Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Nata de Pitaya dari Limbah Kulit Buah Naga pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kebun Buah Naga di Desa Tanak Beak Lombok Tengah Lalu Zulkifli; Mahrus Mahrus; Prapti Sedijani; Dewa Ayu Citra Rasmi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.437 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.573

Abstract

Desa Tanak Beak Kec. Batukliang Utara merupakan salah satu sentra penghasil buah naga. Desa ini memiliki Kebun Kelompok Wanita Tani (KWT). Pada waktu panen ini sempat dikunjungi gubernur NTB untuk panen raya buah naga. Buah naga yang banyak di tempat wisata ini,  banyak dikonsumsi oleh pengunjung dan kulitnya tidak termanfaatkan serta cenderung sebagai limbah yang mengganggu tempat sekitar. Pada tahap sosialisasi ini hampir semua anggota KWT Kebun buah naga Dusun Dasan Agung hadir. Mereka sangat antusias dalam mengikuti penjelasan terkait manfaat kulit buah naga yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan nata de pitaya. Sambutan mereka sangat baik terkait program pengabdian ini, karena mereka materi ini juga penting dalam mengatasi limbah buah naga yang ketika panen banyak kulit buah naga yang menjadi limbah dan tidak termaafkan dan menjadikan lingkungan sekitar kurang baik. Dalam menyampaikan teknik pembuatan kami sampaikan menggunakan media LCD dengan presentasi PPT, sehingga mereka lebih mudah menangkap pesan dan inti dari tahap-tahap proses dalam pembuatan nata de pitaya. Dalam penjelasan teknik pembuatan nata dari kulit buah ini banyak sekali pertanyaan pertanyaan terkait proses pembuatannya. Setelah selesai penjelasan, diskusi dan tanya jawab, kemudian peserta diajak langsung praktek pembuatan nata de pitaya dari tahap pengambilan kulit, pembersihan sampai pada tahap inkubasi setelah diberikan bakteri starter Acetobacter xylinum. Hasil proses pembuatan kemudian dicuci dan dipotong-potong dan ditimbang. Para peserta sangat berharap kegiatan ini dapat ditindaklanjuti, sehingga dapat sebagai salah satu alternatif pengahasil tambahan keluarga. Mereka sangat berharap bahwa program ini dapat dilanjutkan sampai pada tahap-tahap berikutnya sehingga masyarakat Dusun Dasan Agung dapat sebagai salah satu tempat memproduksi nata de pitaya karena bahan baku cukup tersedia.
Penyuluhan Strategi Konservasi dan Pengembangan Ekowisata Mangrove di Desa Mertak Sebagai Daerah Penyangga KEK Mandalika Lombok Tengah Lalu Zulkifli; Abdul Syukur; Agil Al Idrus; Mahrus Mahrus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.194 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.574

Abstract

Desa Mertak adalah desa pantai yang memiliki potensi wisata alam dan masuk dalam wilayah pengembangan ekonomi khusus Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah. Untuk meningkatkan peran serta Masyarakat Desa Mertak Maka Tim Pengabdian menginisiasi Program pengabdian pada masyarakat yang terkait langsung dengan pemberdayaan potensi wisata alam di Desa Mertak khususnya pengembangan areal pantai Dusun Semunduk. Berkaitan dengan hal diatas tim pengabdian melakukan sosialisasi dan strategi konservasi dan pengelolaan hutan mangrove dengan Metode ceramah dan diskusi yang dilanjutkan dengan kegiatan penanaman mangrove. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Pelaksanaan program pengabdian masyarakat di Dusun Semunduk dan Dusun Mertak Desa Mertak, Kecamatan Pujut Lombok Tengah telah berhasil dilakukan dengan baik. Hal ini terlihat dari antusias anggota masyarakat pada saat ceramah dan diskusi. Pada saat tahap penanaman bibit juga mereka bergotong royong melakukan penanaman sesuai dengan yang diarahkan Tim pengabdian. Diharapkan pengabdian ini dapat memberikan pengetahuan dan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat lokal bahwa Desa Mertak memiliki peran penting sebagai penyangga KEK Mandalika di masa yang akan datang.
Potensi Pengembangan Ekowisata Solusi Matapencaharian Berkelanjutan Masyarakat di Desa Ketapang Raya Lombok Timur Abdul Syukur; Agil Al Idrus; Lalu Zulkifli; Mahrus Mahrus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.741 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.575

