Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Quantitative Descriptive Study on the Contribution of Oil Palm Farming Income to Farmers’ Household Expenditures Sri Handayani; Aswin Nasution; Ramayana; Sufriadi; Qhistina Atikah; Bagio; Yusmaniar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.13265

Abstract

Indonesia is the world’s largest producer of palm oil, a strategic commodity that significantly underpins the national economy and serves as the main source of income for millions of smallholder farmers. While oil palm cultivation is often associated with high and relatively stable financial returns, providing a vital pathway out of poverty, the actual financial dependence of farming households on this single source of income remains a critical subject of inquiry. This study aims to analyze the, contribution of oil palm farming to fulfilling household needs of farmers in Pante Ceureumen Sub-district, West Aceh Regency. The research employed a purposive sampling method with 100 oil palm farmer respondents. Data were analyzed by calculating the ratio between farming income and total household expenditures. The results indicated that the average income from oil palm farming was IDR 74.003.15 per year, while the average household expenditure was IDR 52.269.00 per year. The contribution of oil palm farming to farmers' household expenditures reached 142 %, signifying that the income derived from oil palms not only covered all household necessities but also yielded a surplus of 42%. This finding demonstrates that oil palm farming plays a vital role in enhancing the welfare of farmer households in the study area.
Optimalisasi Penerangan Jalan Dengan Perancangan Dan Analisis Tiang Lampu Jalan Masykur; Sufriadi; Dedi Mayunda; Sayuti; Geunta Alfitri Mahell; T Irwansyah; M Suganda Siregar; Mukrami; Nadya Yunisa Fahmi; Julia Rizki
Jurnal Lintas Karsa Vol. 1 No. 2 (2025): Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Lintas Karsa (Mei 2025)
Publisher : S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya Gedung A6 Kampus UNESA Ketintang Surabaya 60231

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TM) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu dan teknologi yang telah dipelajari selama perkuliahan. Salah satu program utama dalam KKN-TM ini adalah pemasangan penerangan jalan, yang menjadi langkah krusial dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan di wilayah kecamatan. Kecamatan Samatiga, yang berdekatan dengan desa Cot Pluh, menghadapi kendala minimnya penerangan, terutama karena lokasinya yang memiliki akses langsung ke jalan utama. Oleh karena itu, pengembangan sistem penerangan jalan berbasis energi terbarukan menjadi prioritas utama dalam program ini. Proses yang dilakukan mencakup survei lokasi pemasangan lampu jalan serta analisis kebutuhan pencahayaan. Berdasarkan hasil survei, diperoleh jarak antar titik pemasangan sebagai berikut: 275 meter antara titik 1 dan 2, 113 meter antara titik 2 dan 3, 129,3 meter antara titik 3 dan 4, serta 231 meter antara titik 4 dan 5. Namun, akibat kendala teknis dan pertimbangan finansial, hasil akhir pengukuran mengalami sedikit perbedaan dibandingkan dengan analisis awal.
Strategi Peningkatan Penjualan Produk UMKM BUMDes Kantin Dali Kampong Gosong Telaga Barat, Aceh Singkil Irfan Aulia; T Rendiansyah; Muzakir Muzakir; Rishi Sulindawati; Rezatul Ilmina; Sinta Woyla; Sahmiana Sahmiana; Aswin Nasution; Siti Aminah; Sufriadi Sufriadi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 1 No. 3 (2024): September-Desember "Implementation of Social Service Programs to Increase Commu
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m8f9wj79

Abstract

Penggunaan pemasaran digital dapat menjadi pilihan alternatif dalam menerapkan strategi pemasaran baik produk maupun jasa, yang membantu pelaku usaha memantau dan memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen. Namun, banyak pelaku usaha masih menganggapnya kurang penting karena memerlukan keterampilan khusus dalam menguasai teknologi informasi untuk memperluas pangsa pasar. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan memberikan pemahaman tentang pemasaran digital, membuat akun media sosial, memberikan tutorial tentang cara mengoperasikan media sosial, serta mengajarkan pembuatan konten yang menarik untuk digunakan sebagai media pemasaran produk UMKM. Media sosial memiliki peran penting dalam pemasaran produk, dengan harapan setelah program pengabdian ini selesai, UMKM dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saingnya.
Pemanfaatan Ulang Limbah Plastik Sebagai Bahan Baku dalam Pembuatan Eco-Paving Blok Kampung Gosong Telaga Timur, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil. Muhammad Murafi Azis; Fauzul Husni; Ultaza Syah; Sri Rahmawati; Salsabila Salsabila; Riska Riska; Siska Alaina; Aswin Nasution; Siti Aminah; Sufriadi Sufriadi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 1 No. 3 (2024): September-Desember "Implementation of Social Service Programs to Increase Commu
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2xvr7n12

