Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

KORELASI ILMU DAN AMAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM PRESPEKTIF AL-GHOZALI DALAM KITAB MINHAJUL ‘ABIDIN Mufti Miftahul Khoir; Muchotob Hamzah; Ahmad Zuhdi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 5 (2024): JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan memegang peran vital dalam kehidupan manusia, dan bagi para pemikir Islam, ilmu tidak bisa dipisahkan dari agama dan Tuhan. Pendidikan Islam bertujuan tidak hanya untuk mengembangkan pengetahuan tetapi juga untuk memandu amal saleh yang berorientasi pada kebahagiaan manusia dan keridhaan Allah SWT. Kitab "Minhajul ‘Abidin" karya Imam Al-Ghazali menekankan integrasi ilmu dan amal dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan induktif untuk menganalisis korelasi ilmu dan amal dalam kitab tersebut dan relevansinya dengan pendidikan Islam masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu dan amal merupakan dua elemen yang tak terpisahkan dan harus diterapkan secara bersamaan dalam pendidikan Islam. Tahapan yang dijelaskan dalam " Minhajul ‘Abidin " mencakup ilmu, taubat, godaan, rintangan, pendorong, faktor-faktor perusak ibadah, dan syukur kepada Allah. Tahapan ini memberikan panduan praktis dalam menjalankan kehidupan beragama yang lebih holistik. Integrasi ilmu dan amal dalam pendidikan Islam mampu membentuk karakter yang utuh, menguatkan iman, meningkatkan ketaqwaan, dan membimbing perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Pendekatan holistik ini tidak hanya relevan untuk pendidikan Islam masa kini tetapi juga memberikan fondasi yang kokoh bagi pengembangan karakter dan spiritualitas individu. Integrasi ini menanamkan nilai-nilai etika, mendorong pemikiran kritis, dan mengadaptasi metodologi pendidikan untuk memenuhi tuntutan era modern. Pendidikan yang menyeluruh dan integratif ini dapat membentuk generasi yang cerdas secara akademis, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat
Implementasi Pembiasaan Shalat Berjamaah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di MTs Al Manshur Popongan Sayyid Ahmad Haqqin Nazil; Ahmad Zuhdi; Fatiatun; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.349

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui pembiasaan shalat jam’ah siswa di MTs Al Manshur Popongan, 2) untuk mengetahui Kedisiplinan Shalat Jama’ah di MTs Al Manshur Popongan, 3) untuk mengetahui cara mengiplentasikan pembiasaan Shalat berjama’ah di Mts Al Manshur Popongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu metode etnografi. Penelitian ini menggambarkan secara obyektif dari obyek yang diteliti, dengan cara memberikan pertanyaan kepada responden sehingga mendapatkan jawaban yang diperlukan. Subjek dalam penelitian ini yaitu MTs Al Manshur Popongan (sesepuh pesantren, kepala sekolah, guru dan siswa). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi yang dilanjutkan dengan analisis data Miles Huberman dan dikuatkan dengan model Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik diantaranya adalah: 1) keteladanan; 2) pembiasaan; 3) pemahaman; 4) perintah; 5) larangan; 6) hukuman atau sanksi. Pembiasaan shalat berjamaah tersebut dalam pelaksanaannya akan membentuk sikap kedisiplinan seperti sikap disiplin ibadah, disiplin belajar, disiplin sikap dan disiplin waktu pada peserta didik. Namun, dalam pembiasaan shalat berjamaah di MTs Al Manshur Popongan belum mencapai maksimal karena selain gedung yang kurang besar, dan akhirnya menyebabkan peserta didik secara bergantian melakukan shalat berjamaah di sekolah.
DEEP LEARNING IMPLEMENTATION IN ELEMENTARY SCHOOLS: ENHANCING CRITICAL THINKING AND MEANINGFUL LEARNING THROUGH CONTEXTUAL PEDAGOGY Parjuangan Panggabean; Dinarti; Ahmad Zuhdi; Hamka
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 10 (2025): SEPTEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v5i1.1356