Abstract

Desa Ketapang Raya meskipun merupakan desa pemekaran tatapi telah mulai mengembangakan parawisata yaitu wisata pantai. Keberadaan wisata pantai di Desa Ketapang Raya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai sumber ekonomi baru. Dalam waku dua tahun aktivias parawisata cukup memberikan harapan yang ditandai oleh jumlah masyarakat yang matapencahirannya dari kegiatan para wisata. Desa Ketapang Raya yang merupakan desa pantai memiliki objek wisata selain wisata pantai. Namun demikian belum dikembangkan sebagai objek wisata. Oleh karena itu dibutuhkan fasilitasi agar potensi lingkungan dapat dikembangkan sebagai objek wisata. Pengembangan objek wisata selain wisata pantai tentunya dapat menjadi sumber matapencaharian masyarakat di Desa Ketapang Raya. Pengembangan ekowisata di Desa Desa Ketapang Raya solusi dari permasalahan kapasias pengelolaan yang bersumber dari kelompok masyarakat. Beberapa metode yang akan digunakan adalah Sosialisai, pelatihan dan Fokus Group diskusi. Pada tahap sosialisasi tim pada tahap ini Tim mensosialisaikan tema program pada pemerintah Desa, tokoh masyarakat dan stakehoulder lainnya. Metode yang digunakan adalah diskusi. Tujuan pada program sosialisai adalah untuk memperoleh pemahaman yang sama tentang pentingnya pengembangan ekowisata sebagai sumber matapencaharaian berkelanjutan masyarakat di Desa Ketapang Raya. Selain itu disampaikan luaran yang perlu dicapai dari tipa solusi permasalahan. Metode Pelatihan untuk pelatih (Training of Trainer), materi terdiri dari empat bagian yang terdiri dari: (a) langkah- langkah yaitu uraian yang menjelaskan langkah demi langkah yang dapat dilakukan oleh fasilitator dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan pada tiap program, (b). bahan bacaan adalah materi bacaan yang dapat dijadikan referensi bagi fasilitator atau pelatih mengenai isi materi yang akan disampaikan dan (3) lembar kegiatan yang merupakan lembar aktivitas yang digunakan peserta dalam proses pembelajaran dan slide presentasi. 2. Fokus Group Diskusi (FGD) adalah metode yang digunakan berdasarkan relevansi tiap solusi, hal ini sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai beberapa pertanyaan tentang bagaiamana dan mengapa kita butuhkan ekowisata sebagai sumber matapencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat di Desa Ketapang Raya. Selain itu dari program ini dihasilkan publikasi pada jurnal yang memiliki ISSN dan buku ekowisata desa yang memiliki ISBN.
Pengembangan Objek Wisata Kampung Wisata Sasak Ende Melalui Penataan Destinasi Melalui Optimalisasi Digital Promotion dan Sumber Daya Manusia di Desa Sengkol Lalu Zulkifli; Raja Akbar; Nuraeni Muntari; Fadhila Karunia Fitri; Putri Ainayah Alfatihah; Nada Purnama Sari; Anida Firliana Dewi; Yeyen Nilamsari Putri; Zuaem
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.848 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.911

Abstract

Kampung Wisata Sasak Ende yang berlokasi di Desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah mengalami penurunan jumlah wisatawan baik local maupun mancanegara, hal ini disebabkan antara lain karena adanya gempa bumi yang terjadi pada pertengahan tahun 2018 dan timbulnya  pandemi Covid-19 dari awal bulan Maret 2020 hingga sekarang. Oleh karena itu diperlukan usaha pengembangan objek wisata di kampung wisata ende melalui penataan destinasi serta optimalisasi digital promotion. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui program KKN Tematik Universitas Mataram guna memperbaiki dan menambahkan fasilitas penunjang dan optimalisasi promosi digital terkait Kampung Wisata Sasak Ende tersebut. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan cara observasi obyek termasuk wawancara, evaluasi, sosialisasi, dan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan utama yang diakukan adalah pembuatan leaflet tentang informasi Kampung Wisata Sasak Ende, digital promotion melalui media sosial seperti instagram, tiktok,  dan youtube, membuat papan spanduk, membuat papan sapta pesona, dan memperbanyak bak sampah, dan pengajaran bahasa inggris untuk anak-anak di kampung wisata sasak ende. Dalam pelaksanaan kegiatan pihak Desa dan anggota masyarakat sangat antosias dalam memberi dukungan kerjasama sehingga kegiatan berjalan dengan baik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kampung Wisata Sasak Ende menjadi lebih terurus dengan pengoptimalan dan perbaian sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung pelayanan bagi pengunjung yang datang, dan diharapkan dengan adaya promosi melalui leaflet dan promosi digital melalui media online dapat meningkatkan kembali jumlah kunjungan ke Kampung Wisata Ende di Desa Sengkol. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat masyarakat Kampung Wisata Sasak Ende untuk bangkit kembali dan siap untuk menyambut para wisatawan kembali. Selain itu, anak-anak Kampung Wisata Sasak Ende didorong untuk mampu melanjutkan estafet dalam melestarikan budaya mereka sendiri, karena mereka merupakan generasi penerus budaya di Kampung Wisata Sasak Ende itu sendiri. Kampung Wisata Sasak Ende masih memiliki ruang untuk berkembang dan kembali bersaing dalam ruang lingkup destinasi pariwisata di Pulau Lombok.
Edukasi dan Pelatihan Pengembangan Produk Olahan Selai Lembar Berbasis Kombinasi Daging dan Kulit Buah Naga Merah pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kebun Buah Naga di Desa Tanak Beak Lombok Tengah: Selai lembaran, Buah naga merah, KWT Mekar Indah Lalu Zulkifli; Dewa Ayu Citra Rasmi; Mahrus; Syamsul Bahri; Ahmad Raksun
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.976 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1108

