Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Customary Law as The Basis of Character Education (Study on Indigenous Peoples in Bayan Village, North Lombok) Yuliatin, Yuliatin; Haslan, Muhammad Mabrur; Sawaludin, Sawaludin
Journal of Nonformal Education Vol 9, No 1 (2023): February: Community Empowerment and Equivalency Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v9i1.42720

Abstract

The conditions above illustrate how the Indonesian nation has lost its character as a nation that upholds noble values. However, on the other hand, in a multicultural Indonesian society, some still maintain the existence of noble values inherited by their ancestors. These noble values are guarded and maintained through customary law, which is obeyed with full awareness. Thus, customary law can be the basis for character education, as found in customary law in Bayan Village, North Lombok, and West Nusa Tenggara Province (NTB). The purpose of this study is to describe customary law in Bayan Village, North Lombok, West Nusa Tenggara Province, as a basis for character education. The specific objectives are (1) identification of various types of customary law in Bayan Village as a basis for character education and (2) identification of character values in customary law in Bayan Village. These findings are significant for learning innovations that are contextual and oriented in character strengthening. Data were collected using interviews, observation, and documentation techniques. Data analysis used qualitative analysis with the stages of data reduction, data presentation, verification, and conclusion. The results of the study show that (1) there are various types of customary law in Bayan Village that can be the basis of character education, namely customary law for forest conservation and spring, as well as customary law of Marriage, (2) character values contained in customary law in Bayan village includes: care for the environment, democracy, hard work, and religious. These values are part of the values developed in character education, so they can be the basis of character education.
Peran Ombudsman Republik Indonesia Dalam Penyelesaian Pengaduan Penggunaan Dana Bantuan Oprasional sekolah di Kabupaten Lombok Timur Muhammad Hamdani; Mabrur Haslan; Ahmad Fauzan; Yuliatin Yuliatin
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 7, No. 2 (April 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v7i2.1905

Abstract

Tujuan dari penelitian ini : (1) untuk mengetahui peran Ombudsman Republik Indonesia dalam penyelesaian pengaduan dana bantuan Oprasional Sekolah (2) mengetahui faktor-faktor mempengaruhi peran Ombudsman Republik Indonesia dalam penyelesaian pengaduan dana bantuan Oprasional Sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif. Subjek dalam penelitian ini adalah  pihak yang berhubungan langsung dengan penyelesaian pengaduan Ombudsman RI perwakilan NTB dalam pelayanan publik bidang pendidikan, pihak yang diberikan kewenangan dalam penyelesaian pengaduan Ombudsman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Peran Ombudsman Republik Indonesia dalam penyelesaian pengaduan penggunaan dana bantuan oprasional sekolah di kabupaten Lombok timur diperoleh Ombudsman tidak melakukan pengawasan BOS secara khusus melainkan pengawasan dilakukan berdasarkan pengaduan pungutan yang dilakukan kepada orang tua siswa untuk biaya tertentu secara khusus pengawasan dilakukan berdasarkan laporan, pengawasan pemberian biaya oprasional sekolah yakni dengan cara menyampaikan sosialisasi dalam penggunaan dana BOS sesuai dengan petunjuk teknis dari kementerian. (2) Faktor yang mempengaruhi peran ombudsman Republik Indonesia perwakilan NTB dalam penyelesaian pengaduan penggunaan dana bantuan oprasional sekolah di Lombok timur ini diperoleh faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelayanan publik bidang pendidikanKata Kunci : Ombudsman, Republik Indonesia, Penyelesaian, Pengaduan, Dana Oprasional 
Pancasila Karakter Khas Bangsa Indonesia Yuliatin Yuliatin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1185

