Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KONTRIBUSI PROFESI KEGURUAN PADA PENDIDIKAN ANUBAN DI SULAM DARUL AMAN SCHOOL: (Pak Bang, Amphoe Thepha, Songkhla, Thailand Selatan) Perdana Prasetya, Eska; Neni Hardianty, Shinta
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.07 KB)

Abstract

Thailand merupakan negara yang bersistem pendidikan hampir sama dengan Indonesia, dan thailand juga mewajibkan bagi masyarakatnya untuk belajar wajib 12tahun, mulai dari pendidikan dasar (pratthom) hingga tahap setara Menengah Atas (Matthayom). Sebelum menginjak tahap pratthom, umumnya diantara mereka banyak yang memasukan anaknya sekolah setara TK (Anuban) dengan tahapan Anuban 1, 2 dan 3 dimulai dari umur 3-5tahun, Dengan harapan anak anak dapat mempunyai persiapan pendidikan dasar sebelum memasuki sekolah pratthom. Namun beda halnya dengan Indonesia, di Thailand ini anak anak usia dini dididik untuk dapat hidup mandiri tanpa didampingi oleh orangtua. Guru anak usia dini dituntut untuk dapat membuat kemandirian dan kemahiran anak muncul. Untuk itu guru harus dapat menggunakan banyak cara atau metode untuk menarik minat anak usia dini, agar dapat tertarik untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah. melihat dari kondisi tempat yang diteliti, sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang mempunyai keterbatasan ekonomi. sehingga guru sangat ditantang agar dapat menciptakan pembelajaran dan media yang dapat menarik siswa untuk belajar.
POTRET PENGABDIAN KEMITRAAN WILAYAH TERPENCIL DI DESA TRANS AGUNG KABUPATEN SELUMA DALAM MENGATASI MASALAH PENDIDIKAN DAERAH TERTINGGAL Asmahasanah, Salati; Perdana Prasetya, Eska; Rendra, Mecky
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2020): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.361 KB)

Abstract

Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu tergolong ke dalam daftar Lokasi Pusat Kawasan Strategis Nasional (PKSN). Berdasarkan surat sosialisasi penelitian dan pengabdian yang di keluarkan oleh Dikti terdapat Lampiran I Surat No 2276/E3/LL/201 tentang daftar lokasi prioritas kegiatan pengabdian. Permasalahan pertama, Seluma merupakan daerah terpencil, terdapat SD tertinggal dengan kondisi memprihatinkan, pembangunan infrastruktur yang belum merata dengan keadaan akses jalan dan bangunan yang belum layak. Masalah Kedua, sebagian besar anak di desa terpencil putus sekolah hanya sebatas SD dan SMP, hanya beberapa orang saja yang melanjut ke SMA. Anak-anak remaja di Desa sebagian besar lebih memilih membantu orang tua bekerja di perkebunan atau pertanian, bahkan ada yang menikah diusia muda. Metode pengabdian ini terdiri dari, analisa situasi masyarakat, indentifikasi masalah, menentukan tujuan kerja secara speifik, rencana pemecahan masalah, pendekatan sosial melalui pembangunan masyarakat (community development), pelaksanaan kegiatan serta evaluasi kegiatan dan hasil. Tujuan Program Kemitraan Wilayah (PKW) yang telah dilakukan meliputi, (1) terciptanya kemandirian, kenyamanan, dan kesejateraan melalui program pembinaan sekolah dasar terpencil menjadi sekolah yang berkualitas dan layak huni berbasis potensi lokal melalui sinergi antara Perguruan Tinggi, PEMDA dan Organisasi Pemuda dan sosial di Seluma. (2) ditemukan solusi dalam memecahkan permasalahan putus sekolah melalui program penyuluhan “Ayo Sekolah” dan “semangat Lidership” (3) Tersedia bantuan pendidikan bagi siswa yang membutuhkan. (4) angka putus sekolah menurun. (5) Kesadaran masyarakat akan pentingnya sekolah mengalami peningkatan. (6) terwujudnya sekolah yang berkualitas dengan fasilitas yang layak. Tim Pengabdian UIKA Bogor juga bekerjasama melibatkan organisasi pemuda PERISAI dan Ikatan alumni PGSD UNIB menggalang bantuan sosial dan telah diserahkan bantuan berupa paket alat sekolah kepada siswa berupa tas sekolah, buku, alat tulis dan Dispenser beserta galon air minum.
ANALISIS SOSIOPRAGMATIK TINDAK TUTUR CYBERBULLYING DI GRUP WHATSAPP PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR KELAS6 Prasetya, Eska Perdana
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.457 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i3.933

