Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Madu Sebagai Substituen Media Induksi Kalus Sorgum (Sorghum bicolor) Secara In Vitro Laras Sekar Arum; Levinia Wuri Safitri; Hidayah Murtiyaningsih; Muhammad Hazmi
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v10i1.377

Abstract

Sorghum is one of the five most important cereal crops  in the world, due to its multi-beneficial usages and wide adaptability, so it has the high potential to be developed. One of the current efforts to develop sorghum is through a modern technique, molecular-based. Thus, in vitro culture is an indispensable basic technique, especially in the callus formation process. In addition to commercial synthetic chemicals, various organic materials found in nature have the potential to be used as PGR in initiating callus formation, one of which is honey. This study aims to obtain the optimum concentration of honey as a substituent of sorghum callus induction medium. The research design used a completely randomized design with one factor (honey concentration), which consisted of 5 dffrent levels (0, 5, 15, 25 and 35 gL-1). Observation variables consisted of callus formed (hsi), percentage of callus formation (%) and callus morphology. Data were analyzed using the F variance test and DMRT test at the 5% level. The test results of this study indicate that the two variables are significantly different. The fastest callus formation was in the M0 medium (0 gL-1.), while in the percentage of callus formation. The best results were in the M4 honey treatment (35 gL-1) of 77.78%. Thus it can be seen that the administration of honey as a substituent of in vitro culture media can help increase the success of sorghum callus formation.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH TERHADAP APLIKASI PUPUK SP-36 DAN PUPUK CAIR HAYATI [GROWTH AND PRODUCTION RESPONSE OF PEANUT ON SP-36 AND BIOLOGICAL LIQUID FERTILIZER APPLICATION] Muhammad Hazmi; Rudi Hartoyo
AGRITROP Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v12i2.711

Abstract

Aplikasi pupuk fosfat dan pupuk cair hayati dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi kacang tanah varietas Bison terhadap aplikasi berbagai dosis pupuk SP-36 dan pupuk cair hayati Feng Shou serta interaksinya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dua faktor dan setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk SP-36, yaitu 0, 50, 75 dan 100 kg/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk hayati cair, yaitu 0, 0,5, 1 dan 1,5 l/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons tinggi tanaman terbesar diperoleh pada aplikasi pupuk SP-36 dosis 100 kg/ha. Respons jumlah polong, jumlah biji, berat basah polong, berat basah brangkasan dan berat 100 biji tertinggi diperoleh pada aplikasi pupuk SP-36 dosis 75 kg/ha. Respons petumbuhan dan produksi kacang tanah terhadap aplikasi pupuk cair hayati Feng Shou terbaik diperoleh pada dosis 1 l/ha. Kata Kunci: kacang tanah, pupuk SP-36 dan pupuk cair hayati Feng Shou
IDENTIFIKASI JENIS GULMA DARI EMPAT LOKASI PERTANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN JEMBER (Weed species identification from four corn growing areas in Jember District) Muhammad Hazmi; Meni Sari; Oktarina Oktarina
AGRITROP Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i1.3304

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur yang menopang produksi nasional. Gulma dapat menekan pertumbuhan dan produksi jagung hingga 31% bahkan bisa gagal panen. Pengendalian gulma akan efisien jika jenis dan karakternya diketahui. Tujuan penelitian untuk mengetahui spesies gulma dominan yang mampu bersaing pada pertanaman jagung. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode kuadrat dengan peletakan 10 plot secara purposive sampling di setiap area penelitian, ukuran setiap plot 1x1 m. Hasil penelitian menunjukkan ada 17 spesies gulma, terdiri dari 12 spesies berdaun lebar, empat spesies rumput dan satu spesies teki. Gulma berdaun lebar mendominasi di setiap lokasi penelitian. Nilai SDR gulma tertinggi dari setiap lokasi penelitian yaitu:  Jelbuk adalah Cynodon rotundus sebesar 31,934, Silo adalah Amaranthus spinosus sebesar 28,214, Ambulu adalah Cynodon dactylon sebesar 31,719, dan Tanggul adalah C. rotundus sebesar 37,061. Nilai diversitas gulma hampir sama di kisaran H’1, termasuk kategori rendah dengan indeks kesamaannya tinggi. Jenis gulma dominan di berbagai pertanaman jagung di Kabupaten Jember relatif sama. Kata kunci: gulma dominan, identifikasi, jagung
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ENZIM SELULASE PADA BAKTERI SELULOLITIK ASAL TANAH SAMPAH Hidayah Murtiyaningsih; Muhammad Hazmi
AGRITROP Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v15i2.1185

