Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sewagati

“Actuarial Science Online Short Course : A10 Financial Mathematics (ASOSC)” Sebagai Upaya Pemberian Dukungan Bagi Calon Peserta Ujian Profesi Aktuaris di Indonesia Ulil Azmi; Wawan Hafid Syaifudin; Galuh Oktavia Siswono; Raden Mohamad Atok; Imam Safawi Ahmad; Pratnya Paramitha Oktaviana; Checellya Maitriani
Sewagati Vol 6 No 3 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.402 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i3.200

Abstract

Profesi aktuaris sangat digemari oleh masyarakat Indonesia karena luasnya prospek kerja yang ditawarkan serta adanya peraturan Menteri Keuangan tahun 2016 yang mewajibkan penugasan dan laporan aktuaris di tandatangani oleh Aktuaris Publik. Seorang aktuaris memiliki syarat yaitu harus lulus pada 10 ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI). Tingginya kebutuhan tenaga aktuaris tidak diimbangi oleh peningkatan jumlah aktuaris di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah gagal dalam ujian PAI. Salah satu mata ujian yang diujikan oleh PAI adalah A10, yaitu matematika finansial. Mata ujian A10 merupakan materi paling dasar pada seluruh mata ujian profesi aktuaris. Apabila seorang peserta telah berhasil menyelesaikan mata ujian A10, maka peserta tersebut dapat melanjutkan ujian ke tingkat berikutnya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, tim pengabdi mengidentifikasi bahwa salah satu cara untuk mendukung para peserta ujian PAI serta membantu pemerintah dalam meningkatkan jumlah aktuaris di Indonesia adalah dengan menyelenggarakan pelatihan/short course pada mata ujian A10. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah observasi, bimbingan dan evaluasi yang diikuti oleh peserta selama empat hari dalam bentuk penyampaian konsep dasar materi oleh narasumber, pembahasan soal yang didampingi oleh asisten narasumber serta pre-test dan post-test. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta untuk lulus ujian PAI pada subjek A10.
Peningkatan Pendapatan UMKM di Kabupaten Lumajang melalui Pendampingan Kemasan dan Pemasaran Produk Soedarso; Christiono Utomo; Adi Suryani; Endarko; Imam Safawi Ahmad
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2732.323 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.466

Abstract

Beberapa hal yang menjadi permasalahan dari tumbuhnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah masalah terkait kemasan, branding, dan strategi pemasaran. Mayoritas UMKM hanya berfokus pada produksi tanpa memikirkan media kemasan yang menarik pelanggan, mempromosikan produk, dan cara memasarkan produknya secara lebih luas. Permasalahan ini juga ditemukan pada pelaku UMKM di Kabupaten Lumajang. Maka perlu dilaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM untuk membuat desain kemasan produk dan pemasaran produk. Pendampingan kepada UMKM ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk UMKM. Desain kemasan produk yang menarik akan meningkatkan minat konsumen untuk membeli produk UMKM. Pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaran akan meningkatkan jumlah konsumen. Peningkatan penjualan produk UMKM akan berkorelasi dengan meningkatnya pendapatan UMKM. Sehingga pelaku UMKM dapat menjadi pengusaha yang inovatif, memiliki nilai tambah, berdaya saing tinggi, memperluas lapangan pekerjaan, serta memperluas dan memperkuat relasi.
Transformasi Limbah Organik Menjadi Eco enzyme Dalam Upaya Perbaikan Kualitas Udara Untuk Mencegah Stunting di Kabupaten Malaka Syafei, Arie Dipareza; Assomadi, Abdu Fadli; Febrianto, Arry; Muzakky, Achmad; Ahmad, Imam Safawi; Parmawati, Rita; Wulandari, Prisca Kiki; Nugroho, Agung Murti; Sudarmaji, Sudarmaji; Adriyani, Retno; Arfiani, Novi Dian
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.8309

Abstract

Kabupaten Malaka, NTT, menghadapi krisis pengelolaan sampah akibat tidak adanya TPA. Timbulan yang dihasilkan hingga 27.885,12 juta ton pertahun. Masyarakat membakar sampah untuk mengurangi volume sampah yang ada. Pembakaran sampah melepaskan polutan berbahaya, seperti partikel halus PM2.5, karbon monoksida (CO), dioksin, furan, sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan senyawa organik volatil (VOC). Polutan ini meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan stunting. Pengabdian masyarakat ini memperkenalkan eco-enzyme solusi penjernih udara alami. Metode kegiatan menggabungkan sosialisasi dampak polusi udara dan demonstrasi pembuatan eco-enzyme. Sebanyak 30 peserta terlibat dalam demonstrasi langsung pengolahan sampah organik. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan yang signifikan. Peserta yang memahami hubungan pembakaran sampah dan polusi udara meningkat dari 67% menjadi 90%. Selain itu, keterampilan praktis pembuatan eco-enzyme meningkat dari 13% menjadi 93%. Kegiatan ini membuktikan bahwa eco-enzyme tidak hanya menjadi solusi sederhana untuk mengurangi polusi udara dan sampah organik, tetapi juga strategi efektif untuk pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat, mencegah stunting, dan dapat mengurangi volume sampah. Program ini diharapkan dapat berlanjut melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malaka guna mendistribusikan eco-enzyme sebagai pembersih udara kepada masyarakat. Selain itu, diperlukan evaluasi dan pemantauan hasil secara hybrid untuk memudahkan komunikasi dan menangani kegagalan dalam pembuatan eco-enzyme.