Articles
THE INFLUENCE OF GROUP ACTIVITY SOCIALIZATION TOWARD AMONG CLIENTS WITH IMPAIRED SOCIAL
Saswati, Nofrida;
Sutinah, Sutinah
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.086 KB)
|
DOI: 10.22216/jen.v3i2.2492
Social isolation is a diagnosis 3 largest of the diagnosis inthe area of jambi province. This is given to the isolation of social one is thheraupeutic activity of socialization. Social isolation is a disorder of interpersonal relationships that occur due to the inflexible personality, giving rise to maladaptive behavior and interfere with the functioning of a person in touch. Socialization Activity Group Therapy is seeking to facilitate the socialization of a number of clients with impaired social relationships in groups. The purpose of study was to determine the influence of group activity socialization toward among clients with impaired social. This study design using the one group pretest-posttest, the sampling technique is purposive sampling of 12 respondents. Client socialization skills were measured before and after intervention using observation sheet Est. Analysis of data with paired samples T-test. The analysis shows value of the average capability of the respondents before TAKS 2,42 and after TAKS 19,00.The analysis shows a significant influence on the taks on socialization skills with p = 0.009. It is concluded that there is influence of group activity therapy disseminate the client socialization ability of social isolation in inpatient psychiatric hospitals of the province of Jambi in 2016.Isolasi sosial merupakan diagnosa 3 terbesar dari 7 diagnosa yang ada di rumah sakit jiwa daerah provinsi Jambi. Terapi yang diberikan kepada klien isolasi sosial salah satunya adalah terapi aktivitas kelompok sosialisasi. Isolasi sosial adalah gangguan hubungan interpersonal yang terjadi akibat adanya kepribadian yang tidak fleksibel, sehingga menimbulkan prilaku yang maladaptif dan mengganggu fungsi seseorang dalam berhubungan. Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) adalah upaya memfasilitasi sosialisasi sejumlah klien dengan kerusakan hubungan social secara kelompok. Desain penelitian ini menggunakan rancangan the one group pretest-postest, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 12 responden. Kemampuan sosialisasi klien diukur sebelum dan sesudah dilakukan intervensi TAKS menggunakan lembar observasi. Hasil analisa data menunjukkannilai rata-rata kemampuan sosialisasi responden sebelum diberikan TAKS adalah 2,42 dan sesudah di berikan TAKS menunjukan nilai rata-rata 19,00. Analisa data dengan uji paired sample T-test menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari TAKS terhadap kemampuan sosialisasi dengan p=0,009. Penelitian ini ada pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan sosialisasi klien isolasi sosial di ruang rawat inap rumah sakit jiwa daerah provinsi Jambi tahun 2016.
Stimulasi Perkembangan Psikososial Usia Dewasa Tengah (30-60 Tahun)
Saswati, Nofrida;
Harkomah, Isti;
Sutinah, Sutinah
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (374.411 KB)
|
DOI: 10.30644/jphi.v1i1.196
Most of the people in Legok sub-district are middle-aged adults, some are active as cleaners, fishers, and some are at home taking care of their families. the community does not yet know the psychosocial development of middle adulthood, do not know how to overcome if there are developmental deviations Someone is in the peak of physical readiness to reproduce, including building a household and forming offspring. Transition always means adjusting to new interests, values ​​and behavior patterns. Adults must adjust to various physical changes and must be aware that behavioral patterns at a young age must be radically corrected. Therefore the need for health education is related to stimulation of psychosocial development in middle adulthood. The methods used are lectures and demonstrations. After counseling, there is an increase in community capacity related to how to deal with middle-aged adult deviations
Kiat menghadapi COVID-19 untuk orang sehat
Saswati, Nofrida;
Parman, Parman;
Andriani, Medi;
Afrida, Erni
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30644/jphi.v3i1.507
