Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Inventarisasi Amfibi dan Reptil di Wilayah Air Terjun Irenggolo Kediri Jamaludin, Mohammad Anwar; Pratama, Mochammad Yordan Adi; Pahlevi, Mohammad Ilham; Hanifa, Berry Fakhry; Utami, Budhi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.224 KB)

Abstract

Kawasan wisata air terjun Irenggolo terletak di kawasan Besuki dengan ketinggian 1200 mdpl pada deretan gugusan GunungWilis (2563 m) yang mempunyai area hutan dengan potensi alam khususnya keragamanam fibi dan reptil yang cukup tinggi di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis amfibi dan reptil yang dapatditemukan pada kawasan wisata air terjun Irenggolo kabupaten Kediri, mengetahui karakter habitatnya serta mengetahui jenis amfibi dan reptil.Pengambilan data mulai April 2015 hingga April 2016 dengan menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES).Parameter lingkungan yang diambil adalah waktu, suhu (udaradan air), ketinggian dan kelembapan udara. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa family, yakni Ranidae, Bufonidae, Megophryidae, Dicroglossidae, Rhacophoridae, Microhylidae, Gekkonidae, Scincidae, Agamidae, Colubridae, dan Viperidae. keanekaragaman jenis famili amfibi dan reptil pada kawasan wisata air terjun Ironggolo tergolong tinggi dengan nilai sebesar 2,04533 dengan kemerataan 0,70764 dan yang paling banyak ditemukan yaitu Leptobrachium hasseltii Sedangkan Bronchocela jubata,Limnonectessp, Microhylaachatina, Aplopeltura boa sangat sulit dijumpai.
Preferensi Ketinggian Habitat Ptychozoon Kuhlii di Tempat Wisata Air Terjun Roro Kuning Kabupaten Nganjuk Anna, Amirrul Fikri; Fauzi, Indra; Harianto, H; Hanifa, Berry Fakhry; Utami, Budhi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.478 KB)

Abstract

Kawasan wisata air terjun Roro Kuning merupakan kawasan yang terbilang masih alami terletak di Desa Bajulan Kecamatan Loceret, berjarak Sekitar 23 km ke arah selatan pusat Kabupaten Nganjuk. Air Terjun Roro Kuning berada di ketinggian 600 m dpl dengan ketinggian air terjun antara 10-15 m, sehingga masih cukup layak untuk menunjang kehidupan jenis Ptychozoon kuhlii di kawasantersebut.Berdasarkan IUCN Red List, jenis Ptychozoon kuhlii berstatus DataDeviciency (DD), belum banyak data mengenai spesies tersebut karena memiliki habitat yang cukup spesifik. Perlu adanya pendataan mengenai ketinggian habitat Ptychozoon kuhlii untuk mengetahui kemelimpahannya berdasarkan pada tingkat ketinggian habitatnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan januariapril2016 dengan menggunakan metode VES (Visual Encounter Survey). Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan memiliki suhu yang relatif konstan dari kelembaban awal penelitian dan suhu akhir penelitian dengan kelembaban berkisar antara 80-100%. Sedangkan suhu udara dan suhu air menunjukkan kisaran antara 20-250C. Lokasi yang digunakan dalam pengambilan sampel meliputi area pendopo, mushola, kantor kosong, kolam renang, kamar mandi atas, kamar mandi bawah, Taman, Toko, Gubuk, Pohon pinus. Untuk memudahkan olah data, ketinggian habitat Ptychozoon kuhlii dibedakan menjadi 3 skala yaitu skala 1 dengan ketinggian 0-2 meterhanya sedikit ditemukan dengan 5 perjumpaan, skala 2 dengan ketinggian 2,1-4 meter paling banyak ditemukan dengan 38 kali perjumpaan, untuk skala 3 dengan ketinggian > 4 meter ditemukan 6 perjumpaan. Data diperoleh per total 4 kali survey pengulangan. Sebanyak 11 telur Ptychozoon kuhliiditemukan dengan ketinggian 5 meter.Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ketinggian habitat mempengaruhi kemelimpahan jenis Ptychozoon kuhlii.
Kajian Keanekaragaman dan Kemelimpahan Ordo Anura sebagai Indikator Lingkungan pada Tempat Wisata di Karesidenan Kediri Hanifa, Berry Fakhry; Ismi, Nadya; Setyobudi, Wahyu; Utami, Budhi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.16 KB)

Abstract

Ordo Anura merupakan salah satu kelompok hewan yang berpotensi menjadi indikator alami pada suatu daerah. Salah satu spesies dari kelompok Ordo Anura yang dapat dijadikan bio indikator yang baik adalah Leptobrachium hasseltii. Keberadaan spesies L.hasseltii yang melimpah menandakan kualitas lingkungan yang masih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur keanekaragaman dan kemelimpahan spesies L.hasseltii dan spesies dari Ordo Anura yang lain di tempat wisata air terjun Ironggolo Kediri dan Roro kuning Nganjuk untuk mengetahui kondisi lingkungan secara berkala pada beberapa bulan terakhir. Penelitian dilakukan sejak Januari-April2016. Metode yang digunakan adalah Visual Encounter Survey dan transek. Dari hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di dua wisata air terjun terhitung sejak Januari hingga April 2016 menunjukan kualitas yang baik berdasarkan kemelimpahan spesies Leptobrachium hasseltii dan spesies Anura yang lain
Pteridophytes Diversity and Distribution Along The Elevational Gradient of Mount Penanggungan's Hiking Trail, East Java, Indonesia Muhammad Asmuni Hasyim; Berry Fakhry Hanifa; Luhur Septiadi; Firman Firdaus; Yudha Setya; Rizki Mujahidin Mulyono; Caesar Rasendria Achmad; Mochammad Nur Izzul Haq
Jurnal Biodjati Vol 8 No 2 (2023): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v8i2.24938

Abstract

Pteridophytes (ferns) are a fundamental element of tropical rainforests, which provide excellent microhabitats for their development. In addition, the sensitivity of pteridophytes to shifts in microclimate and anthropogenic disturbances makes them excellent environmental bioindicators. The purpose of this study was to determine the diversity and distribution of pteridophytes along the elevational gradient of two well-known hiking trails of Mount Penanggungan, East Java, Indonesia. Using a 10x10 m2 plot and transect line, we examined the composition, species diversity using Shannon-Wiener diversity index (H'), relative abundance, and distribution pattern using Morisita index of dispersion (Id) of ferns along an elevational gradient (700–1500 m above sea level) on the hiking trails of Mount Penanggungan, i.e., Tamiajeng and Kunjorowesi. As many as 14 species from 7 families living in both terrestrial and arboreal types were identified. Species composition along the elevation gradient revealed a pattern of predominating species. The Shannon-Wiener diversity index (H') indicated a moderate level of diversity, where many pteridophytes species are found on the altitude gradient between (700-900 m dpl), and the Morisita index of dispersion (Id) indicated a clustered distribution pattern for most of the species. This pattern of diversity and distribution can be explained by changes in biotic and abiotic factors.