Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : Edu Geography

Karakteristik Pasangan Usia Subur yang Tidak Mengikuti Program Keluarga Berencana di Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Nilapaksi, Niken; Hardati, Puji
Edu Geography Vol 3 No 8 (2015)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan suami istri yang pada saat ini hidup bersama, baik bertempat tinggal resmi dalam satu rumah ataupun tidak, dimana umur istrinya antara 15 tahun sampai dengan 44 tahun.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi spasial atau sebaran dan karakteristik pasangan usia subur yang tidak mengikuti program KB. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kedungwuni dengan obyek pasangan usia subur yang tidak mengikuti program KB. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dekriptif-kuantitatif. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Pasangan usia subur di Kecamatan Kedungwuni memiliki karakteristik usia 30 tahun dan menikah pada usia 24 tahun untuk laki-laki, usia 23 tahun untuk perempuan. Jumlah anak yang dimiliki pasangan tersebut rata-rata hanya satu anak dengan usia 8 tahun. Rata-rata pasangan usia subur di Kecamatan Kedungwuni telah menempuh pendidikan selama 10 tahun (SMA). Karakteristik sosial lainnya yaitu mayoritas pasangan usia subur beragama islam dan bekerja sebagai karyawan swasta.
PERANAN KELAS BELAJAR TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN PURING KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2015 Sarjono, Danang; Banowati, Eva; Hardati, Puji
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui pelaksanaan kelas belajar pada kelompok tani yang didasarkan pada kajian geografi pertanian di Kecamatan Puring, (2) Mengetahui kondisi sosial dan ekonomi petani setelah mengikuti kelas belajar pada kelompok tani di Kecamatan Puring, (3) Mengetahui peranan kelas belajar pada kelompok tani terhadap kondisi sosial dan ekonomi di Kecamatan Puring. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan pada Kelompok Tani Sido Dadi, Sido Subur, Ngudi Mulyo dan Margo Mulyo. Sampel penelitian yaitu anggota kelompok tani dan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Deskriptif Presentase (DP) dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan (1) Pelaksanaan kelas belajar pada kelompok tani di Kecamatan Puring termasuk dalam kategori baik, (2) Kondisi sosial dan ekonomi petani meningkat setelah mengikuti kelas belajar pada kelompok tani di Kecamatan Puring, (3) Kelas belajar berperan terhadap kondisi sosial dan ekonomi petani pada semua kelompok tani. The aims of this study are (1) to know the implementation of classroom learning on farmers based on the study of the agriculture geography in Puring (2) to know the social and economic conditions of farmers after following the classroom learning on farmers in Puring, and (3) to know the role of classroom learning on farmers toward the social and economic conditions in Puring. This study used a quantitative approach. This study was giving on Farmers Group of Sido Dadi, Sido Subur, Ngudi Mulyo and Margo Mulyo. The samples of this study are the farmers and Agricultural Extension Workers (PPL). This study used interviews, observation and documentation for collecting the data. The data analysis used Descriptive Percentage (DP) and simple linear regression. The results showed that (1) the implementation of classroom learning at farmer groups in Puring was a good category (2) the social and economic conditions of farmers are up after the classroom learning at farmers groups in Puring (3) the classroom learning had a role to social and economic conditions of farmers at all groups of farmers.
