Nurmayunita, Heny
Institut Teknologi, Sains, Dan Kesehatan RS DR. Soepraoen Kesfam V / Brw Malang

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Faktor - faktor yang Berpengaruh Terhadap Kesejahteraan Psikologis Lansia di Pandok Lansia Heny Nurmayunita Heny; Amin Zakaria Amin; Hengky Irawan Irawan
JURNAL KEBIDANAN Vol. 12 No. 02 (2023): Jurnal Kebidanan Dharma Husada
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35890/jkdh.v12i02.292

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Lanjut usia dalam kehidupannya sehari-hari akan banyak mengalami kemunduran dan perubahan. Lansia dapat mengalami permasalahan psikologis, seperti adanya perasaan tak berguna, perubahan pada pola hidup, kecenderungan untuk berpikir bahwa ia tidak dibutuhkan lagi, merasa sedih dan kesepian karena kehilangan teman sebaya, pasangan hidup dan keluarga seperti yang dialami lansia pada umumnya di pondok lansia. Kesejahteraan Psikologis rendah pada lansia dapat menyebabkan depresi, ansietas, gangguan somatisasi. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesejahteraan Psikologis Lansia Di Pondok Lansia Al Ishlah Malang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode Crossecsional. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan didapatkan sampel sejumlah 32 lansia. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah Faktor usia, social ekonomi, dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis lansia. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data melalui tahapan editing, coding, scoring, uji statistic, dan kesimpulan. Uji statistik yang digunakan adalah menggunakan regresi linear berganda. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kesejahteraan psikologis lansia (p=0,01), ada hubungan yang signifikan antara social ekonomi dengan kesejahteraan psikologis lansia (p=0,019), ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis lansia (p=0,02) Kesimpulan : Melihat hasil penelitian ini diharapkan lansia dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dengan menggunakan strategi yang dirasa mampu untuk dilakukan oleh lansia secara mandiri maupun berkelompok dalam kegiatan rutin dan perawat yang ada dipanti secara terus menerus melakukan follow up terhadap upaya peningkatan kesejahteraan psikologis lansia dan memberikan umpan balik yang positif Kata Kunci: Terapi Dzikir, Kesejahteraan Psikologis, Lansia ABSTRACT Background : Older people in their daily lives will experience many setbacks and changes. Elderly can experience psychological problems, such as feelings of uselessness, changes in lifestyle, tendency to think that they are not needed anymore, feeling sad and lonely because of the loss of peers, spouses and families, as experienced by the elderly in general in nursing home. Low psychological well-being in the elderly can cause depression, anxiety, somatization disorders. The purpose of this study was to determine the factors that influence the psychological well-being of the elderly in nursing home of Al-Islah Malang. Methods : This study uses the Cross-sectional method. The sample was selected using a purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria and a sample of 32 elderly. The variables used in this study are age, socioeconomic, social support and psychological well-being of the elderly. After the data is collected, data processing is then carried out through the stages of editing, coding, scoring, statistical testing, and conclusions. The statistical test used is using multiple linear regression. Results: The results showed that there was a significant relationship between age and the psychological well-being of the elderly (p=0.01), there was a significant relationship between socio-economic and the psychological well-being of the elderly (p=0.019), there was a significant relationship between social support and the psychological well-being of the elderly (p=0.019). p=0.02) Conclusion : Look at the results of this study, it is hoped that the elderly can improve psychological well-being by using strategies that are felt capable of being carried out by the elderly independently or in groups in routine activities and nurses in the nursing homes continuously follow up on efforts to improve the psychological well-being of the elderly and provide positive feedback Keywords: Dhikr Therapy, Psychological Well-being, Elderly
The Effect Of Family Gathering On Increasing The Psychological Well Being Of The Elderly In Nursing Home: Pengaruh Family Gathering Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Lansia DiPondok Lansia Nurmayunita, Heny; Zakaria, Amin
Jurnal Keperawatan Malang Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v8i1.199

