Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Komunikasi Efektif Terhadap Kepuasan Lansia Pada Pelayanan Homecare : Peran Kualitas Layanan Dipondok Lansia Nurmayunita, Heny; Zakaria, Amin; Asri, Yuni
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i2.741

Abstract

Abstrak   Komunikasi efektif dalam meningkatkan kepuasan lansia terhadap layanan homecare di pondok lansia. Lansia sering kali mengalami berbagai tantangan dalam beradaptasi dengan layanan kesehatan yang diberikan, dan komunikasi yang baik antara penyedia layanan dan lansia dapat berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi efektif terhadap kepuasan lansia dalam konteks pelayanan homecare. Penelitian ini menggunakan metode Pre Eksperimen dengan One group Pre-post test. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik Total sampling dengan  sampel sejumlah 19 Lansia. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah Komunikasi efektif dan Kepuasan lansia tentang pelayanan kesehatan. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data melalui tahapan editing, coding, scoring, uji statistic, dan kesimpulan. Uji statistik yang digunakan adalah menggunakan Uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukkan ada Pengaruh komunikasi efektif Terhadap Kepuasan Lansia Tentang pelayanan Kesehatan di Pondok Lansia   dari Asymp.Sig. (2-tailed) aspek tangible 0.05, aspek reability 0.03, aspek responsiveness 0.05, aspek assurance 0,012 dan aspek emphaty 0.021. Ada Pengaruh komunikasi efektif terhadap kepuasan lansia dalam konteks pelayanan homecare. Oleh karena itu diharapkan bagi staf perawat/caregiver dan orang-orang di sekitar lansia untuk terus menerapkan komunikasi efektif yang baik sehingga kepuasan lansia tinggal di pondok lansia semakin baik yang nantinya akan membuat lansia mampu beradaptasi dengan masa tuanya di pondok lansia.    Kata kunci : Komunikasi efektif, Kepuasan  pasien, pelayanan home care
Selfcare Management In Diabetic Ardhiles Wahyu Kurniawan; Heny Nurmayunita; Risa Putri Rahmadani
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 4 No. 2 (2024): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v4i2.86

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a disease characterized by increased blood glucose levels and is a disease that needs attention. Diabetes mellitus cannot be cured, but it can be controlled by controlling blood sugar levels to prevent complications from occurring. These complications can be minimized with self-care management . This research aims to find out description self - care management on patient diabetes mellitus in the Kendalsari Community Health Center area, Malang City.This type of research is descriptive with an approach. The research was conducted in the Kendalsari Public Health Center area, Malang City on March 2023 with a sample size of 44 people. How to take samples is non-probability sampling that is purposive sampling. Tool measure that used is questionnaire Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). Data collection is presented in the form of a frequency distribution table. Based on results self-care research patient management almost half of diabetes is in the good category amount 17 people (38.63%), the majority on enough category amount 27 people (61.37). DM patients are expected to improve self-care management behavior to improve health status and prevent further complications.
Selfcare Management In Diabetic Ardhiles Wahyu Kurniawan; Heny Nurmayunita; Risa Putri Rahmadani
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 4 No. 2 (2024): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v4i2.86

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a disease characterized by increased blood glucose levels and is a disease that needs attention. Diabetes mellitus cannot be cured, but it can be controlled by controlling blood sugar levels to prevent complications from occurring. These complications can be minimized with self-care management . This research aims to find out description self - care management on patient diabetes mellitus in the Kendalsari Community Health Center area, Malang City.This type of research is descriptive with an approach. The research was conducted in the Kendalsari Public Health Center area, Malang City on March 2023 with a sample size of 44 people. How to take samples is non-probability sampling that is purposive sampling. Tool measure that used is questionnaire Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). Data collection is presented in the form of a frequency distribution table. Based on results self-care research patient management almost half of diabetes is in the good category amount 17 people (38.63%), the majority on enough category amount 27 people (61.37). DM patients are expected to improve self-care management behavior to improve health status and prevent further complications.
KRISIS SEPEREMPAT BAYA (QUARTER LIFE CRISIS) PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR KEPERAWATAN DI ITSK RS. Dr. SOEPRAOEN MALANG Priasmoro, Dian Pitaloka; Hamidah, Nur Diana; Nurmayunita, Heny
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v10i2.764

