Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Kompos dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa di SD Negeri 3 Bitera Sulistyawati, Ida Ayu Putu Eka; Dharmayasa, I Gusti Ngurah Putu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1225

Abstract

Sampah organik di lingkungan pendidikan menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius karena pengelolaan yang tidak tepat dapat berdampak pada kesehatan dan kualitas lingkungan. Jika dibiarkan terurai tanpa pengolahan yang baik, sampah organik berpotensi mencemari udara dan tanah. Padahal, apabila dikelola dengan benar, sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menjaga kesuburan tanah. Di SDN 3 Bitera, keterbatasan pemahaman siswa tentang pemilahan dan pengolahan sampah menyebabkan penumpukan sampah organik di beberapa area sekolah. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, dilakukan penyuluhan, pembelajaran, dan praktik langsung pembuatan kompos sederhana untuk membantu siswa memahami cara mengelola sampah organik secara tepat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap jenis-jenis sampah organik dan proses pengolahannya menjadi pupuk kompos. Kompos yang dihasilkan juga dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di kebun sekolah. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan lingkungan, membentuk karakter peduli lingkungan, serta mengembangkan keterampilan praktis siswa dalam pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Meningkatkan Kesehatan Siswa SD Negeri 4 Bebandem Avani, Ida Ayu Wayan Zeiya Emilia; Dharmayasa, I Gustu Ngurah Putu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1227

Abstract

Kondisi kesehatan anak di tingkat sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang mereka bangun setiap hari. Sayangnya, di banyak sekolah, perilaku menjaga kebersihan belum sepenuhnya menjadi bagian dari rutinitas siswa. Minimnya pemahaman serta kurangnya pembiasaan membuat praktik hidup sehat belum berjalan secara konsisten di lingkungan sekolah. Program Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKN) digunakan untuk melaksanakan proyek pengabdian masyarakat ini, yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku, sikap, dan pengetahuan siswa PHBS di SD Negeri 4 Bebandem. Melalui kuliah interaktif, debat, refleksi, praktik langsung, permainan edukatif, dan penggunaan media visual, PHBS dididik dan disosialisasikan sebagai bagian dari strategi implementasi. Siswa kelas lima di SD Negeri 4 Bebandem menjadi sasaran kegiatan ini. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut, semua indikator PHBS (Kebersihan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) meningkat: pemahaman siswa tentang PHBS naik dari 45% menjadi 85%, praktik mencuci tangan dengan sabun meningkat dari 40% menjadi 80%, pembuangan sampah yang tepat meningkat dari 55% menjadi 90%, dan tingkat partisipasi aktif meningkat dari 60% menjadi 90%. Kebiasaan hidup bersih dan sehat anak-anak sekolah dasar telah meningkat berkat program ini, yang berpotensi untuk diimplementasikan secara stabil di lingkungan pendidikan.
Peningkatan Kesadaran Kebersihan Lingkungan Sejak Dini Melalui Edukasi Pemilahan Sampah (3R) di SDN 3 Bitera Putri, Ida Ayu Made Intan; Dharmayasa, I Gusti Ngurah Putu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1226

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah limbah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, masalah pemilahan limbah di sekolah menjadi semakin mendesak. Kurangnya pemahaman siswa tentang berbagai jenis limbah dan pentingnya pemilahan limbah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah merupakan salah satu masalahnya. Tujuan program layanan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang nilai pemilahan limbah serta penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di SDN 3 Bitera. Tahap persiapan dan tahap implementasi merupakan dua fase yang membentuk teknik implementasi. Selama tahap implementasi, siswa kelas lima berpartisipasi dalam kegiatan seperti sosialisasi pemilahan sampah, permainan edukatif, praktik pemilahan sampah secara praktis, dan penerapan konsep 3R menggunakan barang-barang bekas. Seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan persentase siswa yang memahami sebelum dan setelah kegiatan pendidikan, hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa tentang berbagai jenis sampah dan penerapan konsep 3R. Perilaku siswa dalam membuang sampah sesuai jenisnya juga berubah sebagai hasil dari kegiatan ini, selain peningkatan pengetahuan mereka. Secara keseluruhan, program pendidikan ini secara positif mempengaruhi perkembangan kesadaran lingkungan dan pembentukan kebiasaan pembersihan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Analisis karakteristik dan tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali Ni Luh Jaya Anggreni; I Gusti Ngurah Putu Dharmayasa
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa 41-47
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.13.1.9103.41-47