Abstract

Elementary education in Indonesia remains predominantly characterized by rote learning and teacher-centered practices, which constrain students’ critical thinking and meaningful engagement. This participatory action research investigated the implementation of deep learning pedagogy in a rural elementary school (SD Negeri 019 Bonan Dolok, Mandailing Natal, Sept–Oct 2025), involving 50 teachers, 75 students (grades 3–5), and three university researchers through six collaborative cycles. Multiple qualitative instruments—observations, reflective journals, interviews, and artifact analyses—were employed to capture pedagogical and behavioral transformations. Findings indicate a progressive shift from transmissive to inquiry-oriented teaching. Teachers increasingly used open-ended questioning, extended wait time, and authentic local contexts. Students demonstrated higher participation, analytical reasoning, and collaboration, although progress varied across ability levels. Key challenges included limited instructional time, assessment misalignment, and teachers’ initial discomfort with shared authority. Collaborative reflection and peer learning communities emerged as pivotal for sustaining innovation. Deep learning proved attainable in resource-constrained environments when supported by reflective professional development and school leadership. Theoretically, this study extends deep learning and contextual teaching frameworks into underexplored elementary contexts, identifying reflective collaboration as a critical mechanism for pedagogical transformation. Practically, it proposes a scalable, context-sensitive model for implementing deep learning in rural schools through participatory teacher development, offering actionable guidance for educators and policymakers seeking to foster critical, creative, and collaborative learning.
MICROTEACHING SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR Ahmad Zuhdi; Ezuan Habib; Azza Aulia; Iham Maskur; Muti Kurniati; Syahira Suci; Aida Fitria; Sayyidah Bidayatul; Nafisa Salma Afa; M. Azam Yasir; Alisa Qutrunnada; Nur Farchatun; Mukhamad Alfi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i4.7213

Abstract

Penelitian ini fokus pada peran microteaching sebagai pusat sumber belajar. Jenis penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang menggunakan buku-buku dan artikel jurnal ilmiah sebagai referensi utama dalam merumuskan pokok permasalahan. Penelitian kajian kepustakaan adalah suatu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis data atau informasi dari berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Tujuan utama dari kajian kepustakaan adalah untuk memahami, mengintegrasikan, dan mensintesis pengetahuan yang telah ada mengenai suatu subjek tertentu. Berdasarkan hasil dan pembahasan, disimpulkan bahwa microteaching merupakan strategi berbasis hasil dan diskusi yang diadopsi secara khusus untuk memberikan pelatihan mengajar kepada calon pendidik (guru) dengan tujuan meningkatkan keterampilan mengajar mereka. Keberadaan microteaching membantu para pendidik untuk berpartisipasi langsung dalam aktivitas lembaga pendidikan, seperti kemampuan menyajikan materi pembelajaran, menjelaskan materi pembelajaran, memimpin pembelajaran, dan menciptakan metode pembelajaran yang mudah diadopsi oleh siswa.
STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QURAN DI SLB AISIYAH SA’ADAH SUDAGARAN WONOSOBO Maulida, Mariati; Ahmad Zuhdi; Muhammad Saefullah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i3.7379

Abstract

Pembelajaran baca tulis Al-Qur’an (BTQ) menghadapi tantangan yang berbeda-beda, terutama bagi peserta didik di Sekolah Luar Biasa (SLB). Anak berkebutuhan khusus (ABK), seperti kesulitan belajar, tunanetra, tunagrahita, atau autisme, membutuhkan pendekatan khusus dan strategi pembelajaran yang efektif. Tujuannya studi ini untuk menganalisis secara mendalam strateginya guru dalam pembelajaran BTQ pada anak berkebutuhan khusus di SLB Aisyiyah Sa’adah Sudagaran Wonosobo. penelitian ini didasarkan pada pentingnya pembelajaran BTQ sebagai bagian dari pendidikan keagamaan, serta adanya kebutuhan akan strategi khusus dalam mengajar anak berkebutuhan khusus yang memiliki karakteristik serta kemampuannya yang beragam. Studi ini mengimplementasikan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulannya data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasinya dengan melibatkan guru sebagai subjek utama dan siswa sebagai penyokong data studi.
INTERNALISASI KARAKTER TANGGUNG JAWAB MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI NO.038/XI KOTO LOLO Agustriwita; Ahmad Zuhdi; Oki Mitra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46822

