Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IMPLEMENTASI KURIKULUM PAI 2013 PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMPLB BHAKTI KENCANA YOGYAKARTA Achmad Dahlan Muchtar
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2018): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v2i1.16

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMPLB Bhakti Kencana Berbah Yogyakarta. Permasalahan yang dihadapi adalah berubahnya kurikulum menjadi kurikulum 2013. Saat ini hampir semua sekolah menerapkan Kuikulum 2013 baik itu sekolah pada umumnya, sekolah inklusi, bahkan sekolah luar biasa yang notabene mereka adalah anak-anak yang memerlukan perlakuan khusus dalam pembelajaran, Dengan demikian, penerapan kurikulum 2013 pada siswa berkebutuhan khusus perlu dikaji untuk memaksimalkan potensi peserta didik melalui perubahan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif. Subyek penelitian adalah orang yang mampu memberikan informasi secara akurat serta terlibat lagsung dalam kegiatan penelitian dalam hal ini, Kepala Sekolah, Koordinator Bagian Kurikulum, dan Guru Mata Pelajaran PAI. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, SMPLB Bhakti Kencana telah menerapkan Kurikulum 2013 sejak tahun 2014, meskipun dalam penerapannya terdapat perubahan atau modifikasi pada beberapa aspek seperti, penyesuaian pada materi, metode, media, dan penilaian. Kedua, implementasi Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran PAI di SMPLB Bhakti Kencana dilihat dari beberapa aspek seperti, perencanaan (planning), pelaksanaan (actuating), dan penilaian (controlling). Pada aspek perencanaan yang digambarkan melalui RPP sudah sesuai dengan kurikulum 2013. Pada aspek pelaksanaan dilihat dari skenario pembelajaran, media pembelajaran, metode pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. Pada aspek pelaksanaan dilihat dari skenario pembelajaran, semua prosedur seperti bertanya, mengamati dan menyimpulkan sesuai dengan Kurikulum 2013. Pada aspek media pembelajaran, beberapa media yang ditawarkan Kurikulum 2013 bisa diterapkan pada siswa berkebutuhan khusus seperti penggunaan smartphone, dan lain-lain. Tetapi untuk klasifikasi Tunagrahita penggunaan media untuk satu siswa bisa berbeda dengan siswa yang lain. Pada aspek metode pembelajaran, sebagian bisa diterapkan pada siswa berkebutuhan khusus meskipun mengalami penyesuaian. Pada aspek penilaian hasil belajar, beberapa bentuk penilaian seperti tes tertulis tidak bisa diterapkan pada siswa klasifikai tunagrahita. Ketiga, Problematika dalam implementasi Kurikulum 2013 di SMPLB Bhakti Kencana meliputi, cakupan materi yang belum dikhususkan bagi siswa berkebutuhan khusus, tawaran media dan metode belum dikuhususkan bagi siswa berkebutuhan khusus, dan pembuatan silabus dan RPP yang begitu banyak sehingga menyita waktu guru yang akan berimplikasi pada pembelajaran. Solusi yang dapat ditawarkan adalah, membangun komunikasi pada pihak penyelenggara dalam hal ini kemendibud, dan mengadakan pelatihan-pelatihan bersama dengan beberapa sekolah SLB.
Upaya Menangani Permasalahan dalam Perkembangan Remaja (Tinjauan aspek keberagamaan) Achmad Dahlan Muchtar; Aisyah Suryani
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 2 (2020): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v4i2.591

