Sungai Banger Kota Pekalongan, Jawa Tengah Shidqirrohman, Naufal; Handoyo, Gentur; Ismanto, Aris
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i1.21900

Abstract

Perairan Pekalongan terletak pada posisi geografis 109º37’ - 109º42’BT dan 06º50’ - 06º55’LS dan berlokasi di antara Laut Jawa dan Kota Pekalongan itu sendiri. Sungai Banger di kota Pekalongan merupakan satu dari sekian sungai yang terdapat aktivitas industri yang terdapat di sempadan sungai. Sungai Banger berperan sebagai kanal karena menjadi sudetan dari Sungai Pekalongan yang diharapkan mampu mengatasi banjir yang berlangsung hampir setiap tahun. Maka dari itu realita yang terlihat secara fisik dari Sungai Banger digunakan sebagai acuan untuk mengetahui kondisi Perairan Pekalongan. Penelitian ini bertujuan guna meninjau pola pergerakan arus permukaan di di Muara Sungai Banger. Metode yang digunakan merupakan pendekatan model hidrodinamika untuk memperoleh hasil pola pergerakan arus dalam visualisasi 2D. Verifikasi kesesuaian model dilakukan melalui perbandingan dengan hasil pengukuran lapangan yang dilakukan 6 April – 9 April 2021. Pengukuran arus dilakukan dengan menerapkan metode eulerian menggunakan instrumen ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler). Hasil simulasi pola arus ini berupa area series dan juga vector dari hasil arah arus tersebut. Hasil penelitian membuktikan kecepatan arus minimum 0,016 m/s dan arus maksimum 0,281 m/s. Arah arus laut cenderung bergerak ke arah barat dengan kecepatan persentase terbesar pada kecepatan 0,05 – 0,1 m/s dan 0,15 – 0,2 m/s dengan masing-masing persentase 36,36% dan 32,72%.
Analisis Pengaruh Indian Ocean Dipole Terhadap Suhu Permukaan Laut Dan Klorofil-a Di Selat Karimata Pada Tahun 2008-2022 Alamsyah, M. Zanugera; Handoyo, Gentur; Wijaya, Yusuf Jati
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.23635

Abstract

Selat Karimata adalah perairan yang menghubungkan Pulau Sumatra dengan Pulau Kalimantan serta merupakan selat terluas di Indonesia. Selat ini memiliki kondisi oseanografis yang kompleks karena dipengaruhi oleh sistem angin muson, yang mempengaruhi suhu permukaan laut dan klorofil-a. Secara umum, suhu permukaan laut dan klorofil-a dapat dipengaruhi oleh Indian Ocean Dipole (IOD). IOD merupakan salah satu fenomena iklim global yang terbentuk di Samudra Hindia dan dapat memengaruhi daerah sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh IOD terhadap variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a di Selat Karimata pada tahun 2008-2022. Data yang digunakan adalah data suhu permukaan laut dari OSTIA, klorofil-a dari OC-CCI, angin dari ASCAT, dan Dipole Mode Index (DMI) selama 15 tahun. Pengolahan data menggunakan Interactive Data Language dengan memakai rumus rata-rata. Analisis korelasi juga digunakan untuk mengetahui hubungan antara IOD dengan suhu permukaan laut dan klorofil-a. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa IOD berpengaruh siginifikan terhadap klorofil-a dibandingkan suhu permukaan laut dengan kekuatan hubungan kuat untuk klorofil-a dan hubungan lemah untuk suhu permukaan laut. Pada saat kejadian IOD positif, terjadi peningkatan suhu permukaan laut sebesar 3,5% dan penurunan konsentrasi klorofil-a sebesar 33,33%. Selama peristiwa IOD negatif, terjadi penurunan suhu permukaan laut sebesar 1,6% dan peningkatan konsentrasi klorofil-a sebesar 11,11%.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Perairan untuk Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) di Perairan Pulau Panjang, Banten Pratiwy, Essy; Handoyo, Gentur; Suryoputro, Agus Anugroho Dwi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i4.16837