Abstract

Bakteri selulolitik merupakan bakteri penghasil enzim selulase yang mampu mendegradasi substrat selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri selulolitik asal tanah sampah, melakukan karakterisasi morfologi serta mengukur aktivitas enzim selulase ekstrak kasar pada bakteri selulolitikyang diisolasi pada salah satu tanah sampah di dramaga Bogor. Isolasi bakteri selulolitik dilakukan dengan menggunakan media selektif Carboxy Methyl Cellulose 1% (CMC 1%) dengan metode spread plate. Karakterisasi dilakukan dengan cara menumbuhkan isolat murni terpilih pada media CMC 1% selanjutnya ditetesi congo red 0,1% untuk menguji potensi selulolitiknya (potensi selulolitik ditandai dengan munculnya zona bening di sekitar koloni). Hasil isolasi bakteri diperoleh 4 isolat yang berpotensi mendegradasi selulosa. Indeks aktivitas selulolitik paling besar dimiliki isolat 10.1 yaitu 0.875. Uji secara kuantitatif dengan metode spektrofotometri DNS menunjukkan bahwa aktivitas enzim tertinggi terjadi pada masa inkubasi hari ke-9.
OPTIMASI TRANSFORMASI GENETIKA MELALUI AGROBACTERIUM PADA TANAMAN PADI Muhammad Hazmi; Netty Ermawati; Bambang Sugiharto
AGRITROP Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v12i1.694

Abstract

Keberhasilan transformasi genetika pada tanaman padi sangat dipengaruhi oleh karakternya yang bersifat recalsitrant, terutama padi jenis indica yang banyak ditanam oleh petani di Indonesia. Oleh karena itu, optimasi metode selalu diperlukan sebelum melakukan transformasi genetika pada tanaman padi. Transformasi gen GUS sering digunakan sebagai sarana optimasi metode transformasi sebelum melakukan overekspresi gen yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa komponen transformasi gen melalui Agrobacterium tumefaciens dapat bekerja secara efektif pada tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biosain Politeknik Jember dari bulan Maret sampai dengan Desember 2013. Konstruk gen GUS diperoleh dari Laboratorium Biologi Molekuler Universitas Jember. Padi yang digunakan adalah varietas Inpari 20 dari BPTP Malang dan CV Dongjin dari Korea Selatan sebanyak 20 biji dari setiap verietas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi gen GUS melalui Agrobacterium tumefaciens berhasil menginfeksi eksplan. Eksplan yang diinfeksi tumbuh pada media seleksi antibiotik higromisin sampai umur 65 hari setelah infeksi. Hasil uji GUS menunjukkan bahwa gen GUS tidak terekspresi pada tanaman Padi. Hal ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan DNA promoter dan plasmit pCAMBIA tidak kompatibel pada tanaman padi. Agrobacterium tumefaciens dapat digunakan untuk transformasi genetika pada tanaman padi, tetapi perlu DNA promoter dan plasmit yang kompatibel.Kata kunci: Optimasi, transformasi, gen GUS,  Agrobacterium tumefaciens, dan padi.
RESPONS TANAMAN PADI (Oryza Sativa L.) TERHADAP BERBAGAI MEDIA TANAM DAN SUMBER NUTRISI PADA SISTEM TANAM HIDROPONIK VERTIKULTUR BOKAS Iskandar Umarie; M. Hazmi; Moh. Muhaimin
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah  sistem hidroponik dapat memberikan produksi tanaman padi yang cukup memadai sehingga layak untuk dikembangkan di perkotaan. Percobaan mengunakan Rancangan Petak terbagi (Split Plot Design) disusun rancangan Rancangan Acak kelompok Lengkap (RAKL), dimana Petak Utama adalah Nutrisi Tanaman terdiri dari AB Mix (N1), Pupuk Organik Cair (POC) (N2), dan Pupuk Majemuk NPK (N3), sedangkan anak petak terdiri dari Arang Sekam (M1), Batu Batu (M2), dan Serbuk Gergaji (M3).. Pemberian nutrisi AB Mix menghasilkan yang terbaik pada tinggi tanaman, luas daun spesifik, umur panen, berat gabah per rumpun dan berat 1000 butur gabah. Sedangkan media pecahan batu bata menunjukkan hasil yang nyata terbaik terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun spesifik, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif, umur panen, jumlah bulir per rumpun, jumlah bulir bernas, berat gabah per rumpun, berat 1000 butir biji, dan berat gabah per ha. Interaksi antara nutrisi AB Mix dengan media serbuk gergaji (N1 x M3) yang terbaik pada parameter tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun spesifik, dan jumlah anakan per rumpun, dan umur panen. interaksi antara nutrisi AB Mix dengan media pecahan batu bata (N1 x M2) yang terbaik pada parameter jumlah bulir bernas, berat gabah per rumpun, berat 1000 butir, dan berat gabah per ha. Nutrisi AB Mix, media pecahan batu bata, dan interaksi nutrisi AB Mix dengan media pecahan batu batu atau interaksi nutrisi AB Mix dengan media serbuk gergaji, memberikan hasil yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada sistem budidaya hidroponik baik berperan sebagai faktor tunggal maupun sebagai kombinasi.
Regenerasi Sorgum (Sorghum bicolor) melalui Kultur In Vitro Mega Silvia; Muhammad Hazmi; Hidayah Murtiyaningsih; Laras S Arum
JURNAL BUDIDAYA PERTANIAN Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Budidaya Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbdp.2021.17.1.68

