Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Identifikasi Alat Penangkap Ikan yang Ramah Lingkungan di Perairan Pulau Weh Kota Sabang Aceh Mutatahhirin Mutatahhirin; Faisal Syahputra; Chaliluddin Chaliluddin
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i1.4368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis alat tangkap ikan ramah lingkungan yang ada di perairan pulau Weh Sabang Aceh sesuai ketentuan FAO berbasis CCRF 1995.Penelitian ini menggunakan metode survei dengan objek penelitian ini adalah Alat Penangkap Ikan Yang ada Di Pulau Weh Sabang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Analisis keramahan lingkungan alat penangkapan ikan berdasarkan pembobotan skor dari 9 kriteria Alat tangkap ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan Alat penangkapan ikan yang termasuk kategori Sangat Ramah Lingkungan yaitu :(purse seine dengan skor 32, Pancing tonda dengan skor 34, Rawai dasar dengan skor 32, Jaring insang hanyut dengan skor 33, Pukat kelambu dengan skor 32, Panah ikan dengan skor 28) katagori kurang ramah lingkungan (pancing ulur dengan skor 27, jaring insang dasar dengan skor 27).
Pengaruh Metode PengawetanTradisional terhadap Kadar Air pada Jenis Ikan Berbeda Rulita Maulidya; Indria Mahgfirah; Faisal Syahputra; Azwar Thaib; Annisa Rusliana
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i2.5294

Abstract

The aim of this research is to determine the effectiveness of traditional drying methods on several types of fish. Comparing the quality of dried fish products from drying with the SNI requirements for dried fish, looking for methods that are suitable for types of fish in traditional drying. Optimal time to produce the best quality fish. The research results showed that drying this type of fish was different from drying it under direct sunlight for 8 hours per day for 3 days. The average value of percent water content obtained ranged from 26% -32%. It was concluded that drying using traditional methods could be the right choice for drying fish.
Studi Terhadap Kebersihan Pangkalan pendaratan Ikan (PPI) Lambada Lhok, Aceh Besar Vindi Arianda; Faisal Syahputra; Fauzi Syahputra
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i1.3217

Abstract

Pelabuhan Perikanan di Indonesia pada umumnya jarang memperdulikan kebersihan pada fasilitasnya. Kebersihan pada Pelabuhan perikanan adalah hal terpenting untuk mempertahakan kualitas ikannya. Salah satu pelabuhan perikanan yang tidak tergolong bersih di Pangkalan Pedaratan Ikan (PPI) Ujong Baroh. PPI Ujong Baroh adalah pelabuhan perikanan tipe D yang terletak di Aceh Brat, pelabuhan perikanan ini memiliki aktivitas yang cukup ramai. Sehingga pihak nelayan banyak melakukan aktivitas pendaratan ikan di pelabuhan pelabuhan perikanan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi kondisi aktual kebersihan di PPI Ujong Baroh. Data ini menggunakan data primer dengan cara wawancara dan didukung oleh penelitian-penelitian sebelumnya (data sekunder). Penelitian dilakukan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Baroh, Aceh Barat yang dilakukan pada bulan April 2022. Parameter penelitian ini adalah pihak pengelola, nelayan dan pengunjung PPI Ujong Baroh. Hasil penelitian menyatakan PPI Ujong Baroh Meulaboh, Aceh Barat masih kurang bersil hal ini disebabkan karena pihak pelaku aktifitas yang masih membuang sampah sembarangan dan tidak tersediannya alat kebersian untuk menampung sisa sampah hasil aktifitas.Kata kunci : Aktivita dan Fasilitas Pelabuhan Perikanan, Kebersihan dan PPI Ujong Baroh
Analisis Break Even Point Dan Risiko Usaha Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dalam Keramba Jaring Apung (KJA) Di Aceh Tengah Lukman Hakim; Suraiya Nazlia; Faisal Syahputra
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i1.4022

Abstract

Aceh Tengah yang berada di wilayah provinsi Aceh dengan ibu kota yang memiliki sumber daya alam yang didominasi pegunungan dan memiliki potensi sumberdaya perairan yang tinggi. Usaha pembesaran ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) yang beroprasi terdapat dibeberapa kecamatan yang ada disekitaran Danau Laut Tawar, yaitu kecamatan Bintang, Lut Tawar, Kebayakan dan Bebesen. Usaha pembesaran ikan dalam KJA dimulai pada era tahun 90-an hingga sekarang. Namun demikian sekarang banyak KJA yang sudah tidak beroperasi lagi, hal ini dikarenakan harga pakan yang tinggi dan adanya nelayan yang melakukan  penangkapan ikan menggunakan pukat harimau mini.  Setelah dilakukan analisis diketahui bahwa nilai BEP Q dalam setiap siklus sebesar 5.224,26 Kg, dan BEP Rp sebesar 6.964,78/Kg. Dan setelah dilakukan perhitungan nilai Reveneu Cost Ratio dalam analisa kelayakan usaha sebesar R/C>1 maka usaha dinyatakan layak untuk dilanjutkan.
Efektivitas Pengawasan Syahbandar Di Pelabuhan Perikanan Dalam Upaya Mewujudkan Keselamatan Kapal Perikanan Di PPS Kutaraja Mardiani Mardiani; Mukhlis Mukhlis; Faisal Syahputra
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i1.4391

