Claim Missing Document
Check
Articles

Phytoremediation of Hexavalent Chromium Using Aquatic Plants in Nickel Mine Waste Permatasari, Nur Vita; Abidin, Faizinal; Azmi, Mifta Ulul; Novitasari, Yeni; Hapid, Abdul
EKSPLORIUM Vol 44, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/eksplorium.2023.6927

Abstract

The abundant wealth that Indonesia has is very profitable. Wealth is not only from natural resources, but wealth or biodiversity is also able to make Indonesia an independent country in managing its environment. One of the varieties that can be utilized is the existence of aquatic plants that can be used in the restoration of polluted environments. The ability of plants to recover from pollutants is called phytoremediation. Hexavalent chromium/ Cr(IV) is a hazardous waste originating from the washing of ore/open pit waste from rainwater washing. The quality standard allowed for Cr (IV), according to the Minister of Environment Regulation No. 9 of 2006, concerning the Quality Standard of Wastewater for Nickel Ore Mining Businesses and/or Activities is 0.1 mg/L. Besides being used to reduce pollutant loads, this aquatic plant can also provide aesthetic value because it has a very beautiful shape, type, color, and flowers. The purpose of this research is to find out which plants can be used to reduce hexavalent chromium levels. Variations of aquatic plants that can reduce levels of hexavalent chromium which are harmful to living things include water hyacinth/Eichornia crassipes; water hyacinth; Kayambang/ Salvinia Cucullata; Kiambang/ Apu Wood/ Pistia Stratiotes; Hydrilla verticillata; Water Bamboo/Equisetum hyemale; Water spinach / Ipomoea Aquatica; and Sagittaria lancifolia. This aquatic plant can reduce Cr (IV) up to 99.5%. The ability of these aquatic plants not only to reduce Cr (IV) but also to reduce TSS, BOD, and COD and to neutralize pH. The combination of several aquatic plants also provides a high effectiveness value.
PEMBINAAN LEMBAGA PENGELOLA KONSERVASI DESA TENTANG KEMITRAAN KONSERVASI Hamka, Hamka; Hamzari, Hamzari; Hapid, Abdul
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 6 (2024): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i6.1579

Abstract

Kemitraan konservasi merupakan salah satu pendekatan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemberian akses pemanfaatan potensi Taman Nasional secara berkelanjutan khususnya pada zona tradisional. Dasar kegiatan pengabdian dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan lembaga pengelola konservasi desa dalam memanfaatkan zona tradisional taman nasional lore lindu. Target dari kegiatan ini lembaga pengelola konservasi desa Desa Bunga Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Dalam pelaksanaannya dilakukan penyuluhan tentang kemitraan konsevasi, penyusunan rencana kerja tahunan, dan pelatihan penggunaan avenza maps. Hasil pengabdian memberikan tambahan pengetahuan bagi pengurus dan anggota LPKD terutama dalam peningkatan kapasitas mereka dalam menyusun rencana kerja LPKD dan penggunaan avenza map dalam melakukan pemanfaatan di zona tradisional Taman Nasional Lore Lindu sesuai dengan penjanjian kerjasama yang antara Kepala Desa Bunga dengan Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu.
Pengelolaan Pembibitan Tanaman Kehutanan dalam Mendukung Kegiatan Rehabilitasi Lahan: Forestry Plant Nursery Management in Support of Land Rehabilitation Activities Zulkaidhah, Zulkaidhah; Wahyuni, Dewi; Hapid, Abdul; Rahmawati, Rahmawati
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i1.8232

Abstract

Quality seedlings are characterized by their ability to adapt to their environment, grow well when planted, and are healthy and uniform. The quality of seedlings will determine the quality of future plants that play a role in land rehabilitation activities. Land rehabilitation activities preferably involve farmer groups from the local community, especially those around the location of the activity. The involvement of the surrounding community can increase community participation in plant maintenance. The purpose of the service is to help village communities living around the Production Forest area of KPH Sivia Patuju through increased knowledge of Nursery Management. Extension activities are carried out using the method of delivering material to individuals, groups, and masses while training through lectures, discussions, and tutorials. The results of the service consisted of counseling activities in the form of material on seed scarification and the use of good planting media. Training activities consist of how to make solid and liquid organic fertilizers. The community service activities provided good results in nursery management characterized by maximum seedling growth. The success of the nursery is evidence of an increased understanding of the community.
Kinerja Lembaga Pengelola Konservasi Desa Kapiroe Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Hamka; Asgar Taiyeb; Abdul Hapid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.219