Abstract

Quarter life crisis didefinisikan sebagai krisis pada emosional yang dihadapi oleh individu pada fase masa transisi dari masa remaja ke masa dewasa. Pada kondisi ini dengan istilah “twentysomething” mengapa di istilahkan “twentysomething” karena lebih banyak terjadi pada usia 20 tahunan. Gejala yang paling umum dirasakan adalah khawatir, cemas dan takut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir prodi D III keperawatan ITSK RS dr Soepraoen Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasinya adalah mahasiswa tingkat akhir prodi D III keperawatan ITSK RS dr Soepraoen Malang. Sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel berjumlah 30 orang. Variabel yang penelitian ini adalah gambaran quarter life crisis pada mahasiswa. Alat ukurnya menggunakan kuesioner.Data dikumpulkan dengan cara kuesioner, observasi dan dokumentasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 Juni 2023. Dari hasil penelitian didapatkan hampir setengah responden mengalami quarter life crisis tingkat sedang sebanyak 15 responden dengan presentase 50% dan sebagian kecil mengalami quarter life crisis tingkat rendah sebanyak 6 responden dengan presentase 20%.
Perilaku Caring Perawat terhadap Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Lansia di Pondok Lansia Al Islah Malang Zakaria, Amin; Nurmayunita, Heny; Rinawati, Fajar
JURNAL KEBIDANAN Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Kebidanan Dharma Husada
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35890/jkdh.v13i01.334

Abstract

Lansia merupakan kelompok masyarakat yang rentan mengalami perubahan dalam segi fisik dan psikologis, dan salah satu masalah yang sering dialami oleh lansia adalah kesepian dan isolasi sosial. Menurut laporan World Health Organization lebih dari 20% lansia di seluruh dunia mengalami kesepian dan hal ini dapat berdampak buruk pada kesejahteraan psikologis mereka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh antara perawatan penerapan caring terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis lansia dengan perlakuan pemberian pelatihan terlebih dahulu. Desain penelitian adalah pra eksperimen one group pre-post-test desaign dengan jumlah populasi 29 lansia dipondok lansia Al Ishlah Malang, pendekatan total sampling. Kreteria respoden adalah bersedia dilakukan penelitian, mampu komunikasi dengan jelas, bersedia diteliti: menandatangai informed consent. Variable independent perilaku caring perawat dan variabel dependent adalah kesejahteraan psikososial lansia. Instrument kuesioner Scale of Psychological well-being (SPWB) disusun Ryff (1989). Dilaksanakan pre-test diberikan pelatihan perilaku caring kemudian melaksanakan pelayanan langsung pada lansia sesuai standar perilaku caring yang diinginkan dan pada akhir minggu kedua dilakukan post-test. Skala data numerik rasio di lakukan uji nurmalitas One-Sample menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test, dan uji pengaruh mengunakan uji anova yaitu Analysis of Varian untuk menguji perbedaan mean (rata-rata) pada data pretest dan pos test dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil, pemberian perilaku caring memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan psikologis lansia diPondok Al-Islah dengan nilai signifikansi adalah 0.000, yaitu skor alpha kurang dari 0.05, dengan tingkat pengaruhnya sangat kuat. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku caring dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu penting bagi staf perawat dan orang-orang di sekitar lansia untuk terus menerapkan perilaku caring yang semakin baik, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.
Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Demam Berdarah dan Chikungunya dengan Penanaman Bunga Lavender Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Nurmayunita, Heny; Mashitah, Musthika Wida; Ardiyanti, Sahda Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15750