PENGGUNAAN BOOKLET“GERAKAN TANAH” UNTUK SUMBER BELAJAR PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI MATERI PEDOSFER KELAS X SMA MA’ARIF KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGATAHUN AJARAN 2016 Indarto, Kukuh; Putro, Saptono; Hardati, Puji
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Booklet Gerakan Tanah merupakan sebuah produk Badan Geologi “Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Tanah Longsor” yang dapat digunakan untuk media pembelajaran atau sumber pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa, tanggapan siswa terhadap pembelajaran dan hasil belajar kognitif siswa materi tanah longsor dan dampak terhadap kerusakan lingkungan dengan menggunakan media booklet gerakan tanah untuk sumber belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimentaldengan subjek penelitian diambil menggunakan teknik Purposive. Metode pengumpulan data untuk penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, angket dan tes. Hasil penelitian menunjukan aktivitas belajar siswa termasuk kedalam kategori Aktif dengan nilai rata-rata 82,96. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran menggunakan booklet gerakan tanah termasuk kedalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 83,44. Hasil belajar kognitif siswa menunjukan hasil yang memuaskan dengan jumlah siswa yang tuntas lebih banyak dibandingkan jumlah siswa yang tidak tuntas dengan presentase ketuntasan komulatif 85,71%. Dengan demikianmedia booklet gerakan tanah dapat digunakan untuk salah satu alternatif sumber belajar pada pembelajaran Geografi materi tanah longsor. Soil movement booklet is a product by The Central of Vulcanology and Landslide Mitigation Geology Agency which can be used as teaching media or source of learning. This study aimed to know the learning activity of students, students’ response towards the learning, cognitive learning result about landslide material and the impacts of destruction of environment using soil movement booklet media as the source of learning. The type of this study is pre-experimental where random sampling technique is used to decide the subject. The techniques of collecting data of the study are observation, documentation of photos, questionnaires and tests. The result of the study shows that the learning activity of students is good with an average number of 80,95. Students response towards the learning using the booklet of soil movement is very good with an average number of 83,44. Whereas the cognitive learning result of the students is satisfying with cumulative comprehensiveness percentage 85,71%. As a conclusion, the soil movement booklet media can be used as one of many alternative medias as a source of learning in landslide material in Geography subject.
TINGKAT PENGETAHUAN WARGA KAMPUS DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH Sari, Ika Yunita; Sunarko, Sunarko; Hardati, Puji
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena pengelolaan sampah di lingkungan Universitas Negeri Semarang masih belum optimal karena hanya sebagian kecil dari sampah organik yang dikelola sedangkan sisa dari sampah organik lain dan anorganik dibuang ke TPS banaran.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan warga kampus di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tentang pengelolan sampah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif (description research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga kampus di Fakultas Ilmu Sosial  sebanyak 2.027 orang yang terdiri dari dosen, karyawan dan mahasiswa dengan jumlah sampel sebanyak 137 warga kampus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan warga kampus di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tentang pengelolaan sampah termasuk dalam kategori sedang dengan rincian pengetahuan tentang reduce dan reuse yaitu dalam kategori sedang sedangkan tingkat pengetahuan tentang recycle termasuk dalam kriteria tinggi. The phenomenon of environmental waste management in Semarang State University is still not optimal because only a fraction of the organic waste managed while the rest from other organic and inorganic garbage dumped into the TPS Banaran. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of campus citizens at the Faculty of Social Sciences, State University of Semarang on the management of garbage.  This research is descriptive (description research). The population in this study are all citizens of the campus at the Faculty of Social Sciences as many as 2.027 people consisting of faculty, staff and students with a total sample of 137 residents of the campus. Data collection techniques using the test, documentation and observation. Data analysis using descriptive techniques percentage. Data analysis using descriptive techniques percentage. The results showed that the level of knowledge of citizens of the campus at the Faculty of Social Sciences, State University of Semarang on waste management in medium category with details of the reduce and reuse of knowledge that is in the medium category, while the level of knowledge about recycle included in the high criteria.