Abstract

Keberadaan lembaga pengelola konservasi desa dinilai penting dalam peningkatan pendapatan masyarakat dan pelestarian kawasan hutan. Paradigma pengelolaan hutan konservasi sudah berubah dimana pengelolaan melibatkan para pihak yang berkepentingan. Tujuan penelitian ini menganalisis kinerja lembaga pengelola konservasi desa kapiroe dari aspek kelembagaan, kawasan dan usaha. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode wawancara menggunakan kuesioner kepada anggota dan pengurus LPKD, wawancara mendalam kepada pengurus inti LPKD, observasi dan studi dokumen terkait dengan kinerja lembaga pengelola kemitraan desa menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja LPKD Kapiroe cukup baik, hal ini berdasarkan 3 aspek yang dinilai aspek kelembagaan, kelola kawasan dan kinerja jejaring dan kerjasama usaha. Kinerja kelembagaan LPKD dari aspek kelola kelembagaan dikategorikan tinggi berdasarkan legalitas pengurus, keterlibatan pengurus dan anggota dalam pertemuan rutin dan peningkatan kapasitas, pengurus melakukan kegiatan konservasi yaitu penanaman batas hidup dan kegiatan pemulihan ekosistem, namun pada aspek kinerja jejaring dan kerjasama usaha belum mencapai hasil yang optimal karena tidak adanya kerjasama usaha.
Pengembangan Aplikasi E-Inventory Barang Inventaris Negera di PTPSM- BPPT Hudiya, Noval; Puspita, Angella Natalia Ghea; Kawigraha, Adji; Hapid, Abdul
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021844504

Abstract

Teknologi informasi saat ini adalah salah satu yang berkembang pesat sehingga dapat menawarkan banyak solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di segala sektor. Salah satu pemanfaatan teknologi informasi antara lain melalui e-Government. e-Government merupakan sebuah upaya penggunaan teknologi informasi digital untuk mentransformasikan kegiatan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisensi dan penyampaian layanan. Salah satu bentuk aplikasi e-Government yaitu e-Inventory. Aplikasi ini bisa digunakan sebagai solusi terhadap permasalahan pendokumentasian barang inventaris negara seperti pencatatan data yang masih dilakukan secara manual, tidak terupdatenya data inventaris secara rutin, dan kesulitan dalam pengambilan data apabila terjadi pemeriksaan oleh Inspektorat atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Permasalahan ini salah satunya terjadi di unit kerja Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral (PTPSM), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang masih mengalami kendala dalam pencatatan barang inventaris secara efektif, efisien dan terorganisir. Oleh karena itu, maka dikembangkan sebuah aplikasi e-Inventory barang inventaris melalui web dan mobile. Pengembangan aplikasi e-Inventory ini dikembangkan sampai pada tahap perancangan desain fitur dan desain tampilan (mock up). Adapun tujuan dari pengembangan aplikasi e-Inventory barang inventaris ini adalah untuk memudahkan dalam mengupdate data barang inventaris negara, mendokumentasikan barang investaris negara menjadi lebih baik, dan memudahkan dalam pengambilan data di unit kerja PTPSM – BPPT, dan pengembangan aplikasi ini sebagai pembaharuan (novelty) di lingkungan BPPT karena belum ada pengembangan aplikasi e-Goverment terkait e-Inventory di BPPT. AbstractInformation technology is currently one of the fastest growing, so that it can offer many solutions to solve various problems in all sectors. One of the uses of information technology is through e-Government. e-Government is an effort to use digital information technology to transform government activities aimed at increasing the effectiveness, efficiency, and service delivery. One form of e-Government is e-Inventory. This application can be used as a solution to the problem of documenting state inventory item such as recording data that is still manually, not regularly inventorying data, and difficulties in retrieving data in event of an inspection by the Inspectorate or Audit Board of the Republic Indonesia (BPK). This problem is one of which occurs in the work unit of Center for Mineral Resource Development Technology (PTPSM), Agency of Assessment and Application Technology (BPPT), which is still experiencing problems in recording inventory item effectively, efficiently, and organized. Therefore, an e-Inventory application for inventory items was develop through in web and mobile. The e-Inventory application development was developed until the design phase of feature design and display design (mock up). The purposes of developing e-Inventory application for inventory items is to make easier and update data on state inventory items, better document the country’s investment goods, and facilitate data retrieval in the work unit PTPSM – BPPT, and the development of this application is a novelty in BPPT because there is no development of e-Government application related to e-Inventory at BPPT.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Sekitar Hutan Pendidikan Universitas Tadulako melalui Pemanfaatan Lahan Kosong Menjadi Kebun Bibit Desa Zulkaidhah, Edha; Hapid, Abdul; Rukmi, Rukmi; Hamka, Hamka; Wahyuni, Dewi; Erniwati , Erniwati; Muthmainnah , Muthmainnah
Jurnal Mitra Prima Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Mitra Prima
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/mitraprima.v5i2.4222