Abstract

Sorghum has great potential to be developed as a food source in Indonesia. This study aims to regenerate sweet sorghum in vitro, by adding coconut water and garlic powder to tissue culture. The experiment used a completely randomized design with two treatment factors, and with 2 replications. The first factor was the concentration of coconut water (A), consisting of: A0 (0 mL/L), A1 (50 mL/L), A2 (100 mL/L), A3 (150 mL/L), and A4 (200 mL/L). The second factor was the concentration of garlic powder (B), consisting of : B0 (0 g/L), B1 (10 g/L), B2 (20 g/L), B3 (30 g/L), and B4 (40 g/L). Data were analysis by the analysis of variance wth the F test and DMRT follow-up test at a 0,05 level. The results of the F test showed that the variables of the time of shoot emergence, shoot height at the age of 3, 12, 15, and 18 days after initiation (DAI) were not significantly affected by treatments A, B, and their interaction (A×B), also the percentage of shoot emergence in treatments A, B, and shoot height in treatments B. Variables of shoot number and shoot height at 6 DAI were affected by treatments A, B, and A×B, also the percentage of shoot emergence in treatment A, and shoot height 9 DAI in treatments A and B. DMRT test results showed that the A4 treatment gave the best results on shoot percentage, shoot height at 6 and 9 DAI, and treatment B2 on shoot number. The addition of 200 mL/L coconut water increased shoot height and 20 g/l garlic powder increased the number of shoots in this study. Keywords: coconut water, concentration, garlic, in vitro regeneration, sorghum. ABSTRAK Sorgum memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meregenerasi sorgum manis secara in vitro, dari kultur jaringan. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor perlakuan, dan dengan 2 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi air kelapa (A), terdiri dari: A0 (0 mL/L), A1 (50 mL/L), A2 (100 mL/L), A3 (150 mL/L), dan A4 (200 mL/L). Faktor kedua adalah konsentrasi bubuk bawang putih (B), terdiri B0 (0 g/L), B1 (10 g/L), B2 (20 g/L), B3 (30 g/L), dan B4 (40 g/L). Data dianalisis dengan analisis ragan dengan uji F dan uji lanjut DMRT pada taraf 0,05. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel saat munculnya tunas, tinggi tunas pada umur 3, 12, 15, dan 18 hari setelah inisiasi (HSI) tidak nyata dipengaruhi oleh perlakuan A, B, maupun interaksinya (A×B), demikian juga persentase munculnya tunas pada perlakuan A, B, serta tinggi tunas pada perlakuan B. Variabel-variabel jumlah tunas, tinggi tunas 6 HSI dipengaruh secara nyata oleh perlakuan A, B, maupun A×B, demikian juga persentase munculnya tunas pada perlakuan A, serta tinggi tunas 9 HSI pada perlakuan A dan B. Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa perlakuan A4 memberikan hasil terbaik pada persentase tunas, tinggi tunas 6 dan 9 HSI, serta faktor B2 pada jumlah tunas. Penambahan air kelapa 200 mL/L meningkatkan tinggi tunas dan 20 g/L bubuk bawang putih meningkatkan jumlah tunas pada penelitian ini. Kata kunci: air kelapa, bawang putih, konsentrasi, regenerasi in vitro, sorgum
Pemberdayaan Dasa Wisma 03 Perumahan Puri Bunga Nirwana, Melalui Pelatihan Urban Farming Wiwit Widiarti; Iskandar Umarie; Muhammad Hazmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 8, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v8i1.8068

