Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Sosialisasi Pembuatan Pestisida Organik dari Sekam Padi dengan Proses Pirolisis di Aceh Besar Fathanah, Umi; Syamsuddin, Yanna; Darwanis, Darwanis; Suparno, Suparno; Aprilia, Sri; Mulyati, Sri; Lubis, Mirna Rahmah; Amin, Amri
Jurnal Vokasi Vol 8, No 2 (2024): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i2.5529

Abstract

Padi adalah komoditas utama di negara agraris seperti Indonesia, yang sebagian besar penduduknya mengandalkan beras sebagai makanan pokok. Pasca panen, produksi beras menghasilkan limbah sekam padi, yang biasanya dibakar atau dibuang ke sungai, menyebabkan pencemaran dan merusak habitat sungai. Selain itu, petani sering menghadapi masalah hama yang mengakibatkan kerugian besar. Program pengabdian masyarakat berbasis produk (PKMBP) masyarakat bagi kelompok tani di Desa Cot Mesjid, Aceh Besar bertujuan meningkatkan produksi padi dengan mengolah sekam padi menjadi pestisida organik melalui teknologi pirolisis. Kegiatan ini juga mencakup penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan bagi petani untuk meningkatkan keterampilan mitra. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat komersial tetapi juga mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berbahaya bagi masyarakat dan ekosistem lainnya. Mitra telah beralih pada penggunaan pestisida organik hasil pirolisis sekam padi yang telah diproduksi. Dampak akhir dari pelaksanaan program ini adalah tumbuhnya jiwa kewirausahaan pada mitra serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup mitra sasaran.
Pemberdayaan Masyarakat Gampong Tanjung Selamat melalui Pemanfaatan Jerami Padi menjadi Pupuk Kompos Organik di Aceh Besar Fathanah, Umi; Aprilia, Sri; Rinaldi, Wahyu; Lubis, Mirna Rahmah; Syamsuddin, Yanna; Zuhra, Zuhra; Mulyati, Sri; Yunardi, Yunardi; Suparno, Suparno; Amin, Amri
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.8141

Abstract

Limbah jerami padi merupakan hasil samping pertanian yang melimpah di pedesaan dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar petani di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, masih membakar jerami setelah panen, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan menghilangkan unsur hara penting bagi tanah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Gampong Tanjung Selamat dalam memanfaatkan jerami padi menjadi pupuk kompos organik sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan kompos dengan melibatkan 30 mahasiswa KKN dan masyarakat desa. Proses pembuatan kompos dilakukan menggunakan bahan jerami padi, kotoran sapi, sekam, dan dedak dengan penambahan bioaktivator Effective Microorganisms (EM-4) dan molase, kemudian difermentasi selama 21–28 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memproduksi pupuk kompos secara mandiri dengan ciri fisik kompos matang, yaitu berwarna gelap, berbau tanah. Pelaksanaan kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah pertanian yang ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta membuka peluang usaha kecil berbasis produksi kompos desa. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang pertanian.
Degradasi Sampah Biomassa dengan Bioaktivator EM4 sebagai Bentuk Pengendalian Limbah di Desa Neuheun Lubis, Mirna Rahmah; Fathanah, Umi; Rosnelly, Cut Meurah; Aflah, Nurul
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v5i2.15549

Abstract

Waste that is not managed properly in Neuheun Village, Aceh Besar Regency, can cause health and environment problems. Therefore, this service activity aims to provide the people of Neuheun village with the knowledge and skills of making organic fertilizer in a simple way. The fertilizer making is carried out through short training with raw materials that are reachable by the village community. The target of theses activities is housewives in the village, the majority of whom do not work and spend their time taking care of the household. Apart from filling the time, this activity can add insight, self-efficacy, and improve family health and economic life. These activities were attended by 20 housewives who are members of the recitation of the women of Neuheun Village. These activities take place through counseling and direct training stages. Counseling was provided through the distribution of reading materials and delivery of materials followed by the organic fertilizer making. The evaluation results show the enthusiasm of the participants in participating in the training, and they are able to make organic fertilizer. Making fertilizer is expected to be a side business and increase public knowledge about the benefits of organic fertilizers.
Modifikasi Membran Polyethersulfone dengan Penambahan Nanopartikel Mg(OH)2 dalam Pelarut Dimethyl Sulfoxide Umi Fathanah; Fachrul Razi; Mirna Rahmah Lubis; Mukramah Yusuf; Yanna Syamsuddin; Hesti Meilina; Syawaliah Muchtar; Suraiya Kamaruzzaman; Aula Khairunnisa
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.18.2.58248.165-173