Abstract

ABSTRACT Background:The ability of coping mechanisms is greatly decreased resulting in the elderly easily experiencing psychological well-being problems. The elderly who are far from their families are in old age huts or nursing homes, often feel they are not needed anymore,are left out or thrown away from their families and are compounded by problems with illnesses that don't go away. There are several ways to improve the psychological well-being of the elderly, one of which is to provide social support through family gathering activities Purpose:This study aims to analyze the effect of family gatherings on the psychological well-being of the elderly at Pondok Lansia Al-Islah Malang. Methods:The research design used was a one-group pre-post test design pre-experimental on a population of 23 elderly people at Pondok Lansia Al-Islah Malang, using a total sampling approach. Data collection was carried out in June 2022, namely before and after giving the family gathering treatment, using the Scale of Psychological Well-Being (SPWB)questionnaire. The data normality test used the One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test and to analyze the effect of family gathering on the psychological well-being of the elderly used the Paired T-Test on pre and post-test data with the help of the SPSS21 application Result: The results show that family gatherings have an influence on the psychological well-being of the elderly at Pondok Al-Islah with a significance value of 0.034 which is less than 0.05. Family gatherings can improve the quality of mental health, increase self-confidence, prayer, enthusiasm or encouragement, advice and acceptance, so that it meets the expectations of the elderly. Conclusion: The family gathering program can be used as a routine activity and becomes acommitment between the family and the management from the start to entrust their elderly Keyword: Family Gathering, Psychological Well-Being, Elderly
PENGARUH PERILAKU CARING PERAWAT TERHADAP KEPUASAN LANSIA TENTANG PELAYANAN KESEHATAN DI PONDOK LANSIA Nurmayunita, Heny; Zakaria, Amin
coba Vol 13 No 1 (2024): November 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i1.760

Abstract

Pendahuluan : Keluarga merupakan tempat terindah dan tempat persinggahan dari dunia luar yang keras dan tidak bersahabat bagi lansia. Keadaan berubah menjadi tidak wajar di saat seseorang membutuhkan keluarga disampingnya, dia harus tinggal sendiri di panti jompo jauh dari keluarga dan sanak saudara yang di impikan dan dinginkannya di masa tua ini. Lansia cenderung menolak Ketika dilakukan Tindakan keperawatan dan merasa tidak belum puas dengan layanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Pengaruh Perilaku Caring Perawat Terhadap Kepuasan Lansia Tentang pelayanan Kesehatan di Pondok Lansia. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode Pre Eksperimen dengan One group Pre-post test. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik Total sampling dengan sampel sejumlah 28 Lansia dan 11 Perawat/caregiver. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah Perilaku caring dan Kepuasan lansia tentang pelayanan kesehatan. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data melalui tahapan editing, coding, scoring, uji statistic, dan kesimpulan. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Anova. Diskusi : Hasil penelitian menunjukkan ada Pengaruh Perilaku Caring Perawat Terhadap Kepuasan Lansia Tentang pelayanan Kesehatan di Pondok Lansia dengan menggunakan uji regresi dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,003. Kesimpulan : Ada Pengaruh Perilaku Caring Perawat Terhadap Kepuasan Lansia Tentang pelayanan Kesehatan di Pondok Lansia. Oleh karena itu diharapkan bagi staf perawat dan orang-orang di sekitar lansia untuk terus menerapkan perilaku caring yang semakin baik sehingga kepuasan lansia tinggal di pondok lansia semakin baik yang nantinya akan membuat lansia mampu beradaptasi dengan masa tuanya di pondok lansia. Kata Kunci : Caring, Kepuasan Lansia, Pelayanan Kesehatan, Perawat
Profil Dukungan Keluarga pada Lansia yang Mengalami Depresi Wibowo, Yuda Aji Prasetyo; Priasmoro, Dian Pitaloka; Nurmayunita, Heny
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.930