Abstract

Pada keberangkatan kapal syahbandar juga mempertimbangkan keselamatan kapal dan awak kapal penangkapan ikan bila akan melakukan operasi penangkapan ikan. Ancaman keselamatan pada kapal dan awak kapal perikanan terutama pada kapal penangkapan ikan masih terbilang cukup tinggi. hal ini dikarenakan pekerjaan menangkap ikan tergolong membahayakan dibanding pekerjaan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana standar pengawasan Syahbandar di pelabuhan perikanan dalam upaya mewujudkan keselamatan kapal perikanan di PPS Kutaraja Kutaraja. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara langsung kelapangan dengan pengambilan sampel sebanyak 10 kapal penangkapan ikan di PPS Kutaraja dan kemudian dihitung persentase tingkat kesesuaian persyaratan. Data yang diperoleh analisis statistik selanjutnya ditampilkan dalam bentuk Tabel dan Gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75,556% tingkat kesesuaian persyaratan alat keselamatan disaat dilakukan pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan. sehingga dapat dikatakan petugas kesyahbandaran belum efektif dalam melakukan pengawasan dalam mewujudkan keselamatan kapal perikanan.
MENUMBUHKAN JIWA ENTREPRENEUR SEJAK DINI DI SDN LAMKRAK ACEH BESAR MELALUI PENYULUHAN BUDIDAYA IKAN HIAS Azwar Thaib; Nurhayati Nurhayati; Faisal Syahputra; Ainal Mardhiah; Isfanda Isfanda; Vina Marisa; Ade Maya; Febi Mulfiza; Lia Handayani
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v4i1.488

Abstract

Jiwa entrepreneur tidak dibawa sejak lahir, namun harus diciptakan dan dipupuk sejak dini. Seseorang yang terbiasa melatih kewirausahaan sejak dini memiliki keuntungan dan perspektif yang berbeda dalam berwirausaha, dan menjadi modal penting bagi anak untuk mengembangkan produktivitas dan kemandirian ketika dewasa nanti. Anak yang di didik untuk memiliki jiwa entrepreneur memiliki kreatifitas, inisiatif dan kepercayaan diri yang tinggi untuk menjadi professional seperti yang di cita-citakan. Selama ini usia sekolah terutama anak yang masih dududk di bangku Sekolah dasar minim akan pembelajaran terkait wirausaha, sehingga anak-anak tumbuh dengan maindset kelak dewasa harus menjadi pegawai negeri untuk bekerja, sedikit sekali generasi milenial yang tumbuh dengan jiwa entrepreneur tinggi. berdasarkan permasalahan tersebut pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat wirausaha sejak dini kepada anak-anak di Sekolah Dasar Negeri Lamkrak, Aceh Besar. Sehingga kelak generasi milenial Indonesia mampu menghadapi ketatnya persaingan dan tantangan di era globalisasi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan merubah pola pikir anak bahwa sukses itu bukan harus menjadi seorang pegawai pemerintahan, namun bagaimana bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain, sejak dini sudah ditanamkan mindset sukses adalah menciptakan lapangan pekerjaan bukan mencari lapangan pekerjaan.
Evaluating the addition of starry triggerfish (Abalistes stellaris) bone charcoal as a feed supplement to the growth performance and intestinal villi length of nile tilapia (Oreochromis niloticus) Azwar Thaib; Lia Handayani; Ardila Hanum; Nurhayati Nurhayati; Faisal Syahputra
Depik Vol 10, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.10.2.20367

