Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Konsumsi Minuman Instan dengan Frekuensi Berbeda Terhadap Kadar Ureum Darah Mencit (Mus musculus) Agung Mulyatmo; Hariyatmi Hariyatmi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: March 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.315

Abstract

Minuman instan yang dikemas dalam kantong plastik dapat dijual dan ditemukan pada toko-toko, warung kecil, dan pedagang kaki lima dengan bebas. Masyarakat tidak menyadari bahwa mengkonsumsi minuman instan berlebihan dapat mengganggu kesehatan, karena dalam komposisi minuman instan tersebut terdapat bahan pemanis buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi minuman instan dengan frekuensi berbeda terhadap kadar ureum darah mencit (Mus musculus). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen, yang mengguna-kan sampel 20 ekor mencit jantan, berumur 2-3 bulan dan berat 20-40 g yang terbagi ke dalam 4 kelompok, yaitu Placebo, kelompok 1, kelompok 2, dan kelompok 3. Bahwa pemberian minuman instan dengan volume 0,5 ml/20g BB selama 10 hari ada pengaruh terhadap kadar ureum darah mencit (Mus musculus). Kemudian dilakukan uji lanjut Duncan antara kelompok perlakuan placebo, perlakuan 1, dan perlakuan 2 tidak menunjukkan hasil yang bermakna, sedangkan ke-lompok perlakuan 3 yang menunjukkan perlakuan yang paling berpengaruh terhadap kadar ureum darah mencit (Mus musculus). Sehingga dari hasil penelitian dan analisa data dapat disimpulkan bahwa pemberian minuman instan merk Marimas rasa jeruk dengan volume 0,5ml/20 g BB berpengaruh terhadap kadar ureum darah mencit (Mus musculus), dan perlakuan yang paling berpengaruh yaitu kelompok perlakuan 3 dengan pemberian minuman sachet merk Marimas rasa jeruk tiga kali sehari diwaktu pagi, siang dan sore selama 10 hari dibandingkan dengan kelompok placebo, perlakuan 1 dan perlakuan 2.
Asking Skill’s Biology Teacher of Muhammadiyah Senior High School Based on 2013 Curriculum in Klaten Year 2014/2015 Praditya Panji Prabowo; Hariyatmi Hariyatmi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asking skill is a verbal greeting to stimulate students and increase thinking ability. The purpose of the research was to find out the skills of biology teachers of Muhammadiyah Senior High School  based on 2013 curriculum  in Klaten Regency academic year 2014/2015. This research was a descriptive qualitative research. Data analyzed by descriptive statistics. Observation and interview in 4 Senior High School Muhammadiyah were used to collect the data. The results showed the ability of asking skill in two categories. The average result of observation of overall category is 50.86%. The results of A teacher (47.97%), B teacher 54,91(%), C teacher (52.38%), and D teacher (57,07%). The result from interview are 58,33% teachers very well ask skills and 16.67% quite well.Keywords: Asking ability, types of questions
The Ability of Biology Teacher in Creating HOT (Higher Order Thinking) Question in SMA Negeri 1 Wonosari Klaten Endah Putri Novi Arti; Hariyatmi Hariyatmi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian Government Regulation Number 74 Year 2008 Article 3 describes that teachers have one of the four competencies covering pedagogical skills in evaluating student learning outcomes. The aim of research is to determine the ability of Biology teachers in the creating HOT question in SMA Negeri 1  Wonosari Klaten. The type of research is descriptive qualitative and  data collection techniques which is collected by documentary studies in daily tests and interviews with Biology teacher in SMA Negeri 1 Wonosari Klaten.The data collected from the ability of Biology teacher's to create HOT questions in odd semester of academic year 2014/2015 SMA Negeri 1 Wonosari Klaten, it is analyzed using descriptive statistics. The result showed that the ability of teachers in creating questions HOT 21.2% is about C4 (15.2%), C5 (3.0%), C6 (3.0%) and about LOT 78.8% namely C1 (31.1%), C2 (29.8%), C3 (17.9%). Keywords: ability of teachers, HOT, taxonomy Bloom
KEANEKARGAMAN KUPU-KUPU DIURNAL (SUB ORDO: RHOPALOCERA) DI KOMPLEK GUNUNG BROMO KPH SURAKARTA KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2013 Hariyatmi Hariyatmi; Rofi Safi’i Ahmad Susetya
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the diversity of diurnal butterflies (Sub Order : Rhopalocera) in complex Mount Bromo KPH Karanganyar Surakarta in 2013. Research is explorative quantitative research done by analyzing the value of the Shannon diversity index and evenness of species in the population. Sampling was done by catching butterflies directly on the 4 pieces that have been deemed most representative of the entire complex regional characteristics and vegetation of Mount Bromo. Sampling results obtained in stage 4 for 211 individuals consisting of 4 familia, 21 genera and 26 species . Analysis showed diversity with Shannon index H 'value of 2.249 at stage 1 ; 2,558 at stage 2 ; 2,664 to 2,218 at stage 3 and stage 4 . While the value of H ' for all the research stage is 2,956 butterfly diversity means there is the category of being . The distribution of species in the study sites can be said to be evenly distributed with the value of E = 0.907 . Keywords : butterfly, mount bromo, diversity
