Transformator merupakan komponen utama dalam sistem kelistrikan untuk menyalurkan energi listrik ke konsumen. Dalam pengoperasiannya, transformator sering mengalami gangguan sehingga diperlukan pengamanan dan pengaturan proteksi yang andal guna menjaga kelancaran sistem. Sistem proteksi dirancang untuk memutus arus gangguan yang terjadi, melindungi peralatan dari kerusakan akibat arus gangguan. Salah satu perangkat proteksi utama pada transformator adalah relay diferensial, yang bekerja cepat tanpa memerlukan koordinasi dengan relay lain. Relay diferensial beroperasi berdasarkan perbedaan vektor antara dua atau lebih besaran listrik yang melebihi nilai ambang tertentu. Dalam penelitian ini, digunakan relay proteksi Siemens 7UT5121. Untuk mempermudah pengujian dan analisis gangguan pada pengaturan relay proteksi tersebut, dilakukan simulasi menggunakan perangkat lunak ETAP. Penyetelan relay proteksi dilakukan untuk melindungi transformator apabila terjadi perbedaan arus pada CT sisi primer dan sekunder dalam zona proteksi. Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai rasio CT untuk arus nominal (I₁) sebesar 230,94 A dan arus nominal (I₂) sebesar 1905,25 A. Arus sekunder CT dihitung masing-masing sebesar 0,769 A untuk I₁ dan 0,866 A untuk I₂. Pada relay diferensial, arus diferensial tercatat sebesar 0,097 A, sedangkan arus restrain adalah 0,817 A. Hasil analisis presentase slope menunjukkan nilai sebesar 11,18% pada slope 1 dan 23,74% pada slope 2. Nilai setting arus diferensial yang diperoleh adalah 0,379 A. Relay tidak akan bekerja jika gangguan terjadi di luar zona proteksi, sehingga memastikan keandalan sistem proteksi transformator