Abstract

Desa Tanak Beak Kecamatan Batukliang Utara merupakan salah satu sentra penghasil buah naga di Lombok Tengah. Desa ini memiliki Kebun Buah Naga yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Indah. Dengan adanya pandemi Covid-19 ini mengakibatkan turun drastisnya pengunjung kebun mengakibatkan adanya over produksi, dan harga di pasaran menjadi menurun. Tujuan pengabdian ini adalah membantu masyarakat dalam menangani permasalahan pasca panen buah naga dan memberikan keterampilan terkait teknologi pengembangan variasi produk olahan dari buah naga dengan mengikutsertakan komponen kulit sebagai bahan dasar olahan. Salah satu produk makanan olahan dengan mengkombinasikan daging buah dan kulit buah naga adalah selai lembar buah naga merah yang lebih praktis jika dibandingkan dengan selai dalam kemasan botol. Edukasi dan pelatihan pembuatan produk olahan dan teknik pengemasan sehingga dapat juga bernilai ekonomi skala rumah tangga. Metode pelaksanaan berupa metode partisipatif dengan kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan produk selai lembaran. Dalam pelaksaaan kegiatan pengabdian ini, dihadiri oleh sekitar 20 anggota KWT. Selama kegiatan berlangsung, para partisipan mengikuti dengan seksama materi yang dijelaskan oleh tim, baik materi teori penanganan pasca panen buah naga dan praktek langsung pembuatan produk olahan kombinasi daging kulit buah naga (dengan proporsi 70%:30%). Diakhir kegiatan peserta juga mencicipi produk hasil praktek dengan roti tawar. Hasil evaluasi dari kegiatan secara keseluruhan menunjukkan bahwa semua anggota KWT Mekar Indah akan melanjutkan keterampilan yang diperolehnya agar dapat menjadi usaha kecil yang dapat membantu perekonomian keluarga. Mereka juga termotivasi karena semua alat-alat perlengkapan untuk produksi selai lembaran diberikan oleh tim pengabdian.
Isolation of endophytic bacteria from cashew root and its ability as phosphate solubilizing and IAA-producing bacteria Yulia Ningsih; Lalu Zulkifli; Mahrus Mahrus
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 3 (2022): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i3.3652

Abstract

This study aimed to isolate endophytic bacteria from cashew plant roots, and to determine their ability to dissolve phosphate and produce IAA. This research was conducted at the Microbiology Laboratory of the Faculty of Medicine, University of Mataram. This research was conducted by isolating the endophytic bacteria of cashew nut root and then testing the phosphate solubilizing ablity and testing the potential for IAA-producing bacteria. Based on the results of the study, there were 7 isolates of endophytic bacteria, all of which were able to solubilize inorganc phosphate with a low phosphate solubility index, ranging from 1 to 1.7. Of the 7 isolates, there were 2 isolates that were able to produce IAA, namely AJM 7 and AJM8 isolates with IAA concentrations ranging from 16 to 18 ppm. Based on the results above, it can be concluded that the endophytic bacterial isolates from the roots of the cashew plant have the potential to be a candidates for biofertilizer formulation.
Isolation of endophytic bacteria from the roots of Gliricidia sepium and their ability as IAA-producing bacteria and phosphate solubilizers Nurul Rizqiyah; Lalu Zulkifli; Agus Ramdani
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 3 (2022): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i3.3790