Abstract

Membran Polyethersulfone (PES) bersifat hidrofobik yang memiliki ketahanan rendah terhadap sifat fouling. Fouling pada membran mengakibatkan penurunan kinerja membrane selama proses operasi. Oleh karena itu, modifikasi membran perlu dilakukan untuk meningkatkan sifat hidrofilik membrane. Pada penelitian ini modifikasi dilakukan dengan penambahan nanopartikel Mg(OH)2 yang bersifat tidak beracun, murah, dan mudah diperoleh. Penambahan aditif nanopartikel Mg(OH)2 pada membran PES dilakukan dengan cara pencampuran polimer dengan metode non solvent induced phase separation (NIPS) menggunakan pelarut dimethyl sulfoxide (DMSO). DMSO merupakan pelarut polar aprotik yang dapat melarutkan senyawa organik maupun anorganik dengan baik. DMSO juga merupakan pelarut yang tidak beracun, sehingga lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan membran PES hidrofilik dengan penambahan nanopartikel Mg(OH)2 dengan unjuk kerja terbaik. Pengaruh penambahan nanopartikel Mg(OH)2  dalam sistem membran dievaluasi dengan menganalisis perubahan struktur kimia PES menggunakan ATR-FTIR, perubahan morfologi menggunakan SEM, porositas menggunakan metoda gravimetri, serta pengujian kinerja (permeabilitas dan rejeksi) membran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel Mg(OH)2, mengakibatkan perubahan pada struktur atau morfologi membrane PES, yang berpengaruh terhadap peningkatan permeabilitas membran. Penambahan nanopartikel Mg(OH)2 juga meningkatkan porositas membran dari 12% ‒ 40%. Kehadiran gugus hidroksil (-OH) dalam matriks membran dikonfirmasi dengan uji FTIR. Kinerja membran optimum diperoleh pada nilai permeabilitas air sebesar 56,4 L/m2.jam.bar, dengan rejeksi asam humus sebesar 61%.Modification of Polyethersulfone Membrane with the Addition of Mg(OH)2 Nanoparticles in Dimethyl Sulfoxide Solvent. Polyethersulfone (PES) membrane has hydrophobic characteristics and low resistance to fouling properties. The fouling on the membrane results in a decrease in the performance of the membrane during the operation process. Therefore, membrane modification needs to be done to increase the hydrophilic properties of the membrane. In this study, modifications were made by adding Mg(OH)2 nanoparticles which are non-toxic, inexpensive, and easy to obtain. The addition of Mg(OH)2 nanoparticle additives to PES membranes was carried out by blending polymers with the non-solvent induced phase separation (NIPS) method using dimethyl sulfoxide (DMSO) as solvent. DMSO is an aprotic polar solvent that can dissolve both organic and inorganic compounds well. DMSO is also a non-toxic solvent, making it safer and more environmentally friendly. This study aims to produce a hydrophilic PES membrane with the addition of Mg(OH)2 nanoparticles with the best performance. The effect of adding Mg(OH)2 nanoparticles in the membrane system was evaluated by analyzing changes in the chemical structure of PES using ATR-FTIR, morphological changes using SEM, porosity using the gravimetric method, and testing the performance (permeability and rejection) of the membrane. The results showed that the addition of Mg(OH)2 nanoparticles resulted in changes in the structure or morphology of the PES membrane, which affected the increase in membrane permeability. The addition of Mg(OH)2 nanoparticles also increased the porosity of the membrane from 12% to 40%. The presence of hydroxyl groups (-OH) in the membrane matrix was confirmed by FTIR analysis. The optimum membrane performance was obtained at the water permeability value of 56.4 L/m2.h.bar with 61% rejection of humic acid.
Sintesis, Karakterisasi dan Kinerja Membran Hidrofobik Menggunakan Polyvinyl Pyrrolidone (PVP) sebagai Aditif Umi Fathanah; Mirna Rahmah Lubis; Zuhra Mahyuddin; Syawaliah Muchtar; Mukramah Yusuf; Cut Meurah Rosnelly; Sri Mulyati; Rina Hazliani; Devi Rahmanda; Suraiya Kamaruzzaman; Meuthia Busthan
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 17, No 2 (2021): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.17.2.48435.140-150

