Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Mewujudkan Kemandirian Desa Melalui Penguatan Inovasi Peternakan Itik dan Produk Turunannya Berbasis Ekonomi Sirkuler dan Berkelanjutan Izwar Izwar; Jekki Irawan; Herri Darsan; Dazrullisa Dazrullisa; Dian Kristanti; Yusrizal Yusrizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 7, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v7i2.14050

Abstract

Suak  Sigadeng  Village  is  administratively  included  in  Johan  Pahlawan  District  and  has  the determination to become a center for duck farming products in West Aceh Regency. Eggs, there are 2 community groups that carry out duck farming, namely the KWT Beu Jroh group of laying duck farms and the Baro Tabina Farmers Group of meat duck farms, in general both groups have understood the productive farming process, but there are several main problems in this dilution, namely dependence on factory feed, waste management, marketing management, processing of duck derivative products, so that strengthening of several of the above problems is needed, through training on making feed based on local ingredients, processing waste into fertilizer, financial management and marketing training. The training implementation method is carried out directly, actively and participatory, followed by practice by partner groups. The results show a positive effect for both groups in terms of training in terms of understanding, with an average score of 80, in addition to being followed by feed production reaching 300 kg / hour, and producing manure reaching 50 kg / 4 months. Overall, the KWT Beu Jroh group. After the treatment, there was a difference in the production of the KWT Beu jroh group from 150 salted eggs to 500 to 700 per day (depending on the availability of salted eggs), thus affecting the final income from Rp. 6,000,000 to Rp. 30,000,000 (minimum). Meanwhile, the comparison of the potential profit of the meat  duck farming business of the Baro Tabina farmer group had a positive effect, including generating a difference in income from Rp. 12,800,000 to Rp. 22,800,000 in one maintenance cycle.
Pembuatan POC Limbah Ikan untuk Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Nana Ariska; Yusrizal Yusrizal; Wira Hadianto; Iwandikasyah Putra; Teuku Athaillah; Amda Resdiar; Muhammad Afrillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i1.3218

Abstract

Produksi cabai dalam pelaksanaan budidayanya tidak selalu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh tingkat produksi cabai belum optimal dan terkadang berbanding terbalik dengan luas lahan cabai yang ditanam sehingga produksi tidak terpenuhi. Salah satu penyebab rendahnya produksi yaitu masih banyaknya petani mengunakan bahan-bahan kimia dalam kegiatan budidayanya. Oleh karena itu perlu memanfaatan bahan organik yang aman, efektif pengaruhnya bagi tanaman, dan ada di sekitar kita, salah satunya limbah ikan. Secara umum limbah ikan mengandung banyak nutrien yaitu N, P dan K dan unsur mikro yang merupakan komponen penyusun pupuk organik. Tujuan kegiatan ini memperkenalkan sumber daya bahan alami lokal untuk pengelolaan budidaya pertanian yang ramah lingkungan serta pemanfaatn limbah yaitu pemanfaatan POC limbah ikan. Kegiatan ini akan dilakukan dengan metode pelatihan berupa pemaparan materi mengenai POC limbah ikan. Pengabdian masyarakat dilakukan di balai desa Lapang Kecamatan Johan pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Sekretaris desa, petani cabai, dan Pengabdi, Petani yang hadir berjumlah 30 orang yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. pembuatan POC limbah ikan disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat petani cabai desa Lapang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan pemahaman teknologi pengolahan limbah ikan menjadi pupuk organik cair dapat dikuasai oleh para petani cabai.