Abstract

Pendahuluan: Depresi pada lansia merupakan masalah kesehatan mental yang sering diabaikan, meskipun memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup, kesehatan fisik, dan fungsi sosial mereka. Masalah ini sering kali tidak terdiagnosis karena gejala yang sering tumpang tindih dengan kondisi medis lain, serta adanya stigma sosial terhadap gangguan jiwa pada usia lanjut sehingga lansia memerlukan dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga yang diberikan kepada lansia yang mengalami depresi di Dusun Cimpling, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Metode: Desain penelitian ini merupakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 07 Juni 2024 s/d 09 Juni 2024. Populasi berjumlah 73 lansia. Sampel berjumlah 31 yang didapatkan melalui teknik purposive sampling yaitu lansia yang dirawat oleh keluarganya. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga. Analisa data dilakukan dengan univariat dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian didapatkan data sebagian besar menerima dukungan keluarga sedang sebanyak 23 orang (74,2%). Kesimpulan: Secara keseluruhan dimungkinkan, dukungan keluarga dalam kategori sedang memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan lansia. Namun, peningkatan kualitas dan frekuensi dukungan akan lebih optimal dalam mendukung lansia menjalani kehidupan dengan lebih nyama, aman, dan bermakna. diharapkan keluarga meningkatkan pengetahuan tentang dukungan keluarga pada lansia yang mengalami depresi, sehingga dapat membantu lansia dalam mengatasi masalah-masalah yang dialami dengan memberikan dukungan keluarga seperti dukungan informasional, instrumental, emosional, dan harga diri.
HUBUNGAN KEPUASAN HIDUP (LIFE SATISFACTION) DENGAN TERJADINYA DEPRESI PADA LANSA DI INDONESIA: STUDI INDONESIA FAMILY LIFE SURVEY WAVE-5 (IFLS-5) Pratiwi, Lovenia Linggar Eka; Asri, Yuni; Patria, Dion Kunto Adi; Nurmayunita, Heny
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.783

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan fisik dan mental. Salah satu masalah utama yang sering dialami adalah depresi, yang dapat dipengaruhi oleh rendahnya tingkat kepuasan hidup. Penurunan fungsi fisik dan sosial seiring bertambahnya usia sering kali berdampak pada kepuasan hidup, yang merupakan faktor penting dalam mencegah gangguan mental seperti depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan hidup (life satisfaction) dengan depresi pada lansia di Indonesia.Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified sampling, dan diperoleh sebanyak 2.360 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur, wilayah, dan kepuasan hidup dengan kejadian depresi pada lansia di Indonesia (p-value < 0,05).Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia, suku, dan tingkat kepuasan hidup dengan kejadian depresi pada lansia. Penelitian ini menunjukkan bahwa depresi dapat memperburuk persepsi lansia terhadap kepuasan hidup mereka, serta sering disertai dengan penurunan hubungan sosial dan aktivitas yang memengaruhi kondisi emosional. Dukungan emosional terbukti dapat meningkatkan kepuasan hidup dan berperan dalam menurunkan risiko depresi pada lansia. Kata Kunci: Kepuasan Hidup, Lansia, Depresi, IFLS
Profil Dukungan Keluarga pada Lansia yang Mengalami Depresi Wibowo, Yuda Aji Prasetyo; Priasmoro, Dian Pitaloka; Nurmayunita, Heny
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.930

Abstract

Pendahuluan: Depresi pada lansia merupakan masalah kesehatan mental yang sering diabaikan, meskipun memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup, kesehatan fisik, dan fungsi sosial mereka. Masalah ini sering kali tidak terdiagnosis karena gejala yang sering tumpang tindih dengan kondisi medis lain, serta adanya stigma sosial terhadap gangguan jiwa pada usia lanjut sehingga lansia memerlukan dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga yang diberikan kepada lansia yang mengalami depresi di Dusun Cimpling, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Metode: Desain penelitian ini merupakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 07 Juni 2024 s/d 09 Juni 2024. Populasi berjumlah 73 lansia. Sampel berjumlah 31 yang didapatkan melalui teknik purposive sampling yaitu lansia yang dirawat oleh keluarganya. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga. Analisa data dilakukan dengan univariat dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian didapatkan data sebagian besar menerima dukungan keluarga sedang sebanyak 23 orang (74,2%). Kesimpulan: Secara keseluruhan dimungkinkan, dukungan keluarga dalam kategori sedang memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan lansia. Namun, peningkatan kualitas dan frekuensi dukungan akan lebih optimal dalam mendukung lansia menjalani kehidupan dengan lebih nyama, aman, dan bermakna. diharapkan keluarga meningkatkan pengetahuan tentang dukungan keluarga pada lansia yang mengalami depresi, sehingga dapat membantu lansia dalam mengatasi masalah-masalah yang dialami dengan memberikan dukungan keluarga seperti dukungan informasional, instrumental, emosional, dan harga diri.
Salty Food Consumption and Its Association with Chronic Kidney Disease Among Older Adults in Indonesia: Findings from the 2023 National Health Survey Heny Nurmayunita; Amin Zakaria; Ananda Sagita Maharani; Yuni Asri; Ninik Murtiyani
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 5 No. 1 (2025): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v5i1.192

