Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Initial Rotation Characteristic Investigation of a Hybrid Savonius - Darrieus Wind Turbine using 6 DOF Computational Fluid Dynamics Hangga Wicaksono; Sugeng Hadi Susilo; Bayu Pranoto; Muhammad Fakhruddin
Mekanika: Majalah Ilmiah Mekanika Vol 20, No 1 (2021): MEKANIKA: Majalah Ilmiah Mekanika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mekanika.v20i1.47577

Abstract

The inconsistency of the wind flow considered as one of the factors which tend to decrease the performance of the wind turbine. This paper proposes a further analysis of the initial rotation characteristic of a hybrid Savonius - Darrieus wind turbine. The addition of the Darrieus blade intends to increase the aerodynamic stability of the overlapping Savonius turbine. This study implements 2D CFD transient analysis using the 6DOF methods in 00, 300, 600, and 900 Darrieus blade position along with 2 m/s, 4 m/s, and 6 m/s wind speed variations. The results of the aerodynamic analysis show that the location of the Darrieus 300 turbine provides the greatest initial repulsion, especially when the turbine rotation is above 900, the position of the Darrieus blade can provide additional impulse force when the Savonius turbine tends to be passive. This effect occurs more significant at higher wind speeds. Savonius with 3-blade modification has a more stable level of force distribution than the 2-blade modification, although the value is smaller. This shows that the 3-blade Savonius provide a higher stability of angular velocity development.
Surface Roughness and Fiber Angular Orientation Analysis Toward Laminated Composite Crack Propagation Hilmi Iman Firmansyah; Bayu Pranoto; Chandra Gunawan; Hangga Wicaksono; Muhammad Fakhruddin
Mekanika: Majalah Ilmiah Mekanika Vol 20, No 1 (2021): MEKANIKA: Majalah Ilmiah Mekanika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mekanika.v20i1.48188

Abstract

Composite is a material that consisting of two or more materials, either micro or macro, where the properties of the material differ in shape and chemical composition from the original substance. In this study, fatigue testing of fiber metal composites was carried out to determine the rate of crack propagation so that the age of the fiber metal composite specimen was known. The independent variable in this research is the angular orientation of the carbon fiber and the surface roughness of the aluminum with the dependent variable response is the bridge crack rate. The manufacture of fiber metal laminates specimens uses the Vacuum Resin Infuse (VARI) method, which uses a vacuum pump as a means to flow the resin from the reservoir to the mold. This method is used to minimize the occurrence of air bubbles trapped on the specimen which causes porosity defects which will reduce the strength of the metal laminates specimen itself. Fatigue testing is performed using the stress amplitude method. That is, the value of the load when the tensile test is one third of the tensile strength. After the fatigue test was carried out, the results were obtained on specimens with an angular orientation of 0/90 ° fibers, the crack propagation rate slowed down with a cycle value of 90000 in specimens with a surface roughness value of 2.128 µm then decreased cycles on specimens with a value of 2.887 µm, namely 11000 cycles.
Pelatihan Instalasi Dan Penataan Sistem Tata Suara Bagi Mushola Al-Khoir, Di RT 01/ RW 09, Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Muhammad Fakhruddin; Imam Mashudi; Mochamad Muzaki; Hangga Wicaksono; Nurlia Pramita Sari; Bayu Pranoto
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i2.173

Abstract

Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, dengan jumlah 264 juta penduduk yang tersebar di berbagai pulau. Dengan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama muslim maka jumlah tempat peribadatan atau masjid dan mushola jumlahnya sebanding dengan penduduknya. Saat ini terdapat sekitar 250 ribu masjid dan 550 ribu mushola. Namun dari jumlah tersebut tercatat ribuan masjid masih mempunyai peralatan dan penataan sistem tata suara yang buruk. Mushola Al-Khoir yang terletak di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang memiliki system tata suara yang kurang baik, padahal system tersebut harus rutin digunakan untuk kegiatan Mushola Al-Khoir sehari-hari, seperti mengumandangkan adzan, memberikan pengumuman terkait dengan kegiatan sosial, pengajian, dan sebagainya. Pada pengabdian ini diusulkan pelatihan instalasi dan penataan sistem tata suara di Mushola Al-Khoir, Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Diharapkan dengan adanya pelatihan dan penataan sistem tata suara ini kualitas suara yang dihasilkan semakin bagus sehingga membuat nyaman masyarakat yang ingin beribadah. Selain itu, dengan adanya pelatihan ini diharapkan ketika system tata suara rusak, pengurus mushola dapat memperbaikinya sendiri.
Pelatihan Dan Pembuatan Mesin Pencacah Rumput Konstruksi Kayu Untuk Pengolahan Pakan Ternak Kambing Di Desa Pakis Kecamatan Durenan Imam Mashudi; Muhammad Fakhruddin; Agus Hardjito; Mochamad Muzaki; Elka Faizal; Agus Harijono
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i2.174