Implementasi Pendekatan Saintifik Guru Biologi SMA di Boyolali Hariyatmi Hariyatmi; Denik Dwi Septiety; Ristiyani Wijayanti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 16, No 1 (2019): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The scientific approach is learning that adopts scientific steps in building knowledge through the scientific method. This study aims to determine the implementation of scientific biology teacher learning approaches in Boyolali in odd semester 2018/2019. The type of research used is descriptive. The sample in this study was one X grade teacher (N High School) and one XI teacher (Private High School). The sampling technique used in this study was purposive sampling. The research method uses an observation method to observe the teacher during learning for 3 meetings, assisted by video documentation during learning. Based on the research conducted, the results show that the implementation of high school Biology teacher scientific approach learning in Boyolali in the odd semester of 2018/2019 is sufficient (44.75%). Scientific learning used is Discovery Learning (40.95%) including adequate and Problem Based Learning (64%) including good. However, not all Biology teachers used the research using the two learning models. Biology teachers who have used both of these models are including good (64%) and who implement one learning model including the lack of categories (33.2%). Data were analyzed descriptively and based on the results of the study and discussion it can be concluded that the implementation of high school Biology teacher scientific learning in Boyolali odd semester 2018/2019 included enough (44.75%), with the learning model Discovery Learning and Problem Based Learning
Peningkatan Hasil Belajar IPA dengan Menggunakan Metode Eksperimen pada Siswa Kelas IV Semester Genap SDN 01 Tawangmangu Tahun 2020/2021 Chita Yunita Ryan Nugroho; Hariyatmi Hariyatmi; Supriyanto Supriyanto
Educatif Journal of Education Research Vol 3 No 4 (2021): October
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.114 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v3i4.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA dengan menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen adalah salah satu metode yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan meliputi empat tahap yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV B SDN 01 Tawangmangu tahun 2020/2021 yang terdiri dari 15 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Sebelum dilakukan tindakan, siswa yang mencapai nilai KKM pada mata pelajaran IPA hanya sebesar 33,33% atau 5 siswa dari jumlah siswa 15 siswa. Setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan metode eksperimen, menunjukkan bahwa hasil belajar IPA mengalami peningkatan pada siklus 1 dan siklus II. Hasil analisis pada siklus 1 rata-rata hasil belajar sebesar 60% dan pada siklus II hasil belajar siswa meningkat menjadi 86,66%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode eksperimen memberikan dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV semester genap SDN 01 Tawangmangu tahun pelajaran 2020/2021.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Pengukuran Berat Benda Melalui Media Konkret Pada Siswa Kelas II Semester Genap SDN 01 Tawangmangu Dyah Arifiyanti; Hariyatmi Hariyatmi; Supriyanto Supriyanto
Educatif Journal of Education Research Vol 3 No 4 (2021): October
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.169 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v3i4.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika melalui penggunaan media konkret. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas II SDN 01 Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar yang berjumlah 27 siswa. Teknik untuk mengumpulkan data menggunakan teknik observasi dan tes. Penelitian ini menggunakan analisis dan rata-rata dan persentase ketuntasan yang di ambil dari hasil siklus pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran matematika pada materi Pengukuran berat benda. Hal ini dapat dilihat dari hasil pelaksanaan pembelajaran yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar.Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan persentase hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Hasil belajar yang diperoleh siswa kelas II, hal ini ditunjukan dengan hasil belajar siswa pada evaluasi mengacu pada kriteria keberhasilan yang sudah ditentukan 65. Nilai rata-rata ketuntasan belajar siswa mata pelajaran Matematika, dengan rincian pra siklus ketuntasan 59,25% dari 11 siswa yang mencapai keberhasilan dengan rata-rata 65, siklus I menjadi 62,96% dari 17 siswa yang mencapai keberhasilan dengan rata-rata 69,44 dan menjadi 85,18% pada siklus II dari 23 siswa yang mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata 78,79. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN 01 Tawangmangu.
Penerapan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Muatan Pelajaran Ppkn Peserta Didik Kelas VI B di SD Negeri 01 Tawangmangu Rohmad Darmawan; Hariyatmi Hariyatmi; Supriyanto Supriyanto
Educatif Journal of Education Research Vol 4 No 1 (2022): January
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.959 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v4i1.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif muatan pelajaran PPKN dengan menggunakan media audio visual peserta didik kelas VI B di SD Negeri 01 Tawangmangu Tahun Ajaran 2020/2021. Bentuk dari penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Tiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas VI B SD Negeri 01 Tawangmnagu dengan jumlah siswa kelas VI B sebanyak 28 peserta didik, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Miles & Huberman. Uji validitas penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik menggunakan media audio visual mengalami peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas pada setiap siklusnya. Nilai rata-rata kelas sebelum tindakan sebesar 63,57. Dari 28 peserta didik sebanyak 12 anak atau 42,86% mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 75,9. Sebanyak 16 anak atau 57,14% mencapai KKM. Pada siklus II nilai rata-rata kelas sebesar 82,69. Sebanyak 23 anak atau 82,14% mencapai KKM.
Pelatihan Kecakapan Kolaborasi Digital bagi Guru-Guru IPA Sekolah Menengah di Jawa Tengah Muhammad Luthfi Hidayat; Dwi Setyo Astuti; Hariyatmi Hariyatmi; Harun Joko Prayitno; Sofyan Anif
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 2, April 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.817 KB) | DOI: 10.23917/warta.v25i2.650

