Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELATIHAN DETEKSI DINI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA GURU SEKOLAH DASAR (SD) NEGERI 13 BANDA ACEH Mutiawati Mutiawati; Desita Ria Yusian TB; Periskila Dina Kali Kulla; Soraya Lestari; Rafni Fajriati; Saudah Saudah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan deteksi dini anak berkebutuhan khusus menjadi esensial dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru sekolah dasar (SD) dalam mengidentifikasi kebutuhan individu siswa. Artikel ini mengulas sebuah program pelatihan yang diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mendeteksi dini anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah dasar. Pendekatan pelatihan yang digunakan adalah interaktif, berpusat pada kasus, dan didasarkan pada pengetahuan terkini dalam bidang pendidikan inklusif. Fokus utama pelatihan ini adalah pada deteksi dini anak dengan kondisi autis, ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder), slow learner, dan gifted. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan kelompok tunggal one-group pretest-posttest design. Subyek penelitian adalah 13 guru dari SD Negeri 13 Banda Aceh dan 4 orang calon guru SD. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait deteksi dini ABK setelah mengikuti pelatihan. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa pelatihan deteksi dini ABK dapat meningkatkan pengetahuan guru sekolah inklusi. Program pelatihan seperti ini dapat menjadi langkah penting dalam mempersiapkan guru menghadapi keberagaman siswa dalam kelas inklusi. Kata Kunci: Pelatihan, Deteksi Dini, Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah Inklusi, dan Guru Sekolah Dasar.Early detection training for children with special needs is essential to enhance the understanding and skills of primary school (SD) teachers in identifying individual student needs. This article discusses a training program organized to improve teachers' understanding and skills in the early detection of children with special needs in the primary school environment. The training approach used is interactive, case-centered, and based on current knowledge in the field of inclusive education. The main focus of this training is on the early detection of children with conditions such as autism, ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder), slow learners, and gifted students. The research uses a pre-experimental design with a single group one-group pretest-posttest design. The subjects of the study are 13 teachers from SD Negeri 13 Banda Aceh and 4 prospective primary school teachers. The results show a significant improvement in participants' knowledge related to the early detection of children with special needs after attending the training. This research confirms that early detection training for children with special needs can enhance the knowledge of inclusive school teachers. Training programs like this can be an important step in preparing teachers to address the diversity of students in inclusive classrooms.Keywords: Training, Early Detection, Children with Special Needs, Inclusive Schools, and Elementary School Teachers.
PENDAMPINGAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA Rafni Fajriati; Mutiawati Mutiawati; Said Ashlan; Herawati Herawati; Murnia Suri; Soraya Lestari; Khairul Ihsan; Rafika Hanum
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Kurikulum Merdeka memberikan otonomi kepada sekolah untuk merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal dan potensi siswa, termasuk integrasi nilai-nilai karakter sebagai bagian penting dari pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pendidikan karakter dan praktiknya dalam proses pengajaran. Melalui seminar dan workshop, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga pengalaman praktis dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di antara mahasiswa terkait dengan konsep dan penerapan pendidikan karakter. Partisipasi aktif mereka dalam kegiatan seminar menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan berintegritas. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang kuat untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Kurikulum MerdekaThe Kurikulum Merdeka approach provides schools with the autonomy to design curricula according to local needs and students' potential, including the integration of character values as a crucial part of learning. Community service activities undertaken by students aim to enhance their understanding of character education and its practical application in teaching processes. Through seminars and workshops, students gain not only theoretical knowledge but also practical experience in implementing character values within the context of Kurikulum Merdeka. Evaluation results indicate a significant improvement in students' understanding of the concepts and application of character education. Their active participation in seminar activities demonstrates a commitment to developing the competencies necessary to shape resilient and integrity-driven student characters. This initiative is crucial to ensuring that education in Indonesia not only produces academically proficient individuals but also instills strong moral values to contribute positively to society.Keywords: Character Education, Kurikulum Merdeka 
IMPLEMENTASI MEDIA PUZZLE GAMBAR DALAM UPAYA PENINGKATAN KONSENTRASI ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH DASAR Mutiawati Mutiawati; Mawardiana Mawardiana; Andy Syaputra; Rafni Fajriati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif bagi anak tunagrahita merupakan peluang besar untuk dapat belajar bersama anak-anak lainnya. Namun demikian, salah satu keterbatasan yang dialami anak tunagrhaita yaitu kesulitan konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang menyenangkan seperti melalui penggunaan media puzzle gambar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi anak tunagrahita di sekolah dasar melalui penggunaan media puzzle gambar. Media puzzle gambar diimplementasikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri Simpang Dama Aceh Timur pada Tanggal 30 Mei 2024 dengan subjek implementasinya yaitu siswa/i kelas III, dengan responden berjumlah 12 orang siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Kegiatan implementasi dilakukan secara langsung oleh palaksana program mulai tahapan observasi lapangan, pendampingan, tes konsetrasi dan pengisian angket untuk mengetahui respon siswa setelah kegiatan pendampingan melalui media puzle gambar. Hasil tes diperoleh nilai rata-rata N-Gain peningkatakan daya konsentrasi siswa setelah menggunakan media Puzzle gambar sebesar 0,8 dengan kriteria ”tinggi”. Hal ini menunjukkan tingkat keefektifan implementasi media Puzzle gambar yang artinya telah dapat meningkatkan konsentrasi anak tunagrahita. Respon siswa terhadap penggunaan media Puzzle gambar secara keseluruhan juga menunjukkan respon yang sangat positif dengan nilai rata-rata 92,5% menyatakan bahwa media Puzzle gambar efektif dan menarik minat siswa untuk belajar dan mampu memberikan motivasi lebih kepada siswa untuk tetap fokus selama pembelajaran berlangsung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi media Puzzle gambar dianggap sebagai salah satu metode yang inovatif dan efektif dalam mendukung proses belajar mengajar terutama bagi siswa dengan kebutuhan khusus seperti anak tunagrahita. Kata Kunci: Pendidikan Inklusif, Tunagrahita, Minat Siswa, Media Puzzle dan KonsentrasiInclusive education for children with disabilities is a great opportunity to learn alongside other children. However, one of the limitations experienced by children with disabilities is difficulty concentrating in following learning. Therefore, a fun learning method is needed, such as using picture puzzle media. This activity aims to improve the concentration of children with disabilities in elementary school using picture puzzle media. The picture puzzle media was implemented at Simpang Dama State Elementary School (SD) in East Aceh on May 30, 2024 with the implementation subject being third grade students, with respondents totaling 12 students consisting of 5 male students and 7 female students. Implementation activities are carried out directly by program implementers starting from the stages of field observation, mentoring, concentration tests and filling out questionnaires to find out student responses after mentoring activities through image puzzle media. The test results obtained an average N-Gain value of increasing student concentration after using image puzzle media of 0.8 with “high” criteria. This shows the effectiveness of the implementation of image puzzle media which means that it has been able to improve the concentration of children with disabilities. The overall student response to the use of image puzzle media also shows a very positive response with an average value of 92.5% stating that image puzzle media is effective and attracts students' interest in learning and is able to provide more motivation for students to stay focused during learning. So it can be concluded that the implementation of image puzzle media is considered as one of the innovative and effective methods in supporting the teaching and learning process, especially for students with special needs such as children with disabilities.Keywords: Inclusive Education, Tunagrahita, Student Interest, Puzzle Media, and Concentration