Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS KEAMANAN LERENG BENDUNGAN UTAMA PADA BENDUNGAN BENEL DI KABUPATEN JEMBRANA I G. N. Putu Dharmayasa; I W. Redana; Tjok Gde Suwarsa Putra
JURNAL SPEKTRAN Vol. 2, No.2, Juli 2014
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.213 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2014.v02.i02.p09

Abstract

Development of dam very important for community surrounding the dam. To maintain that the benefits can be continued, it is necessary to review whether the safety of dams already meet the expected requirements. Dam safety to be reviewed when the dam was built and when the dam operating at this time. Security conditions associated with changes in water level on the upstream dam that affects the seepage on the body of dam and seepage under the dam. The water level also affects the slope of the dam when the dam has been operating.  Evaluation of the safety of the dam was conducted on Benel dam which located in Melaya District, Jembrana Regency, Bali Province. The results of the calculation of seepage (q) in the dam body with SEEP/W and flownet shows that, seepage discharge (q) which passes through under the dam and the body of dam is less than 1% (4.9206 m3/second) against the average flood discharge, so it has met the security requirements. Dam safety factor calculations without seismic load and with seismic load, for upstream slope and downstream slope when the dam was constructed,  when operating with flood water level,  when operating in the rainy season (normal water level),  when operating in the dry season (minimum water level) and with rapid draw down condition, with SLOPE/W and the Bishop method, the safety factor obtained more than minimum requirement by RSNI M-03-2002.
Analisis Dinding Penahan Tanah Dengan Pondasi Tiang Bor (Studi Kasus Tower Pln No. 71 Sutt 150 Kv Di Jalan Gatot Subroto Barat Denpasar) IGNP Dharmayasa; IGIB Eratodi
Dinamika Rekayasa Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2016
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2016.12.2.151

Abstract

Pemenuhan kebutuhan terhadap listrik sangat tinggi dan memerlukan jaringan yang mampu menjangkau ke seluruh pelanggan. Jaringan untuk mendistribusikan  listrik ke masyarakat sangat kompleks terdiri dari jaringan bawah tanah dan tiang-tiang serta tower. Bangunan tiang-tiang dan tower-tower tersebut sering menimbulkan masalah dalam pengunaan lahan karena memerlukan tempat yang cukup luas. Masalah penggunaaan lahan ini banyak timbul di daerah perkotaan karena semakin sulitnya lahan yang tidak terpakai dan harga lahan yang mahal. Salah satu lokasi yang mengalami permasalahan adalah di daerah Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar. Permasalahan yang terjadi di daerah ini adalah tower milik PLN yaitu tower SUTT 150 kV no.71 menghalangi jalan masuk ke lahan milik warga, sehingga harus melakukan rekayasa dinding penahan tanah dan pondasi dengan memotong sebagian tanah timbunan serta dinding penahan tanah tanpa mengurangi keamanan konstruksi tower SUTT. Untuk mengatasi masalah tersebut direncanakan suatu dinding penahan tanah dari tiang bor (bored pile) untuk mengganti dinding penahan tanah tipe gravitasi yang telah digunakan sebelumya. Sebelum dilakukan perhitungan perlu dilakukan penyelidikan kondisi tanah dasar di lokasi proyek sehingga dapat direncanakan dinding penahan tanah yang sesuai dan memadai. Setelah melakukan penyelidikan tanah di laboratorium dihasilkan nilai sudut geser tanah (ϕ) = 30º dan berat volume (γ) = 1,6 gr/cm3 dan setelah melakukan analisis pada dinding penahan tanah diperoleh nilai momen maksimum (M maks) = 2384,248 kg.m dan gaya geser maksimum (D maks) =  1098,952 kg.  Hasil perhitungan bahan dinding penahan tanah digunakan beton bertulang dinding susunan bored piled diameter 40 cm dengan kedalaman pancang 4,5 m dari tanah eksisting dan tinggi dinding penahan tanah 3,5 m diatas tanah, sehingga dibutuhkan struktur beton bertulang tiang bor (bored piled) panjang 8 m sebanyak 35 buah. Struktur beton bertulang bored piled diameter 40 cm menggunakan tulangan utama longitudinal 6D16 (6 buah besi ulir  dengan diameter 16 mm) dan tulangan geser menggunakan Ø10-250 (besi polos diameter 10 mm dengan jarak 250 mm).  Luas lahan baru yang didapatkan akibat pengurangan eksisting 10,20 x 13,10 m2 menjadi 5,2 x 6,3 m2, di bagian utara (depan) diperoleh  lahan sebesar 5,0 x 11,7 m2 dan jalan akses di bagian timur dari 2,5 m menjadi 3,9 m.
Pelapisan (Coating) Sebagai Upaya Perawatan Struktur Pondasi Tiang Pancang di Jalan Tol Bali Mandara I Gusti Ngurah Putu Dharmayasa; Putu Ariawan; Ni Putu Asri Nilayanti
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2023.V1002.086-92

