Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Mercu Suar Nelayan di Desa Maja Lampung Selatan Panuju, Achmad Yahya Teguh; Harun, Suryadiwansa; Ibrahim, Gusri Akhyar; Tarkono
Nemui Nyimah Vol. 4 No. 2 (2024): Nemui Nyimah Vol.4 No.2 2024
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v4i1.143

Abstract

This community service project aimed to provide a simple lighthouse solution in Maja Village, Kalianda, South Lampung. The primary issue faced by local fishermen was the lack of navigation guidance during nighttime sailing due to blocked light from residential houses by the coastal seawall. The proposed solution involved the construction of two solar-powered lighthouses, designed to provide sufficient brightness and withstand coastal environmental conditions. This activity was carried out through collaboration between students, village officials, and the community, following a method that included problem identification, product design formulation, lamp pole construction, and installation. The results demonstrated that both lighthouses functioned optimally in assisting fishermen’s navigation, improving safety, and supporting night fishing activities. Additionally, the use of solar energy introduced the community to the concept of sustainable renewable energy.
RANCANG BANGUN SISTEM PAHAT PUTAR AKTIF TERGERAK (ACTIVE DRIVEN ROTARY TOOL) UNTUK APLIKASI PEMBUBUTAN MATERIAL MAGNESIUM Prancana M Riyadi; Harun, Suryadiwansa; Su'udi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnesium merupakan logam alkali tanah dan termasuk unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut. Karena memiliki sifat yang ringan, magnesium cocok digunakan sebagai pengganti besi cor dan baja pada komponen otomotif yang relatif berat. Magnesium sebetulnya pada satu sisi dikenal karena karakteristik pemotongannya yang sangat baik dan menguntungkan. Namun dibalik kelebihan yang dimiliki, magnesium juga dikenal sebagai bahan logam yang mudah terbakar terutama pada saat pemesinan dengan kecepatan potong dan pemakanan yang tinggi. Geram akan terbakar ketika suhu pemotongan melebihi titik cair bahan yaitu (4000C - 600°C). Dengan menggunakan pahat putar, saat pahat berputar maka area pisau potong mendapatkan pendinginan saat pahat tidak melakukan proses pemotongan. Oleh sebab itu, suhu pemotongan pada pahat berpotensi menurun sehingga akan mengurangi penyalaan geram pada proses pemesinan magnesium dan pahat tidak mudah aus.Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun serta menguji sistem pahat aktif untuk proses pemesinan magnesium. Perancangan yang dilakukan menghasilkan konsep penggantian tool post pada mesin bubut dengan menggunakan pahat putar. Pahat putar ini dirancang dengan sistem penggerak menggunakan motor brushless DC, sistem transmisi menggunakan roda gigi serta mandril untuk mencekam dudukan pahat. Dimensi total mesin yang dirancang yaitu (158 x 150 ) mm. Hasil pengujian run out tertinggi yang diperoleh yaitu 0,12 mm dengan variasi putaran pahat dari 92,6 rpm sampai 2117 rpm, getaran maksimum dengan velocity 1,7 mm/s masih tergolong acceptable sesuai standar ISO 2372 serta kekasaran dengan parameter feeding 0,05 mm, kedalaman potong 0,02 mm serta putaran benda kerja 950 rpm menghasilkan kekasaran sebesar 2,46 µm. Hasil pengujian kekasaran ini masih berada dalam batas toleransi dari standar ISO Roughness Number.
Perancangan Pahat Ulir Kortikal Menggunakan Metode Reverse Engineering Akhyar Ibrahim, Gusri; Nanda Radigo Putra, Deky; Burhanuddin, Yanuar; Hamni, Arinal; Harun, Suryadiwansa
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pahat potong merupakan komponen penting untuk proses pemesinan, terutama untuk pengerjaan material titanium sebagai implant. Pembuatan baut ulir kortikal biasa diproduksi menggunakan proses whirling, akan tetapi ketersedian mesin tidak banyak tersedia. Cara lain membuat ulir kortikal adalah menggunakan mesin bubut konvensional dengan pahat khusus, yang mana peralatan ini juga tidak tersedia. Mengatasi persoalan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang pahat ulir kortikal yang dipasangkan pada mesin bubut menggunakan Reverse Engineering Method. Perancangan dilakukan dengan cara mendapatkan data hasil pembuatan ulir kortikal secara trial and error, sehingga didapatkan bentuk ulir yang diinginkan. Selanjutnya pahat yang sudah ditentukan dirancang dengan membuat gambar yang menyerupainya. Software Autodesk digunakan untuk membuat gambar 2D dan 3D. Proses desain pahat ini mengacu pada data standar ISO 5835 ulir kortikal sehingga didapatkan parametrik desainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa disain pahat bubut ulir menggunakan Reverse Engineering Method berhasil dilakukan dengan mengacu data pengujian lapangan secara uji coba, melalui tahapan penggambaran sketching menggunakan 2D. Perbedaan ukuran parameter model 3D pahat bubut ulir kortikal dengan parameter kritis dari pengukuran secara langsung relatif kecil, sehingga dapat dinyatakan bahwa hasil pemodelan 3D sama dengan ukuran yang sebenarnya. Kata kunci :  bubut; kortikal; pahat; reverse engineering; ulir.