Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

MICROTEACHING SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR Ahmad Zuhdi; Ezuan Habib; Azza Aulia; Iham Maskur; Muti Kurniati; Syahira Suci; Aida Fitria; Sayyidah Bidayatul; Nafisa Salma Afa; M. Azam Yasir; Alisa Qutrunnada; Nur Farchatun; Mukhamad Alfi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i4.7213

Abstract

Penelitian ini fokus pada peran microteaching sebagai pusat sumber belajar. Jenis penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang menggunakan buku-buku dan artikel jurnal ilmiah sebagai referensi utama dalam merumuskan pokok permasalahan. Penelitian kajian kepustakaan adalah suatu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis data atau informasi dari berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Tujuan utama dari kajian kepustakaan adalah untuk memahami, mengintegrasikan, dan mensintesis pengetahuan yang telah ada mengenai suatu subjek tertentu. Berdasarkan hasil dan pembahasan, disimpulkan bahwa microteaching merupakan strategi berbasis hasil dan diskusi yang diadopsi secara khusus untuk memberikan pelatihan mengajar kepada calon pendidik (guru) dengan tujuan meningkatkan keterampilan mengajar mereka. Keberadaan microteaching membantu para pendidik untuk berpartisipasi langsung dalam aktivitas lembaga pendidikan, seperti kemampuan menyajikan materi pembelajaran, menjelaskan materi pembelajaran, memimpin pembelajaran, dan menciptakan metode pembelajaran yang mudah diadopsi oleh siswa.
STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QURAN DI SLB AISIYAH SA’ADAH SUDAGARAN WONOSOBO Maulida, Mariati; Ahmad Zuhdi; Muhammad Saefullah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i3.7379

Abstract

Pembelajaran baca tulis Al-Qur’an (BTQ) menghadapi tantangan yang berbeda-beda, terutama bagi peserta didik di Sekolah Luar Biasa (SLB). Anak berkebutuhan khusus (ABK), seperti kesulitan belajar, tunanetra, tunagrahita, atau autisme, membutuhkan pendekatan khusus dan strategi pembelajaran yang efektif. Tujuannya studi ini untuk menganalisis secara mendalam strateginya guru dalam pembelajaran BTQ pada anak berkebutuhan khusus di SLB Aisyiyah Sa’adah Sudagaran Wonosobo. penelitian ini didasarkan pada pentingnya pembelajaran BTQ sebagai bagian dari pendidikan keagamaan, serta adanya kebutuhan akan strategi khusus dalam mengajar anak berkebutuhan khusus yang memiliki karakteristik serta kemampuannya yang beragam. Studi ini mengimplementasikan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulannya data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasinya dengan melibatkan guru sebagai subjek utama dan siswa sebagai penyokong data studi.
INTERNALISASI KARAKTER TANGGUNG JAWAB MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI NO.038/XI KOTO LOLO Agustriwita; Ahmad Zuhdi; Oki Mitra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46822

Abstract

This study examines the internalization of responsibility character through the Project Based Learning (PjBL) model in Islamic Religious Education (PAI) learning at SD Negeri No.038/XI Koto Lolo, Sungai Penuh City. The research is motivated by the dominance of conventional approaches in PAI learning that have not optimized the internalization of responsibility character, some students showed low awareness of group tasks, uneven project task distribution, and limited ability to connect projects with Islamic values. This research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. Research informants were the School Principal, Grade V Islamic Religious Education Teacher, and five Grade V students. Data collection used observation, interviews, and documentation techniques, while data analysis included data reduction, data display, and conclusion drawing with source and method triangulation. The results show that the internalization process of responsibility character occurs gradually through six PjBL stages from introducing the concept of responsibility as amanah to experience evaluation, but still faces obstacles including lack of student initiative, uneven task distribution, and unfamiliar self-reflection culture. Forms of internalization encompass three moral dimensions with the moral knowledge dimension showing the best achievement, while moral feeling and action dimensions still need development. Supporting factors include student motivation, teacher competence, school support, and relevant learning design. Inhibiting factors include diverse student motivation, limited technological facilities, limited learning time, and lack of parental support.
Strategi Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo Alfina Isnawati; Ahmad Zuhdi; Salis Irvan Faudi
Reflection : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Reflection : Islamic Education Journal
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/reflection.v3i2.2147

Abstract

. This study aims to determine the strategie used to improve student learning achievement in Islamic Religious Education at SMP Muhmmadiyah 1 Wonosobo. By focusing on internal an external factos, this study is based on the improtance of the teacher’s role in designing and implementing effective learning strategies so that the teaching and learning process can run optimally and have an impact on improving student learning achievement. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection teachniques include observation, inerviews, and documentation. The results show that the strategies implemented by teachers include the use of veried learning methods, learning motivaton, utilization of learning media, and instilling religious values in everyday life. These strategies have been proven to be able to increase student interest, motivation, and learning achievement in Islamic Religious Education subject. In a conducive learning process, there are major challenges such as low student interestt in learning and the existence of a dual curricullum. Therefore, supporting factors are needed, namely support from the school and a conductive learning environment. Meanwhile, inhibiting factors include limited learning time differences in student abilities, anda incompatibility of parenting patterns between the school and parents. Thus, the application of appropriate lerning strategies has a significant impact on improving student learning achievement.
Internalisasi Nilai-Nilai Panca Jiwa Pesantren pada Siswa MTS Yapika Petanahan, Kebumen Muhamad Manarul Huda; Muhamad Yusuf Amin Nugroho; Ahmad Zuhdi
Reflection : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Reflection : Islamic Education Journal
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/reflection.v3i2.2149