Abstract

This study aimed to isolate endophytic bacteria from the roots of the gamal plant and to test its ability to solubilize anorganic phosphate dan to produce IAA (indol acetic acid). The steps in this study were the isolation of endophytic bacteria from the roots of the gamal plant taken from Woja District, Dompu Regency, the IAA test, and the phosphate solubility test using the colorimetric method. And then carried out the characterization of cells, colonies and biochemical properties of isolates. In this study, 6 isolates of endophytic bacteria from the roots of gamal plants were obtained which can dissolve phosphate, of which two isolates, namely ATG1 and ATG4 with phosphate solubility indices ranging from 3 and 4. These two isolates were also capable of producing IAA, with concentrations 16.48 and 17.72 ppm, respectively. Most of the isolates were Gram positive bacteria and were in the form of bacilli. The endophytic isolates obtained above are isolates that have the potential to be candidates for components of the biofertilizer formulation consortium in the future.
Estrogenic Effects of Tapak Dara (Catharantus roseus) Leaf Methanol Extract on The Estrus Cycle of Adult Female Mice (Mus musculus) Balb/C Strain Yunita Fatmala; Mahrus Mahrus; Lalu Zulkifli
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 3 (2022): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i3.3604

Abstract

Tapak dara plant is a plant that contains several active compounds, such as phenolic acids, flavonoids and alkaloids. The tapak dara plant can act as a sedative, urinary laxative, stop bleeding, and neutralize toxins. In addition, tapak dara leaf extract contains ingredients that can act as antifertilization. This study aimed to determine the effect of methanol extract of tapak dara leaf on the estrus cycle of adult female mice (Mus musculus) Balb/C strain. This research is an experimental research by testing cause and effect. The hypothesis test used in this study was one-way ANOVA and BNT test. The significance value of giving tapak dara leaf methanol extract to female mice showed a significant value so that it can be said that the administration of tapak dara leaf methanol extract caused the estrus cycle of female mice to be longer. The significance value of estrogenic activity in mice shows a significant value of 0.047, so it can be said that estrogen activity also affects the length of the estrus cycle. The results of hypothesis testing using the one-way ANOVA test were significant, so it can be concluded that the methanol extract of tapak dara leaves can cause the estrus cycle of female mice to be longer.
Morphological and molecular characters of Lemuru fish (Sardinella lemuru) from Tanjung Luar Waters, East Lombok H. Mahrus; Abdul Syukur; Lalu Zulkifli
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 4 (2022): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i4.4555

Abstract

Lemuru fish from the Clupeidae family in various countries have many similarities that are difficult to distinguish between one species and another. This study aims to determine the morphological and molecular characteristics, genetic diversity, and kinship of lemuru fish in Tanjung Luar waters with lemuru fish species in countries. The molecular feature of lemuru fish used in this study was a marker for the cytochrome c oxidase subunit 1 (CO1) gene. The lemuru fish sample used in this study was lemuru caught in the waters of Tanjung Luar by small-scale fishermen. Lemuru fish sampling method using random, totaling 100 individuals. Firstly, the lemuru fish samples were grouped based on morphological characters. Next, segregation and augmentation of the CO1 gene DNA in five lemuru fish samples using a pair of primers. The amplification of DNA about 700 bp in size was sequenced. CO1 gene sequence data of lemuru samples were analyzed using MEGA 11 Software (Molecular Evolutionary Genetics Analysis) Version 11. The phylogenetic relationships obtained showed that the lemuru samples from Tanjung Luar waters, East Lombok, is in the same clade as Sardinella Jussieu from Malaysia and has a very close kinship relationship.
Bacillariophyceae Diversity as Bioindicator of Pollution in the Coastal Waters of Klui Beach, North Lombok Yuni Safrian Hadi; Lalu Japa; Lalu Zulkifli
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): January - March
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i1.4387

Abstract

Klui Beach is one of some famous beaches tourism destination in the Northern part of Lombok Island which is commonly visited by many tourists. Tourisms and resindents activities that take place around the coast can produce various wastes that have some prominent impact on pollution, for reducing water quality. Bacillariophyceae is a class of phytoplankton that is commonly abundant in marine waters and can be used as an indicator for controlling of water quality. The objectives of this study were to determine the level of pollution in the coastal waters of Klui Beach based on the Bacillariphyceae diversity index. The Haphazard sampling was applied for determining the sampling sites. The results showed that the composition species of Bacilllariophyceae consisted of 48 species which included in 17 orders. Average species abundance was 298.09 ind/L (low category). The spesies diversity index was 2.37 (moderate category). The level of water pollution in the Klui Beach was classified as not polluted.