Pengaruh Cara Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Di Sma Negeri 2 Pekalongan Natakusuma, Adhitya; Suroso, Suroso; Hardati, Puji
Edu Geography Vol 5 No 3 (2017): Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A good study result supported by many factors, such as how students learn. Based on the data values of repeat daily students in geography subject (2016/2017), 181 of 277 students (65,34%) X IPS and 82 of 120 students (68,33%) XI IPS SMA Negeri 2 Pekalongan get value of geography subject has not yet reached the KKM. The purpose of the research to find out how student learning, results of students learning, influence of how to learn against students learning result. Analysis using descriptive frecuency to know how to students learn, results of student learning using descriptive analysis, influence of how to learn using simple linier regression analysis method. The results showed that how student learning generally already regular, the average of students learning result has not yet reached the value of KKM, influence how to student learn showed that the increase of how to learn against the results of the study is 0,51 with the positive regression coefficient. The conclusion of the research there is influence of how to students learn against students learning result in the geography subject. The advices are let students to choose the how to learn proper for themself, the teachers should pay attention to the results of student learning in geography subject. Hasil belajar yang baik didukung oleh banyak faktor, seperti cara belajar siswa. Berdasarkan data nilai ulangan harian siswa mata pelajaran geografi tahun 2016/2017 dapat diketahui bahwa 181 dari 277 (65,34%) siswa kelas X IPS dan 82 dari 120 (68,33%) siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Pekalongan mendapatkan nilai ulangan geografi yang belum mencapai KKM. Tujuan penelitian untuk mengetahui cara belajar siswa, hasil belajar siswa, pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar siswa. Analisis data cara belajar menggunakan deskriptif frekuensi, hasil belajar siswa menggunakan analisis deskriptif, pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar siswa menggunakan metode analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan cara belajar siswa secara keseluruhan sudah teratur, rata-rata nilai hasil belajar siswa belum mencapai nilai KKM, pengaruh kenaikan cara belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,51 dengan koefisien regresinya positif. Simpulan adalah terdapat pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Saran adalah siswa hendaknya memilih cara belajar yang tepat, guru hendaknya memperhatikan hasil belajar siswa mata pelajaran geografi.
Data Kependudukan Sebagai Sumber Belajar Pembelajaran Geografi Dengan Metode Outdoor Learning Kelas Xi Ips Ma Al- Hidayah 1 Purwareja Klampok Wahyuningsih, Diyah; Hardati, Puji; Indrayati, Ariyani
Edu Geography Vol 5 No 3 (2017): Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research objective is to find out how the students’ activities and the learning results in learning Geography by using population data as a learning resources by applying the method of outdoor learning at MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok. The variable in this research is the students’ activities and learning results. Data analysis method used is percentage descriptive method for students’ activities variable and test n-Gain for the learning results. The required data in this research are taken using the method of observation and test. The results of this research are students’ activities based on the highest stage of outdoor learning i.e. the activity of preparation with medium criteria with reaching the number of 69,70%. Students’ activities at the stage implementation is around 58,15% and post -implementation is around 62,12%. Based on the type of students’ activities showed that the lowest activity is oral activity with percentage of 46,67% and the highest activity is the observing activity with percentage of72,53%. Students’ learning results derived from pre-test and post-test with analysed using the test n-Gain and obtained a score of 0,3 and it contains at the low n-Gain criteria. Several factors in which influencing the low of students’ activities and learning results such as (1) there is the trace of playing while the implementation activity of outdoor learning (2) lack of confidence in students’ talking activity and (3) facilities and infrastructure are less supportive of learning process takes place. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa danhasil belajar dalam pembelajaran Geografi yang menggunakan data kependudukansebagai sumber belajar dengan menggunakan metode outdoor learning yang dilaksanakan di MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok. Variabel dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif persentase untuk variabel aktivitas siswa dan uji n-Gain untuk hasil belajar. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diambil menggunakan metode observasi dan tes. Hasil dari penelitian ini adalah aktivitas siswa berdasarkan tahapan outdoor learning yang paling tinggi yaitu aktivitas siswa pada tahap persiapan dengan kriteria sedang dengan angka 69,70 %. Aktivtitas siswa pada tahap pelaksanaan sebesar 58,15 % dan tahap pasca pelaksanaan sebesar 62,12%. Berdasarkan jenis aktivitas siswa hasil penelitan menunjukkan bahwa aktivitas yang paling rendah adalah aktivitas berbicara dengan persentase sebesar 46,67 % dan yang paling tinggi adalah aktivitas mengamati dengan persentase sebesar 72,53 %. Hasil belajar yang diperoleh siswa menunjukkan nilai n-Gain sebesar 0,3 dan termasuk kedalam kriteria n-Gain rendah. Faktor yang mempengaruhi rendahnya aktivitas siswa dan hasil belajar siswa antara lain (1) ada kesan main-main dari siswa pada saat kegiatan pelaksanaan outdoor learning, (2) kurangnya kepercayaan diri siswa dalam kegiatan berbicara dan (3) sarana dan prasarana yang kurang mendukung saat pembelajaran berlangsung.
