Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KORELASI ILMU DAN AMAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM PRESPEKTIF AL-GHOZALI DALAM KITAB MINHAJUL ‘ABIDIN Mufti Miftahul Khoir; Muchotob Hamzah; Ahmad Zuhdi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 5 (2024): JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan memegang peran vital dalam kehidupan manusia, dan bagi para pemikir Islam, ilmu tidak bisa dipisahkan dari agama dan Tuhan. Pendidikan Islam bertujuan tidak hanya untuk mengembangkan pengetahuan tetapi juga untuk memandu amal saleh yang berorientasi pada kebahagiaan manusia dan keridhaan Allah SWT. Kitab "Minhajul ‘Abidin" karya Imam Al-Ghazali menekankan integrasi ilmu dan amal dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan induktif untuk menganalisis korelasi ilmu dan amal dalam kitab tersebut dan relevansinya dengan pendidikan Islam masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu dan amal merupakan dua elemen yang tak terpisahkan dan harus diterapkan secara bersamaan dalam pendidikan Islam. Tahapan yang dijelaskan dalam " Minhajul ‘Abidin " mencakup ilmu, taubat, godaan, rintangan, pendorong, faktor-faktor perusak ibadah, dan syukur kepada Allah. Tahapan ini memberikan panduan praktis dalam menjalankan kehidupan beragama yang lebih holistik. Integrasi ilmu dan amal dalam pendidikan Islam mampu membentuk karakter yang utuh, menguatkan iman, meningkatkan ketaqwaan, dan membimbing perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Pendekatan holistik ini tidak hanya relevan untuk pendidikan Islam masa kini tetapi juga memberikan fondasi yang kokoh bagi pengembangan karakter dan spiritualitas individu. Integrasi ini menanamkan nilai-nilai etika, mendorong pemikiran kritis, dan mengadaptasi metodologi pendidikan untuk memenuhi tuntutan era modern. Pendidikan yang menyeluruh dan integratif ini dapat membentuk generasi yang cerdas secara akademis, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat
Implementasi Pembiasaan Shalat Berjamaah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di MTs Al Manshur Popongan Sayyid Ahmad Haqqin Nazil; Ahmad Zuhdi; Fatiatun; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.349

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui pembiasaan shalat jam’ah siswa di MTs Al Manshur Popongan, 2) untuk mengetahui Kedisiplinan Shalat Jama’ah di MTs Al Manshur Popongan, 3) untuk mengetahui cara mengiplentasikan pembiasaan Shalat berjama’ah di Mts Al Manshur Popongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu metode etnografi. Penelitian ini menggambarkan secara obyektif dari obyek yang diteliti, dengan cara memberikan pertanyaan kepada responden sehingga mendapatkan jawaban yang diperlukan. Subjek dalam penelitian ini yaitu MTs Al Manshur Popongan (sesepuh pesantren, kepala sekolah, guru dan siswa). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi yang dilanjutkan dengan analisis data Miles Huberman dan dikuatkan dengan model Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik diantaranya adalah: 1) keteladanan; 2) pembiasaan; 3) pemahaman; 4) perintah; 5) larangan; 6) hukuman atau sanksi. Pembiasaan shalat berjamaah tersebut dalam pelaksanaannya akan membentuk sikap kedisiplinan seperti sikap disiplin ibadah, disiplin belajar, disiplin sikap dan disiplin waktu pada peserta didik. Namun, dalam pembiasaan shalat berjamaah di MTs Al Manshur Popongan belum mencapai maksimal karena selain gedung yang kurang besar, dan akhirnya menyebabkan peserta didik secara bergantian melakukan shalat berjamaah di sekolah.
DEEP LEARNING IMPLEMENTATION IN ELEMENTARY SCHOOLS: ENHANCING CRITICAL THINKING AND MEANINGFUL LEARNING THROUGH CONTEXTUAL PEDAGOGY Parjuangan Panggabean; Dinarti; Ahmad Zuhdi; Hamka
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 10 (2025): SEPTEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v5i1.1356