Abstract

Hutan Pendidikan Universitas Tadulako ditetapkan sebagai hutan dengan tujuan khusus pada kawasan hutan produksi terbatas yang terletak di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah seluas ± 1.813 hektar sebagai hutan pendidikan dan pelatihan sejak tanggal 26 Agustus 2016. Lokasinya berbatasan langsung dengan Desa Wombo Kalonggo Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Keberadaan masyarakat di sekitar Hutan Pendidikan pada umumnya menggantungkan hidupnya pada hasil-hasil hutan sebagai sumber perekonomian keluarga yang mengakibatkan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan hutan masih sangat tinggi. Salah satu upaya yang bisa ditempuh untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan menggalakkan Kebun Bibit Desa (KBD). KBD dianggap bisa menjadi solusi untuk rehabilitasi hutan dan lahan melalui pemberdayaan masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam program pengabdian ini adalah Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan kosong menjadi Kebun Bibit Desa. Metode yang digunakan adalah penerapan IPTEKS seperti penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Pendekatan metode melalui persuasif-edukatif-komunikatif-partisipatif. Penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan diantaranya akan menjelaskan tentang: pengelolaan KBD melalui teknik pembibitan tanaman kehutanan dan tanaman MPTS yang baik sehingga bisa menghasilkan bibit yang berkualitas, pembibitan dengan menggunakan benih yang berkualitas dan terseleksi, penggunaan media tanam yang baik dan Teknik sambung pucuk serta cara pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Hutan Pendidikan melalui kegiatan pengelolaan Kebun Bibit Desa (KBD). Luaran yang akan dicapai adalah satu artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi Sinta serta peningkatan keberdayaan mitra sasaran dalam pengetahuan, keterampilan, produk dan pendapatan mereka.
Phytoremediation of Hexavalent Chromium Using Aquatic Plants in Nickel Mine Waste Permatasari, Nur Vita; Abidin, Faizinal; Azmi, Mifta Ulul; Novitasari, Yeni; Hapid, Abdul
EKSPLORIUM Vol. 44 No. 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/eksplorium.2023.6927

Abstract

The abundant wealth that Indonesia has is very profitable. Wealth is not only from natural resources, but wealth or biodiversity is also able to make Indonesia an independent country in managing its environment. One of the varieties that can be utilized is the existence of aquatic plants that can be used in the restoration of polluted environments. The ability of plants to recover from pollutants is called phytoremediation. Hexavalent chromium/ Cr(IV) is a hazardous waste originating from the washing of ore/open pit waste from rainwater washing. The quality standard allowed for Cr (IV), according to the Minister of Environment Regulation No. 9 of 2006, concerning the Quality Standard of Wastewater for Nickel Ore Mining Businesses and/or Activities is 0.1 mg/L. Besides being used to reduce pollutant loads, this aquatic plant can also provide aesthetic value because it has a very beautiful shape, type, color, and flowers. The purpose of this research is to find out which plants can be used to reduce hexavalent chromium levels. Variations of aquatic plants that can reduce levels of hexavalent chromium which are harmful to living things include water hyacinth/Eichornia crassipes; water hyacinth; Kayambang/ Salvinia Cucullata; Kiambang/ Apu Wood/ Pistia Stratiotes; Hydrilla verticillata; Water Bamboo/Equisetum hyemale; Water spinach / Ipomoea Aquatica; and Sagittaria lancifolia. This aquatic plant can reduce Cr (IV) up to 99.5%. The ability of these aquatic plants not only to reduce Cr (IV) but also to reduce TSS, BOD, and COD and to neutralize pH. The combination of several aquatic plants also provides a high effectiveness value.