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is an escalating public health issue, particularly among the elderly. High salt intake is a modifiable dietary risk factor suspected to accelerate CKD progression. However, large-scale evidence from Indonesia remains scarce. This study investigates the association between salty food consumption and CKD among older adults in Indonesia. Using data from the 2023 Indonesia Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia/SKI 2023), we analyzed 97,339 individuals aged 60 and above. Descriptive statistics outlined participant characteristics, while chi-square tests and binary logistic regression assessed associations and adjusted effects. Statistical analyses were conducted using STATA 14.1, with significance set at p < 0.05. Among participants, 89.3% reported consuming salty foods, and CKD prevalence was 0.5%. Bivariate analysis showed significant associations between CKD and sex, education, and salty food intake (p < 0.001). Multivariate results indicated that elderly individuals who did not consume salty food had significantly reduced odds of CKD (OR = 0.70; 95% CI: 0.54–0.90; p = 0.006), suggesting a protective effect. These findings highlight a strong association between salty food consumption and CKD risk in Indonesia’s aging population. Reducing dietary salt intake may serve as an effective, low-cost intervention for CKD prevention. Urgent public health strategies focusing on dietary behavior change and nutrition education for the elderly are needed to curb the rising burden of kidney disease.
Salty Food Consumption and Its Association with Chronic Kidney Disease Among Older Adults in Indonesia: Findings from the 2023 National Health Survey Heny Nurmayunita; Amin Zakaria; Ananda Sagita Maharani; Yuni Asri; Ninik Murtiyani
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 5 No. 1 (2025): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v5i1.192

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is an escalating public health issue, particularly among the elderly. High salt intake is a modifiable dietary risk factor suspected to accelerate CKD progression. However, large-scale evidence from Indonesia remains scarce. This study investigates the association between salty food consumption and CKD among older adults in Indonesia. Using data from the 2023 Indonesia Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia/SKI 2023), we analyzed 97,339 individuals aged 60 and above. Descriptive statistics outlined participant characteristics, while chi-square tests and binary logistic regression assessed associations and adjusted effects. Statistical analyses were conducted using STATA 14.1, with significance set at p < 0.05. Among participants, 89.3% reported consuming salty foods, and CKD prevalence was 0.5%. Bivariate analysis showed significant associations between CKD and sex, education, and salty food intake (p < 0.001). Multivariate results indicated that elderly individuals who did not consume salty food had significantly reduced odds of CKD (OR = 0.70; 95% CI: 0.54–0.90; p = 0.006), suggesting a protective effect. These findings highlight a strong association between salty food consumption and CKD risk in Indonesia’s aging population. Reducing dietary salt intake may serve as an effective, low-cost intervention for CKD prevention. Urgent public health strategies focusing on dietary behavior change and nutrition education for the elderly are needed to curb the rising burden of kidney disease.
Penguatan Kapasitas Kader Melalui Peer Group Sebagai Strategi mengurangi Stigma Pada Pasien TBC Paru Di Puskesmas Janti Kota Malang Wahyuningsih, Atik Setiawan; Nurmayunita, Heny; Zakaria, Amin; Asri, Yuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22612