Abstract

Elementary education in Indonesia remains predominantly characterized by rote learning and teacher-centered practices, which constrain students’ critical thinking and meaningful engagement. This participatory action research investigated the implementation of deep learning pedagogy in a rural elementary school (SD Negeri 019 Bonan Dolok, Mandailing Natal, Sept–Oct 2025), involving 50 teachers, 75 students (grades 3–5), and three university researchers through six collaborative cycles. Multiple qualitative instruments—observations, reflective journals, interviews, and artifact analyses—were employed to capture pedagogical and behavioral transformations. Findings indicate a progressive shift from transmissive to inquiry-oriented teaching. Teachers increasingly used open-ended questioning, extended wait time, and authentic local contexts. Students demonstrated higher participation, analytical reasoning, and collaboration, although progress varied across ability levels. Key challenges included limited instructional time, assessment misalignment, and teachers’ initial discomfort with shared authority. Collaborative reflection and peer learning communities emerged as pivotal for sustaining innovation. Deep learning proved attainable in resource-constrained environments when supported by reflective professional development and school leadership. Theoretically, this study extends deep learning and contextual teaching frameworks into underexplored elementary contexts, identifying reflective collaboration as a critical mechanism for pedagogical transformation. Practically, it proposes a scalable, context-sensitive model for implementing deep learning in rural schools through participatory teacher development, offering actionable guidance for educators and policymakers seeking to foster critical, creative, and collaborative learning.
Penerapan Metode Pembelajaran Talqin, Takrir, Tasmi’, dan Murajaah dalam Pembelajaran Menghafal Al-Qur’an bagi Lansia di TPQ Al-Munawwar di Temanggung Hasan Kuncoro; Ahmad Zuhdi; Muchotob Hamzah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, penerapan, dan pelaksanaan metode pembelajaran Talqin, Takrir, Tasmi’, dan Murajaah (3T+1M) dalam menghafal Al-Qur’an bagi lansia di TPQ Al-Munawwar Temanggung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode 3T+1M efektif membantu lansia dalam menghafal Al-Qur’an dengan menyesuaikan karakteristik usia lanjut, terutama melalui bimbingan bacaan (talqin), pengulangan terstruktur (takrir), penyimakan hafalan (tasmi’), dan penguatan hafalan berkelanjutan (murajaah). Metode ini tidak hanya meningkatkan kualitas hafalan dan bacaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap motivasi, ketenangan batin, serta kesehatan kognitif lansia.
MICROTEACHING SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR Ahmad Zuhdi; Ezuan Habib; Azza Aulia; Iham Maskur; Muti Kurniati; Syahira Suci; Aida Fitria; Sayyidah Bidayatul; Nafisa Salma Afa; M. Azam Yasir; Alisa Qutrunnada; Nur Farchatun; Mukhamad Alfi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i4.7213

Abstract

Penelitian ini fokus pada peran microteaching sebagai pusat sumber belajar. Jenis penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang menggunakan buku-buku dan artikel jurnal ilmiah sebagai referensi utama dalam merumuskan pokok permasalahan. Penelitian kajian kepustakaan adalah suatu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis data atau informasi dari berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Tujuan utama dari kajian kepustakaan adalah untuk memahami, mengintegrasikan, dan mensintesis pengetahuan yang telah ada mengenai suatu subjek tertentu. Berdasarkan hasil dan pembahasan, disimpulkan bahwa microteaching merupakan strategi berbasis hasil dan diskusi yang diadopsi secara khusus untuk memberikan pelatihan mengajar kepada calon pendidik (guru) dengan tujuan meningkatkan keterampilan mengajar mereka. Keberadaan microteaching membantu para pendidik untuk berpartisipasi langsung dalam aktivitas lembaga pendidikan, seperti kemampuan menyajikan materi pembelajaran, menjelaskan materi pembelajaran, memimpin pembelajaran, dan menciptakan metode pembelajaran yang mudah diadopsi oleh siswa.