Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan kinerja membran hidrofobik polyethersulfone (PES) menggunakan silika berbasis sekam padi sebagai aditif Umi Fathanah; Mirna Rahmah Lubis; Cut Meurah Rosnelly; Syawaliah Muchtar; Mukramah Yusuf
Jurnal Litbang Industri Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v14i1.8299.85-92

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pengaruh penambahan aditif silika dari seka padi untuk meningkatkan kinerja dan kketahanan terhadap fouling. Pembuatan membran dilakukan dengan metode non solvent induced phase separation (NIPS) secara blending polimer. Membran yang dihasilkan dikarakterisasi dengan mengevaluasi gugus fungsi mengunakan FTIR, struktur morfologi menggunakan SEM, sudut kontak air menggunakan WCA meter serta uji porositas membran dengan metode gravimetri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aditif silika memiliki pengaruh positif dalam membran PES yang telah disiapkan. Terjadinya perubahan struktur morfologi membran yang dibuktikan dari hasil SEM pada penampang melintang membran. Peningkatan konsentrasi silika yang ditambahkan, mengakibatkan peningkatan  porositas serta sifat hidrofilisitas membran modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan fluks air optimum diperoleh pada penambahan 3% silika yaitu sebesar 62,3 L/m2.jam dengan rejeksi asam humus sebesar 64,4% dengan sifat anti fouling membran meningkat sebesar 2,7 kali   dibandingkan dengan membrane PES tanpa modifikasi.
FABRICATION AND CHARACTERIZATION OF POLYETHERSULFONE (PES) MEMBRANES BY BLENDING POLYMERS FOR REMOVAL OF ORGANIC COMPOUNDS IN AIR Br Sembiring, Nava Resi; Ramadani, Devi; Fathanah, Umi; Sofyana
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2024): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v8i1.4962

Abstract

The PES membrane was modified using a polymer blending method to improve the performance and characteristics of the membrane. This research aims to see the effect of adding biosilica additives on the performance characteristics of PES membranes and determine the optimal composition of additives and solvents for making membranes. The membrane was made using the Non-solvent Induced Phase Separation (NIPS) method with a composition consisting of 18% PES, with the addition of varying concentrations of silica (1%, 2%, 3%, and 4%) and the membrane using the solvent N-Methyl- 2 Pyrrolidone (NMP) and Dimethyl Sulfoxide (DMSO). Membrane characterization was carried out by observing membrane morphology using Scanning Electron Microscopy (SEM), membrane surface functional group analysis test using Fourier Tranform Infrared (FTIR), membrane porosity test using the dry-wet weight procedure method, the highest porosity value was found on membrane B2 using a solvent DMSO with 2% silica is 16.88%. Membrane performance was carried out by pure water flux testing, the highest pure water flux value was found in membrane B2 with 2% silica, namely 64.14 L/m2.h. The antifouling test uses flux ratio recovery, the highest antifouling value is found on the A3 membrane with 3% silica, namely 91.3%. As well as rejection of the humic acid solution as a Natural Organic Matter (NOM) sample model using the ultrafiltration (UF) module with a dead end filtration flow system, the highest rejection value was found on the B2 membrane with 2% silica, namely 64.4%.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Produksi Biobriket dari Limbah Sampah Organik Fathanah, Umi; Yunardi, Yunardi; Darwanis, Darwanis; Zuhra, Zuhra; Syamsuddin, Yanna; Lubis, Mirna Rahmah; Suparno, Suparno; Syawaliah, Syawaliah; Ambarita, Aulia Chintia; Amin, Amri
Jurnal Vokasi Vol 9, No 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i1.6531