Abstract

Potensi sumber alam di lingkungan sekitar berupa ketersediaan sumber makanan kambing yang melimpah RT04/RW2, Desa Pakis, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, telah mulai dimanfaatkan oleh mitra untuk usaha pemeliharaan kambing sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan ekonomi rumah tangga. Dari proses pemeliharaan yang baik dan ketersediaan sumber makanan yang melimpah, sampai dengan sekarang sudah berhasil dibudidayakan 12 ekor kambing yang masuk pada katagori peternakan kambing skala mikro. Usaha ini cukup memberikan kontribusi yang baik untuk meningkatkan kondisi perekonomian keluarga dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam perjalanannya, dalam menekuni usaha ini, ditemui kendala utama yang menghambat kemajuan dari usaha ini, yaitu kendala kurang idealnya pencacah rumput yang ada untuk dapat mendukung keberhasilan usaha tsb. Kegiatan yang menyita cukup banyak waktu untuk mencukupi kebutuhan pakan kambing yang disebut tiada hari tanpa ngarit (mencari pakan) menjadi kendala utama. Kondisi ini memberikan kesempatan yang sempit bagi mitra untuk memikirkan merintis dan merealisasikan usaha-usaha baru lainnya atau untuk berpatisipasi dalam kegiatan sosial lainnya. Sebagai solusinya kepada mitra diberikan pelatihan untuk membuat mesin pencacah kecil, sederhana, murah, terbuat dari konstruksi utama kayu yang mampu memenuhi kebutuhan pengolahan pengawetan sebagian pakan ternak kambingnya yang nantinya dapat dipakankan pada waktu yang dapat dijadwalkan. Dengan itu, mitra dapat memiliki waktu luang untuk dapat meiliki peluang yang lebih besar untuk memikirkan dan merealisasikan rintisan usaha laian atau paling tidak mitra memiliki waktu yang lebih leluasa untuk keluarga. Sebagai solusinya kepada mitra diberikan pelatihan untuk merancang dan membuat pencacah rumput yang ideal dengan mengacu kepada konsep desain yang kompak dan hemat daya serta memberikan manfaat pada kemudahan penggunaannya.
Pengaruh Fraksi Volume Terhadap Sifat Mekanis Komposit Forged Fiberglass Metode Compression Mould Muhammad Fakhruddin; Imam Mashudi; Mochamad Muzaki; Hilmi Iman Firmansyah; Bayu Pranoto; Hangga Wicaksono
Jurnal Energi dan Teknologi Manufaktur Vol 5 No 02 (2022)
Publisher : Polinema Press, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jetm.v5i02.134

Abstract

Fiber-reinforced composites can be classified into two parts, namely short fiber composites and long fiber composites. Long fibers are stronger than short fibers. Long fiber (continuous fiber) is more efficient in laying than short fiber but short fiber is easier to lay than long fiber. Fiber length affects the processability of the fiber composite. Judging from the theory, long fibers can continue the load and stress from the stress point to the other fiber. In this study, the volume of chopped glass fiber composite with random matrix direction was varied with respect to polyester resin. Making forged fiberglass composites with the press mold method to minimize the occurrence of air bubbles during the composite molding process. Testing the mechanical properties of the forged fiberglass composite using the three-point bending and tensile testing methods. The expected result is the variation of the volume fraction of random chopped glass fiber to polyester resin. The TKT to be achieved from this research is TKT level 3, which is an analytical study that supports the prediction of the performance of the effect of the volume fraction between glass fiber and resin on the mechanical properties of the tensile and bending strength of forged glass fiber composites
Analisis Kapasitas Spesifik Simetris dan Asimetris Coin Cell Superkapasitor menggunakan Reduksi Graphene Oksida dan Doping Boron Graphene Nurlia Pramita Sari; Muhammad Fakhruddin; Mochamad Muzaki; Hangga Wicaksono; Andita N.F. Ganda; Yanuar Rohmat Aji Pradana
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 7 No 2 (2023): G-Tech, Vol. 7 No. 2 April 2023
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.88 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v7i2.2344