Abstract

ABSTRAK Permasalah kesehatan yang dihadapi Indonesia salah satunya adalah penyakit TBC, khususnya di Kota Malang. Stigma sosial yang melekat pada pasien TBC menghambat upaya pengendalian TBC Paru. Kader kesehatan di tingkat layanan primer sangat vital dan kapasitasnya sering kali terbatas, khususnya dalam menghadapi stigma sosial yang dialami pasien TBC. Kader lebih sering dibekali pelatihan medis dasar menemukan kasus baru dibandingkan keterampilan komunikasi dan strategi advokasi untuk mengurangi stigma sehingga pasien menjadi enggan melaporkan dan menunda pengobatan. Kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan dan penguatan peer group SI Peduli TBC sebagai strategi untuk mengurangi stigma pada pasien TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Persiapan dilakukan koordinasi dengan stakeholder, identifikasi kader aktif dan komunitas pendukung TBC, pembentukan tim pelaksana dan fasilitator peer group yaitu melalui Tim Si Peduli TBC Komunitas sebanyak 19 orang. Dilanjutkan mengumpulkan data kasus dan tingkat stigma. Pelaksanaan kegiatan berupa memberikan materi pelatihan meliputi pengenalan TBC dan Stigma, peran kader dalam mengurangi stigma dengan komunikasi efektif serta praktik dan perencanaan aksi Peer Group Si Peduli TBC Komunitas. Tahap terakhir evaluasi pengetahuan melalui Post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader terkait TBC dan stigma, evaluasi kualitas interaksi dalam peer group, Refleksi bersama kader terkait efektivitas strategi pengurangan stigma. Kegiatan pengabdian melibatkan 3 kelurahan yang ada di wilayah kerja puskesmas Janti Kota Malang yaitu Kelurahan Bandungrejosari, Sukun, dan Tanjungrejo. Tahap persiapan dengan koordinasi pada 15 Agustus 2025 dan 22 Agustus 2025. Pelaksanaan pelatihan pada 23-24 Agustus 2025 sekaligus sosialisasi dan pembentukan peer group Si Peduli TBC Komunitas. Luaran kegiatan berupa video edukasi dan diketahui pengukuran tingkat pengetahuan konsep TBC Paru, stigma TBC dan cara komunikasi efektif terjadi peningkatan masing-masing 63,2%, 68,4% dan 63,3%. Program Si Peduli Komunitas terbukti mampu meningkatkan pengetahuan kader, relawan, dan penyintas serta memperkuat peer group Si Peduli TBC omunitas sebagai strategi untuk mengurangi stigma pada pasien TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Kata Kunci: Tuberkulosis paru, Stigma, Kader Kesehatan, Peer Group, Si Peduli TBC Komunitas.ABSTRACT One of the health problems facing Indonesia is tuberculosis (TB), especially in Malang City. The social stigma attached to TB patients hampers efforts to control pulmonary TB. Health cadres at the primary care level are vital and often limited in their capacity, especially in dealing with the social stigma experienced by TB patients. Cadres are more often provided with basic medical training in identifying new cases rather than communication skills and advocacy strategies to reduce stigma, which makes patients reluctant to report and delay treatment. The purposeof this sudy is to increase the capacity of health cadres through training and strengthening the SI Peduli TBC peer group as a strategy to reduce stigma in pulmonary TB patients in the work area of the Janti Community Health Center in Malang City. Preparations were carried out in coordination with stakeholders, identification of active cadres and TB support communities, formation of an implementation team and peer group facilitator, namely the Si Peduli TBC Community Team of 19 people. This was followed by collecting data on cases and stigma levels. The implementation of the activity included providing training materials covering an introduction to TB and Stigma, the role of cadres in reducing stigma through effective communication, and practice and action planning for the Si Peduli TBC Community Peer Group. The final stage of knowledge evaluation was through a post-test to measure the increase in cadre knowledge regarding TB and stigma, evaluation of the quality of interaction in peer groups, and joint reflection with cadres regarding the effectiveness of stigma reduction strategies. The results of the community service activity involved three sub-districts within the Janti Community Health Center's work area, namely Bandungrejosari, Sukun, and Tanjungrejo. The preparation stage with coordination took place on August 15, 2025, and August 22, 2025. The training was implemented on August 23-24, 2025, along with the socialization and formation of the Si Peduli TB Community peer group. The activity outputs were educational videos and measurements of the level of knowledge of the concept of Pulmonary TB, TB stigma, and effective communication methods, which increased by 63.2%, 68.4%, and 63.3%, respectively. It can be concluded that the Si Peduli TB Community program has been proven to increase the knowledge of cadres, volunteers, and survivors and strengthen the Si Peduli TB Community peer group as a strategy to reduce stigma in pulmonary TB patients in the Janti Community Health Center's work area, Malang City.  Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Stigma, Health Cadres, Peer Group, Community TB Care
Si Peduli TBC Komunitas sebagai Upaya Meningkatkan Deteksi Dini Tuberculosis Paru Wahyuningsih, Atik Setiawan; Zakaria, Amin; Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22533