Abstract

Rapid population growth leads to the expansion of residential areas, increasing the demand for land. Unpreparedness in anticipating the speed and dynamics of urban growth can result in the emergence of slum settlements. This study focuses on the settlements in Pengambengan Village, Jembrana Regency, Bali, which are predominantly inhabited by fishermen and are considered to be slums. If the growth of these slum settlements is not controlled, the environmental quality will continue to decline as these settlements expand. Therefore, it is crucial to understand the characteristics of these settlements. To understand the characteristics of these slum settlements, it is crucial to examine their features. Through this research, an analysis will be conducted to determine the characteristics of the slum settlement in Pengambengan. This study employed a mixed-method approach, combining data collection through observation and interviews, as well as data collection from various sources to complement existing survey results. The collected data was then analyzed and assessed based on the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing of the Republic of Indonesia Number 14/PRT/M/2018. The results of the analysis, which align with the 7 slum conditions including building structures, roads, water supply, drainage system, wastewater management, waste management, and fire protection, yielded a total score of 18. This indicates that the residential in Pengambengan is at a mild level of slum conditions. Despite being relatively low in slum severity, two important aspects should be noted-the provision of qualified drinking water and awareness of fire hazards, as these could have severe consequences for the residents of Pengambengan.
NASA Power’s: an alternative rainfall data resources for hydrology research and planning activities in Bali Island, Indonesia I Gusti Ngurah Putu Dharmayasa; Cathleen Ariella Simatupang; Doni Marisi Sinaga
Journal of Infrastructure Planning and Engineering 1-7
Publisher : Master Program of Infrastructure and Environmental Engineering, Postgraduate Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jipe.1.1.2022.1-7

Abstract

Rainfall data is critical for planning and research in the field of hydrology. Rainfall data must be available continuously, which means it must be recorded continuously. This recording will continue since numerous projects in the field of hydrology require continuous rainfall data. Although rainfall data are collected and recorded daily, some stations frequently have insufficient rainfall records, particularly in developing countries such as Bali, Indonesia. These issues may impair the quality of rainfall data, resulting in inaccuracies in the analysis results. To address this issue, we need a reliable source of rainfall data, one of which is NASA Power, which provides rainfall data for free. NASA Power rainfall data is then compared to observed rainfall data. The comparison of the two rainfalls is measured by a statistical parameter, namely the correlation coefficient. Based on the comparison between lowland and highland areas, the average daily rainfall from NASA Power tends to be lower than the average daily rainfall from observation stations. Meanwhile, from the correlation coefficient value (r) of the comparison of rainfall observations and NASA Power, a considerably high correlation coefficient value (> 0.7) was observed. Thus, it can be suggested that the rainfall data from NASA Power for hydrology research and planning activities in Bali Island, Indonesia.
EVALUASI TEKNIS DAN EFISIENSI MATERIAL PONDASI DANGKAL DAN DALAM PADA TANAH LEMPUNG LUNAK DI KAWASAN PARIWISATA BALI Dharmayasa, I Gusti Ngurah Putu; Mustajib, M. Alif Dzikri; Tapa, I Gede Fery Surya; Indrashwara, Decky Cipta
Jurnal Teknik Gradien Vol 18 No 01 (2026): JURNAL TEKNIK GRADIEN (On progress)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v18i01.1764

Abstract

Pembangunan villa di kawasan Pangkung Tibah, Tabanan, Bali menghadapi tantangan geoteknik berupa tanah lempung lunak bekas sawah dengan daya dukung rendah dan kompresibilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi teknis pondasi dangkal (telapak) dan pondasi dalam (bored pile) pada kondisi tersebut. Gap penelitian terletak pada belum adanya studi yang mengintegrasikan analisis beban aktual dari pemodelan struktural dengan efisiensi material beton untuk lokasi dengan tanah keras pada kedalaman dangkal (5 m). Data sekunder berupa beban aksial (16.236 kg) dan momen (4.793,5 kg·m) dari dokumen perencana serta uji sondir (CPT) dianalisis menggunakan metode Meyerhoff untuk pondasi dangkal dan pondasi bored pile. Hasil menunjukkan seluruh variasi pondasi dangkal (1,6–2,0 m) tidak aman karena qall (4,96–5,29 ton/m²) < qmax (7,65–13,36 ton/m²) serta e > B/6 pada B < 1,8 m. Sebaliknya, bored pile diameter 20–35 cm dengan panjang 5 m aman secara teknis (Pall 18,32–52,00 ton > 16,236 ton). Meskipun volume beton bored pile 24,19–32,94% lebih besar akibat pile cap, keamanan teknis menjadi prioritas. Kesimpulannya, bored pile direkomendasikan untuk menjamin stabilitas struktur pada lahan bekas sawah dengan tanah keras pada kedalaman 5 m.