Abstract

Realitas kehidupan bangsa Indoenesia menujukkan adanya degradasi nilai-nilai Pancasila sebagai karaktaer bangsa Indonesia. Kondisi ini tentunya sangat penting diperhatikan guna membangun kesadaran bangsa Indonesia akan jati diri/karakter khas bangsa Indoenesia yaitu Pancasila. Berkenaan dengan hal itu, penulis sudah melakukan penelitian yang tujuannya adalah: (1) mendeskripsikan hakikat Pancasila bagi bangsa Indonesia, (2) mendeskripsikan nilai karakter dalam sila Pancasila. Penelitian yang sudah dilakukan menggunakan metode kualitaif yang dilakukan melalui studi Pustaka. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui sumber yakni jurnal, buku dan situs internet yang tentunya memuat substansi yang relevan dengan fokus penelitian. Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa daftar check-list    klasifikasi bahan penelitian, format catatan yang digunakan dalam penelitian dan peta/skema penulisan. Data selanjutnya dianalisis menggunakan teknik Content Analysis (analisis isi). Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) hakikat Pancasila bagi bangsa Indonesia adalah sebagi karakter khas bagi seluruh bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan, dalam sila Pancasila terdapat nilai-nilai karakter luhur yang dipraktikkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia yang kemudian menjadi cita-cita/tujuan/harapan untuk dapat diwujudkan menjadi karakter bagi seluruh masyarakat Indonesia, baik untuk masa sekarang, maupun di masa mendatang, (2) Dalam seluruh sila Pancasila, terkandung nilai karakter yang menjadi kekhasan bagi bangsa Indonesia. Dalam sila pertama Pancasila memuat nilai religius dan juga nilai toleransi dalam keberagaman agama. Dalam sila kedua Pancasila, terkandung nilai karakter sebagai perwujudan sifat adil dan beradab dalam seluruh dimensi kehidupan manusia. Dalam sila ketiga Pancasila, terkandung nilai karakter yaitu nasionalisme dan kecintaan pada tanah air. Dalam sila keempat Pancasila, memuat nilai karakter yaitu demokratis. Dalam sila kelima Pancasila, memuat nilai karakter, yaitu  peduli sosial.
UPAYA MEMBANGUN KARAKTER DISIPLIN SANTRIWATI MADRASAH ALIYAH (MA) PADA PROGRAM KHUSUS DI PONDOK PESANTREN NURUL HAKIM KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT Widia Eka Asmaranti; Rispawati Rispawati; Yuliatin Yuliatin; Edy Heriyanto
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Edisi Juni 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i1.5420

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan upaya pembinaan sifat disiplin siswa Madrasah Aliyah (MA) program khusus dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi upaya pembinaan kedisiplinan siswa Madrasah Aliyah (MA) program khusus di Universitas Islam Nurul Mendirikan Hakim. Sekolah Tamu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Subjek dan informan penelitian ini diidentifikasi dengan menggunakan kriteria tertentu, dan data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian dan inferensi. Temuan penelitian ini adalah upaya pembentukan karakter disiplin siswa MA Madrasah Aliyah program khusus di Pesantren Nurul Hakim Kecamatan Kedir Kabupaten Lombok Barat antara lain: (1) Mendorong usaha rumahan dan pengembangan ekstrakurikuler dalam bentuk kegiatan seperti Mufrodat (pemberian kosa kata), Muhadatsah (diskusi siswa), Muhadaroh (pidato), Muroja'ah (ingatan), Shlata Jamaah, Tasmi' Al - Quran, Holakohin Pengajian (Penghafalan Kitab Kuning dibantu Ustadz dan Ustadzah), pembuatan daun islami dan pembuatan kaligrafi. Faktor-faktor yang menghambat santri putri dalam menegakkan kedisiplinan antara lain faktor lingkungan, masalah pribadi santri putri, faktor sosial dan peluang terjadinya pelanggaran. Salah satu faktor yang mendorong berkembangnya santri putri adalah sikap yang selalu terbuka dari pimpinan mata kuliah dan stafnya terhadap pembaharuan. Motivasi pada santri putri, faktor hukuman dan faktor motivasi dari wali putri itu sendiri.
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Tindak Pidana Kekerasan Fisik: Studi di Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram Muhammad Irfan S Hakim; Rispawati Rispawati; Muh Mabrur Haslan; Yuliatin Yuliatin
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i1.313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik (2) Faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik di Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik ditingkat pelaporan dengan upaya penerimaan laporan, pendataan kasus, dan mendapatkan advokasi. Ditingkat penyidikan dengan upaya merahasiakan identitas anak korban, mendampingi anak korban dalam membuat laporan, dan mendapat pelayanan medis/psikologis. Ditingkat penuntutan dengan upaya penyidik menyerahkan berkas perkara dan advokat memberikan laporan-laporan terkait kasus. Ditingkat sidang pengadilan dengan upaya mendapatkan hak dari penyidik dan penuntut umum, mendapatkan hak sebagai saksi dalam memberikan keterangan, dan hak mendapatkan informasi mengenai putusan pengadilan. (2) Faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik di Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram adalah faktor sumber daya manusia yang masih minim yang membuat kinerja tersebut kurang maksimal. Sarana dan prasarana kurang memadai untuk menunjang pekerjaan administrasi. Faktor keluarga korban masih tergantung secara ekonomi, anak korban malu untuk melaporkan kepihak berwajib, anak korban dihantui oleh intimidasi. Faktor masyarakat, penyadaran masyarakat tentang pemenuhan hak anak. Faktor kerjasama dengan aparat penegak hukum, Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram pro aktif dalam menjalin kerjasama dengan pihak lain. Kata kunci: perlindungan hukum, anak korban, kekerasan fisik   Abstract   This study aims to determine (1) the form of legal protection provided by the Mataram City Child Protection Agency to children who are victims of criminal acts of physical violence (2) Factors that influence legal protection for children who are victims of physical violence crimes at the Mataram City Child Protection Agency. This research uses a qualitative research type with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that (1) The form of legal protection provided by the Mataram City Child Protection Agency for children who are victims of crimes of physical violence at the reporting level is by receiving reports, collecting case data, and getting advocacy. At the investigation level, efforts to keep the identity of the victim's child secret, accompanying the victim's child in making reports, and receiving medical/psychological services. At the prosecution level, investigators submit case files and advocates provide reports related to cases. At the court trial level, efforts to obtain rights from investigators and public prosecutors, gain rights as witnesses in providing information, and rights to obtain information regarding court decisions. (2) The factors that influence the legal protection of children who are victims of physical violence at the Mataram City Child Protection Agency are the factors of human resources that are still minimal which makes the performance less than optimal. Inadequate facilities and infrastructure to support administrative work. The victim's family is still economically dependent, the victim's child is embarrassed to report to the authorities, the victim's child is haunted by intimidation. Community factors, public awareness about the fulfillment of children's rights. The factor of cooperation with law enforcement officers, the Mataram City Child Protection Agency is pro-active in collaborating with other parties. Keywords: legal protection, child victims, physical violence
Peran Guru PPKn dalam Membangun Kesadaran Hukum Berlalu Lintas Siswa : (Studi di SMAN 1 Sape kabupaten Bima) Sukardin Sukardin; Yuliatin Yuliatin; Lalu Sumardi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i2.1444