Abstract

Pemanfaatan limbah organik sebagai sumber energi alternatif menjadi solusi yang penting dalam menghadapi permasalahan limbah dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Desa Cot Mesjid, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, memiliki potensi besar dalam pengelolaan sampah organik yang dapat diolah menjadi biobriket sebagai sumber bahan bakar alternatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi limbah organik, memberikan pelatihan pembuatan biobriket, serta menganalisis manfaat lingkungan dan ekonomi dari pemanfaatan biobriket. Metode pelaksanaan terdiri dari tahapan sosialisasi, identifikasi bahan baku, pelatihan produksi biobriket, serta monitoring dan evaluasi efektivitas penggunaan biobriket. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan praktik langsung, melibatkan masyarakat dalam setiap tahap produksi mulai dari pengumpulan bahan baku, proses pirolisis, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga pengeringan biobriket. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket kepada peserta pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat merespons positif program ini, dengan peningkatan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah organik dan kemampuan produksi biobriket secara mandiri. Selain itu, biobriket yang dihasilkan memiliki efisiensi pembakaran yang tinggi dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Potensi pengembangan usaha biobriket juga terlihat dari minat beberapa kelompok masyarakat dalam memasarkan produk ini secara lokal. Dengan hasil yang positif, program ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan pemanfaatan limbah organik sebagai sumber energi alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Pemberdayaan Ibu-ibu Pengajian Gampong Neuheun di Bidang Ekonomi Kreatif Melalui Inovasi Susu Kedelai Lubis, Mirna Rahmah; Meilina, Hesti; Fathanah, Umi; Aflah, Nurul
Jurnal Vokasi Vol 4, No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v4i1.1593

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam industri rumah tangga pembuat susu kedelai di Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya di Aceh Besar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bisnis susu kedelai yang belum optimal melalui variasi rasa sehingga dapat menjadi komoditas ekonomi masyarakat tersebut. Selain itu, para ibu diharapkan memiliki sistem administrasi dan pengelolaan keuangan, produksi, dan pemasaran sebagai usaha memperkuat masyarakat di desa ini. Manfaat yang diberikan susu kedelai ini sangat luas, sehingga variasi rasa diperlukan agar produknya dapat lebih diterima pasar. Program ini melalui tahap yaitu 1) Pembuatan susu kedelai; 2) Pengemasan; 3) Aspek manajemen; dan 4) Analisis kelayakan bisnis produksi minuman susu kedelai. Pengabdian ini dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan teknologi pengolahan susu kedelai menjadi produk yang memberikan pilihan bisnis yang baru di masyarakat. Setelah pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan dan bantuan, mitra dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas susu kedelai tersebut dua kali dari awalnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sangat antusias mengikuti pelatihan dan mereka telah mampu membuat susu kedelai yang diharapkan dapat menjadi usaha sampingan.
Upaya Peningkatan Ekonomi Kelompok Tani Pepaya Desa Teuladan Aceh Besar Melalui Diversifikasi Produk Fathanah, Umi; Syamsuddin, Yanna; Alam, Pocut Nurul; Ernawati, Ernawati; Rinaldi, Wahyu; Munawar, Edi; Yunardi, Yunardi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.2125

Abstract

Desa Teuladan dikenal sebagai salah satu desa penghasil pepaya terkemuka di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Pepaya banyak dibudidayakan di kebun dan di sekitar tempat tinggal penduduk desa, dengan sekitar 90% rumah tangga terlibat dalam budidaya tanaman pepaya ini. Meskipun demikian, petani pepaya menghadapi tantangan yang signifikan terkait dengan volatilitas harga. Harga pepaya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi cuaca, frekuensi panen, dan ketersediaan pembeli. Biasanya, harga pepaya mengalami peningkatan selama bulan-bulan musim panas, sementara harganya cenderung menurun tajam selama musim hujan. Untuk meningkatkan nilai pasar pepaya pascapanen, diversifikasi produksi menjadi saus pepaya merupakan strategi yang tepat. Metodologi yang digunakan dalam inisiatif pengabdian masyarakat ini mencakup survei terhadap tantangan yang dihadapi oleh kelompok sasaran petani pepaya, diikuti dengan pendekatan terhadap permasalahan yang dihadapi kelompok tani pepaya sasaran, dilanjutkan dengan penyuluhan serta pelatihan dan praktek langsung pembuatan saus pepaya. Materi pelatihan tidak hanya difokuskan pada cara pembuatan saus pepaya, akan tetapi juga mencakup materi tentang keuangan dan pemasaran. Keberlanjutan suatu usaha akan sangat tergantung kepada pemasaran yang dijalankan. Kegiatan pengabdian dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan saus pepaya berhasil dengan baik. Hal ini terlihat dari peran peserta yang sangat aktif dan sungguh-sungguh pada waktu mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini juga menciptakan suatu kegiatan kewirausahaan bagi kelompok tani pepaya desa tanpa membutuhkan modal yang banyak sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.
Membrane Modification with Polydopamine to Improve Performances A Mini Review Muchtar, Syawaliah; Yusuf, Mukramah; Mulyati, Sri; Syamsuddin, Yanna; Fathanah, Umi; Takagi, Ryosuke
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2023 )
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v18i1.24918

