Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IX A Melalui Penerapan Model Peroject Based Learning Pada Pembelajaran PPKn Bab 6 Bela Negara di SMPN 17 Mataram Sukron Makmun; Muh. Zubair; Ni Komang Ratnawati Giri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i2.1416

Abstract

Implementasi Pendidikan Karakter Religius dan Toleransi Melalui Budaya Sekolah di SMP Negeri 22 Mataram Khifayatul Khoiriah; M. Ismail; Edy Kurniawansyah; Muh. Zubair
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1490

Abstract

Pendidikan karakter adalah proses pembelajaran untuk membentu karakter baik dan berkulaitas pada siswa. Pendidikan karakter tidak hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang pintar secara akademik, tetapi juga individu yang memiliki integritas moral dan etika yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) implementasi pendidikan karakter religius dan toleransi melalui budaya sekolah di SMP Negeri 22 Mataram, 2) faktor pendorong dan penghambat implementasi pendidikan karakter religius dan toleransi melalui budaya sekolah di SMP Negeri 22 Mataram. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dah guru-guru SMP Negeri 22 Mataram. Sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan datanya yaitu triagulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter religius terlaksana melalui 1) pembiasan dalam beribadah yang terlaksana melalui program GIRS terdiri dari membaca al-quran, sholat fardu dan sunnah berjamaah, imtaq, perayaan acara besar keagamaan dan kegiatan di bulan ramadhan. 2) penguatan karakter berakhlak yaitu pembiasan melalui 3S dan budaya do’a, serta 3) penguatan melalui keteladanan. Implementasi karakter toleransi yaitu: 1) pengintegrasian dalam kegiatan pengembangan diri yaitu budaya berjabat tangan, peringatan hari besar keagamaan, baca senyap. 2) penguatan melalui materi ajar. Faktor pendorong implementasi karakter religius terdiri dari: dukungan dari sekolah, dukungan guru, dan dukungan orangtua. Sedangkan aktor penghambatnya berasal dari siswa, dan orangtua. Faktor pendorong karakter toleransi yaitu: materi ajar dan dukungan dari warga sekolah sedangkan faktor penghambatnya berasal dari siswa.
Penerapan Pendekatan TaRL dengan Model PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VIII.B SMPN 11 Mataram Dina Aulia; Muh. Zubair; Yusriwanti Terta Astuti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3120

Abstract

Kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang beragam memerlukan treatment yang tepat dalam pembelajaran untuk meningkatkan potensi yang ada termasuk pada hasil belajar. Peserta didik yang beragam di dalam kelas tentunya memiliki tingkatan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dan model pembelajaran yang tepat untuk peningkatan kemampuan berfikir guna pemerataan kesenjangan pengetahuan. Kreatifitas guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik sangat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan pendekatan TaRL yang disandingkan dengan model PBL pada mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMPN 11 Mataram. Subjek penelitian ini ditujukan pada kelas VIII.B yang berjumlah 29 peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan instrument observasi dan tes. Selain itu, peneliti menganalisis informasi dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan evaluasi, ditemukan hasil belajar antara siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan. Pada siklus 1, presentase ketuntasan peserta didik mencapai 55% yakni terdapat 16 dari 29 peserta didik mencapai nilai tuntas. Selanjutnya terjadi peningkatan presentase ketuntasan pada siklus 2 yang mencapai 79% atau terdapat 23 dari 29 peserta didik yang mencapai ketuntasan. Peningkatan hasil belajar ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) yang disandingkan dengan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Efektivitas Program MBKM Melalui Pelaksanaan Kampus Mengajar Terhadap Peningkatan Raport Mutu Pendidikan Sekolah di Kota Mataram Bagdawansyah Alqadri; M. Samsul Hadi; Muh. Zubair; Maria Grace Putri Edi; Dina Aulia; Ayu Nurmayanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4086