Pengaruh Pendidikan, Usia Kawin Pertama, dan Lama Penggunaan Alat Kontrasepsi Terhadap Fertilitas di Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen Tahun 2017 Maharani, Evanita; Hardati, Puji; Putro, Saptono
Edu Geography Vol 6 No 1 (2018): Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aimed of this reasearch was to know about the education, the first age marriage of, the long time of women who got married use contraception, the fertility at Purbowangi and Semampir Village, to know the influence of education, first marriage age, and duration of use of contraceptives to fertility in Purbowangi Village and Semampir Village Buayan District Kebumen Regency. The popolation of this research at Purbowangi village was about 1961 people, at Semampir Village was about 450 people. The sample from Purbowangi Village was about 95 people, at Semampir was about 82 people. The methode was taken by random sampling. The data was collected by observation, questionaire, interview, analysed data was used General Fertility Rate, statistic deskription and double linier regression. The results of this research were the education of women fertility who have married at Purbowangi village was 9 years and Semampir Village was 8 years, the first age marriage of fertile women who have married at Purbowangi village was 19 years old and at Semampir village was 20 years old, the long time of fertile women who got married use contraception at Purbowangi village was 10 years and at Semampir village was 9 years, the mean fertility women who got married is 3 childs at Purbowangi village and Semampir village, the education variable and the variable of long time using contraception influenced the fertility at Purbowangi village, and the variable of time using contraception influenced the level of fertility at Semampir village. The conclusions of this research were the fertility at Semampir Village is more higher than Purbowangi village, the time of using contraseption influenced the fertility level of Purbowangi and Semampir village. The suggestions of this reaserch were the fertile women who got married should follow family planning program after childbirth Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pendidikan, mengetahui usia kawin pertama, mengetahui lama penggunaan alat kontrasepsi, mengetahui fertilitas wanita usia subur yang telah menikah di Desa Purbowangi dan Desa Semampir, mengetahui pengaruh pendidikan, usia kawin pertama, dan lama penggunaan alat kontrasepsi terhadap fertilitas di Desa Purbowangi dan Desa Semampir Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Populasi penelitian yaitu wanita usia suburdi Desa Purbowangi sebanyak 1961 orang, dan di Desa Semampir 450 orang. Sampel penelitian ini yaitu 95 orang di Desa Purbowangi dan 82 orang di Desa Semampir. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif. Analisis data menggunakan teknik Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini yaitu pendidikan wanita usia subur yang telah menikah di Desa Purbowangi yaitu 9 tahun dan Desa Semampir yaitu 8 tahun, usia kawin pertama wanita usia subur di Desa Purbowangi yaitu19 tahun dan Desa Semampir yaitu 20 tahun,lama penggunaan alat kontrasepsi di Desa Semampir yaitu 10 tahun dan Desa Semampir yaitu 9 tahun, rata-rata fertilitas wanita uisa subur di Desa Purbowangi dan Desa Semampir yaitu 3 anak, variabel pendidikan dan lama penggunaan alatkontrasepsi mempengaruhi fertilitas wanita usia subur di Desa Semampir sedangkan usia kawin pertama dan lama penggunaan alat kontrasepsi mempengaruhi fertilitas wanita usia subur di Desa Semampir. Kesimpulan lama pendidikan wanita usia subur yang telah menikah di Desa Purbowangi lebih lama 1 tahun daripada di Desa Semampir, lama penggunaan alat kontrasepsi sama-sama mempengaruhi tingkat fertilitas di Desa Purbowangi dan di Desa Semampir. Sarannya yaitu wanita usia subur yang telah menikah segera mengikuti program KB setelah masa nifas berhenti
Pengaruh Penyuluhan Tentang Sampah Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Rumah Tangga (Anggota PKK) Dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga Pada Permukiman Tradisional dan Permukiman Modern di Kelurahan Pudak Payung Maghfiroh, Siti Aida; Hardati, Puji; Arifien, Moch