Abstract

This study examines the internalization of responsibility character through the Project Based Learning (PjBL) model in Islamic Religious Education (PAI) learning at SD Negeri No.038/XI Koto Lolo, Sungai Penuh City. The research is motivated by the dominance of conventional approaches in PAI learning that have not optimized the internalization of responsibility character, some students showed low awareness of group tasks, uneven project task distribution, and limited ability to connect projects with Islamic values. This research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. Research informants were the School Principal, Grade V Islamic Religious Education Teacher, and five Grade V students. Data collection used observation, interviews, and documentation techniques, while data analysis included data reduction, data display, and conclusion drawing with source and method triangulation. The results show that the internalization process of responsibility character occurs gradually through six PjBL stages from introducing the concept of responsibility as amanah to experience evaluation, but still faces obstacles including lack of student initiative, uneven task distribution, and unfamiliar self-reflection culture. Forms of internalization encompass three moral dimensions with the moral knowledge dimension showing the best achievement, while moral feeling and action dimensions still need development. Supporting factors include student motivation, teacher competence, school support, and relevant learning design. Inhibiting factors include diverse student motivation, limited technological facilities, limited learning time, and lack of parental support.
Strategi Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo Alfina Isnawati; Ahmad Zuhdi; Salis Irvan Faudi
Reflection : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Reflection : Islamic Education Journal
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/reflection.v3i2.2147

Abstract

. This study aims to determine the strategie used to improve student learning achievement in Islamic Religious Education at SMP Muhmmadiyah 1 Wonosobo. By focusing on internal an external factos, this study is based on the improtance of the teacher’s role in designing and implementing effective learning strategies so that the teaching and learning process can run optimally and have an impact on improving student learning achievement. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection teachniques include observation, inerviews, and documentation. The results show that the strategies implemented by teachers include the use of veried learning methods, learning motivaton, utilization of learning media, and instilling religious values in everyday life. These strategies have been proven to be able to increase student interest, motivation, and learning achievement in Islamic Religious Education subject. In a conducive learning process, there are major challenges such as low student interestt in learning and the existence of a dual curricullum. Therefore, supporting factors are needed, namely support from the school and a conductive learning environment. Meanwhile, inhibiting factors include limited learning time differences in student abilities, anda incompatibility of parenting patterns between the school and parents. Thus, the application of appropriate lerning strategies has a significant impact on improving student learning achievement.
Internalisasi Nilai-Nilai Panca Jiwa Pesantren pada Siswa MTS Yapika Petanahan, Kebumen Muhamad Manarul Huda; Muhamad Yusuf Amin Nugroho; Ahmad Zuhdi
Reflection : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Reflection : Islamic Education Journal
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/reflection.v3i2.2149

Abstract

This research is motivated by the importance of instilling character based on local Islamic boarding school (pesantren) values in formal educational institutions to protect students from moral degradation amid contemporary social challenges. The study aims to examine the process of internalizing the Panca Jiwa values sincerity, simplicity, self-reliance, Islamic brotherhood, and freedom among students at MTs Yapika Petanahan, Kebumen, as well as to identify the supporting factors, inhibiting factors, and impacts of their implementation. This research employed a qualitative field study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings reveal that the internalization of Panca Jiwa values is carried out through habituation, role modeling (uswah hasanah), religious activities, and the integration of values into the daily culture of the madrasah. Although these values are not formally stated in the curriculum, they are consistently embedded in students’ learning experiences and social interactions. The primary supporting factor is the strong synergy between the madrasah and the surrounding pesantren environment, which creates a religious and value-oriented educational ecosystem. Meanwhile, the main obstacle is the limited interaction time experienced by students who do not reside in the pesantren. The implementation of Panca Jiwa values has a positive impact on students by strengthening discipline, fostering independence, encouraging social responsibility, and developing inclusive attitudes in everyday life.
Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 5 Kebumen Anas Muhotib; Muhammad Yusuf Amin Nugroho; Ahmad Zuhdi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 5 Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai motivator, fasilitator, dan pembimbing dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Upaya yang dilakukan guru meliputi pemberian motivasi, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, serta penciptaan suasana belajar yang kondusif. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang mendukung dan hubungan baik antara guru dan siswa, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya motivasi intrinsik siswa dan keterbatasan sarana prasarana.