Abstract

Kelompok mayarakat yang bisa menjadi penggerak urban farming adalah Dasa Wisma di tingkat RT. Salah satu Dasa Wisma yang aktif melakukan kegiatan kemasyarakatan adalah Dasa Wisma 03 Perumahan Puri Bunga Nirwana, yang berdiri pada tahun 2010 beranggotakan 10 KK, berlokasi di Cluster Pondok Indah blok C dan F. Kegiatan Dasa Wisma 03 sangat bervariasi diantaranya pertemuan rutin anggota setiap bulan  yaitu tanggal 5. Dalam pertemuan rutin ada beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu arisan, simpan pinjam, penyampaian informasi untuk warga diantaranya informasi ke RTan, posyandu atau informasi lain, pemungutan iuran warga juga dilakukan saat pertemuan dasa wisma. Dalam pertemuan juga  disampaikan update informasi berkaitan dengan kegiatan ekonomi kelompok yang dilakukan. Kegiatan lain yang pernah dilakukan oleh Dasa Wisma 03 adalah produksi telur asin dari telur ayam  yang dilakukan pada tahun 2012. Salah satu upaya pemberdayaan Dasa Wisma 03, yaitu dengan memaksimalkan sumberdaya lahan yang dimiliki untuk kegiatan ekonomis. Solusi yang diberikan adalah merancang pengembangan potensi lahan yang ada melalui urban farming yang memiliki dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan edukasi. Memanfaatkan potensi lahan yang dimiliki Dasa Wisma 03, berarti memberikan sumber pendapatan bagi anggota dasa wisma.  Adapun nilai tambahnya adalah memberikan edukasi pada para ibu yang tergabung dalam Dasa Wisma 03 bagaimana melakukan sebuah usaha bisnis.  Rencana kegiatan meliputi pelatihan urban farming, pembuatan rak hidroponik,  monitoring dan evaluasi. Adapun luaran pengabdian masyarakat yang ditargetkan adalah publikasi pada jurnal terindeks sinta 5-6 dan fasilitas urban farming di dasa wisma 03 Perumahan Puri Bunga Nirwana Kabupaten Jember.
Uji Daya Tumbuh Beberapa Genotipe Sorgum Mutan Hasil Iradiasi Gamma Moch. Alfian Rizky Ramadhan; Muhammad Hazmi; Hidayah Murtyaningsih; Laras Sekar Arum
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.303

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) termasuk komoditas pangan alternatif yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Namun tingkat keragaman genetiknya di Indonesia masih terbilang rendah. Rendahnya keragaman genetik sorgum memicu peneliti untuk meningkatkan dan menemukan variasi genetik baru, beberapa langkah yang bisa diambil termasuk melalui praktik pemuliaan tanaman.. Mutasi induksi radiasi merupakan pemuliaan tanaman yang bertujuan mendapatkan karakteristik baru yang tidak dimiliki oleh varietas induknya, irradiasi sinar gamma dapat digunakan untuk merusak DNA. Selama proses perbaikan, mutasi baru dalam DNA dapat terjadi secara acak sebagai hasil dari irradiasi ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respons berbagai jenis benih sorgum lokal terhadap iradiasi sinar gamma Pada penelitian ini sorgum lokal bandung, demak, dan jember di induksi dengan iradiasi sinar gamma dosis 0 Gy, 300 Gy, dan 500 Gy. Pemberian dosis iradiasi sinar gamma memberikan pengaruh nyata pada parameter persentase daya kecambah, laju perkecambahan,dan persentase keserempakan tumbuh. Perlakuan V1R2 memberikan pengaruh terbaik dibandingkan perlakuan lainyya.
Emerging Trends and Future Directions in Organic Agriculture and Environmentally-friendly Farming Practices: A Bibliometric Analysis Muhammad Hazmi; Dyah Ayu Suryaningrum; Iskandar Umarie; Oktarina; Muh. Aniar Hari Swasono
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 07 (2023): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v1i07.124

