Claim Missing Document
Check
Articles

Total Phenol Content of Avicennia marina Leaf and Its Relationship to the Environmental Quality Hastuti, Endah Dwi; Izzati, Munifatul; Darmanti, Sri
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 12, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v12i3.23957

Abstract

Environmental dynamic in the coastal area is suggested to affect the metabolite concentration in mangrove plants. This research aimed to study the concentration of total phenol in A. marina leaf and to analyze the effect of environmental parameters on total phenol content dynamics. Environmental parameters studied in this research was temperature, pH, DO, and salinity, as well as N, P, and C sediment content. Data analysis was carried out through multiple regression of natural logarithm transformed data. Laboratory analysis resulted the value of total phenol content in A. marina leaf ranging from 0.88 – 1.62% with the average concentration of 1.28 ± 0.28%. Regression analysis resulted the significant effect of temperature, DO, and sediment content P and C expressed in the formula: ln(TP) = 31.229 – 7.224ln(T) – 0.067ln(DO) – 1.054ln(P) – 1.241ln(C). The research implicated that the increasing value of those factors was approaching the suitable condition for A. marina. Thus, instead of increasing the phenol concentration, the parameters negatively effect the secondary metabolite. The result showed that increasing temperature, DO, and content of P and C reduced the stress in A. marina and reduce total phenol content. This suggests that low temperature, DO, P and C concentration provides more potential of phenolic products from A. marina. 
Effect of Hydrogen Peroxide (H2O2) on Different Levels of Water Availability on Vegetative Growth of Soybean Plants [Glycine max (L.) Merr.] Argomulyo Varieties Ika Shintya; Sri Widodo Agung Suedy; Endah Dwi Hastuti
Bioscience Vol 4, No 1 (2020): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.982 KB) | DOI: 10.24036/0202041107547-0-00

Abstract

The soybean [Glycine max (L.) Merr.] is one of the important sources of vegetable protein and agricultural commodities in Indonesia, but its productivity is uncertain due to various factors, one of which is the availability of water. Low water availability in the growing environment can cause soybean plants to suffer from drought stress. Giving hydrogen peroxide to plants experiencing drought stress in optimum concentration can increase the plant's oxidative defense system. This study aims to determine the effect of treatment on the vegetative growth of Argomulyo variety soybean plants. The study used a factorial completely randomized design (CRD) design with 2x4 treatment and 5 replications. The parameters observed were plant height, number of leaves, leaf area, and fresh dry weight of the root canopy at the level of water availability 100% and 35% field capacity by spraying hydrogen peroxide concentrations of 0 mM, 0.5 mM, 1 mM, and 2 mM. The results were analyzed by ANOVA and DMRT test with a significance level of 0.05. The level of water availability influences plant height, number of leaves, leaf area, and fresh dry weight of the root canopy. The results show a 100% water availability level has a higher yield. Keywords: soybean, hydrogen peroxide, stress, growth
Analisis Hubungan Suhu Air dengan Mortalitas Semai Mangrove pada Tambak Wanamina ENDAH DWI HASTUTI; RINI BUDI HASTUTI
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.2627

Abstract

Pengaruh suhu air terhadap tingkat kelulushidupan semai mangrove dalam tambak wanamina merupakan faktor penting yang perlu dikaji terkait pengembangan penerapan budidaya tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan temporal suhu air, mengamati tingkat kelulushidupan semai mangrove dan menganalisis hubungan suhu air terhadap tingkat kelulushidupan semai mangrove dalam tambak wanamina. Penelitian dilakukan di Desa Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang dari Maret 2015 - Maret 2016 dengan jeda antar pengamatan selama 3 bulan. Sebanyak 54 tegakan semai mangrove masing-masing dari jenis Avicennia marina dan Rhizophora mucronata yang terdistribusi di dalam kolam tambak digunakan sebagai sampel, sedangkan pengamatan suhu dilakukan di sekitar tegakan mangrove yang diamati. Analisis data dilakukan dengan uji-t untuk mengetahui perbedaan tingkat kelulushidupan antar spesies mangrove dan uji regresi untuk mengetahui pengaruh suhu air terhadap tingkat kelulushidupan semai mangrove. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat fluktuasi suhu air dimana pada bulan Maret tercatat memiliki suhu paling tinggi yaitu sebesar 34,2°C yang cenderung mengalami penurunan hingga bulan September sebesar 30,6°C  dan kembali mengalami kenaikan hingga bulan Maret sebesar 34,6°C. Baik A. marina maupun R. mucronata menunjukkan adanya kecenderungan penurunan tingkat kelulushidupan semai antar pengamatan. Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara tingkat kelulushidupan semai A. marina dan R. mucronata. Tingkat kelulushidupan A. marina berkisar antara 5,56% - 14,81% sedangkan R. mucronata berkisar antara 22,22% - 38,89%. Uji regresi menunjukkan adanya pengaruh nyata suhu air terhadap tingkat kelulushidupan semai A. marina dengan persamaan Y = 5,208 - 0,232(X), namun tidak terhadap kelulushidupan semai R. mucronata. Kata kunci: kelulushidupan, semai, suhu, mangrove
Perubahan Pola Alometri Pertumbuhan Ikan Bandeng (Chanos chanos) yang dibudidayakan dalam Tambak Wanamina di Kota Semarang RINI BUDI HASTUTI; ENDAH DWI HASTUTI
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.2628