Abstract

Indonesia memiliki total luas wilayah laut sekitar 5,9 juta km2 dan memiliki jumlah pulau ±17.504 gugusan pulau besar dan kecil. Salah satu hasil kelautan di Indonesia yang cukup melimpah adalah rumput laut. Perairan Pulau Panjang, yang berlokasi di Kabupaten Serang, Banten terdapat lokasi pembudidayaan rumput laut, namun saat ini mengalami penurunan produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan perairan untuk budidaya rumput laut berdasarkan parameter kecepatan arus, kedalaman, kecerahan perairan, MPT, suhu, salinitas, pH, konsentrasi nitrat dan fosfat. Parameter-parameter perairan tersebut diolah dengan metode skoring dan pembobotan untuk menghasilkan tingkat kesesesuaian lahan rumput laut yang terbagi menjadi 3 (tiga) kategori: Sesuai (skor 34-45), Kurang Sesuai (skor 23-32), dan Tidak Sesuai (skor <23). Berdasarkan analisa kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut di perairan Pulau Panjang, Banten menunjukkan bahwa kesesuaian lahan rumput laut memiliki skor 23-30 termasuk ke dalam kategori keadaan perairan yang kurang sesuai untuk budidaya rumput laut. Kualitas perairan Pulau Panjang, Banten kurang mendukung akibat adanya reklamasi dan masukan limbah dari kegiatan industri yang ada disekitar Pulau Panjang, Banten.
Studi Batimetri Dan Pasang Surut Untuk Rekomendasi Alur Pelayaran Di Dermaga Pelabuhan Marunda Mukhtar, Shofa Ahsani; Handoyo, Gentur; Setiyono, Heryoso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i4.16541

Abstract

Tanjung Priok direncanakan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok berbagai pengembangan dan tatanan kedepannya. sehingga perlu dilakukan penataan perairan di wilayah perairan Marunda baik alur pelayaran keluar-masuk pelabuhan Marunda di beberapa terminal serta zonasi labuh kapal-kapal dalam menjamin Keselamatan Pelayaran dan perlindungan maritim. Tujuan penelitian adalah mengetahui profil kedalaman untuk penentuan jalur masuk pelabuhan guna referensi alur pelayaran yang aman dalam membantu upaya optimalisasi pengembangan Pelabuhan Marunda. Data primer yang didapatkan berupa data kedalaman dan data pengamatan pasang surut. Pengambilan dilakukan menggunakan alat pemeruman berupa Singleneam Echosounder DF3200 – MK-III dan data pengamatan pasang surut menggunakan Digital Tide Gauge (Water Level Recorder) Valemort Tide Master. Perairan Pelabuhan Marunda memiliki tipe pasang surut bersifat harian tunggal (diurnal tide). Kedalaman terkoreksi pada saat LWS(Low Water Spring) pada perairan Pelabuhan Marunda yaitu pada area dermaga kedalaman terdangkal sebesar 1.8 meter dan yang terdalam sebesar 15 meter. Kunjungan kapal didapatkan draft kapal terbesar yang beraktivitas di pelabuhan marunda adalah 5.5 meter. Nilai sarat aman yang  didapatkan dijadikan referensi yang berupa peta alur pelayaran yang aman menuju dermaga dengan menghindari area dangkal dan mengikuti area dengan kedalaman yang disarankan.
Analisis Pengaruh Arus Sejajar Pantai (Longshore Current) Terhadap Potensi Abrasi di Perairan Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah Putri, Nia Oktaviani Annisa; Ismanto, Aris; Handoyo, Gentur
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i1.18986