Indonesia masih dilanda wabah pandemik COVID-19, sama dengan negara lain di Dunia. Jumlah kasus COVID-19 terus bertambah dengan beberapa melaporkan kesembuhan, tapi tidak sedikit yang meninggal. Usaha penanganan dan pencegahan terus dilakukan demi melawan COVID-19 dengan gejala mirip flu. munculnya pandemi menimbulkan stres pada berbagai lapisan masyarakat. Meskipun sejauh ini belum terdapat ulasan sistematis tentang dampak COVID-19 terhadap kesehatan jiwa, namun sejumlah penelitian terkait pandemi (antara lain flu burung dan SARS) menunjukkan adanya dampak negatif terhadap kesehatan mental penderitanya. Siswa SMK DB 1 kelas XII merupakan kelompok orang sehat, dimana siswa tersebut melakukan pembelajaran secara online dan offline. Pembelajaran offline sangat berisiko bagi orang yang sehat untuk terkonfirmasi COVID-19, maka dari itu kami melakukan pengabdian kepada masyarakat kepada siswa SMK DB 1 kelas XII tentang Kiat Menghadapi Covid-19 untuk Orang Sehat (OS) agar terhindar dari penularan covid 19.Metode pada pengabdian ini dilakukan dengan ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini didapatkan pengetahuan baik sebanyak 78% dan pengetahuan cukup sebanyak 22%. Hasil pengabdian terdapat peningkatan pengetahuan tentang kiat menghadapi COVID-19 untuk orang sehat bagi siswa SMK DB 1 kelas XII, diharapkan pihak sekolah selalu meningkatkan upaya dalam kiat menghadapi COVID-19 bagi seluruh siswa SMK DB 1
RELATIONSHIP FAMILY SUPPORT WITH INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN (IDWG) VALUE IN HEMODIALYSIS PATIENTS IN RADEN MATTAHER JAMBI HOSPITAL
Nofrida Saswati;
Dasuki Dasuki;
Suratni Suratni
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35910/jbkm.v4i2.317
Background: Chronic kidney failure in the final stages requires permanent kidney replacement in the form of hemodialysis. Complications that often occur in clients who undergo hemodialysis, one of which is edema due to excessive fluid intake called IDWG increase. To overcome the increase in IDWG family support is needed. This study aims to determine the relationship of family support with IDWG values in the hemodialysis room at Raden Mattaher Jambi Hospital in 2018. Method: This research is a quantitative cross sectional design study. The population in this study were all patients with CRF who underwent hemodialysis at Raden Mattaher Hospital in Jambi totaling 84 patients and sampling was done using a total sampling technique of 50 patients according to inclusion criteria. The analysis in this study is Univariate and Bivariate using the Chi-Square test, this study uses a questionnaire sheet. Results: There were 28 (56.0%) respondents had moderate IDWG values, 31 (62%) respondents had good family support. There is a relationship between family support and IDWG in the hemodialysis room at Raden Mattaher Jambi Hospital (P-Value = 0.001). Conclusion: There is a relationship between family support and IDWG values in the hemodialysis room at Raden Mattaher Jambi Hospital. It is expected that nurses will further enhance the provision of counseling to the patient's family to accompany and provide support in undergoing hemodialysis.
The effectiveness of supportive and psychoeducational family therapy: A linkage towards burden and anxiety of care for children with mental retardation
Isti Harkomah;
Nofrida Saswati
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/minh.v4i2.3553
Background: Children with mental retardation have difficulty processing information so that which affects the development process. Behavioral disorders and dependence on family members with mental retardation lead to care and family responsibilities causing burdens and anxiety in response to stress in mentally disabled children.Purpose: To determine the effectiveness of supportive and psychoeducational family therapy: A linkage towards burden and anxiety of care for children with mental retardationMethod: A quasi-experimental pre-post test design with a control group. The population was the family who has a child with a mental retardation member. The sample was 76 participants using a simple random sampling technique. Data analyzed using Univariate and bivariate.Results: The family burden of mentally retarded children before intervention in the treatment group was 50.18 with a standard deviation of 18.958. The burden on families with mentally retarded children after being given intervention in the treatment group was 46.45 with a standard deviation of 17.168. There are differences in the reduction of burden and family anxiety with mentally retarded children before and after the intervention in the treatment group.Conclusion: Psychoeduactive and Supportive Therapy can be a standard therapy in overcoming the burden and family anxiety in dealing with children with mental retardation. The schools with disabilities need to have a special room to carry out therapy and improve the quality of comprehensive nursing care by recruiting nurses who are competent in providing mental therapy specialists.