Abstract

Pertumbuhan alometri ikan Bandeng yang dibudidayakan dalam tambak wanamina merupakan faktor pendukung kegiatan budidaya serta indikator efektivitas struktur tambak yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pertumbuhan ikan Bandeng dan menganalisis pola pertumbuhan ikan Bandeng yang dibudidayakan dalam tambak wanamina. Penelitian dilakukan di Desa Mangunharjo, Tugu, Semarang dari bulan Juli hingga Agustus 2015 dengan pengamatan sebanyak 3 kali.  Perlakuan yang diterapkan yaitu jumlah tegakan meliputi 5 tegakan (P1); 10 tegakan (P2) dan 15 tegakan (P3) dengan variasi jenis mangrove Avicennia marina (V1); Rhizophora mucronata (V2) dan campuran (V3). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat variasi panjang dan berat antar perlakuan budidaya pada masing-masing pengamatan. Laju pertumbuhan rata-rata panjang ikan Bandeng mengalami penurunan yaitu dari 36,4 mm (I); 70,6 mm (II) dan 88,9 mm (III), sedangkan laju pertumbuhan rata-rata berat mengalami peningkatan dari 0,86 gr (I); 5,57 gr (II) dan 12,17 gr (III). Secara umum, ikan Bandeng memiliki pola pertumbuhan alometri negatif dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan beratnya. Pola pertumbuhan ikan Bandeng memiliki variasi yang tinggi pada pengamatan I dengan rerata 2,5861 ± 0,6871, nemun mengalami pemantapan pada pengamatan II dan pengamatan III dengan nilai masing-masing 2,8169 ± 0,3560 dan 2,8317 ± 0,2333. Dapat disimpulkan bahwa struktur tambak wanamina tidak berdampak pada variasi pola tumbuh ikan Bandeng, namun mempengaruhi laju pertumbuhan panjang dan beratnya. Kata kunci: alometri, Bandeng, mangrove, pertumbuhan
ACCUMULATION LEVEL AND POLLUTION STATE OF ZINC (Zn) WITHIN MANGROVE FOREST SEDIMENT AND WATER OF DEMAK COASTAL REGION Endah Dwi Hastuti
Waste Technology Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.96 KB) | DOI: 10.14710/2.2.52-55

Abstract

Zinc (Zn) is essential heavy metal for plant growth, but could be lethal for some aquatic organisms. While its accumulation in mangrove ecosystem increased along with the increasing input to the river runoff. This research aimed to observe the concentration of Zn in mangrove sediment and water within mangrove ecosystem in Demak coastal area and its pollution state. This research was conducted through observation involving 4 sampling stations and 3 sampling transects at each station. Data collection including mangrove structure and concentration of Zn in mangrove sediment and water. The result showed that mangrove distribution along Demak coastal area varied among stations. Station 1 and station 2 consist of Avicennia marina only, while station 3 consist of Avicennia marina and Rhizophora mucronata and station 4 consist of Avicennia marina, Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa. Average sediment heavy metal concentration at each station was: 415.81 mg/kg; 561.15 mg/kg; 486.23 mg/kg and 11,507.18 mg/kg respectively. While average heavy metal concentration in mangrove water was 0.12 mg/l; 0.12 mg/l; 0.09 mg/l and 0.17 mg/l respectively. The concentration of heavy metal in mangrove water of Demak region had exceed the maximum limit allowed by the government; while the sediment concentration of heavy metal had exceed tha suitable concentration for organisms.
Kemampuan Akumulasi Logam Berat Tembaga (Cu) pada Akar Mangrove Jenis Avicennia marina (Forsk.) Dan Rhizophora mucronata (Lamk.) di Lahan Tambak Putri Kusumaning Dewi; Endah Dwi Hastuti; Rini Budihastuti
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No. 4 Oktober 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.359 KB)