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian mengenai peran guru PPKn dalam membangun kesadaran hukum berlalu lintas siswa di SMAN 1 Sape. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PPKn dalam membangun kesadaran hukum berlalu lintas siswa. Subyek penelitian ini adalah guru PPKn yang mengajar di SMAN 1 Sape. Subyek penelitian ini dipilih karena perannya sebagai guru dalam membangun kesadaran hukum berlalu lintas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan miles dan huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa : peran guru PPKn sebagai inspirator, motivator, pembimbing dan korektor sudah cukup baik dalam menjalankan perannya dan dapat memberikan contoh yang yang baik sesuai dengan undang-undang no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Selain memberikan contoh dan informasi yang baik terhadap siswa guru juga memberikan pengetahuan hukum dalam membangun kesadaran berlalu lintas agar terciptanya ketertiban dalam berlalu lintas merupakan kewajiban untuk memenuhi kelengkapan dalam nbnerkendara bagi pengguna jalan raya. Serta factor internal guru ppkn sudah memahami undang-undang no 22 tahun 2009 tentan lalu lintas dan angkutan jalan. Kemudian factor eksternal berupa Kerjasama dengan pihak kepolisian mengadakan sosialisasi tentang pentingnya kesadaran hukum berlalu lintas kepada siswa dan Kerjasama guru PPKn dengan orang tua siswa untuk membangun kesadaran hukum berlalu lintas siswa melalui himbauan dari kepala sekolah dan guru PPKn.
Strategi Guru Penggerak dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMPN 1 Gunung Sari Afnan Nizan; Bagdawansyah Alqadri; Yuliatin Yuliatin; Edy Herianto
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1423