Teknik Relaksasi Nafas Dalam Berpengaruh Terhadap Kemampuan Mengontrol Marah Klien Skizofrenia
Sutinah Sutinah;
Rika Safitri;
Nofrida Saswati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.318
Klien resiko perilaku kekerasan tidak mengetahui cara mengontrol marah dampak yang sering ditimbulkan dari tidak dapat mengontrol marah tersebut yakni mengamuk,memecahkan barang-barang, memukul oleh sebab itu maka klien butuh terapi yaitu relaksasi nafas dalam. Desain penelitian pretest posttestone group design. Sampel 17 orang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunkan kuesioner. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan responden mengontrol marah sebelum dilakukan relaksasi nafas dalam didapatkan nilai rata-rata 22,0588sesudah didapatkan nilai rata-rata 13,0588. Ada perbedaan mengontrol marah sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi nafas dalam yang menunjukkan nilai sig. 0,000.
Pengaruh Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Perilaku Kekerasan
Nofrida Saswati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Mengetahui  pengaruh penerapan standar asuhan keperawatan klien skizofrenia dalam meningkatkan kemampuan mengontrol perilaku kekerasan.Metode: Penelitian  ini  merupakan  penelitian  kuantitatif  dengan  desain penelitian pre  experimental, pretest  dan  posttest.  Populasi  penelitian  ini sebanyak  53 orang  dengan  jumlah  sampel  sebanyak  34 responden  yang dibagi menjadi  2 kelompok  yaitu  17  responden  kelompok  intervensi  dan  17 kelompok kontrol.Hasil: Hasil  penelitian  menunjukkan  pada  kelompok  intervensi  setelah perlakuan rata-rata  mengontrol perilaku kekerasan sebesar 6,88 dan pada kelompok kontrol 3,55 dengan nilai p-value 0.000.Simpulan: Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa penerapan  standar  asuhan keperawatan  perilaku kekerasan berpengaruh terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan. Untuk itu diharapkan bagi perawat  ruangan  dapat  lebih meningkatkan  lagi  penerapan  standar  asuhan  keperawatan  pada  klien dengan perilaku kekerasan.
Gambaran kinerja kepala ruangan dan ketua tim di Ruang Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi
Nini Afriani;
Nofrida Saswati;
Rian Maylina Sari
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Volume 1 Nomor 3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.592 KB)
|
DOI: 10.33024/mahesa.v1i3.5070
ABSTRACT: DESCRIPTION OF THE PERFORMANCE OF THE HEAD OF THE ROOM AND TEAM HEAD IN THE MODEL ROOM OF PROFESSIONAL NURSING PRACTICE (MPKP) A REGIONAL MENTAL HOSPITAL OF JAMBI PROVINCE Background The Model of Professional Nursing Practice (MPKP) has been implemented in several countries, including in various Indonesian asylums. Jambi Provincial Mental Hospital has implemented a Model of Professional Nursing Practice (MPKP), but its implementation has not been implemented in its entirety. The role and function of the head of the room and the head of the team is critical to the development of the performance of the implementing nurses in the space that has implemented the MPKP. This research aims to find out the picture of the performance of the head of the room and the team leader in the Model Room of Professional Nursing Practice (MPKP) of Jambi Provincial Psychiatric Hospital year 2020.Method This research is quantitative research. This research was conducted in the MPKP room of Jambi Provincial Psychiatric Hospital conducted on March 26 – April 6, 2020. The population in this study was the entire head of the room as many as 10 people and the team leader as many as 20 people in the MPKP room at Jambi provincial asylum in March-April 2020. The sample in this study was as many as 30 people with total sampling techniques. Data collection is done by interviewing and filling out questionnaires. Data analyzed univariately.Result: The results of this study showed that the head of the room had a good performance and was less good each as much as 5 (50%) Respondents. The team leader had a good performance and was underperforming by 10 (50%) of each respondent.Conclusion The results of this study show that both the head of the room and the team leader has not been optimal performance. It is recommended that the hospital conduct training and training in the form of workshops and seminars to increase the knowledge of the head of the room and the head of the team to implement 4 pillars of MPKP. Keywords: Performance, Katim, Karu, MPKP INTISARI : GAMBARAN KINERJA KEPALA RUANGAN DAN KETUA TIM DI RUANG MODEL PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP) RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI JAMBI Latar Belakang Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) telah dilaksanakan dibeberapa negara, termasuk di berbagai rumah sakit jiwa Indonesia. Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi telah menerapkan Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP), namun pelaksanaannya belum secara keseluruhan. Peran dan fungsi kepala ruangan dan ketua tim sangat penting untuk perkembangan kinerja perawat pelaksana pada ruang yang telah menerapkan MPKP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja kepala ruangan dan ketua tim di Ruang Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi Tahun 2020.Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di ruang MPKP Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi yang dilakukan pada tanggal 26 Maret – 6 April 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala ruangan sebanyak 10 orang dan dan ketua tim sebanyak 20 orang di ruang MPKP di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi pada bulan Maret-April 2020. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner. Data dianalisis secara univariat.Hasil Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala ruangan memiliki kinerja yang baik dan kurang baik masing-masing sebanyak 5 (50%) responden.Ketua tim memiliki kinerja yang baik dan kurang baik masing-masing sebanyak 10 (50%) responden.Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik kepala ruangan dan ketua tim memiliki kinerja yang belum optimal. Sebaiknya rumah sakit mengadakan pelatihan dan diklat dalam bentuk workshop dan seminar agar menambah pengetahuan kepala ruangan dan ketua tim untuk menerapkan 4 pilar MPKP. Kata Kunci: Kinerja, Katim, Karu, MPKP
Terapi Suportif Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Keluarga Merawat Anak Retardasi Mental
Isti Harkomah;
Sutinah;
Nofrida Saswati
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Ilin Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31960/caradde.v4i2.763
The purpose of this activity is to reduce the level of anxiety felt by families with mentally retarded children by providing supportive therapy. The method of implementing activities is by providing health education, giving leaflets, relaxing deep breaths, and giving therapy. The activity was carried out the Hall of the Lotus Home, Jambi City, with 27 families participating. The analysis technique uses descriptive categorical. The results of the majority of families who have mentally retarded children. Conclusion, families are able to carry out interventions related to reducing family anxiety in treating children with mental retardation by providing supportive therapy.
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI) PADA KLIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAMBI
Sutinah Sutinah;
Isti Harkomah;
Nofrida Saswati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jpmk.v2i2.19972
Pendahuluan: Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan atas dasar peningkatan angka kejadian halusinasi terutama halusinasi pendengaran pada Kota Jambi khususnya di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi. Meningkatnya angka penderita halusinasi ini, maka meningkatnya resiko kejadian komplikasi halusinasi. Situasi ini menyebabkan ketidakmampuan pasien memandang realitas secara akurat. Klien yang mengalami halusinasi dapat menyebabkan perubahan perilaku seperti agresi, bunuh diri, menarik diri dari lingkungan dan dapat membahayakan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Salah satu intervensi keperawatan yang dilakukan untuk halusinasi pendengaran yaitu terapi aktivitas kelompok (TAK). Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang cara mengontrol halusinasi serta peserta dapat mengikuti kegiatan terapi aktivitas kelompok hingga selesai.Metode: Kegiatan yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini berupa pelaksanaan terapi aktivitas kelompok terkait stimulasi persepsi sensori (halusinasi) kepada klien yang mengalami halusinasi dengan cara demonstrasi, diskusi dan tanya jawab di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi dengan menggunakan media menggambar.Hasil: Klien yang mengikuti kegiatan terapi aktivitas kelompok ini memahami cara mengontrol halusinasi dengan cara melakukan terapi aktivitas kelompok dan mampu mendemonstrasikan ulang cara mengontrol halusinasi yang telah diajarkan. Hasil post-test pada pengetahuan, pemahaman dan kesadaran klien menunjukan bahwa sebesar 75% klien mau untuk menerapkan terapi aktivitas kelompok di ruangan.Kesimpulan: Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, pemahaman tentang cara mengontrol halusinasi dan tahu bagaimana cara melakukannya dalam rangka pencegahan halusinasi agar tidak datang kembali.