Abstract

Collaboration is one of the 21st-century skills that are important to be mastered by teachers or students in the school environment, especially in the scope of science learning (IPA). Science learning requires group and collaborative activities such as practicum in the laboratory for example. However, an outbreak of the Covid-19 pandemic has affected nearly 363.1 million children and adolescents worldwide due to school closures that make group activities and collaboration challenging to do. The outbreak of the Covid-19 pandemic has affected nearly 363.1 million children and adolescents worldwide due to school closures. Many teachers are turning to online classes and transforming their learning into a digital environment. The ability of every science teacher in conducting digital-based learning in terms of collaboration is are not the same, because not all have been prepared for this before. In Indonesia, there are no minimum competency standards that must be mastered by teachers to conduct online learning, including the competence to collaborate digitally. Especially for science teachers, practicum and collaboration in the laboratory cannot be carried out. In fact, laboratory practicum plays a role in increasing scientific competence apart from the transfer of knowledge. Based on these problems, the GutasiPetal (Digital-Competence Literacy for Teacher) team held online training on Digital CompetenceCompetency, particularly in digital collaboration, to strengthen and map the digital collaboration digital competencies of science teachers in Central Java. , as well as improve skills to collaborate online for science learning in a digital environment. The method for the training through Zoom Conference, synchronous simulation, and asynchronous group assignment. Therefore, for evaluating the collaboration skill of the teachers, we assessed the assignment work and analyzed questionnaire results using RASCH Analysis.
Efektivitas Penggunaan Media Quipper dalam Pembelajaran Blended Learning untuk Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Menengah Pertama Julia Larasati; Hariyatmi Hariyatmi; Siti Rohmi; Novi Alya Fatharani; Kurnia Hannyda Umamy
Buletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran Vol 5, No 1 (2023): Vol 5, No.1, Juli 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bppp.v5i1.22937

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas penggunaan media Quipper dalam blended learning untuk pembelajaran jarak jauh di masa pandemi yang dilaksanakan di SMPN 1 Bancak dan menyimpulkan hasil implementasi media Quipper tersebut selama blended learning. Artikel ini menggunakan metode penelitian deskripsi dengan pendekatan survei sehingga dapat mengetahui tingkatan efektivitas dari proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan media Quipper. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memberikan informasi dan sebagai sumber referensi dalam mengetahui tingkat efektivitas penggunaan media Quipper dalam pembelajaran blended learning di SMPN 1 Bancak. Berdasarkan sampel sebanyak 130 hasil belajar yang diperoleh dan wawancara yang telah terlaksana, diperoleh hasil bahwa terdapat banyak peserta didik tidak antusias dalam mengerjakan post test. Hal tersebut dilihat dari sampel yang ada, diperoleh hanya 9% yang mampu mengerjakan dan menyelesaikan post test yang diberikan dari data keseluruhan peserta didik yang mengakses.