Abstract

Superkapasitor banyak diteliti karena kepadatan dayanya yang tinggi, siklus hidup yang panjang, dan fungsinya yang memiliki output daya tinggi dan yang memiliki penyimpanan energi tinggi. Graphene memiliki luas permukaan spesifik yang besar dan konduktifitas elektrik yang tinggi sehingga baik digunakan sebagai elektroda pada coin cell superkapasitor. Boron dinilai sebagai unsur kimia yang baik sebagai bahan dopan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan reduksi graphene oksida dan doping boron graphene oksida sebagai bahan elektroda dari asimetris dan simetris coin cell superkapasitor. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan reduksi graphene oksida dan doping boron graphene yang digunakan sebagai katoda dan anoda coin cell superkapasitor. Pereduksian dilakukan dengan proses pirolisis dalam atmosfer argon dan hidrogen pada temperatur tinggi. Hasilnya menunjukkan graphene dapat didoping menggunakan boron dan dapat digunakan sebagai elektroda (katoda dan anoda) pada coin cell simetris dan asimetris. Nilai kapasitas coin cell asimetris merupakan nilai pertengahan dari coin cell simetris dari bahan katoda dan anodanya.
Prototype Design of E-BMX 2000 Watt Electric Motorcycle Utsman Syah Amrullah; Rilis Eka Perkasa; Muhammad Fakhruddin
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 23 No. 1 (2023): March
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v23i1.55-61

Abstract

Limited supplies of fossil fuels such as gasoline, diesel and LPG resulting in vehicles that use internal combustion would be abandoned and replaced by electric vehicles. There have been many coverages that have reviewed the advantages of electric vehicles, where the advantages of electric vehicles include simple mechanical components, relatively low pollution, low noise levels, and could become a solution for future vehicles for an environmentally friendly life. This study aims to design and build a motorcycle prototype, a work which includes the design and manufacture of a BMX type motorcycle frame powered by a 2000 watt BLDC motor power, and testing the performance of the prototype using dynotest and compared to conventional motorcycles to compare the performance characteristics of both motorcycle. The frame is designed using Solidworks, then manufactured by cutting, bending, drilling, welding, and painting process. Mechanical components include frames that use mild steel pipes with diameter of 1.5 inches and thickness of 1.2 mm. Other mechanical components use components available on the market, such as headsets, front forks, disc brakes, hydraulic caliper brakes, and wheel assemblies. The electrical components used are 48V 2000-watt QS Motor, 60V 15 Ah Lithium battery, Yuyangking 80A controller and electric gas throttle with voltage indicator. The results of the dynotest show that the maximum torque reaches 204 NM (roller) which is achieved at 976 rpm. The maximum speed reaches 69.7 Km/hour. The range of the single-charged battery could cover a distance of 30 km. The characteristic of 2000 Watt E-BMX is very powerful at low revs and stable at high revs, shown by achieving maximum torque at low RPM. To save battery life, it is necessary to limit the remaining voltage, which is done at 55 Volts, so that the battery do not completely run out. It could be concluded that electric motorcycle developed in this study is suitable for use in urban areas (paved tracks or light off-road) with determined mileage and the path travelled, and battery management is needed so the battery does not run out in the middle of a trip.  
Analisis Pengaruh Variasi Beda Potensial dan Waktu Proses Anodizing terhadap Karakteristik Lapisan Oksida Aluminium 6061 Muzaki, Mochamad; Mashudi, Imam; Fakhruddin, Muhammad; Anwar, Abdul Muid; Paranata, Rake Aji Nugraha; Wiganata, Gading
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i1.3020