Abstract

Program MBKM merupakan terobosan yang dilakukan Kemendikbud Ristek untuk memberikan pengalaman baru yang mampu meningkatkan wawasan berfikir, relasi dan peningkatan karakter guru, siswa, mahasiswa dan dosen. Program kampus mengajar adalah salah satu program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program MBKM melalui pelaksanaan Kampus Mengajar terhadap peningkatan raport mutu pendidikan sekolah di Kota Mataram. Jenis Penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif untuk melihat Efektivitas Program MBKM Melalui Pelaksanaan Kampus Mengajar Terhadap Peningkatan Raport Mutu Pendidikan Sekolah di Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas program Kampus Mengajar terhadap mutu sekolah dapat dilihat dari dampak pelaksanaannya. Pelaksanaan program Kampus Mengajar memiliki dampak terhadap mutu satuan pendidikan terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui program yang dilaksanakan mahasiswa di sekolah, serta managemen sekolah yang berdampak pada keberlanjutan program kampus mengajar, pembentukan budaya sekolah sampai pada prestasi siswa.
Penguatan Kearifan Lokal (Local Wisdom) dan Watak Kewarganegaraan (Civic Disposition) Melalui Sabtu Budaya di SMP Negeri Se-Kota Mataram Sawaludin Sawaludin; Muh. Zubair; I Nengah Agus Tripayana; Basariah Basariah; Fitriah Artina; Sirrul Auvia; Khairil Khanim
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sabtu Budaya dalam memperkuat kearifan lokal (local wisdom) dan membentuk watak kewarganegaraan (civic disposition) siswa SMP Negeri di Kota Mataram. Urgensi penelitian ini berangkat dari kebutuhan pendidikan di Indonesia untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, holistik, dan berakar pada nilai budaya lokal, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus (case study design). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan Sabtu Budaya di beberapa sekolah negeri di Kota Mataram. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sabtu Budaya berfungsi sebagai media pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman (experiential learning) yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Sasambo ke dalam pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Kegiatan seperti begibung, pertunjukan seni, dan permainan tradisional menumbuhkan rasa kebanggaan budaya, kedisiplinan, tanggung jawab sosial, gotong royong, serta toleransi di kalangan siswa. Lebih jauh, praktik ini memperkuat civic disposition melalui keterlibatan aktif dan refleksi sosial budaya yang menumbuhkan sikap partisipatif, empati, dan kesadaran demokratis. Implementasi Sabtu Budaya juga memperlihatkan keterpaduan antara nilai lokal dan visi Global Citizenship Education, di mana siswa belajar menjadi warga global tanpa kehilangan akar budaya lokalnya. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan variasi dukungan kebijakan, kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan komunitas budaya mampu menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, Sabtu Budaya menjadi model pembelajaran transformatif yang tidak hanya melestarikan tradisi Sasambo, tetapi juga membentuk generasi muda yang kritis, kreatif, toleran, dan berkarakter Pancasila.
Penguatan konsep dan identifikasi kearifan lokal untuk asesmen afektif melalui workshop partisipatif Candra Candra; Heri Hadi Saputra; Mohammad Mustari; Muh. Zubair
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39317

Abstract

Abstrak      Transformasi Kurikulum Merdeka menuntut pengembangan Profil Pelajar Pancasila, yang mensyaratkan guru menguasai asesmen ranah afektif dengan validitas kontekstual dan reliabilitas yang memadai. Tantangan mendasar adalah rendahnya pemahaman konseptual guru mengenai kaidah psikometris instrumen non-tes dan kegagalan mengaitkan penilaian afektif dengan ekologi budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan pemahaman konseptual guru dan meningkatkan kemampuan mereka mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal dalam tari rudat untuk ditransformasi menjadi kisi-kisi indikator perilaku operasional. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) Tahap Awal, dikombinasikan dengan workshop intensif dan pendampingan reflektif pada 15 guru sekolah dasar negeri 2 pemenang timur Lombok utara. Keberhasilan program diukur secara kuantitatif melalui Uji-t Sampel Berpasangan (Paired Sample T-Test) pada hasil Pre-Test dan Post-Test untuk mengukur peningkatan pemahaman konseptual dan teknis. Hasil kualitatif berfokus pada analisis kualitas kisi-kisi indikator operasional yang dirumuskan guru. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan kompetensi konseptual yang sangat signifikan (rata-rata skor Post-Test 88,52; p < 0,001), melampaui target luaran program sebesar 20%. Secara kualitatif, guru berhasil mentransformasi nilai abstrak menjadi kisi-kisi indikator perilaku yang Spesifik dari budaya tari rudat, yang merupakan prasyarat Validitas Kontekstual instrumen. Kegiatan ini merekomendasikan tindak lanjut PkM untuk praktik penyusunan instrumen pada tahap berikutnya. Kata kunci: asesmen afektif; kearifan lokal; workshop partisipatif. Abstract      The transformation of the Merdeka Curriculum demands the development of the Pancasila Student Profile, requiring teachers to master affective domain assessment with adequate contextual validity and reliability. The fundamental challenge is the low conceptual understanding of teachers regarding the psychometric rules of non-test instruments and the failure to link character assessment with local cultural ecology. This community service activity aims to strengthen teachers' conceptual understanding and increase their ability to identify local wisdom values tari rudat to be transformed into blueprints of operational behavioral indicators. The method used is the Initial Phase of Participatory Action Research (PAR), combined with intensive workshops and reflective mentoring for 15 primary school teachers in the East Pemenang 2 State Elementary School, Lombok uatara. Program success was measured quantitatively using a Paired Sample T-Test on Pre-Test and Post-Test results to measure the increase in conceptual and technical understanding. Qualitative results focused on the analysis of the quality of the operational indicator blueprints formulated by the teachers. Quantitative results showed a highly significant increase in conceptual competence (average Post-Test score 88.52; p < 0.001), exceeding the program's minimum target of 20%. Qualitatively, teachers successfully transformed abstract values into specific and culturally sensitive behavioral indicator blueprints, which is a prerequisite for Contextual Validity of instruments. This activity recommends a follow-up Community Service activity for the practical drafting of instruments in the next phase. Keywords: affective assessment; local wisdom; participatory workshop.