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kampung Gosong Telaga Timur, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, untuk mengatasi masalah limbah plastik dengan mengubahnya menjadi Eco-Paving Block. Kampung ini, yang merupakan pusat pasar, menghasilkan banyak sampah plastik yang memerlukan pengelolaan efektif. Plastik, sebagai bahan sintetik yang sulit terurai, menimbulkan dampak lingkungan yang serius. Eco-Paving Block adalah solusi inovatif yang menggunakan plastik sebagai bahan utama, berbeda dengan paving block konvensional yang menggunakan semen dan pasir. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi tentang bahaya limbah plastik dan pelatihan pembuatan Eco-Paving Block, diikuti dengan eksperimen desain alat plastik smelter, pembuatan dan uji coba alat, serta analisis hasil. Desain awal alat plastik smelter didasarkan pada teori dan pengalaman praktisi, dengan penekanan pada kesederhanaan dan efisiensi biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Eco-Paving Block dapat mengurangi limbah plastik secara signifikan dan menyediakan alternatif yang lebih murah dibandingkan dengan paving block konvensional. Sosialisasi dan pelatihan diharapkan dapat diteruskan dan diintegrasikan dalam program Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan.
Penerapan Penggunaan Pupuk Organik untuk Tanaman Padi Berkelanjutan di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat Agustiar Agustiar; Sufriadi Sufriadi; Aswin Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.10736

Abstract

Farmers Developing Their Potential to Increase Agricultural Production Self-development for farmers must be achieved by shifting focus toward the use of organic fertilizers, supporting sustainable agriculture. The use of organic fertilizers is highly recommended to stimulate economic growth within farming communities in specific areas. Enhanced production and productivity serve as key indicators in achieving maximum yields, aiming for optimal farm income and profitability in agriculture. Increased production aligns with the balanced application of liquid fertilizers in rice cultivation. Farmers are expected to contribute positively to the sustainability of agriculture by applying liquid fertilizers to foster eco-farming and sustainable agricultural practices.
THE CETAK SAWAH RAKYAT PROGRAM: EFFORTS TO INCREASE RICE PRODUCTION IN THE ARCHIPELAGIC REGION OF SALANG DISTRICT, SIMEULUE REGENCY Aswin Nasution; Wira Hadianto; Abdul Latif; Yusrizal; Izwar; Hartini; Sri Handayani; Sufriadi; Teuku Muhammad Syauqi; Agustiar
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 6 No. 2 (2026): July-October 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21677109

Abstract

The Cetak Sawah Rakyat (CSR) program conceptually executed as a paddy field optimization initiative is a government strategy aimed at increasing rice production and strengthening food security by enhancing land productivity and cropping intensity. As an archipelagic region, Simeulue Regency possesses significant potential for rice field development; however, it faces various constraints, such as limited agricultural infrastructure and cultivation technology, which restrict optimal cropping frequency. This community service activity was conducted to enhance farmers' understanding and readiness regarding the implementation of the CSR Program in Simeulue Regency. Held at the Agricultural Extension Center (BPP) office in Salang District, the activity employed a participatory empowerment approach involving farmers, farmer groups, village governments, agricultural extension officers (PPL), and the Department of Agriculture of Simeulue Regency. The methods comprised preparatory stages, socialization and counseling, problem identification discussions, and the distribution of questionnaires to assess farmer group readiness. Of the 1,162 hectares of land proposed under the prospective farmer and land scheme (CPCL), 981.36 hectares met the technical and administrative requirements, with 31 farmer groups declared eligible for the program. This community service initiative successfully enhanced public understanding regarding their rights, obligations, and the importance of sustainable rice field management. The CSR program is expected to boost rice production by increasing annual harvest frequency, strengthen institutional capacity among farmers, increase community income, and support sustainable food security in archipelagic regions.