Abstract

This research is motivated by the importance of instilling character based on local Islamic boarding school (pesantren) values in formal educational institutions to protect students from moral degradation amid contemporary social challenges. The study aims to examine the process of internalizing the Panca Jiwa values sincerity, simplicity, self-reliance, Islamic brotherhood, and freedom among students at MTs Yapika Petanahan, Kebumen, as well as to identify the supporting factors, inhibiting factors, and impacts of their implementation. This research employed a qualitative field study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings reveal that the internalization of Panca Jiwa values is carried out through habituation, role modeling (uswah hasanah), religious activities, and the integration of values into the daily culture of the madrasah. Although these values are not formally stated in the curriculum, they are consistently embedded in students’ learning experiences and social interactions. The primary supporting factor is the strong synergy between the madrasah and the surrounding pesantren environment, which creates a religious and value-oriented educational ecosystem. Meanwhile, the main obstacle is the limited interaction time experienced by students who do not reside in the pesantren. The implementation of Panca Jiwa values has a positive impact on students by strengthening discipline, fostering independence, encouraging social responsibility, and developing inclusive attitudes in everyday life.
Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 5 Kebumen Anas Muhotib; Muhammad Yusuf Amin Nugroho; Ahmad Zuhdi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 5 Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai motivator, fasilitator, dan pembimbing dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Upaya yang dilakukan guru meliputi pemberian motivasi, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, serta penciptaan suasana belajar yang kondusif. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang mendukung dan hubungan baik antara guru dan siswa, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya motivasi intrinsik siswa dan keterbatasan sarana prasarana.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Nashoihul Ibad Karya Syeikh Nawawi Al-Bantani ainul yaqin; ahmad zuhdi; Ngathoillah Linnaja
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol. 5 No. 1 (2025): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v5i1.9648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab Nashoihul Ibad karya Syeikh Nawawi al-Bantani, seorang ulama terkemuka asal Nusantara yang memiliki pengaruh besar dalam dunia pendidikan Islam. Kitab ini berisi sejumlah nasihat yang menekankan pentingnya akhlak mulia sebagai fondasi pembentukan karakter individu. Penelitian difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu akhlak terhadap Allah SWT, terhadap diri sendiri, dan terhadap sesama. Metode penelitian adalah studi kepustakaan (library research), dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dari berbagai sumber tertulis yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif melalui pendekatan analisis isi guna menggali nilai-nilai akhlak secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Nashoihul Ibad memuat berbagai nilai pendidikan akhlak seperti keikhlasan, kesabaran, kejujuran, qana’ah, keadilan, dan sifat wara’. Nilai-nilai tersebut sangat sesuai dengan kebutuhan pendidikan masa kini dalam rangka membentuk karakter peserta didik yang berakhlak dan berintegritas. Gagasan Syeikh Nawawi al-Bantani dalam kitab ini memberikan sumbangsih besar terhadap pengembangan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA DI KELAS VII MTS AL-GHOZALY TAHUN AJARAN 2025/2026 Lailia Nur Baity; Ahmad Zuhdi; Fatiatun Fatiatun
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol. 5 No. 1 (2025): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v5i1.9729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa di kelas VII MTs Al-Ghozaly tahun ajaran 2025/2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pretest-posttest non-equivalent control group. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VII C sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan kelas VII D sebagai kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol (p > 0,05). Namun demikian, hasil uji gain menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep pada kelas eksperimen dengan kategori sedang, sedangkan pada kelas kontrol peningkatannya rendah. Hal ini menunjukkan bahwa secara praktis, penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional, meskipun belum menunjukkan signifikansi secara statistik. Dengan demikian, model ini tetap relevan digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa.
EXPLORING THE TAMASYA (“TAKALLAM LI AJLI SA‘ĀDAH”) PROGRAM: A QUALITATIVE STUDY OF HOW SPEAKING-HABIT INNOVATION FOSTERS STUDENTS’ INTEREST IN LEARNING ARABIC AT MTs MA’ARIF TIENG, WONOSOBO Siti Nurul Anjani Safitri; Asep Sunarko; Ahmad Zuhdi; Moh Ali Khusein; Qurroti A’yun
Lugawiyyat Vol 8, No 1 (2026): Lugawiyyat
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/lg.v8i1.40270

Abstract

This qualitative descriptive study examines the TAMASYA (Takallam li Ajli Sa‘ādah) program at MTs Ma’arif Tieng, Wonosobo, and explores how it nurtures students’ interest in learning Arabic. Data were collected through in-depth interviews with an Arabic teacher, observations of activities in classrooms and school spaces, and analysis of program documents and learning materials. Data were analyzed iteratively through reduction, display, and conclusion drawing; credibility was enhanced through triangulation. Findings show that TAMASYA runs as a sustained routine: daily greetings and functional expressions, thematic mufradāt, simple hiwār, istimā‘–taqlīd, and language games, reinforced by weekly vocabulary and partial Arabic classroom instructions. Implemented inside and outside class and aligned with lesson content, the program provides meaningful exposure that lowers anxiety, increases participation, and strengthens confidence to produce simple utterances and respond to Arabic instructions. Consequently, Arabic is perceived as more relevant and less intimidating, supporting higher motivation and interest. It emphasizes consistency, enjoyment, and humane feedback in speaking practice.