Abstract

Artikel ini melaporkan tentang sintesis, karakterisasi dan kinerja membran polyethersulfone (PES) yang dimodifikasi dengan aditif polyvinyl pyrrolidone (PVP) dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dan sifat antifouling membran. Membran PES modifikasi dibuat dengan penambahan 0,5% PVP sebagai aditif, menggunakan pelarut dimethyl sulfoxide (DMSO) dan n-methyl pyrrolidone (NMP). Pengaruh penambahan aditif dalam sistem membran dievaluasi dengan menganalisa perubahan struktur kimia menggunakan fourier transform infrared (FTIR), perubahan morfologi permukaan menggunakan scanning electron microscopy (SEM), uji kuat tarik menggunakan tensile strength meter, uji porositas membran dengan menggunakan metode gravimetri, serta pengujian kinerja filtrasi, dan sifat antifouling. Hasil analisa struktur membran dengan SEM menunjukkan adanya pengaruh jenis pelarut dan penambahan aditif terhadap perubahan morfologi membran. Selain itu modifikasi membran juga meningkatkan porositas, kinerja fluks permeasi serta sifat antifouling membran. Hasil uji filtrasi membran menunjukkan perolehan permeabilitas air pada membran D-0,5 dan N-0,5 masing masing sebesar 47,5 L/m2.jam.atm dan 41,5 L/m2.jam.atm dengan sifat antifouling membran modifikasi lebih besar dibandingkan dengan membran tanpa modifikasi. Synthesis, Characterization, and Performance of Hydrophobic Membranes Using Polyvinyl Pyrrolidone (PVP) as Additives. This paper discusses the synthesis, characterization and performance of polyethersulfone (PES) membranes modified with polyvinyl pyrrolidone (PVP) additives in order to improve the performance and antifouling properties of membranes. The modified PES membrane was prepared by adding 0.5% PVP as an additive, using dimethyl sulfoxide (DMSO) and n-methyl pyrrolidone (NMP) as solvents. The effect of adding additives to the membrane system was evaluated by analyzing changes in chemical structure using fourier transform infrared (FTIR), changes in surface morphology using scanning electron microscopy (SEM), tensile strength test using tensile strength meter, membrane porosity test using the gravimetric method, as well as testing the filtration performance and antifoulingproperties. The results of membrane structure analysis by SEM showed the influence of the type of solvent and additives on changes in membrane morphology. In addition, membrane modification also increases porosity, permeation flux performance, and membrane antifouling properties. The results of the membrane filtration test showed that the water permeability of D-0.5 and N-0.5 membranes was 47.5 L/m2.h.atm and 41.5 L/m2.h.atm, respectively, with modified membrane antifouling properties larger than the membrane without modification.
Transformasi Limbah Sekam Padi menjadi Pupuk Organik melalui Pendekatan Partisipatif sebagai Strategi Pengembangan Desa Mandiri Pangan Cut Meurah Rosnelly; Umi Fathanah; Zuhra Zuhra; Sri Mulyati; Mirna Rahmah Lubis; Yanna Syamsuddin; Yunardi Yunardi; Nasrullah RCL; Sofyana Sofyana; Sri Aprilia; Suparno Suparno; Wahyu Priyanto
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8870

Abstract

Limbah sekam padi merupakan hasil samping penggilingan padi yang jumlahnya melimpah di wilayah agraris seperti Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Selama ini sekam padi umumnya dibakar atau ditumpuk tanpa pemanfaatan optimal, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan kehilangan nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku pupuk kompos berbasis teknologi sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan kompos, serta monitoring dan evaluasi. Bahan yang digunakan meliputi sekam padi, kotoran sapi, dedak, dan bioaktivator EM4 dalam sistem pengomposan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah sekam menjadi kompos matang yang berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, dan berbau tanah. Pemanfaatan sekam sebagai bulking agent terbukti mendukung proses aerasi dan mempercepat dekomposisi bahan organik. Secara ekonomi, kegiatan ini berpotensi mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dan menekan biaya produksi. Secara ekologis, program ini mendukung penerapan sistem pertanian tanpa limbah (zero waste farming system) serta mengurangi praktik pembakaran sekam. Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah pertanian berbasis potensi lokal dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.