Abstract

Permasalahan mendasar dari proses anodizing aluminium adalah hilangnya sifat konduktivitas listrik dari aluminium. Artinya aluminium akan bersifat isolatif, hal ini akan mengakibatkan terjadinya listrik statis dari aluminium untuk penggunaan aplikasi tertentu seperti pesawat terbang, komponen otomotif, ataupun komponen elektronik. Dalam penelitian ini diharapkan mendapatkan lapisan oksida dengan nilai isolator yang rendah. Dalam penelitian ini dilakukan investigasi parameter proses anodizing, dalam hal ini waktu proses dan beda potensial, untuk mendapat ketebalan lapisan oksida yang stabil, namun sifat isolatifnya rendah. Waktu proses yang dipilih adalah 25, 30, 35, 40, dan 45 menit. Sedangkan beda potensial yang dipilih adalah 7, 8, 9, 10, dan 11 Volt. Aluminium 6061 hasil anodizing dengan parameter proses tersebut selanjutnya diuji sifat isolatornya, ketebalan lapisan, dan morfologi lapisan yang terbentuk dengan menggunakan mikroskop SEM. Hasil analisis menggunakan anova dua arah menunjukkan beda potensial dan waktu proses memiliki pengaruh signifikan terhadap ketebalan lapisan film alumina yang terbentuk. Sementara itu lapisan film alumina bersifat isolatif ketika menerima tegangan sebesar 250 Volt dan bersifat konduktif ketika menerima tegangan di atas 500 Volt. Pengamatan morfologi permukaan lapisan menggunakan SEM menunjukkan lapisan pori yang terbentuk belum merata.
Pelatihan dan Pemasangan Cermin Tikungan di Baran Genitri Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Nurlia Sari; Mochamad Muzaki; Sulistyono; Nike N.F; Muhammad Fakhruddin; Hilmi Iman Firmansyah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ceria (JPKMC) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ceria (JPKMC)
Publisher : PT. Gelora Cipta Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61674/jpkmc.v1i1.12

Abstract

Di Baran Genitri Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, terdapat satu jalan utama yang menghubungkan setiap gang. Karena sangat pentingnya peran jalan tersebut sehingga kondisi jalan tersebut harus dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Pada daerah tersebut, sering terjadi kecelakaan sehingga terdapat beberapa titik bahaya yang harus ditangani. Kondisi jalan utama yang berbelok belok dan jalan berlubang menyebabkan titik bahaya. Titik tersebut salah satunya tikungan tajam yang terhalang rumput dan lahan tebu serta tembok/pagar rumah warga, sehingga ruas jalan berikutnya setelah tikungan tidak terlihat. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahn yang dihadapi, solusi yang timbul yaitu pemasangan cermin tikungan untuk meningkatkan jarak pandang di titik persimpangan/ kelokan pada jalan utama. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian dimasyarakat ini antara lain (1) Pemetaan kondisi (2) Persiapan (3) Edukasi (4) Pemasangan. Pada program PPM ini akan dihasilkan produk hasil berupa 4 buah cermin tikungan yang dipasang di tikungan jalan utama Baran Genitri selaku mitra. Dengan adanya cermin jalan ini diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan yang terjadi pada kelokan/tikungan tersebut.
PENGARUH JUMLAH DAN ARAH SAYATAN TERHADAP HASIL MILLING ALUMINIUM Nurlia Sari; Akhmad Faizin; Muhammad Fakhruddin; Agus Dani
Otopro Vol 19 No 1 Nov 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v19n1.p40-44

Abstract

The quality of production goods, especially milling on aluminum material, is considered good if it is characterized by good surface quality of the components and efficient (short) machining time. There are various factors that affect this. This study investigated the CNC milling machining parameters, namely depth of cut and step over, which were written as the influence of the number and direction of cuts on the surface quality and machining time of aluminum materials. The purpose was to obtain the appropriate parameters so that the machining process is more efficient and with the appropriate quality. The CNC milling used was CNC Dahlih with a 6mm diameter tool, feed rate of 460 mm/min, and rotational speed of 2800 RPM. The variables were vertical cutting direction (depth of cut 5mm) with variations in step over of 0.5 mm, 1 mm, and 2 mm, and horizontal cutting direction (step over 5mm) with variations in depth of cut of 0.5mm, 1mm, and 2mm. So that the number of cuts can be equalized to 4, 6, and 12 in the vertical and horizontal cutting directions. The results showed that the more cuts, the lower the surface roughness, but it increased the machining time.