Edu Geography Vol 6 No 2 (2018): Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of the community an important aspect in implementing waste management.The purpose of this research is to find knowledge, the attitudes and behavior housewives in managing of household waste before and after a extension programs know the influence of counseling to knowledge, the attitudes and behavior housewives in managing of household waste, know the comparison of the research in settlement traditional and settlement modern. Population in research it is a whole housewives (members of PKK) in kelurahan pudak payung which consisted of 11.145 people.The sample collection done to technique random sampling taken 10 %.Technique data collection used is chief, the test interview, observation and documentation.mdata analysis used in research is using the method of analysis t test. The research results show that counseling waste management can affect knowledge, the attitudes and behavior housewives(members of PKK)in manage of waste. Peran serta masyarakat merupakan aspek penting dalam melaksanakan pengelolaan sampah. Tujuan penelitian ini: (1) mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku ibu rumah tangga dalam mengelola sampah rumah tangga sebelum dan setelah mendapat penyuluhan, (2) mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku ibu rumah tangga dalam mengelola sampah rumah tangga, (3) mengetahui perbandingan hasil penelitian di permukiman tradisisonal dan permukiman modern. Populasinya adalah ibu rumah tangga (anggota PKK) di Kelurahan Pudak Payung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling yang diambil 10%. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis Uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyuluhan Pengelolaan Sampah dapat mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku ibu rumah tangga (anggota PKK) dalam mengelola sampah. Dari hasil uji menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna penyuluhan pengelolaan sampah kepada ketiga variabel tersebut.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pengetahuan Penduduk terhadap Perilaku Pengelolaan Sampah di Kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Tahun 2018 Silaban, Eldo Rado; Hardati, Puji; Hariyanto, Hariyanto
Edu Geography Vol 6 No 3 (2018): Vol 6 (3) 2018
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between population’s education level and population’sknowledge toward behavior on waste management in the population of Patemon Village,Gunungpati District. Researcher collects the data by using questionnaire, observation anddocumentation. The sample used is 100 respondents taken in insidental sampling. Results of thestudy: (1) The population education level in Patemon Village is classified as good at 61.6%. (2) Thepopulation knowledge level in Patemon Village is classified as hight at 14,16%. (3) Populationbehavior towards waste management is classified as hight at 47.1%. The results of the study statethat the population’s education level obtained the value of tcount = 4.075 and sig = 4.075 = 0.000%<5% and the population’s knowledge level obtained the value of tcount = 2.415 and sig = 0.018 =1.8% <5%. Conclusion there is a no relationship between the level of education and behavior ofwaste management, there is no correlation between the level of knowledge on waste management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan tingkat pendidikan penduduk, tingkat pengetahuan penduduk terhadapperilaku dalam pengelolaan sampah pada penduduk di Kelurahan Patemon KecamatanGunungpati. Peneliti mengumpulkan data menggunakan kuesioner, observasi dandokumentasi. Sampel yang digunakan sebaganya 100 responden yang diambil secarainsidental sampling. Hasil penelitian : (1) Tingkat pendidikan penduduk di KelurahanPatemon tergolong sedang sebesar 61,6 %. (2) Tingkat pengetahuan penduduk diKeluraha Patemon tergolong tinggi sebesar 14,16 %. (3) Prilaku penduduk terhadappengelolaan sampah tergolong tinggi sebesar 47,1 %. Hasil penelitian menyatakan tingkatpendidikan penduduk diperoleh nilai thitung = 4,075 dan sig = 4,075 = 0,000% < 5% dantingkat pengetahuan penduduk diperoleh nilai thitung = 2,415 dan sig = 0,018 = 1,8% <5%. Kesimpulan didapatkan hasil tidak ada hubungan antara tingkat pendidikanterhadap perilaku pengelolaan sampah, tidak ada hubungan tingkat pengetahuanterhadap pengelolaan sampah.