Abstract

Aktivitas manusia dalam memanfaatkan pesisir seperti adanya pemukiman, industri serta pertanian sering menghasilkan bahan pencemar dapat membahayakan kehidupan perairan laut tersebut. Salah satu bahan pencemar yang dapat membuat lingkungan tercemar adalah logam tembaga (Cu). Keberadaan mangrove dikawasan perairan pesisir menjadi sangat penting karena vegetasi mangrove mempunyai kemampuan mengakumulasi logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan akumulasi logam berat Cu pada akar mangrove jenis Avicennia marina dan Rhizophora mucronata. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 x 1 dengan 6 kali ulangan. Faktor I jenis (Avicennia marina dan Rhizophora mucronata), Faktor II organ (akar). Parameter penelitian ini yaitu kadar logam berat Cu pada sedimen, air, akar mangrove jenis Avicennia marina dan Rhizophora mucronata serta nilai BCF (Bio Concentration Factor). Hasil penelitian ini menunjukkan kadar logam berat Cu pada sedimen berkisar antara 0,685-1,545 mg/kg dan kadar logam berat Cu pada air berkisar antara 0,0035-0,4765 mg/l. The accumulation of Cu metal at the mangrove root of Avicennia marina is higher. 
KEMAMPUAN AKUMULASI TIMBAL (Pb) PADA AKAR MANGROVE JENIS Avicennia marina (Forsk.) DAN Rhizophora mucronata (Lamk.) DI LAHAN TAMBAK MANGUNHARJO SEMARANG Titi Wulandari; Rini Budihastuti; Endah Dwi Hastuti
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No.2 April 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan di Mangunharjo merupakan kawasan yang dekat dengan aktivitas industri dan pemukiman penduduk. Tingginya aktivitas di kawasan Mangunharjo, dapat mengalirkan berbagai limbah yang dapat menimbulkan pencemaran, salah satunya pencemaran Logam Berat Pb. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan akar dan daun Rhizophora mucronata dan Avicennia marina dalam mengakumulasi polutan logam berat Timbal (Pb). Penelitian dilakukan di lahan tambak Kelurahan Mangunharjo Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2x1: Faktor I yaitu Jenis (Avicennia marina dan Rhizophora mucronata) pada stadium pohon, Faktor II yaitu organ akar dengan dua kali pengambilan sampel dalam jangka waktu 30 hari. Parameter penelitian antara lain kadar logam Pb pada akar mangrove, serta kadar logam Pb pada air dan sedimen. Hasil penelitian dapat diketahui kadar logam Pb dalam air dan sedimen lingkungan tumbuh Avicennia marina berturut-turut adalah 0,36-0,9475 mg/l dan 0,941-1,455 mg/kg. Kadar logam Pb dalam air dan sedimen pada akar Rhizophora mucronata berturut-turut adalah 0,175-0,243 mg/l. Jenis dan Organ tidak berinteraksi karena signifikansinya 0,732 (>0,05). Kemampuan mangrove untuk menyerap logam berat di lingkungan perairan dapat diketahui dengan menghitung Bio Concentration Factors (BCF). Nilai BCF untuk mangrove Avicennia marina dan Rhizophora mucronata berkisar antara 0,0566-0,1068, dengan nilai tertinggi pada akar Rhizophora mucronata (0,2879-0,0638). 
Pengaruh Pupuk Organik Padat dan Cair dari Serasah Mangrove terhadap Pertumbuhan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. var. Numbu) Fransisca Dian Anggraeni; Endah Dwi Hastuti; Sri Haryanti
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 2 Juli 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.129 KB)

Abstract

Produksi Sorgum di Indonesia cenderung mengalami penurunan sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi. Peningkatan produksi tanaman sorgum dilakukan dengan penambahan pupuk organik. Serasah mangrove sangat potensial untuk dijadikan pupuk organik. Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh pupuk organik dari serasah mangrove terhadap pertumbuhan tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. var. Numbu), serta mengkaji dan menganalisis pemupukan manakah diantara pupuk organik padat dan pupuk organik cair dari serasah mangrove yang optimal dalam pertumbuhan tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. var. Numbu). Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap. Dosis pemupukan Po : kontrol, P1 : pupuk organik padat 94.2 gr, P2 : pupuk organik padat 141.3 gr, P3 : pupuk organik cair 50 ml, P4 : pupuk organik cair 100ml. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysist of Variances (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik dari serasah mangrove memiliki kecenderungan meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan panjang daun tanaman sorgum. Pupuk organik padat dari serasah mangrove memiliki kecenderungan lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk organik cair.
INCREASING RISK OF HEAVY METAL CONTAMINATION IN SILVOFISHERY PONDS Endah Dwi Hastuti
BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Vol. 28 No. 1 (2021): BIOTROPIA Vol. 28 No. 1 April 2021
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.6 KB) | DOI: 10.11598/btb.0.0.0.983