Abstract

Organic farming and eco-friendly agricultural practices have gained significant attention as sustainable alternatives to conventional agriculture. This research method employs bibliometric and keyword analysis to explore the field’s emerging trends and future directions. The co-occurrence analysis of keywords reveals prominent research themes, including organic certification, soil health, climate change resilience, agroecological approaches, biodiversity conservation, and integrated pest management. The analysis also identifies influential authors, collaboration networks, and prominent publication venues that disseminate research in sustainable agriculture. The keyword analysis highlights the literature’s focus on adoption, agricultural products, consumer behavior, and sustainable agricultural development. This research provides valuable insights for advancing knowledge, policy development, and practical applications in organic farming and eco-friendly agrarian practices to foster sustainable and environmentally friendly agricultural systems.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abadi, Taufan Abdul Jalil Aditya Dimas Pratama Aditya Dimas Pratama Alfiansyah, Gusti Amri Gunasti Andriya Risdwiyanto Aprilia, Aura Denis Arief Noor Akhmadi Arnes Yuli Vandika Azmi Saleh Bagus Tripama Bambang Sugeng Dwiyanto Bambang Sugiharto Bambang Sugiharto Bejo Suroso Brilliant Anas Dewa Oka Suparwata Djoko Wijono, Djoko Dyah Ayu Suryaningrum Ekawardani, Naeda Tamara Fatechan, Billy Fitriah S. Jamin Fodesta, Fiana Galuh, Joko Dwi H, Prames Aulia Sukma Hakim, Nur Hanifah Nurul Muthmainah Hartoyo, Rudi Hasbi, Hudaini Henik Prayoginingsih Henik Prayuginingsih Henik Prayuginingsih Hidayah Murtiyaningsih Hidayah Murtyaningsih Hilmi, Ahmad Iqbal Hudaini Hasbi Insan Wijaya Iskandar Umarie Iskandar Umarie Iwan Harsono Jaden Tan Jemadi, Jemadi Jiwon, Seo Judijanto, Loso Kingh, Ruby Kosjoko Kosjoko Kusuma, Moch Nur Hadi Laras S Arum Laras Sekar Arum Lenny Widjayanthi Levinia Wuri Safitri Loso Judijanto M Iwan Wahyudi Mayanda, Bernicha Dwivani Mega Silvia Meni Sari Michael Jordan Moch. Alfian Rizky Ramadhan Moh. Muhaimin Muh. Aniar Hari Swasono Muhaimin, Moh. N, Yodick Febrian Nanang Saiful Rizal Natasha Harris Netty Ermawati Nina Anis Nur Hakim Oktarina Oktarina Oktarina Oktarina Oktarina, Oktarina P, Vania Yanuarita P Pamuji, Slamet Parawita Dewanti Pareira, Magdalena Sunarty Podesta, Fiana Prasetyo, Vandi Putranto Pratama, Yusni Wahyu Prayogi, Fahrur Priyono, Pujo Pujo Priyono Purnama Oktaviandari Rahayu, Reni Puji Ramadani, A. Rifqi Ramadhan, Moch. Alfian Rizky Ren Suzuki Restanto, Didik Restanto, Didik Puji Ridho, Atok Ainur Risa Martha Muliasari Rizqi, Putra Dwi Rosa Zulfikhar Roynaldy, Roynaldy Ruby Kingh Rudi Hartoyo Sari, Meni Seo Jiwon Sholeh Avivi Sigit Soeparjono Siti Aisyah Slamet Pamuji Slameto Slameto Sri Hartatik Sri Setyati Suroso , Bejo Suroso, Bejo Syam Gunawan Syam Gunawan Syamsul Hadi Taufiq Timur Warisaji Teguh Hari Santosa Teguh Hari Santosa Tim Bauer Totok Dwi Kuryanto Tri Agus Siswoyo TRI HANDOYO Trijulianto, Andi Bagas Umarie, Iskandar Utami, Erisa Putri Widiarti, Wiwit Wijaya, Insan Wimpi Handoko Wiwit Widiarti Wulanjari, Distiana Zain Nizam Zulfikhar, Rosa