Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Integrating Digital Literacy and Character Education to Foster Digital Citizenship in Primary Schools: A Society 5.0 Perspective Kartika Yuni Purwanti; Zulmi Roestika Rini; Ela Suryani; Suhirno Suhirno; Hesti Yunitiara Rizqi; Anni Malihatul Hawa
Proceeding International Collaborative Conference on Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 1 (2026): June : ICCMS (Proceeding International Collaborative Conference on Multidiscipl
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/iccms.v3i1.254

Abstract

The Society 5.0 era requires primary education to balance technological advancement with the development of students' moral and social values. Although digital literacy has become an essential competency, many primary schools still implement it separately from character education, limiting students' ability to develop responsible digital behavior. This study aimed to examine how digital literacy and character education can be integrated to foster digital citizenship among primary school students. A qualitative case study was conducted in selected primary schools implementing Society 5.0-oriented learning. Data were collected through semi-structured interviews with teachers, classroom observations, and document analysis, and were analyzed using thematic analysis. The findings identified three key strategies for promoting digital citizenship: integrating digital ethics into subject learning, implementing collaborative project-based learning to strengthen digital empathy and responsible online behavior, and fostering active partnerships between schools and families to reinforce digital character development. The integrated approach contributed to improved ethical awareness, responsible technology use, collaborative skills, and the prevention of cyberbullying among students. The study concludes that integrating digital literacy with character education provides an effective pedagogical framework for preparing responsible, ethical, and digitally competent citizens capable of thriving in the Society 5.0 era.
Penguatan Nilai Kreativitas Seni Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaboratif Siswa Kartika Yuni Purwanti; Anni Malihatul Hawa; Ari Pardi; Gita Febby Amalina; Irma Meilia Sari
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/y07bqx71

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan nilai kreativitas seni berbasis kearifan lokal dalam rangka meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa Madrasah Aliyah (MA) Al Bidayah Candi Bandungan, Kabupaten Semarang. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada pentingnya pengembangan keterampilan abad ke-21, khususnya kolaborasi, serta perlunya pelestarian budaya lokal melalui pembelajaran seni yang kontekstual. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan modul pembelajaran seni berbasis kearifan lokal, rendahnya keterampilan kolaboratif siswa, serta belum optimalnya apresiasi terhadap budaya lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan kreativitas seni, pendampingan penciptaan karya seni berbasis kearifan lokal, serta monitoring dan evaluasi. Subjek kegiatan adalah 130 siswa kelas XII MA Al Bidayah. Instrumen evaluasi berupa angket dan rubrik penilaian ketercapaian indikator yang meliputi pemahaman unsur seni dan budaya lokal, keterampilan kolaborasi, serta apresiasi dan pelestarian kearifan lokal. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator dengan rata-rata capaian sebesar 93,67%, yang berada pada kategori sangat baik. Secara rinci, pemahaman siswa terhadap unsur seni dan budaya lokal meningkat menjadi 95%, keterampilan kolaborasi siswa mencapai 90%, dan apresiasi serta pelestarian kearifan lokal meningkat menjadi 96%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penguatan kreativitas seni berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa serta menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Kegiatan ini direkomendasikan sebagai model pengabdian berkelanjutan yang mendukung pembelajaran seni, penguatan karakter, dan pengembangan keterampilan abad ke-21.
Utilization of Tapertis Educational Technology in Learning Multiplication Concepts in Elementary Schools Zulmi Roestika Rini; Yoannes Romando Sipayung; Abdul Rahman; Kartika Yuni Purwanti; Himmah Taulany; Anni Malihatul Hawa; Ella Suryani; Nurfitriyani Kartika Dewi; Hesti Yunitiara Rizqi; Swantika Ilham Prahesti; Nico Irawan
Proceeding International Collaborative Conference on Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 2 (2025): December : ICCMS (Proceeding International Collaborative Conference on Multidis
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/iccms.v2i2.214

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using the Jarimatika method combined with Tapertis media in improving elementary school students' understanding of multiplication concepts. This study uses a quantitative approach with a pre-experimental intact group comparison type design. The research subjects consisted of 17 fourth-grade students of SDN Candigaron 03 who were divided into two groups, namely the experimental group and the control group. Data collection instruments were in the form of tests (pre-test and post-test) and observation sheets. Experts carried out media validation with an average result of 56.33 (outstanding category). Data analysis used paired sample t-test, t-test, and simple linear regression. The results showed a significant difference between the pre-test and post-test results in both groups. The average post-test score of the experimental group was higher (84.89) than the control group (77.12). The regression test showed that Tapertis media significantly affected understanding of multiplication concepts (p < 0.05). This study concludes that the Jarimatika method, supported by Tapertis media, is effective for use in mathematics learning to improve elementary school students' understanding of multiplication concepts.
Pelatihan Penggunaan Media AR untuk Meningkatkan Pengajaran Matematika di Sekolah MA Al-Bidayah Zulmi Roestika Rini; Anni Malihatul Hawa; Iwan Setyawan Wibisono
Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi pendidikan menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan media pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran matematika yang banyak memuat konsep abstrak. Salah satu teknologi yang berpotensi mendukung pembelajaran matematika adalah Augmented Reality (AR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan penggunaan media AR dalam meningkatkan kompetensi guru matematika di MA Al-Bidayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest one group. Subjek penelitian adalah guru matematika MA Al-Bidayah yang mengikuti pelatihan penggunaan media AR. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest, angket respon guru, serta observasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kompetensi guru setelah pelatihan, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 55,5 meningkat menjadi 82,5 pada posttest. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa mayoritas guru memberikan respon positif terhadap penggunaan media AR dalam pembelajaran matematika. Guru menilai bahwa media AR mampu mempermudah penyampaian materi, meningkatkan minat belajar siswa, serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelatihan penggunaan media AR efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan berpotensi meningkatkan kualitas pengajaran matematika di madrasah aliyah. Kata kunci: augmented reality, pelatihan guru, media pembelajaran, pembelajaran matematika