Abstract

This paper provides an overview of some studies and investigations regarding the utilization of polydopamine as an additive in membrane fabrication. Polydopamine is widely used due to its high hydrophilicity and adhesive properties. The addition of polydopamine in to the membrane system mostly attributed to the improvement of membrane performance in terms of permeation, antifouling, and antibiofouling.
The Improvement of Hydrophilic Property of Polyethersulfone Membrane with Chitosan as Additive Fathanah, Umi; Machdar, Izarul; Riza, Medyan; Arahman, Nasrul; Lubis, Mirna Rahmah; Yusuf, Mukramah
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2020)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v15i1.15916

Abstract

Membrane technology has been implemented broadly for clean water treatment. To produce a better membrane, modification is carried out by adding chitosan into a polymer solution. Materials used in this research are polyethersulfone (PES) 18%, the n-methyl pyrrolidone solvent modified with a chitosan solution (at 0.2 1 wt%) as an additive, and deionized water as a non-solvent. The membrane synthesis is carried out with the non-solvent induced phase separation method of blending the polymer. Membrane characterization includes functional group analysis, morphological structure, and water contact angle. Membrane performance is monitored at the filtration process, resulting in the permeability coefficient, and for the rejection of a contaminant (humic acid) with dead-end filtration. Research results show that the modified membrane characterization has an asymmetric morphological structure with a thinner top layer, and the membrane sublayer has a finger-like macrovoid structure with a larger size as compared to the original PES membrane (without the chitosan solution addition). The chitosan additive into the PES membrane improves the membranes hydrophilic property. The highest value of the permeability coefficient is achieved with a 1% chitosan addition, which provides a permeability coefficient value of 10.524 L/m2.h.bar and a rejection coefficient of 70.3%.
Fabrikasi Membran PES Ultrafiltrasi Dan Kinerjanya Pada Penyisihan Fosfolipid Minyak CPO Razi, Fachrul; Fathanah, Umi; Erfiza, Novia Mehra
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2019)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v14i1.13091

Abstract

Penyisihan kandungan fosfolipid dalam minyak mentah kelapa sawit (CPO) telah dilakukan menggunakan membran ultrafiltrasi polietersulfon (PES). Membran PES dibuat secara inversi fasa dengan variasi konsentrasi polimer PES yaitu 15% dan 18% (%-b) dan pelarut dimetil sulfoksida (DMSO). Membran yang dihasilkan disebut membran PES-15 dan PES-18. Selanjutnya Membran PES dilakukan uji karakterisasi yaitu observasi struktur morfologi membrane menggunakan scanning electron microscopy (SEM) dan analisa komposisi kimia menggunakan FT-IR. Unjuk kerja membran PES pada penyisihan fosfolipid dalam minyak CPO dilakukan secara ultrafiltrasi menggunakan modul dead-end. Rasio komposisi CPO dan heksana dalam larutan umpan yaitu 40%:60% dan 60%:40% (b/b). Hasil SEM membran memperlihatkan bahwa membran PES-15 dan PES-18 memiliki struktur asimetrik dengan lapisan atas berupa lapisan tipis dan rapat (dense) sedangkan lapisan penyangga (support) berupa lapisan berongga (porous dengan struktur pori berbentuk jari. Hasil analisis komposisi kimia baik pada membran PES-15 dan PES-18 menunjukkan adanya gugus C=O dan 0=S=O pada kedua jenis membran yang mengindekasikan struktur molekul PES. Kinerja penyisihan fosfolipid tertinggi diberikan oleh membran PES-15 untuk umpan larutan CPO dengan komposisi 60% CPO:40% heksana (b/b) dimana persen penyisihan fosfolipid mencapai 97%Kata kunci: penyisihan fosfolipid, minyak cpo, ultrafiltrasi, membran PES, stuktur assimetrik
Characterization of Polyether Sulfone (PES) Membranes Filled with Activated Carbon from Jatropha Seed Shell as Aditif for Elimination Peroxide Number and Free Fatty Acid in Used Cooking Oil Aprilia, Sri; Rosnelly, Cut Meurah; Ramadhani, Sri; Novarina, Lia; Fathanah, Umi; Djuned, Fauzi Muhammad; Amin, Amri
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.10471