Abstract

Strategi guru penggerak merupakan ikhtiar meningkatkan mutu pembelajarandi SMPN 1 Gunung Sari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru penggerak dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMPN 1 Gunung Sari dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi guru penggerak dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMPN 1 Gunung Sari. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian study kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik miles and hubermen yaitu: reduksi data, penyajian data dan menyimpulkan data. Teknik kebasahan data menggunakan tringgulasi waktu, sumber, dan teknik. Berdasarkan hasil data yang didapatkan staretgi guru penggerak dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMPN 1 Gunung Sari yaitu: 1) Perencanaan Pembelajaran berdasarkan dengan: Hasilsosialisasi mandiri kurikulum merdeka, Pemetaan gaya belajar peserta didik, Mengembangkan kompetensi dasar dan tujuan  pembelajaran, Memilih metode pembelajaran yang berdampak dan  berpusat pada peserta didik, Menentukan  media dan sumber belajar; 2) Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berdierensiasi; 3) Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran dengan melakukan penilaian langsung dari proses, produk, dan konten serta refleksi pembelajaran; 4) Peningkatkan kompetensi teman sejawat dengan melakukan pelatihan dan bimbingan teman sejawat; 5). Peningkatkan kompetensi peserta didik dengan mengembangkan kompetensi berfikir kritis, mengembangkan kompetensi peserta didik secara holistik dan menciptakan budaya postif peserta didik. Faktor pendukung internal strategi guru penggerak yaitu: 1). Kompetensi guru penggerak; 2). Kesadaran guru penggerak; 3). Motivasi guru penggerak. Adapun faktor pendukung eksternal strategi guru penggerak dalam meningkatkan mutu pembelajaran yaitu: 1) Dukungan pihak sekolah; 2) Dukungan teman sejawat; 3) teknologi informasi dan komunikasi; 4) Prasarana sekolah; 5) Mitra guru penggerak. Faktor penghambat internal starategi guru penggerak yaitu: 1). Kondisi energy dan management waktu yang kurang baik dari guru penggerak. Adapun faktor eksternal strategi guru penggerak yaitu; 1) Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi; 2) Kurikulum; 3) Kecemburuan sosial. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa strategi guru penggerak dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMPN 1 Gunung Saru melakukan: 1). Perencanaan pembelajaran; 2). Pelaksanan pembelajaran; 3). Penilaian dan evaluasi pembelajaran; 4). Meningkatkan kompetensi teman sejawat; dan 5). Meningkatkan kompetensi peserta didik. Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat ada 2 (dua) yaitu: Faktor pendukung dan penghambat internal dan faktor pendukung dan penghambat eksternal.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Number Head Together Berbantuan Media Video Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas VIII di SMP Negeri 1 Aikmel Fadilla Adellina; Yuliatin Yuliatin; Sawaludin Sawaludin; Edy Herianto
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1474

Abstract

Hasil belajar siswa bergantung pada bagaimana guru dalam kelas ketika menyampaikan materi kepada siswanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah ada atau tidak pengaruh penggunaan NHT berbantuan media video terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran PPKn. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berdasarkan Nonequivalent Control Group Design. Purposive Sampling dilakukan untuk mengambil sampel menggunakan dua kelas serta pengumpulan data dengan observasi dan tes pilihan ganda. Berdasarkan hasil analisis data, nilai rerata kelas eksperimen pada pretest dan posttest diperoleh 55,6 dan 79,6. Sedangkan di kelas kontrol diperoleh rerata 51,9 dan 69,8. Perhitungan uji t digunakan rumus Paired Sample t-test pada taraf signifikan 5%, pretest dan posttest kelas eksperimen di dapatkan nilai thitung (14,486) > tTabel (2,056) sedangkan kelas kontrol di dapatkan nilai thitung (11,027) > tTabel (2,056), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Artinya, ada pengaruh dalam pemberian perlakuan pada kelas eksperimen.
STUDI KOMPARATIF HUKUM ADAT DUSUN BAYAN TIMUR DENGAN DUSUN BATU SANTEK KECAMATAN BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Muhamad Zainul Majdi; Yuliatin Yuliatin; Basariah Basariah; Sawaludin Sawaludin
Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/SKD.v10i2.y2023.37113

Abstract

Hukum adat Bayan Timur dan Batu Santek merupakan hukum adat Bayan yang berlaku secara khusus kepada masyarakat yang bertempat tinggal di dusun Bayan Timur dan dusun Batu Santek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum adat di dusun Bayan Timur dan dusun Batu Santek serta untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari hukum adat yang berlaku di masing-masing dusun tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik tipe Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verivikasi data. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka ditemukanlah data komparasi antara hukum adat Bayan Timur dengan Batu Santek yakni terletak pada sanksi yang diberikan dari delik adat, bentuk hukum adat yang berlaku, sistem perkawinan, susunan kekerabatan, dan hak ulayat dari masyarakat hukum adat.
Perlawanan Sosial terhadap Korporasi untuk Pelestarian Lingkungan dari Eksplorasi Tambang: Social Resistance against Corporations for Environmental Preservation from Mining Exploration Syafruddin Syafruddin; Hamidsyukrie Hamidsyukrie; Hairil Wadi; Yuliatin Yuliatin; Ulfatun Hasanah
Society Vol 10 No 2 (2022): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v10i2.426

Abstract

Environmental preservation needs to be considered to avoid conflicts and social protests in the mining world, especially in the communities around the mines. Conflicts of social resistance and efforts to preserve the environment through protests to preserve the environment in West Nusa Tenggara. This research method is descriptive qualitative with a case study approach. The results of this research indicate that exploration permits without regard to sociological and ecological conditions cause social conflict. Furthermore, the form of social conflict is in the form of demonstrations and protests on a large scale by closing the main access to West Nusa Tenggara - East Nusa Tenggara, burning state facilities and social vulnerability. It is hoped that the results of this research are related to the policies and granting of mining business licenses to pay more attention to social problems.