Submit in any of the following roles if you would like to be able to edit and publish this submission yourself: Journal manager Santoso, Budi Imam; Hardati, Puji; Suharini, Erni
Edu Geography Vol 7 No 1 (2019): Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i1.30130

Abstract

Facilities and infrastructure are limited, the lack of jobs in Lebo Village causes residents to mobility to other areas. The purpose of this study is to determine the factors that cause residents to do mobility. This study uses a quantitative approach. The population of this study were all households in Lebo Village, which amounted to 1209 households. The sampling method uses Proposiate Area Random Sampling of 10% of the population and produced 120 households. Data collection techniques used are questionnaires, observation and documentation. The data analysis technique uses descriptive percentage (DP). The variables of this study are the driving and pulling factors that cause the population to do mobility.The results of this study indicate factors from Desa Lebo such as the lack of facilities and infrastructure, employment, low employment wages which caused residents to do mobility to other regions. Attractive factors from other areas such as more complete facilities and infrastructure, many jobs, higher wages, entertainment and tourism facilities available. Fasilitas sarana dan prasarana yang terbatas, kurangnya lapangan pekerjaan di Desa Lebo menyebabkan penduduk mobilitas ke daerah lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang menyebabkan penduduk melakukan mobilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini semua KK di Desa Lebo yang berjumlah 1209 KK. Metode pengambilan sampel menggunakan Propotionate Area Random Sampling sebesar 10% dari populasi dan dihasilkan 120 KK. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif presentase (DP). Variabel penelitian ini yaitu faktor pendorong dan penarik yang menyebabkan penduduk melakukan mobilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor dari Desa Lebo seperti kurangnya sarana dan prasarana, lapangan pekerjaan, upah pekerjaan rendah yang menyebabkan penduduk melakukan mobilitas ke daerah lain. Faktor penarik dari daerah lain seperti sarana dan prasarana lebih lengkap, lapangan pekerjaan banyak, upah pekerjaan lebih tinggi,tersedia tempat hiburan dan wisata.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Al-Hanif, Ervando Tommy Aldiantoto, Zendi Ananto Aji, Ananto Arifien, Moch Arifien, Moch Ariyani Indrayati Asrofah, Siti Asrofah, Siti Astuti, Andarweni Budi Sulistyo Budiarti, Suci Casriatun, Casriatun Danang Sarjono, Danang Dewi Liesnoor Setyowati Durrotun Nafisah Dwiga Selly Madyaratri, Dwiga Selly Dwinata, Anggara Edwin Mirzachaerulsyah Edy Trihatmoko Eko Purnomo Ely Rudyatmi, Ely Erni Suharini Eva Banowati Ferani Mulianingsih Fitria Martanti, Fitria Gunawan, Muhamad Aldi Hamdan Tri Atmaja Haryanto Haryanto Heru Setiawan Ika Yunita Sari, Ika Yunita Irlansari, Anisa Irmawati, Leni Jamhur, Jamhur Juhadi Juhadi Khalwaty, Nur Muhammad Alwi Kukuh Indarto, Kukuh Leksono, Karyono Budi M. Yogi Riyantama Isjoni Maghfiroh, Siti Aida Maghfiroh, Siti Aida Maharani, Evanita Maharani, Evanita Mei Ardi Wiranoto, Mei Ardi Misroh Sulaswari, Misroh Moch. Arifien, Moch. Muhammad Amin Natakusuma, Adhitya Natakusuma, Adhitya Natalia Pitricia, Natalia Niken Kusumaningrum Niken Nilapaksi, Niken Ningrum, Devita Cahya Noviani Achmad Putri Nugroho Trisnu Brata Nugroho, Rahayu Syafira Nurazizah, Sukma Muliana Nurazizah, Sukma Muliana Prajanti, Sucihatiningsih Dian Wiska Priyanto, Agustinus Sugeng Putri, Enda Kalyana R. Rijanta Raharja, Hawwin Fitra Ramadhanti, Dita Rostati Rostati Rostati, Rostati Rosyadi, M Imron Saddam Saddam, Saddam Safrudin Safrudin Santoso, Budi Imam Santoso, Budi Imam Saptono Putro Satya Budi Nugraha Satyanta Parman Septiani, Riska Setiawati, Winda Setyaningsih , Wahyu Shohibbudin Shohibbudin, Shohibbudin Silaban, Eldo Rado Su Ritohardoyo Sulistiawan, Fani Sunario Tanggur, Femberianus Sunarko Sunarko Sunarto Sunarto Suroso Suroso Suwito Eko Pramono Thriwaty Arsal Tjaturahono Budi Sanjoto Tri Marhaeni Pudji Astuti Wahyuningsih, Diyah Wahyuningsih, Diyah Wardani, Mila Widdy Reynaldi, Widdy Widyawati, Shaiba Ayu Wilonoyudo, Saratri