Abstract

Minyak goreng adalah bahan konsumsi yang penting dalam rumah tangga dan industri makanan. Sayangnya, sering digunakan berulang kali karena mahal. Tindakan ini mungkin tidak hanya berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi juga mempengaruhi nilai gizi dan mengurangi kualitas makanan. Kualitas reduksi ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah peroksida dan jumlah asam lemak. Penelitian ini menggunakan membran PES yang dimodifikasi dengan penambahan karbon aktif dari kulit biji jarak sebagai aditif untuk mengurangi fouling dalam minyak goreng olahan. Membran diproduksi dengan metode presipitasi perendaman. Sementara, karbon diaktivasi dengan larutan KOH 0,1% dan dipanaskan dalam furnace pada temperatur 600oC.Membran dan karbon aktif dianalisis menggunakan metode FTIR. Analisis SEM menghasilkan membran asimetris dengan lapisan atas berpori dan lapisan bawah padat. Tiga campuran dalam penelitian ini dibuat dengan melarutkan PES yang dimodifikasi dengan karbon aktif pada 0%,3%, dan 5% (b/b) dalam N-methylpirrolidone. Pada penambahan karbon aktif 5% (b/b) dalam campuran membran menghasilkan koefisien permeabilitas tertinggi (L/P) sebesar 9,682 L m2bar-1h-1, pengurangan bilangan peroksida adalah 45% dan pengurangan asam lemak bebas adalah 72% dapat tercapai.
Pembuatan Papan Partikel (Particle Board) dari Tandan Kosong Sawit dengan Perekat Kulit Akasia dan Gambir Fathanah, Umi; Sofyana, Sofyana
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v9i3.783

Abstract

The need of wood as one of raw materials in furniture industry keeps increasing. One of efforts to reduce wood consumption is to develop research by creating composite design from material that contains sellulose to be particle board. Particle board is one of material alternatives that can be wood substitute. The objective of this research is to investigate the effect of natural-adhesive-mixture composition (acacia bark and gambier) with oil-palm-empty bunch toward mechanical property of particle board. Characterization of particle board was carried out by undertaking mechanical property testing (tensile strength and compressive strength) under wet and dry conditions. Composition variations of adhesive and oil-palm-empty bunch were 30:70; 40:60; 50:50; 60:40; 70:30. Making process of particle board is carried out by mixing oil-palm-empty bunch and adhesive with addition of 2% para-formaldehyde and water as much of 10%. Furthermore, the mixture is compressed by using Hot Press at temperature of 150oC and pressure of 10 kg/cm2 for 15 minutes. The research result indicates that the higher the adhesive composition (either adhesives of acacia bark or gambier), particle board resulted is better. In dry condition, values of the tensile strength of particle boards that have acacia bark adhesive and gambier adhesive have range of 84.2 - 104 Kgf/cm2 and 83.4 - 81.5 kg/cm2, respectively. Whereas, values of compressive strength of particle boards that have adhesives of acacia bark and gambier are in the range of 6.8 - 10.5 kg/cm2 and 6.3 - 9.3 kg/cm2, respectively. The values of tensile strength and compressive strength are obtained on compositions of adhesive: oil-palm-empty bunch 40:60, and they have fulfilled satandard of SNI 03-2105-1996. The values of tensile strength and compressive strength of particle board in wet condition, either adhesives of acacia bark or gambier, have not fulfilled standard of SNI 03-2105-1996.Keywords: empty-bunch-oil palm, acacia bark, gambier, particle board, tensile strength