Abstract

This research aims to observe the concentration of organic matter, Pb and Cd in a silvofishery pond, to study the toxicity level status, to analyze changes in their concentration within a year’s period, and to analyze the correlation between the concentration and changes. The research was conducted through field observation and laboratory analysis from May 2016 to July 2017, which included five observation activities. Statistical analysis was conducted by using ANOVA and correlation tests. The results show that the concentration of organic matter, Pb and Cd, was increasing in all five observations. Throughout the research, the ranges of organic matter, Pb and Cd, were recorded at 1.60–3.30 mg/kg, 3.130–8.230 mg/kg, and 1.089–2.820 mg/kg, respectively. In all observations, toxicity level showed that Cd concentration in the sediment had exceeded the standards recommended by US EPA (≤1.0 mg/kg) and ANZECC & ARMCANZ (≤1.5 mg/kg), while Pb was within the safe range (≤21 mg/kg and ≤50 mg/kg). The correlation analysis showed that the concentration and accumulation of Pb and Cd were highly related, which indicated the possibility of the same pollutant sources. Recommendations for a better management plan to avoid heavy metal accumulation in silvofishery ponds would include the arrangement of mangrove plants in inlet canals and periodic pruning to hinder heavy metal from returning to the environment through litter fall.
Struktur Komunitas Vegetasi Mangrove Di Pesisir Pantai Kepulauan Karimunjawa Faradis Ulyah; Endah Dwi Hastuti; Erma Prihastanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 1 (2022): January 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.1.176-186

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan yang berada di wilayah intertidal pesisir laut. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis struktur vegetasi mangrove (frekuensi, kerapatan, dominan) dan karakteristik habitatnya (kualitas lingkungan) di kawasan pesisir pantai kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilakukan pada Desember 2019 di 3 stasiun dengan metode plot bertingkat, masing-masing stasiun dibuat 3 transek yang berukuran 10m x 10m (pohon), 5m x 5m (pancang), dan 2m x 2m (semai). Hasil penelitian ditemukan 7 jenis mangrove yaitu Rhizophora stylosa, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Lumnitzera racemosa, dan Ceriops decandra. Indeks nilai penting tumbuhan mangrove pada strata pohon, pancang, dan semai paling tinggi adalah Rhizopora stylosa (244,77%), (163,03%), dan (157,96%).  Nilai kerapatan Rhizopora stylosa tingkat pohon, tingkat pancang dan semai yaitu (2.500-10.100 ind/ha), (10.400-48.400 ind/ha), dan (97.500-280.000 ind/ha). Kondisi lingkungan di sekitar kawasan mangrove yaitu rata-rata suhu (28,75%), pasir (10,75%), lanau (51,46%/), lempung (37,79%), salinitas (26,60%), pH (7,26), DO (3,28 mg/L), N total tanah (0,24%), P total tanah (120,49 ppm), C Organik tanah (2,10%), N total air (0,28%), P total air (0,27 mg/L), C Organik air (1,56 mg/L).ABSTRACTMangroves are a plant that are found in the intertidal area of marine coastal environments. The study aim to analyze structure of mangrove vegetation (frequency, density, and dominance) and the mangrove habitat (environmental condition) in Coastal Coast Karimunjawa Island. The research was conducted in December 2019 at the three stations using the stratified plot method, and one stations divided three observation transects sized 10m x 10m (trees), 5m x 5m (saplings), and 2m x 2m (seedlings). The result of the study found seven mangroves species were Rhizophora stylosa, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Lumnitzera racemosa, and Ceriops decandra. The highest value index of mangroves for trees, saplings and seedlings is the highest Rhizopora stylosa (244,77%), (163,03%), and (157,96%). Density value Rhizopora stylosa in tree level, saplings, and seedlings were (2.500-10.100 ind/ha), (10.400-48.400 ind/ha), dan (97.500-280.000 ind/ha). The environmental conditions around the mangrove area are average temperature (28,75%), sand (10,75%), silt (51,46%/), clay (37,79%), salinity (26,60%), pH (7,26), Dissolved Oxygen (3,28 mg/L), N total land (0,24%), P total land (120,49 ppm), C Organic land (2,10%), N total water (0,28%), P total water (0,27 mg/L), C Organic water (1,56 mg/L).