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Upaya pengendalian TBC masih menjadi perhatian nasional yang serius melalui strategi TOSS TBC (Temukan, Obati Sampai Sembuh) yang menekankan deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta keterlibatan Masyarakat. Berbagai kendala masih dihadapi antara lain rendahnya literasi kesehatan masyarakat, stigma terhadap penderita, serta keterbatasan tenaga kesehatan dalam menemukan kasus secara aktif. Puskesmas Janti sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama berperan penting dalam menemukan kasus TBC secara aktif. Namun, capaian deteksi dini masih terkendala karena adanya ketakutan, stigma, maupun kurangnya pemahaman masyarakat terkait gejala TBC. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menganalisa adakah pengaruh pemberian pelatihan Si Peduli TBC Komunitas terhadap kemampuan deteksi dini TBC Paru. Metode pelaksanaan dengan Pendekatan Peer Education, Blended Education dan Kolaborasi Lintas Sektor, Pendampingan penelusuran dan pembuatan konten edukasi & kampanye ajakan skrining melalui media sosial. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15-31 Agustus 2025 yang melibatkan tokoh masyarakat, keluarga, dan organisasi lokal. Jumlah peserta ada 19 orang dari 3 keluharan di wilayah kerja Puskesmas Janti, yaitu Bandungrejosari, Sukun, dan Tanjungrejo. Melalui uji Wilcoxon diketahui hasil kegiatan terdapat 19 orang yang mengalami peningkatan kemampuan deteksi dini TBC setelah diberikan intervensi Pelatihan Si Peduli TBC Komunitas. Nilai asymp.sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,000, dimana nilai ini lebih kecil dari nilai alpha yaitu 5% (0,05), sehingga dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian intervensi Pelatihan "Si Peduli TBC Komunitas terhadap Kemampuan Deteksi Dini. Peningkatan kemampuan peserta dalam membuat dan menyebarkan media edukasi melalui berbagai platform digital memperkuat peran komunitas dalam menurunkan stigma sekaligus mendorong deteksi dini TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Deteksi Dini, Pelatihan Si Peduli TBC Komunitas, Stigma TBC Paru, Literasi Digital     ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia. TB control efforts remain a serious national concern through the TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh) strategy, which emphasizes early detection, treatment adherence, and community involvement. Various obstacles are still faced, including low public health literacy, stigma against sufferers, and limited health workers in actively finding cases. Janti Community Health Center, as a first-level health facility, plays an important role in actively finding TB cases. However, the achievement of early detection is still hampered by fear, stigma, and a lack of public understanding regarding TB symptoms. The purpose of this community service is to analyze the effect of providing "Si Peduli TB Komunitas" training on the ability to detect pulmonary TB early. The implementation method uses a Peer Education Approach, Blended Education and Cross-Sector Collaboration, tracing assistance and creating educational content & screening campaigns through social media. This activity was carried out on August 15-31, 2025, involving community leaders, families, and local organizations. The number of participants was 19 people from 3 sub-districts in the Janti Health Center working area, namely Bandungrejosari, Sukun, and Tanjungrejo. Through the Wilcoxon test, it was found that the results of the activity were 19 people who experienced an increase in the ability to detect TB early after being given the Community TB Care Training intervention. The asymp.sig. (2-tailed) value is 0.000, where this value is smaller than the alpha value of 5% (0.05), so it can be interpreted that there is a difference between before and after the provision of the Community TB Care Training intervention on Early Detection Ability. Increasing the ability of participants in creating and disseminating educational media through various digital platforms strengthens the role of the community in reducing stigma while encouraging early detection of pulmonary TB in the working area of the Janti Health Center in Malang City. Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Early Detection, Community TB Care Training, Pulmonary TB Stigma, Digital Literacy