Abstract

Bullying itu adalah sesuatu perilaku kekerasan dengan adanya pemaksaan secara psikologis, sosial, dan akademik, jenis-jenis bullying itu bisa dikategorikan sebagai berikut: Bullying fisik, Bullying Lisan , Bullying Relasional Bullying Elektronik atau Cyberbullying . Cyberbulling itu adalah suatu fenomena bullying yang terjadi di media sosial dengan menggunakan teknologi informasi. Sembilan macam tipe cyberbullying: Flaming, Online harassment, Identity theft/impersonation, Outing, Exclusion/ostracism, Misinformation/Denigration, Cyber stalking, Happy slapping, and Sexting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi,wawancara dan elastase sebagai instrumennya. sosiopragmatik adalah studi tentang bentuk-bentuk ujaran dalam kaitannya dengan konteks sosial penutur, seperti jenis kelamin, karier, latar belakang budaya, etnis, konvensi, perilaku, atau gaya. Ciri karakteristik peserta didik anak SD sebagai berikut: minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari, ingin tahu dan belajar, ada minat terhadap pelajaran khusus, berusaha menyelesaikan sendiri, memandang nilai rapor sebagai prestasi sekolah, dan gemar membentuk kelompok sebaya. Kalimat yang sering dilontarkan di cyber bullying adalah tentang hinaan fisik, atau body shaming, menyebarkan kebohongan tentang temannya, menuliskan yang memalukan/menyakitkan, dan suatu pengacaman. Namun faktor yang paling penting dalam cyberbullying adalah peran dari orangtua dan guru. Peran orangtua adalah epndamping dan pemberi nasehat ketika anaknya mendapat bullying. Sebagai guru harus mempunyai peran serta sebagai pengawas dan pemberi semangat.
Turning The Spirit and Awareness of Reading the Qur'an in a Ṣaḥīḥ According to Riwāyah Mutawātirah Through the Talaqqi Program at the Ittihadul Muwahidin Pati Islamic Boarding School Aulia, Farah Shafa; Ikromatussofia, Muna; Prasetya, Eska Perdana
AMK : Abdi Masyarakat UIKA Vol. 4 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/amk.v4i4.3126

Abstract

This study aims to revive the spirit and awareness of reading the Qur’an correctly (ṣaḥīḥ) in accordance with riwāyah mutawātirah through the talaqqi program at Pesantren Islam Ittihadul Muwahidin, Pati. The background of this research stems from the varying abilities of female students in reading the Qur’an, where errors in tajwīd, makhārij al-ḥurūf, and the characteristics of letters were still found. The research method employed is qualitative with an observational approach and narrative analysis through ḥalaqah activities. The implemented programs include “Easy and Enjoyable Tahsin” and “Intensive Tahsin Workshop with Sanad” standardized by the riwāyah Ḥafṣ ‘an ‘Āṣim. The results show an improvement in the quality of students’ recitation, indicated by the majority achieving grades ranging from good to mumtāz in evaluations. In addition, the talaqqi method proved effective in fostering learning motivation and creating a conducive learning atmosphere. This study concludes that the application of talaqqi can serve as an important means of improving Qur’anic recitation while also building students’ awareness to continuously love the Qur’an.
10 Characteristics of SMK Teachers in the Industrial Era 4.0 (Case Study at SMK Bina Profesi Bogor) Eska Perdana Prasetya
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 1 (2020): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v4i1.297

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas 10 Karakteristik Guru SMK Di Era Industri 4.0. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa karakteristik guru sekolah menengah yang diinginkan oleh siswa. Dalam hal ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang mengumpulkan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan 10 karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang guru siswa sekolah menengah. Alat presentasi di kelas, beragam metode pengajaran, kiat dan trik untuk mendapatkan pekerjaan, Keterampilan Berkomunikasi, Identifikasi Masalah, Deskripsi, dan Solusi, mengingatkan siswa untuk berdoa tepat waktu, Menggunakan Media Sosial, Mengetahui, Menguasai, dan menerapkan materi sebagai diajarkan, didisiplinkan dan Diberikan gambaran kompetisi. Kata kunci: Sekolah Menengah Kejuruan, Guru, Era Industri 4.0 Abstract This article discusses 10 Characteristics Of SMK Teachers In The Industrial Era 4.0. The main purpose of this study is to find out what the characteristics of high school teachers are desired by students. In this case the researchers used qualitative approaches collected the data using observation, interviews, and documentation. The results of this study found 10 characteristics that must be possessed by a teacher of high school students. Presentation tools in the classroom, varied teaching methods, tips and tricks for getting a job, Communication Skills, Identification of Problems, Descriptions, and Solutions, reminds students to pray on time, Use Social Media, Knowing, Mastering, and applying the material being taught, discipline and Provided an overview of competition. Keywords: Vocational High School, Teachers, The Industrial Era 4.0