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dan Chikungunya menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Upaya pencegahan melalui gerakan 3M dan penggunaan insektisida sudah dilakukan. Namun penggunaan insektisida dalam jangka panjang menimbulkan resistensi pada nyamuk dan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan manusia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penularan penyakit menggunakan tanaman pengusir nyamuk yaitu bunga lavender. Bunga lavender lebih ramah terhadap lingkungan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya DBD dan Chikungunya serta pentingnya pencegahan penularan DBD dan Chikungunya melalui penanaman bunga lavender sebagai tanaman pengusir nyamuk. Metode yang dilakukan berupa penyampaian materi dan pendistribusian serta penanaman bunga lavender bersama masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2024 dihadiri oleh warga RT 04, RW 04 Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Hasil dari kegiatan yang dihadiri oleh 15 orang warga RT 03 RW 04 Desa Bakalan Krajan yaitu sebanyak 25 tanaman bunga lavender telah didistribusikan kepada warga dan ditanam selama pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. Sosialisasi program penanaman bunga lavender sebagai upaya pencegahan nyamuk penyebab DBD dan Chikungunya telah menunjukkan hasil yang positif. Kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait, diharapkan penanaman bunga lavender dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam mencegah penyebaran DBD dan Chikungunya. Kata Kunci: Demam Berdarah, Chikungunya, Bunga Lavender  ABSTRACT Dengue fever and Chikungunya are serious health problems in Indonesia caused by viruses transmitted through the bites of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. Prevention efforts through the 3M movement and the use of insecticides have been made. However, the long-term use of insecticides causes resistance in mosquitoes and has a negative impact on the environment and humans. One of the efforts that can be made to prevent the spread of disease transmission is using mosquito repellent plants, namely lavender flowers. Lavender flowers are more environmentally friendly. The purpose of this community service is to increase public awareness of the dangers of DHF and Chikungunya and the importance of preventing the transmission of DHF and Chikungunya through planting lavender flowers as mosquito repellent plants. The method used was in the form of delivering material and distributing and planting lavender flowers with the community. This activity was carried out on May 16, 2024, attended by residents of RT 04, RW 04 Bakalan Krajan Village, Malang City. The results of the activity which was attended by 15 residents of RT 03 RW 04 Bakalan Krajan Village, namely 25 lavender flower plants were distributed to residents and planted during the implementation of this community service. The socialization of the lavender flower planting program as an effort to prevent mosquitoes that cause dengue and chikungunya has shown positive results. Good cooperation between the community, government, and related institutions, it is hoped that planting lavender flowers can be an effective and sustainable solution in preventing the spread of DHF and Chikungunya. Keywords: Dengue, Chikungunya, Lavender Flower
Pengenalan Program "Ikanisasi" Untuk Mencegah Perkembangan Demam Berdarah Dan Chikungunya Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Mashitah, Musthika Wida; Ardiyanti, Sahda Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15675

Abstract

ABSTRAK Penyakit demam berdarah dan chikungunya disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan populasi nyamuk. Namun, tantangan dalam pengendalian nyamuk masih besar karena resistensi insektisida dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu solusi alternatif yang inovatif dan ramah lingkungan adalah penggunaan ikan pemakan jentik nyamuk. Program pengenalan ikan pemakan jentik nyamuk ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi populasi nyamuk. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan yang dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan tanya jawab pada 19 Mei 2024 yang dihadiri oleh warga RT 04, RW 04 dan kader kesehatan Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Hasil dari kegiatan ini adalah telah tersampaikan edukasi kepada para warga tentang pengenalan program “Ikanisasi” untuk mencegah perkembangan DBD dan chikungunya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para warga dan kader kesehatan memahami program tersebut dan akan sosialisasi kepada warga sekitar untuk melaksanakan program “Ikanisasi” di RT 03 RW 04 Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Kata kunci: Edukasi, Demam Berdarah, Chikungunya, Ikan Pemakan Jentik Nyamuk ABSTRACT Dengue fever and chikungunya are caused by viruses transmitted through the bite of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. Various efforts have been made to control mosquito populations. However, challenges in mosquito control are still great due to insecticide resistance and lack of community participation in maintaining environmental hygiene. One innovative and environmentally friendly alternative solution is the use of mosquito larvae-eating fish. This mosquito larvae-eating fish introduction program aims to educate the community to reduce mosquito populations. The method used was counseling which was carried out in the form of lectures and questions and answers on May 19, 2024 which was attended by residents of RT 04, RW 04 and health cadres of Bakalan Krajan Village, Malang City. The result of this activity is that education has been delivered to residents about the introduction of the “Ikanization” program to prevent the development of dengue and chikungunya. The conclusion of this activity is that residents and health cadres understand the program and will socialize to local residents to implement the “Ikanisasi” program in RT 03 RW 04 Bakalan Krajan Village, Malang City.  Keywords: Education, Dengue Fever, Chikungunya, Mosquito larvae-eating fishes
Korelasi Kecanduan Game Online dengan Regulasi Emosi Remaja SMP Negeri 2 Bantur Pratama, Chandra Diyan Satria; Nurmayunita, Heny; Ispriantari, Aloysia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4865