Abstract

Pekerjaan pelapisan (coating) termasuk proses penting dalam menjaga keawetan suatu komponen struktur tiang pancang Jalan Tol Bali Mandara. Dalam penelitian ini, sumber data diperoleh dari observasi di lapangan. Pekerjaan coating pada tahun 2022 dilakukan oleh PT. Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) selama 1 bulan dengan melibatkan 40 pekerja. Coating dilakukan pada bagian upper structure dari pondasi tiang pancang Jalan Tol Bali Mandara pada 3 lokasi yaitu bagian akses Ngurah Rai, area mainroad dan area RAMP-4. Proses coating tiang pancang ini melalui 2 tahapan pekerjaan di antaranya pembersihan tiang pancang dan pelapisan tiang pancang. Untuk coating digunakan 2 bahan pelapis yaitu lapisan antifouling dan lapisan waterproofing yang mempunyai ketahanan sampai 5 tahun di lingkungan air laut. Jumlah total struktur pada tiang pancang yang dilapisi (coating) mencapai 1490 bagian, yang meliputi bagian akses Ngurah Rai 226 bagian struktur, mainroad sebanyak 1076 bagian struktur dan pada bagian RAMP-4 sebanyak 188 bagian struktur. Pemeliharaan struktur pondasi tiang pancang dengan coating akan dapat memperlambat kerusakan, sehingga tetap memenuhi standar keamanan dan beroperasi sesuai dengan umur rencana yang telah ditentukan.
Pengaruh Komposisi Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan Beton Fany Hasbhi Noerangga; I Gusti Ngurah Putu Darmayasa; Putu Ariawan; Komang Agus Ariana
Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/reinforcement.v2i1.4690

Abstract

Beberapa penelitian telah dilakukan terkait bahan pengganti dalam campuran beton, namun masih terdapat keterbatasan dalam menemukan bahan yang dapat sepenuhnya menggantikan komponen utama dalam pencampuran beton. Oleh karena itu, penelitian ini mengadopsi metode eksperimen di laboratorium Universitas Pendidikan Nasional Denpasar dengan membuat benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, yang kemudian menjalani tahap perawatan selama 28 hari. Variasi penambahan abu sekam padi dalam komposisi beton direncanakan sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%, dengan menggunakan faktor air semen sebesar 0,5. Sebanyak 16 benda uji dipersiapkan, dengan setiap variasinya memiliki 4 benda uji. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa nilai tertinggi dari rata-rata kuat tekan beton terdapat pada beton dengan komposisi abu sekam padi 5%, mencapai 15,19 MPa. Sementara itu, nilai terendah terdapat pada komposisi abu sekam padi 15%, yaitu sebesar 4,47 MPa. Meskipun demikian, nilai tersebut masih berada di bawah kuat tekan beton normal. Penelitian ini memberikan wawasan bahwa penambahan abu sekam padi dapat memengaruhi kuat tekan beton, dan hasilnya dapat bervariasi tergantung pada jumlah abu sekam padi yang ditambahkan. Meskipun nilai kuat tekan pada beberapa komposisi masih di bawah beton normal dimana beton normal memiliki nilai kuat tekan beton sebsesar 16,89 MPa, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dalam mencari bahan pengganti yang lebih efektif dalam campuran beton.
Evaluasi SMK3 pada Proyek Gedung/Ruang Baru Puskesmas Abang II pada Masa Pandemi Covid-19 I Komang Agus Ariana; I Nengah Sidiana; I Gusti Ngurah Putu Dharmayasa; Putu Budiarnaya
Journal of Mandalika Literature Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v5i4.3635