Abstract

Nile tilapia is a freshwater fish that is widely cultivated in Indonesia. During its development, tilapia aquaculture has constraints such as low growth rates. Therefore, it is necessary to add a feed additive to the feed in the form of charcoal. Charcoal is an adsorbent that has high absorption so that the addition of charcoal in the feed can increase the absorption of nutrients of tilapia. A 45-days trial was conducted to determine the percentage of addition of triggerfish bone charcoal (Abalistes stellaris) as a feed supplement that affect the growth performance and intestines of tilapia. The research design was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 2 replications as treatments including: treatment A (control), B (addition of 1%charcoal), C (addition of 2% charcoal) and D (addition of 3% charcoal). A total of 240 tilapia fingerlings (5-7 cm) were used and placed in 8 aquariums then filled with 72 liters of water. Providing adlibitum (unlimited) feed with a frequency of 2 times a day. The ANOVA test showed that the addition of triggerfish bone charcoal (A. stellaris) in the feed was not significantly different (P 0.05) in weight growth, absolute length and daily length growth but it was significantly different (P 0.05) in feed conversion ratio and the efficiency of feed utilization. Based on result, it was concluded that the addition of 3% charcoal was the best treatment which gave the lengthiest of villi which was increasing the length of the intestinal villi to 71.11 m from the initial length of 162.22 m. easel at 233.33 m, showed the highest feed conversion ratio value and feed efficiency (1.12 %, 89.6%).Keywords:CharcoalFish boneIntestinal histologyStarry triggerfish
Identifikasi Alat Tangkap Dan Hasil Tangkapan Ikan Di Perairan Umum Daratan Kreung Aceh Kurnia; Rivan Febrian; Faisal Syahputra; Rachmat Hidayat
Rosenberg : Jurnal Rosenberg Teknologi Penangkapan Ikan Vol 1 No 1 (2023): Rosenberg: Jurnal Teknologi Penangkapan Ikan
Publisher : Prodi TPI Politeknik Perikanan Negeri Tual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh merupakan profinsi yang memiliki banyak potensi hasil lautnya. Salah satu yang terlihat dari perikanan tangkap, namun jarang mengexport daratan sungai. Potensi perairan sungai di Aceh juga baik, dilihat dari Perairan Umum Daratan (PUD) Kreung Aceh. Perairan ini sangat Panjang dimana dari Cot Seukek Kabupaten Aceh Besar, melewati pusat kota Banda aceh dan hilir sungai di Lampulo Kota Banda Aceh. Analisis hasil tangkapan dilakukan dengan tujuan mengetahui jenis biota yang terdapat di perairan umum daratan Krueng Aceh sebagai data dasar dalam pengelolaan sumber daya perairan umum daratan. Adapun penelitian ini menggunakan metode Purposive sampling di empat stasiun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi alat tangkap ikan dan mengklasifikasi ikan hasil tangkapan di lapangan. Manfaat penelitian nantinya yaitu memberikan informasi kepada pihak pemerintah dalam adanya oprasinal alat tangkap di Perairan Umum Daratan (PUD) Kreung Aceh dan memberikan informasi juga untuk penelitian selanjutnya tentang ikan yang ditagkap. Hasil penelitian di Perairan Umum Daratan (PUD) Kreung Aceh terdapat empat alat tangkap. Alat tangkap yang paling banayak dioprasional yaitu pancing dengan 17 alat tangkap. Alat tangkap yang paling sedikit dioprasionalkan yaitu alat tangkap pukat insang dan jala. Alat tangkap jaring insang sebanyak dua dan alat tangkap jala sebanyak satu buah. Hasil tangkapan ikan di Perairan Umum Daratan Kreung Aceh ada 9 jenis. Hasil tangkapan ikan yang dominan yaitu ikan baung (Mystus nemurus) dan yang paling sedikit ditangkap yaitu pada ikan sapu-sapu (Hypostosmus plecotomus).
Pengenalan Teknologi Penginderaan Jauh Satelit untuk Menentukan Daerah Potensial Penangkapan Ikan di SMKN 1 Jeunib Faisal Syahputra; Azwar Thaib; Agus Naufal; T. Faizul Anhar; Rizka Maula; Marysha Amelia
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v4i2.916

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 1 Jeunib pada 10 Juni 2026 dengan tujuan memperkenalkan teknologi penginderaan jauh satelit untuk menentukan daerah potensial penangkapan ikan. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar penginderaan jauh, hubungan suhu permukaan laut dan klorofil-a terhadap keberadaan ikan, serta pemanfaatan sistem INAWIS BMKG sebagai media praktis dalam membaca informasi maritim. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi penggunaan platform digital, dan diskusi interaktif bersama peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman awal mengenai cara kerja penginderaan jauh dalam mendukung sektor perikanan, pentingnya membaca informasi oseanografi sebelum melaut, dan manfaat teknologi ini dalam meningkatkan efisiensi serta keselamatan pelayaran. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi sains terapan dan kesiapan siswa vokasi dalam menghadapi perkembangan teknologi kelautan modern.
Sosialisasi Teknologi Rumah Tunnel, Dorongan Baru Bagi Produktivitas Petani Garam Di Desa Lamnga, Aceh Besar Rulita Maulidya; Faisal Syahputra; Susi Susi; Faizul Anhar; Lia Handayani; Anisa Rusliana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.7733

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani garam tradisional di Desa Lamnga, Aceh Besar, melalui sosialisasi pemanfaatan teknologi rumah tunnel dan geomembran dalam proses produksi garam. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan penyuluhan, demonstrasi langsung, dan diskusi interaktif dengan kelompok petani garam KUB-SIRA. Teknologi rumah tunnel dan geomembran diperkenalkan sebagai solusi terhadap permasalahan utama produksi garam konvensional, yaitu rendahnya efisiensi penguapan, ketergantungan pada cuaca, serta kualitas garam yang tidak seragam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap prinsip kerja teknologi tersebut, serta adanya perubahan positif dalam praktik pengolahan garam dengan penggunaan geomembran dan rumah tunnel. Penerapan teknologi ini terbukti mampu mempercepat proses kristalisasi, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan terapan di bidang pendidikan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya dalam mendukung inovasi berkelanjutan di sektor pergaraman rakyat.