Abstract

Kecanduan game online merupakan fenomena yang semakin meningkat pada remaja dan berpotensi memengaruhi kemampuan regulasi emosi. Remaja yang tidak mampu mengendalikan intensitas bermain game cenderung menggunakan permainan digital sebagai mekanisme koping yang maladaptif, sehingga berisiko mengalami gangguan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kecanduan game online dengan regulasi emosi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Bantur. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 244 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Problematic Online Gaming Questionnaire–Short Form (POGQ-SF) untuk mengukur kecanduan game online dan Cognitive Emotion Regulation Questionnaire (CERQ) untuk mengukur regulasi emosi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada tingkat kecanduan game online kategori rendah hingga sedang, sementara regulasi emosi siswa mayoritas berada pada kategori sedang hingga tinggi. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara kecanduan game online dengan regulasi emosi (r = –0,892; p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan game online, semakin rendah kemampuan regulasi emosi siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran sekolah dan orang tua dalam mengawasi penggunaan game online serta memperkuat kemampuan regulasi emosi remaja guna mencegah dampak psikologis yang lebih serius.
Hubungan Antara Self Care Management Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Pandanwangii Hidayah, Fauziyatul; Nurmayunita, Heny; Zakaria, Amin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4920

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis, sosial, dan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan diri. Self care management menjadi komponen penting dalam pengelolaan hipertensi jangka panjang karena berperan dalam menjaga kestabilan tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self care management dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) untuk mengukur self care management dan WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat self care management pada kategori cukup dan kualitas hidup pada kategori sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara self care management dengan kualitas hidup pasien hipertensi. Semakin baik kemampuan self care management pasien, maka semakin baik pula kualitas hidup yang dirasakan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi dan intervensi keperawatan guna memperkuat kemampuan self care management pasien hipertensi.
Determinants of National Health Insurance Coverage for Family Planning Services Among Women in Indonesia Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Muhtar , Muhammad Solihuddin
Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional
Publisher : BPJS Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53756/jjkn.v5i2.381

Abstract

Access to family planning services remains unequal in Indonesia despite the establishment of the National Health Insurance (NHI) program (Jaminan Kesehatan Nasional, JKN) to promote universal coverage. Disparities persist, particularly in contraceptive services, among women of reproductive age. This study examined the determinants of NHI coverage for contraceptive methods among Indonesian women of reproductive age. A cross-sectional analysis was conducted using data from 6,256 married or partnered women aged 15–49 years from the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS). Survey-weighted descriptive, bivariate, and multivariable logistic regression analyses were performed using Stata to identify the factors associated with NHI-covered contraceptive use. The results showed that Women with insurance schemes specifically covering family planning were significantly more likely to report contraceptive coverage through NHI (AOR: 47.5; 95% CI: 37.2–60.7). Secondary education (AOR: 2.08; 95% CI: 1.01–4.07) was positively associated with coverage, while rural residence (AOR: 0.71; 95% CI: 0.56–0.91), middle wealth status (AOR: 0.64; 95% CI: 0.46–0.88), and current employment (AOR: 0.79; 95% CI: 0.65–0.97) were negatively associated. These findings highlight persistent socioeconomic and geographic inequities in access to insured family planning services. Addressing these disparities requires targeted policy efforts, including automatic enrollment strategies for women in the informal sector, mobile registration units in rural areas, and public education campaigns to improve insurance literacy. Strengthening equitable access to family planning under the national insurance scheme is essential to achieving Indonesia’s reproductive health and universal coverage goals.