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam proyek pada masa pandemi Covid-19 merujuk pada penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan proyek konstruksi yang diperlukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan pekerja dan masyarakat disekitarnya. Proyek perencanaan Penambahan Gedung/Ruang Baru Puskesmas Abang II di Kabupaten Karangasem merupakan salah satu proyek konstruksi yang berjalan di masa pandemi Covid-19, proyek ini memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi dikarenakan proses pengerjakan pekerjaan ini dimulai dengan mebongkar bangunan lama serta membuat bangunan baru dengan struktur lantai II. Maka dari itu perlu adanya penelitian tentang penerapan SMK3 pada masa pandemi Covid-19 di Proyek Penambahan Gedung/Ruang Baru Puskesmas Abang II di Kabupaten Karangasem. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian faktor – faktor yang berpengaruh dalam penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja dikelompokkan menjadi 4 faktor yaitu, faktor perencanaan, faktor pelaksanaan, faktor pengawasan, dan faktor pelatihan K3, dalam penelitian ini faktor perencanaan memiliki nilai faktor yang paling berpengaruh dalam penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), dengan nilai rata-rata sebesar 3,32. Tindakan dalam penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja dikelompokkan menjadi 4 tindakan yaitu, tindakan perencanaan, tindakan pelaksanaan, tindakan pengawasan, dan tindakan pelatihan K3, dalam penelitian ini tindakan pelatihan K3 memiliki nilai tindakan yang paling tepat dalam penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), dengan nilai rata-rata sebesar 3,38.
Cooperative learning innovation in internalizing the Tri Silas concept Pradhana, I Putu Dharmawan; Ariantini, Ni Luh Made Pande; Sariani, Ni Luh Putu; Sihaloho, Andreas Pratama; Dharmayasa, I Gusti Ngurah Putu
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v10i12023p053

Abstract

Abstrak: Konsep Tri Silas merupakan salah satu kearifan lokal yang sangat efektif diterapkan di dalam dunia pendidikan, khususnya di dalam proses belajar mengajar yang bersifat nonformal. Hal ini menciptakan inovasi di bidang pendidikan dengan menitikberatkan pada perkembangan karakter pada peserta didik khususnya di bidang seni tari di Bali. Hal ini juga menarik apabila dikombinasikan dengan metode cooperative learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja para pelatih tari dalam menerapkan inovasi Pendidikan berbasis kearifan lokal oleh pelatih seni tari Sanggar Puri Agung JroKuta melalui internalisasi konsep Tri Silas. Para informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Triangulasi teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi dari konsep Tri Silas dan penerapan cooperative learning di Sanggar Seni Puri Agung JroKuta efektif diterapkan. Hal ini dilihat dari sinergi antara pelatih dan anak didik yang harmonis. Anak didik mendapatkan ilmu dalam seni tari sekaligus pengembangan karakter yang baik. Kinerja dari pelatih tari sangat optimal dalam membimbing anak-anak.Abstract: The Tri Silas concept is one of the local wisdoms that is very effectively applied in education, especially in non-formal teaching and learning processes. This creates innovation in the field of education by focusing on character development in students, especially in the field of dance in Bali. It is also interesting when combined with cooperative learning methods. This study aimed to determine the performance of dance trainers in implementing educational innovations based on local wisdom by dance trainers at Puri Agung JroKuta Art Studio by internalizing the Tri Silas concept. The informants were selected using a purposive sampling technique. Triangulation techniques used were observation, interviews, and documentation. The research results show internalization of the Tri Silas concept and the application of cooperative learning at the Puri Agung JroKuta Art Studio were effective. This is evident in the harmonious synergy between trainers and students. Students gain knowledge in the art of dance and develop good character. The performance of the dance trainer is very optimal in guiding the students.
Pengaruh Lingkungan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Proyek Konstruksi Pembangunan Gedung Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan, Bali Dharmayasa, I Gusti Ngurah Putu; Ariana, I Komang Agus; Riana, I Nengah; Budi Arnaya, Putu; Atmaja, I Gusti Ngurah Nyoman Tri Werdi
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1201.053-059

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) memiliki peran vital dalam pencapaian tujuan perusahaan, baik yang berskala besar maupun kecil. Pengelolaan SDM menjadi sangat penting, terutama dalam era globalisasi, karena keberhasilan perusahaan sangat bergantung pada kompetensi karyawan. Karyawan memiliki sejumlah hak, seperti upah yang layak, jam kerja yang wajar, waktu istirahat dan cuti yang memadai, pelatihan, pendidikan, serta jaminan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan kesehatan terhadap kinerja karyawan di proyek konstruksi Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Tabanan. Data dikumpulkan melalui survei kuantitatif menggunakan kuesioner yang melibatkan 75 responden. Hubungan antara variabel lingkungan kerja (X1) dan kesehatan (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) dianalisis menggunakan metode regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang baik dan kondisi kesehatan yang optimal berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Hal ini menegaskan pentingnya menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat untuk meningkatkan produktivitas serta mencapai tujuan organisasi. Untuk tetap kompetitif di industri konstruksi, perusahaan perlu memprioritaskan kesejahteraan karyawan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.
Identifying Key Factors Causing Flooding Using Machine Learning Gama, Adie Wahyudi Oktavia; Dennatan, Monalisa; Dharmayasa, I Gusti Ngurah Putu; Maw, Me Me; Sugiana, I Putu; Suryanti, Irma
Journal of Applied Data Sciences Vol 6, No 1: JANUARY 2025
Publisher : Bright Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47738/jads.v6i1.463