Abstract

Pembangunan pelabuhan di Kendal yang berada di Kawasan Industri Kendal (KIK) menyebabkan terjadi perubahan hidro-oseanografi di wilayah tersebut. Akibatnya terjadi dinamika pantai seperti abrasi dan akresi di beberapa pantai di kawasan tersebut. Salah satu peristiwa yang terjadi di Perairan Kecamatan Kaliwungu adalah abrasi yang cukup parah. Adapun salah satu faktor hidro-oseanografi yang mempengaruhinya adalah arus sejajar pantai yang dapat membantu proses transport sedimen dari pesisir pantai maupun arah laut lepas dan mempengaruhi garis pantai. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis laju transport sedimen akibat proses arus sejajar pantai (longshore current) di Perairan Kabupaten Kendal setelah pembangunan pelabuhan Kendal dan dampaknya terhadap abrasi yang terjadi di sepanjang pantai di Kabupaten Kendal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif, dimana data primer yang digunakan adalah data gelombang dan sedimen, sedangkan data sekunder yang digunakan berupa data angin selama tahun 2011 - 2021 bersumber dari ERA5 ECMWF (European Centre Medium Range-Weather Forecasts) dan diolah menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretchneider), data gelombang dan sedimen digunakan sebagai inputan untuk model simulasi arus sejajar pantai menggunakan modul coupled fm dari software MIKE21. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis gelombang yang berada di lokasi penelitian merupakan jenis gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Kecapatan arus sejajar pantai terbesar pada musim barat yaitu 1 m/det Maka angkutan sedimen terbesar juga terjadi pada musim barat, yaitu sebesar -29,31443349 m3/hari atau -315.150,16  m3/tahun, sedangkan angkutan sedimen terendah terjadi pada musim peralihan II yaitu -25,89979869  m3/hari atau -278.422,8359 m3/tahun. Abrasi terparah sebesar 176.7m yang berada di sekitar kawasan pelabuhan Kendal dengan rata-rata abrasi sebesar 4.15 m/tahun dan memiliki luasan abrasi sebesar 2.891085 ha.
Co-Authors Adhi, Mohamad Zaki Satrio Aditya Dendy Pratama Agus A.D Suryoputro Agus A.D. Suryo Putro Agus A.D. Suryoputro Alamsyah, M. Zanugera Alfi Satriadi Alfi Satriadi Alfiqri, Muhammad Zidan Amalya, Afroh Andita Agung Anindya Wirasatriya Ari Widyawati Aris Ismanto Ashilah, Azizah Anis Azis Rifai Azzahra, Syifa Alifia Baskoro Rochaddi Benni Leo Simanjuntak Bima Andriantama Christine Ruth E. Siregar Dawami, Maulana Dwi Nur Denny Nugroho Sugianto Dian Lestari Anggraini Dini Oktaviani Donny Arifyanto Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Kushartono Edwin Maulani Effendi, Rizki Elis Indrayanti Elok Dyah Kusumawati, Elok Dyah Fabian Doko Raditya Fareza Andre Pahlevi Panjaitan Ferri Septia Purwadi, Ferri Septia Fhadlan, Reza Finna Widya Ariani Firman Ramadhan Galih Tristianto Gemilang, Aulia Surya Gentio Harsono Guntara, Otto H J, Medika Catur Hadi Endrawati Haidar, Althaf Zhafran Hanifa Zuhaira Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Heriyoso Setiyono Hermawan Puji Wijaksono Hermin Pancasakti Kusumaningrum Heryoso Setiyono Heryoso Setyono Ibnu Pratikno Ibnu Pratikyo Ichwan Dwi Saputra Indra Budi Prasetyawan Jannisa Raska Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jihadi, Muhammad Shulhan Karlina Putri Diani Kirana Candrasari Kunarso Kunarso Lilik Maslukah Lintang Fauzia Ichsari Mahendrajit Yudhantoko, Mahendrajit Mahesha, Pratama Danang Maramis, Michelle Maris, Muhamad Ribhi Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhamad Azhar Fathurahman Muhammad Bani Putra Utama Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Irfan Muhammad Musa Muhammad Sulaiman Muhammad Yusuf Muhammad Zainuri Mukhtar, Shofa Ahsani Mukti Trenggono Muldiyatno, Farid Muslim Muslim Muslim Muslim Nugroho Agus D Octavianna, Pramesthi Dwi Petrus Subardjo Pratiwi, Nadien Pratiwy, Essy Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putri, Nia Oktaviani Annisa Putu Suryaniti Dewi Raden Ario Rahmat Yolansyah Putra Rahmat, Fadhlan Basiluddin Ria Azizah Ria Azizah Ridwan, Agus Wawan Rifki Kurnia Rachman Rikha Widiaratih Riki Tristanto Rina Oktaviani Dzikrurianti Rizky Aditya Setiono, Heryoso Shidqirrohman, Naufal Siddhi Saputro Sri Yulina Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Suhendar, Maldiva Hafiza Anjarika Suryani, Oda Gracia Ariela Suryono Suryono Sutarno Eko Arvianto, Sutarno Eko Syafiq Muhammad Aziz Syalsabilla, Alya Fitri Tony Hadibarata, Tony Tulus Aldrian Siregar Vemilarisa Kusumadewi Wahid, Arbi Wardani, Adella Eka Warsito Atmodjo Wibowo Edi Wicaksono, Pulung Puji Widiaratih, Rikha Wisman Fabrisse Doloksaribu Wulansari Rahmawti Yeyen Novita Sari Yulihastin, Erma Yusuf Jati Wijaya Zamna Mujadida