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya menangani permasalahan dalam perkembangan remaja. Usia remaja merupakan usia-usia waspada, maksudnya pada masa ini remaja mengalami doubt atau keraguan dalam segala hal yang dihadapinya seperti contoh religious doubt, membedakan mana hal yang benar-benar baik dan benar benar tidak baik. Masa remaja merupakan masa dimana remaja memiliki egosentris yang tinggi, ingin menunjukkan eksistensi diri ke-aku-annya dengan berbagai cara, cara inilah yang kemudian menimbulkan hal hal yang terkadang positif, namun juga terkadang justru terjerumus ke dalam perbuatan negatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau library research, yakni penelitian yang dilakukan melalui mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang bertujuan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan, atau telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya tertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Beberapa treatment yang ditwarakan adalah (1) MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa); (2) Mentoring; (3) Kemah (Research Camp); (4) Home Visit; (5) Mukhoyyam (Home Stay); (6) Outing; (7) Pembiasaan membaca Asmaul Husna di Sekolah; (8)Pendidikan tentang dinamika permasalahan remaja. Tawaran treatment yang diberikan hasil dari tinjauan keberagamaan sehingga diharapkan dapat membantu setiap permasalahan dalam perkembangan remaja. Kata Kunci: Permasalahan, Perkembangan remaja, Remaja
Tingkat Kecerdasan Emosional Anak Panti Asuhan Ridha Muhammadiyah Enrekang Aisyah Suryani; Achmad Dahlan Muchtar; Muthmainnah Muthmainnah; Elihami Elihami
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional anak panti asuhan Ridha Muhammadiyah Enrekang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021. Populasi dalam penelitian ini seluruh anak panti Asuhan Ridha Muhammadiyah Enrekang yang berjumlah 34 anak, dan seluruh anak dijadikan sampel pada penelitian ini. Tenik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket dengan skala likert. Angket digunakan untuk mengungkapkan data tingkat kecerdasan emosional anak panti Asuhan Ridha Muhammadiyah Enrekang. Uji validitas dan reliabilitas instrumen menggunakan Cronbach Alpha. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa kecerdasan emosional siswa berada pada kategori baik mencapai 76,19%.
Development of Social Personal Guidance towards Character Building of Students of SMPN 4 Enrekang Aisyah Suryani; Achmad Dahlan Muchtar; Elihami Elihami; Imam Mursyid
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of shaping students' character is the responsibility of all teachers, including guidance and counselling teachers. Counsellors or guidance and counselling teachers according to the Joint Decree of the Minister of Education and Culture and the Head of the National Personnel Administration Number 25 of 1993, cannot be separated from the roles and duties related to character education. The purpose of this study was to determine the role of guidance and counselling teachers in the character building of class VIII students of SMP 4 Enrekang through personal-social guidance. The research method used is descriptive qualitative. The results of this study are the role of counselling guidance teachers in shaping the character of honesty of class VIII students of SMP 4 Enrekang through personal-social guidance is carried out through an exemplary approach, a habituation approach to each extracurricular activity, which aims to shape the character of students. The character values resulting from the objectives, materials, strategies, approaches and methods carried out by the 8th grade counseling teacher include several important points, namely: First, students' attitudes and behaviour towards God show a change in behaviour that begins to grow in students, which is manifested by their obedience and belief in Allah SWT. This obedience can be seen from students' awareness in their daily lives which is marked by honesty, obedience to worship, dhikr, reading the Qur'an, always praying and thanking Allah, fasting fully in the month of Ramadan, and giving (charity) because of Allah. Secondly, students' attitudes and behaviour towards fellow humans appear to be quite polite and courteous, honest, loyal, forgiving, and have high discipline and good character.
The role of Islamic Educational Institutions: formal, informal, non-formal Achmad Dahlan Muchtar; Bahaking Rama; Aisyah Suryani
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to discuss the functions of educational institutions, especially Islamic education, both formal, informal and non-formal. This research uses literature study research. Data is collected through literature studies that are in line with the discussion. The results of this study indicate that the purpose of Islamic education is to create people who are aware of their God. Islamic education can be pursued in three ways in accordance with Law No. 20 of 2003 on the National Education System, namely; (1) Formal ways such as, MI, MTs, MA, and Islamic Universities, (2) Non-formal ways such as, Book Reading Training Institutions, TPQ, TPA, and so on, (3) Informal ways such as, Family Education and Community Education. It is not enough to develop the world of education through formal channels alone, but these three channels must work together to develop the world of education. One of the reasons for this is the increasing number of young people who are unable to continue their education. Employment, especially in the private sector, has developed quite rapidly and more than the development of the public sector
Development of game-based learning in integrated science and social studies to enhance environmental awareness and learning outcomes of fifth-grade students at MI Muhammadiyah Kalosi Muflihah Salahuddin; Masnur Masnur; Achmad Dahlan Muchtar
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i2.8998

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui gambaran kebutuhan game based learning pada mata pelajaran IPAS (2) mengetahui kevalidan game based learning pada mata pelajaran IPAS (3) mengetahui kepraktisan game based learning pada mata pelajaran IPAS (4) mengetahui keefektifan pengembangan game based learning. Penelitian ini menggunakan desain pengembangan model ADDIE yang terdiri dari analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Tahap analisis dilakukan analisis peserta didik, analisis guru, dan analisis kurikulum. Tahap desain dilakukan desain pengembangan media pembelajaran berbasis game based learning yang meliputi perancangan storyboard, perancangan plot, dan uji coba kelompok kecil. Tahap pengembangan dilakukan dengan pengembangan media menggunakan aplikasi Smart Apps Creator yang terdiri dari tahap pembuatan media game pembelajaran dan tahap validasi. Tahap implementasi dilakukan dengan uji coba kelayakan media di lapangan yang terdiri dari uji coba lapangan/kelompok besar. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pengembangan media pembelajaran berbasis game based learning yang terdiri dari gambaran kebutuhan pengembangan, kevalidan media game pembelajaran, kepraktisan media game pembelajaran dan keefektifan media game pembelajaran. Gambaran hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa pembelajaran lebih menekankan pada keterampilan peserta didik, guru, dan kurikulum pada pengembangan media game pembelajaran. Hasil uji validitas oleh para ahli terhadap media game pembelajaran berupa angket penelitian dengan hasil 4,46 kriteria “sangat layak” sehingga media game pembelajaran untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan dan hasil belajar peserta didik layak digunakan. Hasil uji kepraktisan melalui uji coba lapangan/kelompok besar menggunakan angket , respon peserta didik menunjukkan hasil 8,7 kriteria “sangat layak” sehingga media game pembelajaran untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan dan hasil belajar peserta didik dinyatakan sangat praktis. Hasil uji keefektifan melalui penilaian tes yang diberikan kepada peserta didik menunjukkan bahwa hasil nilai t hitung 37,763 > t table 2,086 sehingga media game pembelajaran untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan dan hasil belajar peserta didik dinyatakan efektif.