Abstract

The impact of flooding extends beyond physical and infrastructural damage, affecting social, economic, and environmental dimensions. This study aims to identify the key factors influencing flooding by developing a decision tree model. The research method applies the C4.5 algorithm to build a decision tree model using flood factors such as rainfall, soil type, elevation, land use, and distance from rivers. The model is then applied to 57 past flood data events to determine key contributors to flooding in Denpasar City, Bali, Indonesia. The analysis showed that land elevation is the most influential factor, with areas below 28 meters above sea level having a 71% likelihood of being flood vulnerability. Additionally, the model reveals unknown patterns contributing to flood vulnerability among the factors considered. These insights give a deeper understanding of how these factors combine to affect flood vulnerability. The model's effectiveness was evaluated using a confusion matrix, resulting in an accuracy rate of 90%, a precision rate of 100%, a sensitivity rate of 90%, a specificity rate of 100%, and a F1 Score rate of 94%, demonstrating its strong predictive power in identifying areas at risk of flood vulnerability. Although this study is limited by the availability of data, the focus on Denpasar City, and the potential omission of other relevant attributes, it advances flood risk assessment by applying machine learning to provide practical insights that could enhance flood management strategies, with potential applications to other urban areas facing similar risks.
Kesesuaian Lahan Sawah Dilindungi (LSD) terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Denpasar Graha, I Made Satya; Putri, Putu Indah Dianti; Dharmayasa, I Gusti Ngurah Putu
Geo-Image Journal Vol 12 No 2 (2023): Vol 12 No 2 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v12i2.64649

Abstract

Lahan Sawah Dilindungi (LSD) merupakan isu yang berpengaruh terhadap tata ruang di Indonesia, termasuk Kota Denpasar. LSD dimaksudkan untuk menjaga keberlangsung lahan sawah, sehingga swasembada beras tetap terjamin ditengah keterbukaan investasi di Indonesia. LSD perlu tersinkornisasi terhadap rencana tata ruang untuk mewujudkan tata ruang yang harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian LSD terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukan bahwa seluas 570,3 delineasi LSD tidak terakomodir dalam RTRW dan terdapat 292,57 Ha kawasan pertanian RTRW diluar LSD yang dapat dipertimbangan menjadi LSD. Berdasarkan analisis ZNT, total Rp. 40,062,807,707,060.00 masuk dalam LSD, sehingga berpotensi terjadinya penurunan harga tanah dikarenakan tidak dapat dibangun. TDR dapat dijadikan pertimbangan kebijakan untuk menjaga keadilan sosial-ekonomi masyarakat.
Analisis Manajemen Limbah Konstruksi Untuk Konstruksi Berkelanjutan (Studi Kasus Pembangunan Perumahan Family 100 di Denpasar) Made Anom Dwiadnya Adipta; I Komang Agus Ariana; I Gusti Ngurah Putu Dharmayasa; I Gusti Agung Ananda Putra; I Ketut Nuraga
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i3.5301

Abstract

Rapid development in the construction sector often generates large amounts of waste that negatively impact the environment and project efficiency. This study aims to analyze construction waste management in support of sustainable construction, with a case study on the Family 100 Housing development project in Denpasar. The research method used was descriptive quantitative with data collection through observation, interviews, and distribution of questionnaires to 30 respondents consisting of related parties in the project. The data was analyzed using Microsoft Excel based on the parameters of the Green Building Council Indonesia (GBCI) version 1.1 of 2016. The results show that the most dominant type of waste produced is residual materials such as concrete, wood, and plastic. Waste management practices include reuse, resale, and recycling. Despite some good waste management efforts, there are still discrepancies with some GBCI parameters. This study concludes that construction waste management in the Family 100 Housing project has begun to lead to sustainable practices, but improvements are still needed in formal policies and supporting facilities to be more in line with green construction principles. This research is expected to be a reference for contractors and stakeholders in implementing effective and environmentally friendly construction waste management